
Mark melihat ekspresi peserta yang gagal itu dengan wajah datar. Ketiga lizardman itu adalah yang paling berpotensi di mata Kaito, namun ternyata mereka bisa dikalahkan dengan mudah tanpa perlu bersusah payah.
“Menurutmu, berapa peluang kita untuk menang dari penguji itu?” tanya Kaito kepada Virgo
“Aku tidak yakin. Jika memang kemenangan adalah hal mutlak maka kemungkinan kita memiliki 1% untuk menang”
“Hanya 1%? Bukan 10%?”
“Realistislah, Kaito. Dia bahkan belum mengeluarkan sihirnya sama sekali. Yang barusan itu tidak lebih dari sekedar pemanasan untuknya”
“……” Kaito terdiam
Dia sudah tau mengenai hal tersebut. Bagaimanapun juga, suara Lucas Xelhanien sebelumnya telah menegaskan bahwa di hadapannya itu adalah Mark Vermillion yang pernah diceritakan Xenon.
‘Bagaimana caranya mengalahkan orang terkuat di wilayah timur ini?’ itulah yang ada di dalam pikiran Kaito sekarang
Mark melihat para peserta yang diam tanpa kata sama sekali.
“Kalian ingin lulus atau tidak? Kalau memang tidak mau lulus, pintunya di sebelah sana. Aku tidak pernah melarang kalian untuk pergi dari sini”
“Informasi saja, tahun lalu aku tidak meluluskan siapapun. Mungkin tahun ini juga aku akan mengulangi hal yang sama”
Para peserta saling melihat satu sama lain. Beberapa dari mereka mulai terlihat ragu.
“Mark-sama…” salah satu pengawas ujian memanggil Mark
Mereka melihat 5 dari 11 orang peserta memilih untuk keluar dari ruangan tersebut. Mereka menyerah sebelum memulai ketika melihat kekuatan Mark yang dianggap sudah mulai serius oleh mereka.
“Pengecut sekali” gumam Virgo pelan
“Aku rasa itu tidak benar”
“Apa maksudmu, Kaito? Jelas-jelas mereka mungkin saja bisa menang atau setidaknya bisa masuk dalam kriteria kelulusan!”
“Aku tidak selalu berpikir pergi tanpa bertarung itu adalah sikap pengecut. Terkadang, ada hal yang harus diselamatkan selain tekad untuk menang, yaitu harga diri”
“Harga diri? Mereka yang menyerah tanpa bertarung tidak pantas disebut orang yang memiliki harga diri!”
“Kalau kau berpikir begitu, anggap saja itu benar. Tapi aku juga seorang petarung dan aku sudah melihat banyak hal selama ini. Mereka hanya belum mampu melawan batasan diri mereka dan mereka menyadari hal itu”
“Cih! Aku kira kau itu memiliki hati yang kuat, Kaito! Ternyata aku salah menilaimu”
Virgo terlihat kecewa dengan cara berpikir Kaito, namun sebenarnya itu tidaklah salah. Dalam dunia pertarungan, baik dengan senjata atau sihir, akan ada saat dimana mereka akan memilih menyerah.
Cara berpikir Virgo saat ini mungkin mirip dengan Ryou, itulah yang dilihat Kaito sekarang.
“Baiklah, sisanya sekarang hanya tinggal 6 orang. Ada yang mau maju tidak? Atau kalian mau maju bersamaan juga boleh. Siapa tau kalian akan mencatat sejarah”
“Sejarah apa?” Kaito justru tertarik pada bagian itu
“Sejarah menjadi grup pertama yang aku luluskan. Aku sudah menjadi penguji selama 6 tahun dan aku tidak pernah meluluskan siapapun dari posku. Jadi mungkin saja kalian bisa menjadi yang pertama. Hebat, kan?”
Mark bicara dengan nada santai sambil duduk menyilangkan kakinya. Melihat itu, Kaito hanya bisa memasang sedikit senyum tipis.
