
Di sebuah tempat kursi di depan kantor keamanan, Ryou memeluk kopernya yang penuh dengan uang sambil memasang wajah menakutkan, sedangkan Kino dan Kaito duduk tepat di sampingnya dengan wajah aneh.
“Kaito-san, aku rasa kita butuh sesuatu untuk menyembunyikan koper berisi uang tersebut. Aku tidak ingin kita kejar-kejaran lagi dengan pencuri gara-gara koper itu”
“Aku rasa sebaiknya kita membelanjakan uang tersebut untuk membeli tas atau dompet”
Kino terlihat setuju dengan ide tersebut, namun sepertinya Ryou masih belum mau pindah dari tempat itu. Melihat adiknya yang jadi lebih seram dari sebelumnya membuat Kino harus bersabar sedikit.
Kaito mengeluarkan batu sihir yang diambilnya saat membongkar trik milik manpig di acara lomba panco.
“Kalian berdua, aku mengambil ini”
Kaito menunjukkan permata yang didapatkannya kepada Kino dan Ryou. sekilas, Ryou terlihat kembali serius dan melihat batu yang dipegang oleh Kaito.
“Itu…batu sihir?” tanya Ryou sambil terus memegangi kopernya
“Benar. Sepertinya ini batu untuk meningkatkan kemampuan fisik seseorang. Aku tidak begitu tau cara kerjanya, tapi mengingat si manusia babi itu menggunakannya untuk membuat kekuatan manusia ikan itu bertambah, tampaknya memang seperti itu cara kerjanya”
“Kalau tidak salah, Kaito-san juga sempat membuatku terkejut dengan gerakan cepat yang kamu lakukan. Apakah Kaito-san juga sempat menggunakan batu sihir itu?”
Kino bertanya pada Kaito sambil memegang sendiri batu sihirnya dan mengamatinya baik-baik. Kaito sempat terdiam dan mengingat kembali momen saat dia menggunakan batu sihir tersebut.
“Batu itu…aku tidak tau kenapa aku bisa menggunakannya”
“Tidak tau? Kau bisa amnesia juga dengan hal yang baru kau lakukan, Kaito?” celetuk Ryou
“Ini tidak seperti aku lupa, Ryou. Hanya saja saat itu, aku membayangkan akan lebih bagus jika aku bisa memiliki kecepatan dan kekuatan yang lebih untuk menangkapnya”
“Membayangkan ya…”
Kino mulai mengamati batu sihir itu kembali dan yakin dengan sesuatu.
“Mungkinkah cara kerja sihir yang berasal dari batu sihir itu dengan menggunakan kekuatan pikiran?”
“Kekuatan pikiran? Misalnya?”
“Imajinasi, Kaito-san. Mungkin, benda ini bekerja karena Kaito-san memikirkan hal yang kamu harapkan sebelumnya. Aku rasa mungkin saja kekuatan pikiran penggunanya itulah yang membuatnya bisa bekerja”
Penjelasan Kino tampaknya bisa sedikit diterima oleh Kaito. Tapi, itu tidak cukup menjelaskan apakah itu adalah konsep dari batu sihir itu sendiri atau tidak.
“Mungkin sebaiknya kita cari toko permata sihir di kota ini dan menanyakan lebih banyak lagi mengenai penggunaan batu sihirnya”
“Itu benar”
“Tapi pastikan kau yang berjalan di depanku, Kaito! Aku perlu memastikan tidak ada lagi orang gila yang mau mengambil uang kita!”
Tampaknya Ryou masih terlihat begitu waspada. Tidak membiarkan waktu terbuang percuma, mereka mulai berjalan ke kota kembali. Hari sudah siang sekarang, mereka berkeliling dan sempat bertanya beberapa kali pada orang-orang di sekitar.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah toko permata sihir bernama [Pandora’s Jewel Store].
“Pandora ya…nama yang bagus. Sungguh merepresentasikan toko ini. Aku mencium aroma uangku yang akan terbang bebas ke kantong orang lain” kata Ryou yang terlihat frustasi dengan koper di dekapannya
Sang kakak mencoba menenangkan sang adik.
