Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 351. Kekacauan di Lobi Akademi bag. 2



Sebuah serangan verbal baru dilancarkan oleh Ryou kepada Misha.


Karena sepertinya wajah Misha begitu merah karena menahan amarahnya, Ryou kembali mengulangi kalimatnya.


“Mau mendengarku mengatakannya lagi, gadis manja? Kau itu berisik seperti anjing milik tetanggaku yang menggonggong dan melompat-lompat senang saat aku dan kakakku pulang sekolah. Puas?”


Emilia dan Tatiana yang berada di belakang Ryou terkejut mendengar remaja itu bicara dengan nada berani seperti itu.


Bahkan sang kakak yang melihat jadi salah tingkah sendiri dan panik.


“Kaito-san, kita harus menghentikan Ryou! Kita harus ke sana dan menghentikannya!”


“Tunggu Kino!”


“Tapi, Kaito-san–”


“Lihat apa yang akan dilakukan adikmu. Dia itu punya bakat khusus mempermalukan orang lain jadi biarkan dia melakukannya kali ini”


“Kaito-san…kamu tidak serius kan?” Kino tampak syok mendengar kalimat Kaito yang seperti ingin sekali menonton Ryou dan mulutnya itu. “Kaito…-san?”


“Aku serius, Kino. Gadis itu menyebalkan. Kalau benar dia tunangan dari kakak Xenon, ‘dunia’ ini mungkin akan kiamat”


Kino hanya bisa pasrah dan bergumam dalam hati.


‘Kenapa Kaito-san juga jadi ikut-ikutan Ryou? Kami-sama, apa yang harus aku lakukan?’


Ryou menatap rendah gadis itu. Saat gadis itu mencoba menampar Ryou, tangan Ryou mulai menangkapnya.


“Lepaskan tangan kotormu itu!” teriak Misha


“Baiklah, kulepaskan”


Dengan sengaja, Ryou melepaskannya dengan mendorongnya begitu saja.


“Akh!”


Misha terjatuh ke lantai.


“Maaf, kau sendiri yang memintaku melepaskanmu. Bukan salahku kau terjatuh. Kau yakin kaki kecilmu itu tidak patah kan, La-dy?”


Nada menghina Ryou benar-benar membuat Misha kesal. Dia langsung bangun dan mendekati Ryou.


“Orang miskin sepertimu berani sekali melawan Lady! Kamu pikir kamu sedang berhadapan dengan siapa?”


“Anak manja” jawab Ryou singkat


“Jaga mulutmu!”


“Jaga etikamu. Jangan karena kau ini perempuan, aku tidak berani denganmu, anak manja. Aku mencoba menahan diriku dari tadi”


“Menurutku, gadis bernama Emilia Xelhanien ini adalah Lady sesungguhnya karena bisa menjaga sikapnya meskipun sudah dipermalukan olehmu”


“Dan satu hal lagi, aku tidak tau seperti apa Rexa itu…tapi yang aku tau, dunianya akan kiamat jika menjadikan gadis tidak tau diri, tidak beretika dan tidak tau malu sepertimu sebagai istrinya”


“Kalau kau tidak punya kaca di rumah, aku akan membelikannya untukmu. Puluhan bahkan ratusan akan aku beli agar kau berkaca!”


“Mulut dan tingkahmu itu tidak tau malu”


Misha sudah murka sekarang.


“Kamu akan menyesal melawan Midford”


Ryou sedikit terkejut. Dia sempat bergumam dalam hatinya.


‘Midford? Jadi dia juga dalang dari kasus ini juga rupanya. Heh, pantas saja dia begitu berani menampar anggota Dewan Sihir di depan umum begini’


‘Jika ingin mempermalukanku, masih terlalu cepat 10 tahun’


Ryou tersenyum sinis.


“Midford ya, maafkan aku tapi aku bukan berasal dari Negara ini. Aku tidak peduli dengan keluargamu itu”


“Lagipula coba pikirkan lagi dengan otakmu yang kecil itu, kalaupun semua orang mengenal Midford, apa yang akan mereka pikirkan tentangmu?”


“Mau dengar pendapatku?” Ryou mendekat wajah Misha dengan tatapan merendahkan, “Keluarga arogan yang hobinya hanya bertindak semena-mena dan mengagungkan statusnya yang tidak seberapa”


Setelah itu, Ryou mundur dan melihat Misha dengan wajah sinisnya.


“Kau hanya perlu menunggu sampai ada surat protes dari pihak akademi karena merusak reputasi bagusnya”


Ryou tertawa keras dan terdengar sengaja mengeraskan suaranya, hingga suara itu terdengar sampai ke beberapa tempat lainnya.


