Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 232. Informasi Tentang Dunia Penuh Sihir bag. 2



Sebuah buku muncul dari dalam meja setelah keluar laci tidak lama batu ungu itu diletakkan dalam slotnya. Ryou mengambil bukunya.


“Buku? Tua sekali. Aku kira akan muncul layar sentuh seperti di manga sihir yang memiliki status. Ternyata tidak seperti itu ya, aku kecewa sekarang”


“Ryou, ini bukan saatnya untuk kecewa. Coba kita lihat bukunya”


Ryou membuka bukunya dan isinya penuh dengan tulisan berbahasa Inggris.


“Waa! British English?! Mereka menggunakan British English di sini? Untung saja aku tidak perlu menggunakan aksen di sini” bisik Ryou pada Kino


“Tidak masalah. Coba cari tau mengenai ‘dunia’ ini, nama kotanya, lokasi saat ini dan lainnya. Semoga saja kali ini kita bisa mengetahui dimana kita dan bukan bahasa aneh lagi yang keluar”


“Aku mengerti”


Mereka bertiga duduk di kursi panjang yang ada di meja nomor 23 dan mulai membuka bukunya.


Ryou mulai membacanya. Buku itu memuat pengenalan dasar kota. Memang sedikit kuno, tapi di luar dugaan, buku itu benar-benar berisikan informasi dasar untuk turis dan pendatang baru.


Dengan kata lain, seperti buku panduan wisata.


“Tebal sekali” kata Kaito


“Aku juga kaget. Sejauh ini sama sekali tidak ada yang istimewa. Sudah begitu, ternyata tidak bisa membaca lokasi tempat ini. Nama kotanya jadi bahasa yang tidak terbaca, nama Negara ini juga tidak jelas. Tampaknya ada batasan untuk kita bertiga setiap kali pindah ke ‘dunia’ lain”


“Kau benar, Ryou. Aku rasa, kekuatan jam saku ini membatasi kita mengetahui nama ‘dunia’ atau lokasi saat ini” Kaito membenarkan perkataan Ryou


Kino melihat buku di tangan Ryou dan membacanya sendiri. Dia berusaha mengingat banyak hal agar bisa mempermudah mereka.


“Di sini tertulis bahwa seluruh warga yang tinggal berasal dari berbagai macam ras dan suku di seluruh benua. Artinya sudah bukan manusia lagi yang tinggal. Elf, Mermaid, Siren, Pixie dan makhluk mitos yang ada di dunia asal kami nyata di sini. Bahkan goblin yang menjadi musuh saat di ‘dunia malam’ bisa menjadi penduduk di sini”


“Itu dia. Cukup lucu memang tapi aku sudah tau bahwa monster dan manusia bisa hidup berdampingan. Tapi yang tidak aku mengerti, pria bernama Xenon itu berkata bahwa adanya otoritas tertinggi dari Akademi Sekolah Sihir di sini yang mengizinkan mereka untuk menangkap kriminal. Kalau begitu, bagaimana sistem pemerintahan di sini?”


“Coba kulihat…”


Kino membalik beberapa halaman dan dia mulai membacakannya.


“Sistem pemerintahan di Negara asing ini adalah kerajaan. Letak ibukotanya berada di sebelah timur dari kota ini dan lokasinya cukup jauh dari sini, tapi untuk masalah pertahanan dan bagian dari perlindungan kehidupan masyarakat, di sini mereka menerapkan sistem kesetaraan pemerintahan”


Ryou langsung memotong sang kakak dan bertanya dengan wajah bingung.


“Apa itu sistem kesetaraan pemerintahan? Memang ada pemerintahan jenis itu? Bukankah di dunia ini hanya ada 6 sistem di dunia? Sejak kapan bisa bertambah satu lagi yang jenisnya aneh begitu?”


“Di sini dijelaskan bahwa sistem kesetaraan pemerintahan adalah sebuah sistem pengaturan yang diciptakan berdasarkan Sidang Sihir yang dilakukan sekitar tahun…tahun berapa ini? Aku tidak bisa membaca tahunnya…”


Ryou dan Kaito melihat halamannya.


