Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 276. Hari Santai Sebelum Ujian bag. 7



Ketiga remaja dari dunia lain akhirnya berjalan ke kota untuk pergi menuju tempat Xenon.


“Bukankah Xenon-san mengatakan dia akan rapat dan sebagainya? Seharusnya kita tidak perlu datang sekarang. Ini masih siang” kata Kino


“Tidak masalah, kan? Mungkin saja kita bisa menemukan sesuatu” Ryou menjawab dengan sangat santai


“Misalnya?”


“Hmm, aku tidak tau. Tapi kalaupun dia belum keluar, kita masih bisa menunggunya di tempat makan tadi pagi. Yang tadi pagi itu enak. Siapa tau kita bisa memakannya lagi”


“Ryou…” sang kakak hanya bisa pasrah


Kaito melihat beberapa toko yang menarik perhatiannya dan tampaknya dia menemukan toko yang menarik.


“Kalian berdua, tidak inginkah kalian memiliki senjata lagi di ‘dunia’ ini?”


“Senjata?” keduanya melihat toko yang ditunjuk oleh Kaito


“Mungkin saja ada yang cocok. Selagi masih ada waktu, aku rasa kita bisa melihat-lihat sebentar”


Tampaknya ide Kaito lebih bagus dari ide Ryou yang hanya ingin mencicipi makanan lagi. Ketiganya mulai masuk ke toko senjata tersebut.


******


Di gedung akademi, di lorong koridor.


Xenon yang masih belum menemukan cara meloloskan diri dari Jessie dan Jene hanya bisa pasrah.


‘Sepertinya aku harus bertahan sedikit lagi. Selain itu, aku yakin ketiga orang itu mungkin masih berkeliling kota untuk mencari tau hal lain’


Tidak lama setelah itu, ketiganya bertemu dengan Alicia.


“Xenon-sama, Jene-sama, Jessie-sama”


Ketiganya melihat Alicia dan memberinya hormat. “Selamat siang, Alicia-sama”


Alicia melihat Jessie yang mendekap tangan Xenon dengan erat. Dia tersenyum senang dan bertanya kepada ketiganya.


“Kalian mau kemana?”


“Kami…” Jene menengok ke arah Xenon dengan wajah bingung. “Xenon, tadi kita mau kemana?”


“Aku sudah katakan aku sibuk. Kalian berdua saja yang nekat mengikutiku” ucapnya dengan wajah santai tidak peduli


“Kau menyebalkan sekali rupanya”


Alicia hanya tertawa kecil mendengarnya.


“Jessie-sama, Jene-sama, karena Mark-sama dan divisi khususnya telah kembali jadi tugas kalian sebagai penguji cadangan akan dihilangkan”


“Mark-sama sudah kembali?!”


“Benar, baru kembali pagi ini. Tugas kalian akan kembali seperti semula sebagai pengawas ujian yang mendampingi penguji dan pos kalian akan sama dengan pos milik Xenon”


“Apa?!” ketiganya terkejut


Alicia melihat perbedaan di wajah ketiganya. Berbeda dengan si kembar, Xenon terlihat seperti bertemu dengan takdir yang disebut ketidakberuntungan.


‘Habislah aku besok’


Jessie terlihat senang sekali, “Xenon, kita akan satu ruangan. Bukankah itu bagus?”


Melihat senyuman gadis di sampingnya, Xenon berusaha untuk tidak memperlihatkan kesan ketidaksenangannya. Bagaimanapun juga, gadis itu adalah tunangannya sendiri sekaligus teman masa kecilnya.


Xenon berusaha menunjukkan senyum terbaiknya kepada gadis itu.


“Iya, bagus. Aku senang bila Anda senang, Jessie-sama. Mohon bantuannya besok”


“……” Jene melihat Xenon dengan wajah serius. ‘Dia terlihat memaksakan dirinya’ pikirnya


Alicia memberikan senyumannya kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga. Akhirnya, Xenon menghela napas berat.


“Haa~ aku akan ditertawakan kalau sampai menjadi penguji salah satu dari grup menyebalkan itu nanti” gumamnya


“Kamu bicara apa barusan?” tanya Jessie


“Bukan apa-apa. Apa kalian benar-benar yakin ingin mengikutiku? Aku tidak berbohong saat mengatakan aku sibuk pada kalian berdua”


“Aku akan ikut!” gadis itu benar-benar penuh keyakinan


“……” Xenon tidak bisa melawan


Mereka pergi. Namun sebelum itu, Xenon berhenti.


“Tunggu, aku lupa. Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya”


“Ada apa?”