“Ryou, aku mohon berhenti membuat komentar aneh seperti itu. Kita harus mendapatkan batu sihir demi bisa masuk ke dalam sekolah sihir itu”
“Tapi, aku memiliki firasat tentang itu!”
“Tentu saja begitu, karena kita akan membeli beberapa batu sihirnya” Kaito menjawab Ryou yang terlihat frustasi
“Ukh. Tolong kalau bisa, kita tawar sampai setengah harga. Kalau menolak, kita ancam penjualnya” gumam Ryou
Sebelum sang adik semakin menjadi-jadi ketika bergumam, Kino menariknya bersama Kaito ke dalam toko tersebut.
Di dalam toko tersebut, terlihat banyak sekali orang-orang yang datang. Suasananya mirip dengan toko perhiasan mewah yang ada di kota, namun yang mereka jual di sini hanyalah batu permata.
“Aku tidak tau bahwa batu sihir itu benar-benar sangat diminati” ucap Kino takjub
“Aku rasa itu hal yang wajar, Kino. Aku yakin banyak penduduk di sini yang menggunakan batu sihir untuk keperluan sehari-hari atau hanya sekedar menyimpannya untuk sesuatu”
“Kaito-san benar. Aku berharap tidak sulit menemukan batu sihir untuk–”
“Selamat datang”
Terlihat seorang wanita muda yang sangat cantik dengan telinga yang sedikit runcing. Itu adalah ras elf. Seorang elf menyambut tiga remaja tampan dari dunia lain.
“Selamat siang. Selamat datang di Pandora’s Jewel Store. Ada yang bisa saya bantu?”
“Selamat siang. Kami ingin membeli batu sihir” kata Kino
Pelayan elf itu mengantarkan mereka ke sebuah etalase panjang di sisi kanan lobi toko tersebut. Begitu sampai, mereka melihat banyak sekali batu sihir dalam kota etalase kaca yang tebal. Berbagai ukuran dan bentuk ada di dalamnya.
“Silahkan dipilih. Ini semua adalah batu sihir keluaran terbaru yang dikirimkan oleh pihak kerajaan”
“Apa batu sihir ini memiliki kemampuan yang berbeda-beda?” tanya Kaito kepada pelayan elf tersebut.
“Batu sihir ini memiliki efek, kemampuan dan penggunaan yang berbeda. Ada beberapa jenis batu sihir di dunia ini. Salah satunya yang paling sering dimiliki oleh hampir setiap orang adalah batu elemen”
Kaito yang mendengarkan penjelasan pelayan itu mengeluarkan batu sihir yang dimilikinya.
“Kalau begitu, jenis batu sihir apa ini?”
Pelayan tersebut melihatnya sejenak. Setelah beberapa saat, pelayan itu meletakkan kembali batu sihir tersebut di atas meja etalase dan memberikan penjelasan.
“Ini batu sihir untuk meningkatkan kemampuan fisik penggunanya dan orang yang dituju oleh penggunanya”
“Normalnya, dipakai dengan menargetkan diri sendiri atau orang lain agar kemampuannya bertambah. Bisa juga dipakai untuk menurunkan kemampuan orang lain. Jangka waktu pengaruhnya sekitar 2-3 menit sekali pakai”
Dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa batu sihir yang dimiliki Kaito memang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan.
“Untuk penggunaannya, cukup membayangkan saja siapa dan apa yang ingin ditingkatkan. Namun karena penggunaannya hanya beberapa menit, jadi batu sihir ini tidak begitu banyak diminati dan hanya dipakai untuk beberapa orang saja”
“Hanya perlu membayangkan ya. Sebenarnya itu cukup bagus. Pantas saja si ikan dan si babi itu bisa meraup keuntungan yang banyak” umpat Ryou pelan
Kino langsung ke intinya.
“Kami bukanlah pengguna sihir. Namun kami ingin mengikuti ujian masuk Akademi Sekolah Sihir. Apakah ada batu sihir yang bisa kami pakai untuk membuat kami bisa menggunakan sihir?”