“Aku tidak tau angka berapa ini. Ini gambar burung dan panci di mataku” kata Kaito


“Ya ampun, sejak kapan ada bentuk angka seaneh ini. Aku yakin ini gambar ikan dan kucing yang saling memakan. Kenapa justru menggunakan tulisan hieroglif begini? Ada yang salah dengan tempat ini!!” protes Ryou


“Ya sudah, lupakan saja. Intinya karena Sidang Sihir yang pernah terjadi, maka ada sistem dimana selain kerajaan yang memegang otoritas tertinggi, ada satu lagi yang memegang otoritas tertinggi yaitu Dewan Sihir yang berpusat pada Akademi Sekolah Sihir terbesar di seluruh Negara ini”


Kino mencoba membaca tiap penjelasan pada buku.


“Karena itu, pada wilayah barat dari kerajaan yang didominasi oleh kekuasaan dewan sihir, maka diputuskan bahwa Akademi Sekolah Sihir yang menjadi pemegang otoritas tertinggi lain selain kerajaan”


“Jika kerajaan melindungi rakyat dengan menjadikan Raja dan Ratu sebagai lambang Negara, maka Akademi Sekolah Sihir melindungi rakyat dengan menjadikan Dewan Sihir sebagai lambangnya”


“Tugas Dewan Sihir adalah menjadi pedang sekaligus perisai dalam mengatasi serangan dari pihak lain yang melibatkan sihir. Kira-kira begitu” Kino menutup penjelasannya tadi


“Jadi dengan kata lain, sihir menjadi elemen penting di Negara ini sebagai pertahanan dan penyerangan” Kaito mencoba menyimpulkan


“Sepertinya begitu. Pada akhirnya, semua yang berhubungan dengan sihir adalah urusan Akademi Sekolah Sihir dan urusan pemerintahan lainnya adalah tugas dari Kerajaan. Namun, karena keduanya sama-sama pemegang otoritas tertinggi jadi pembagian kekuasaannya menjadi dua yaitu wilayah barat dan timur” lanjut Kino


Ryou mulai berpikir serius dan mulai mengatakan hal yang sangat tidak terduga.


“Ini seperti dunia dalam anime Black Clover. Anggap saja Kaisar Sihir di anime itu adalah Dewan Sihir. Pantas pria bernama Xenon itu mengatakan bahwa sihir adalah yang terpenting dan Akademi Sekolah Sihir adalah pemegang otoritas tertinggi”


“Tapi aku masih tidak suka dengan caranya yang mengatakan hal seperti sebelum ini”


“Hal yang mana?”


“Mengenai sihir adalah yang terkuat dan sihir bebas digunakan untuk semuanya dan hampir menguasai semuanya. Itu terdengar sangat tidak memiliki hati nurani meskipun menurut buku ini, hal itu memang dibenarkan” ucap Kino dengan ekspresi wajah sedih


Ryou dan Kaito hanya melihat satu sama lain. Mereka paham bahwa Kino terlalu lembut dan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah hal itu.


Kaito mencoba memberikan sedikit pengertian.


“Kino, jangan terlalu memikirkan hal itu. Ini adalah cara tempat ini bekerja. Jika kau tidak terbiasa dengan itu, maka semua itu hanya akan menjadi beban untukmu”


“Kaito benar, Kino. Inilah cara mereka bekerja sebagai sebuah Negara. Kita juga pasti akan terbiasa dengan ini semua. Lagipula kita tidak akan lama berada di tempat ini. tidak perlu terlalu memikirkannya”


“Kalian benar. Terima kasih banyak” Kino tersenyum


Setelah selesai dengan perang perasaan, ketiganya menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam untuk membaca semua buku tersebut.


Setelah tiga jam…


“Aku merasa sedang membaca cerita Black Clover ditambah setting film Harry Potter dan manga Mashle di saat yang sama. Ini gila, ini terlalu fantasi untuk jadi nyata”


Ryou terlihat aneh dengan wajah yang mirip dengan ikan di darat. Terlihat seperti orang yang memiliki tekanan hidup yang terlalu banyak.


Bukan hanya Ryou, Kino juga terlihat bingung dengan semua penjelasan yang dibacanya.


“Aku merasa baru saja selesai menghabiskan waktu untuk membaca koleksi manga milik Ryou”


“Kenapa aku merasa dari semua ‘dunia’, ini yang teraneh?” Kaito juga ikut berkomentar


Tiga jam waktu yang telah dihabiskan dan satu kesimpulan yang dapat diambil mereka bertiga.


“Dunia kali ini terlalu aneh dan tidak masuk akal”


******