“Mengenai kelompok pengguna sihir hitam ya”


“Benar”


“Lalu, apa maumu? Mau mencari Mark-sama dan bertanya padanya?” tanya Jene


Xenon berpikir. ‘Kalau aku bisa mendapatkan informasi mengenai pelaku yang terlibat, bukankah hal itu lebih memudahkan pekerjaanku? Selain itu, permata yang dicari Kaito mungkin saja ada di antara informasi yang dibawa olehnya’


Tampaknya sebelum bertemu dengan ketiga remaja itu, Xenon sudah menemukan tujuannya terlebih dahulu.


“Aku akan menemui Mark-sama di ruangannya”


“Kalau begitu, kami ikut”


Ketiganya memutuskan untuk pergi ke ruang Divisi Khusus.


******


Sementara di toko senjata, terjadi sebuah drama ‘ibu-ibu yang menawar harga sayur di pasar’.


“Kau ingin merampok kami ya! Mana ada dagger setengah karatan ini harganya 350 Penny Libra! Kau kira aku buta!”


“Tapi harganya memang 350 Penny Libra, tuan. Ini dibuat dari material khusus dari kota bagian barat”


“Aku tidak peduli kota barat mana yang kau maksud! Ini tidak akan sampai 100 Penny Libra satu item! 80 dan aku beli 3 item”


“Tidak bisa. Paling tidak kami akan melepasnya dengan harga 900 Penny Libra jika tuan beli 3 buah”


“900 untuk 3 dagger karatan?! Lupakan, aku pergi! Kita lihat toko ini masih bisa berdiri besok atau tidak! Huh!!”


“Ahh, tuan!!” pelayan toko mulai panik


“Kino, Kaito, kita keluar! Toko ini mencoba membohongi kita! Kita cari yang lain!”


“……” Kino dan Kaito saling menatap satu sama lain dalam diam


Baru ingin keluar, tiba-tiba datang seseorang dari dalam. Itu adalah pria gendut berkaca mata dan berkumis dengan rambut botak di tengahnya menghampiri.


“Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?” tanyanya


“Ke–kepala toko, ini gawat. Tuan ini ingin membeli senjata tapi…”


Melihat karyawannya panik, pemilik toko yang menatap serius ketiga pelanggan mudanya itu tersenyum meremehkan.


“Heh! Bocah baru lahir kemarin mencoba untuk membeli senjata di toko milikku?”


“Apa? ‘Bocah baru lahir kemarin’ kau bilang?” Ryou terlihat kesal sekarang


“Bukankah itu benar? Kalian menganggap barang di toko milikku ini rendahan padahal kalian yang tidak bisa menilai senjata dengan baik”


Kata-katanya itu cukup membuat Ryou terpancing emosi. Tapi, mendengar kalimat ‘tidak bisa menilai senjata dengan baik’ itu tampaknya lebih membuat Kaito tersentil.


Akhirnya, Kaito yang mulai mendekati pria gemuk itu.


“Tuan, aku benar-benar minta maaf atau kelakuan temanku yang kurang sopan. Tapi aku sedikit tidak terima dikatakan sebagai orang yang tidak bisa menilai senjata dengan baik”


“Memang kenapa? Itu benar, kan?”


“Aku adalah orang yang berkali-kali membeli senjata di setiap tempat yang aku datangi dan aku memiliki kenalan seorang ahli pembuat senjata. Jika hanya mengamati dan menilai senjata, aku masih bisa melakukannya.”


“Memangnya kau bisa apa? Hanya mengenal pembuat senjata belum tentu matamu bagus. Kalau memang bagus, coba kau lihat material senjata yang didebatkan temanmu tadi”


Sepertinya Kaito sedang coba dijebak oleh pemilik toko. Dan hal itu semakin terlihat dengan ucapan selanjutnya.


“Jika ucapanmu benar, aku akan memberikan dagger itu gratis. Namun jika kau salah, maka kau harus membeli dagger itu dengan harga 1.000 Penny Libra”


Ryou berteriak karena sudah sangat emosi


“1.000 Penny Libra untuk barang rongsokan?! Kau mau membuatku memotong kumismu dan membuatmu lebih botak lagi ya?!”


Saat Ryou ingin mendekati pemilik toko, Kaito menghentikannya dan dengan percaya diri dia menerimanya.


“Tentu. Kami mengerti. Kami akan membelinya, tapi jika aku benar maka tuan harus menarik ucapanmu tadi dan melakukan semua yang aku ajukan padamu”


“Heh! Tentu kau hanya bisa membual tapi tidak masalah. Aku terima”


Kino hanya bisa menghela napasnya dengan ekspresi yang begitu tertekan. Di dalam pikirannya, dia menyimpan sebuah penyesalan.


‘Kalau tau akan begini, sebaiknya tadi kita tidak perlu masuk’


Tampaknya hari yang damai sebelum ujian akan segera berakhir.


******