“Ahahaha, lihat! Kalian yang mengetahui siapa itu Keluarga Midford! Anak manja ini baru saja menampar wajah gadis bernama Emilia Xelhanien, mengatakan aku ini kotor dan mengancamku atas nama keluarganya”


“Aku ini hanya orang asing jadi tidak tau siapa itu Midford, apa kalian bisa memberiku jawaban siapa itu Midford? Menurut kalian apakah dia pantas bersikap begitu hanya karena dia Midford?”


“Jawab aku, apa pantas orang yang mengaku Midford melakukan hal itu? Memang sehebat apa Midford? Memang se-istimewa apa Midford?”


Kino benar-benar tidak bisa mengendalikan sang adik kali ini dan Kaito cukup terkesan dengan semua serangan mulut pedas dari Ryou.


“Mulut pedasnya sudah berevolusi jadi tingkat Dewa sekarang. Aku rasa tidak ada yang bisa melawannya jika beradu mulut dan berargumen” gumam Kaito pelan


“Bukan saatnya bicara begitu, Kaito-san!” Kino sudah panik


Dia bermaksud menarik adiknya kembali namun Kaito memegang tangannya.


“Jangan dihentikan, Kino. Biarkan Ryou seperti ini”


“Kaito-san!”


“Ini bagus untuk memancingnya”


“Eh?”


“Dia Midford. Aku yakin kau tau itu”


Kino terlihat syok dan hanya bisa melihat sang adik kembali beraksi dengan mulutnya.


“Oi oi, jawab aku. Sehebat apa Midford itu? Lalu, antara Xelhanien dan Midford…yang mana yang lebih tinggi? Jawab aku”


Emilia memegang pundak Ryou.


“Sudah cukup. Jangan membuat keributan seperti ini. Ini memalukan. Tidak boleh membuat citra Akademi Sekolah Sihir menjadi buruk seperti ini”


Ryou menengok gadis bernama Emilia yang masih berusaha tenang. Ryou hanya menghela napas dan bicara dengan ada dingin.


“Aku tidak melakukan ini untukmu. Aku hanya kesal dengan orang yang menganggap status bangsawannya itu penting dan sempurna”


“Padahal dia dan aku sama-sama bernapas dengan oksigen. Kecuali dia bernapas dengan bubuk emas atau belerang, itu lain cerita”


“Aku tidak suka bersikap kasar pada perempuan, tapi aku tau mana yang pantas diperlakukan baik dan mana yang tidak”


“Dan mulutku ini…lebih jahat dari mulut anak manja ini”


Emilia mengangguk setuju, “Aku tau. Aku sudah mendengar betapa jahatnya mulutmu itu. Sekarang biarkan aku yang menanganinya”


Gadis itu maju menghadapi Misha.


“Misha-sama, sebelumnya aku minta maaf untuk semua ini. Aku mengerti betapa kesalnya dirimu. Tapi aku tidak tau dimana Rexa-sama”


“Dan mengenai tuduhanmu itu, aku akan menganggap semua itu tidak pernah terjadi. Aku juga tidak akan mempermasalahkan hinaanmu terhadapku ataupun terhadap adikku, Alicia”


“Aku hanya ingin Misha-sama menenangkan diri dan pergi untuk sekarang sebelum masalah ini dibawa sampai ke meja Dewan Sihir dan Dewan Sekolah”


“Jika sampai ada yang mengadukanmu, Misha-sama juga akan terkena masalah. Masalah pribadi bisa diurus setelah proses administrasi selesai”


“Selama itu, mohon untuk tidak membuat keributan lebih dari ini”


Ryou menatap gadis menyebalkan itu kembali.


“Telingamu tuli? Pergi sana, sebelum aku yang mengadukan hal ini! Kalau nanti kau dikeluarkan, silahkan cari aku ya, karena aku yang mengadukanmu”


Misha menunjuk wajah Ryou, “Aku akan membuat perhitungan denganmu, bocah kotor. Aku akan membuatmu menyesal sudah mempermalukanku seperti ini!”


“Dan aku akan menunggumu selesai menghitung, anak manja. Itu juga kalau kau bisa menghitung” ledek Ryou dengan tatapan merendahkan


Misha melihat Emilia dengan tatapan penuh dendam, “Urusan kita belum selesai, Xelhanien! Aku tidak akan memaafkanmu!”


Emilia hanya bisa diam dan melihat Misha yang langsung pergi.


Tentu saja semua orang yang melihat itu membicarakannya. Betapa tidak pantasnya sikap itu dan betapa terpujinya sikap Emilia.


Ada juga yang memuji keberanian Ryou dan ada pula yang merasa bahwa keributan itu kurang lama.


Benar-benar pandangan yang umum dalam bermasyarakat.


******