Pelayan tersebut mengambil sebuah kotak khusus kemudian menunjukkan isinya kepada ketiga remaja tersebut.
“Ini adalah batu elemen sihir”
“Batu elemen sihir?”
“Benar. Ini jenis batu sihir yang menyimpan elemen yang ada di bumi. Api, air, tanah dan angin. Dan dua batu di sebelahnya ini adalah batu material sihir yang menyimpan kemampuan material sihir yaitu kayu dan logam”
“Ujian masuk Akademi Sekolah Sihir yang diselenggarakan tahun ini berhubungan dengan penggunaan sihir elemen dan sihir material. Jadi, untuk pemula yang tidak bisa menggunakan sihir bisa memakai satu atau lebih dari dua jenis batu ini”
“Untuk batu elemen dan batu material sihir, biasanya bisa semakin kuat tergantung dari kecocokan pengguna dan batu sihirnya. Semakin kuat kecocokan pengguna dengan batu sihirnya, semakin kuat efeknya”
“Sangat disarankan untuk mencoba penggunaan batu sihirnya dahulu agar tau seberapa besar kecocokannya”
Penjelasan pelayan itu benar-benar sebuah pengetahuan baru untuk ketiganya. Siapa yang menyangka bahwa hanya untuk memilih batu sihir saja dibutuhkan kecocokan seperti mencari pasangan hidup.
“Kenapa aku merasa kita sedang mencari pasangan hidup untuk dinikahi?” celetuk Ryou
Pelayan tersebut sempat memerah karena menahan tawa, tapi dua orang yang bersamanya justru merasa malu mendengar ucapan Ryou.
“Ahaha, tuan lucu sekali. Tapi itu tidak salah. Karena batu elemen dan batu material sihir itu tidak bisa sembarangan digunakan. Jika penggunanya tidak cocok dengan elemen pada batu sihirnya, maka bisa menyebabkan luka yang sangat fatal”
“Fatal?”
“Benar. Batu sihir yang dimiliki tuan berpedang itu hanyalah batu sihir penguat yang bisa dimiliki siapa saja. Tapi batu sihir elemen dan batu material sihir tidak semua orang memilikinya”
“Rata-rata di Negara ini adalah pengguna sihir murni, jadi tidak membutuhkan kedua jenis batu ini. Hanya beberapa ras yang memakainya. Karena itu, jumlah kedua batu sihir ini cukup terbatas”
“Terbatas ya. Berapa banyak yang dihasilkan?” Kino bertanya kepada pelayan toko
“Normalnya tiap tahun hanya sekitar 500-700 butir yang dikirim ke seluruh penjuru negeri dan Negara di sekitarnya”
“Hanya 500 tiap tahun? 365 hari dan kalian hanya memproduksi 500 butir?! Apakah ada konspirasi antar Negara?” Ryou mulai berprasangka yang tidak-tidak
“Bukan seperti itu. Tapi memang rata-rata tidak menggunakannya, jadi jarang sekali ada yang berminat. Kebanyakkan lebih berminat dengan batu sihir penyembuhan atau penguat. Item tersebut sangat berguna untuk melakukan sebuah pertempuran” jelas pelayan itu
Tampaknya semua pengetahuan fantasi ini sudah nyaris membuat otak ketiganya meledak. Dan tampaknya, otak mereka akan semakin syok mendengar kalimat selanjutnya.
“Untuk harga batu elemen sihir dihargai mulai dari 50.000-250.000 Penny Libra dan untuk batu material sihir dihargai mulai dari 70.000-350.000 Penny Libra”
“Apa?!!”
Sebuah ‘kejutan’ datang dari mulut pelayan tersebut. Senyuman yang merepresentasikan kemampuan seorang marketing nyaris membuat ketiganya sesak napas.
Akhirnya, firasat Ryou menjadi kenyataan. Mari ucapkan selamat tinggal kepada semua uang yang didapatkan oleh mereka bertiga setelah ini.
******