‘Dia benar-benar tidak menurunkan sikap waspada miliknya. Sekilas memang terlihat santai, tapi mata merah menyala itu adalah bukti dia masih bisa mengaktifkan sihirnya kapan saja’
Mark sudah tidak peduli lagi dengan yang lain kecuali dua peserta yang masuk dalam daftar kosong.
‘Selama mereka bisa mengeluarkan kemampuan aslinya, aku mungkin akan bisa sedikit bersenang-senang’
‘Kita lihat seberapa besar keinginan mereka untuk maju’
Di barisan peserta, tiga orang peserta memutuskan untuk maju. Mereka meninggalkan seorang peserta yang pendiam sendirian. Kaito sempat meliriknya.
‘Dia…’
Ketiga peserta itu menghampiri Mark.
“Kami ingin bertarung melawanmu, penguji. Mohon bimbingannya!”
Mark berdiri tanpa mengatakan apapun. Mereka sudah berada di arena.
“Peraturannya tidak berubah. Jika ada yang ingin kalian tanyakan, silahkan”
“Senjata atau sihir apapun tidak masalah, iya kan?”
Baru saja ingin mulai, Mark sepertinya masih ingin melanjutkan kalimat lagi.
“Oh…”
“Ada apa, penguji?”
“Kalau sihir yang membahayakan mental kalian, hanya aku yang boleh memakainya. Karena menjatuhkan mental lawan adalah hal yang paling menyenangkan untuk pihak yang kuat”
“……” semuanya terdiam mendengarkan kalimatnya itu
Tampaknya Mark memang memiliki kepribadian yang sulit dijelaskan.
Pertarungan dimulai.
“Penguji, jangan ada dendam ya. Ayo, kalian! Kita serang sekaligus!!” seru salah seorang peserta
Tidak seperti pertarungan sebelumnya, Mark lebih santai karena ketiga peserta ini tampaknya tidak begitu kuat.
Gerakan mereka tidak secepat dan sebagus lizardman yang gagal di pertarungan pertama sebelumnya. Namun, ada hal yang tidak disukai oleh Mark dari mereka bertiga.
‘Mereka benar-benar mencoba untuk menyerang tanpa peduli akurasi serangannya ya’ katanya dalam hati
Memang benar, ketiga peserta tersebut hanya menggunakan sebuah pedang di tangan dan terus menyerang secara fisik. Belum ada sihir yang digunakan sejauh ini.
Terlebih lagi, mereka seperti menyerang secara bergantian walaupun serangan itu berhasil ditepis dan dihindari Mark. Sang penguji tersebut hanya terus menghindar ke belakang dan menghindar.
Ini seperti dia diarahkan ke suatu titik dan Mark menyadari hal itu.
‘Aku ingin tau, apa rencana mereka bertiga’ katanya dalam hati
Mark belum ada niat untuk memukul mundur ketiganya, sampai akhirnya ada sebuah lingkaran sihir yang diinjak oleh Mark..
“Apa ini? Lingkaran sihir? Sejak kapan mereka menggunakan hal seperti ini?”
“Kena kau, penguji! Rasakan ini! [Seal of Wickedness]”
Sihir tersebut aktif dan membuat Mark terjebak dalam sebuah segel aneh. Tubuh Mark seakan tidak bisa lepas dari segel tersebut dan tiba-tiba keluar sesuatu.
Bayangan hitam yang mencoba untuk menyerangnya dalam jumlah banyak keluar dari bagian bawah segel.
“Kalian menganggapku orang jahat ya?” tanya Mark santai
Tanpa memedulikan kalimat Mark, makhluk-makhluk tersebut mulai menyerangnya kembali. Dengan cepat baying hitam yang terus berdatangan itu mencoba menyentuh dan melakukan serangan.
“Penguji, kau tak akan pernah bisa menghindar dari serangan itu. Lingkaran itu akan menempatkan target di dalam sebagai sosok jahat dan semua bayangan hitam itu akan menangkapnya”
“Kau akan menjadi satu dengan mereka kecuali kau mengaku kalah”
Peserta itu begitu percaya diri dengan sihirnya sendiri. Selain itu, dua peserta lainnya juga tidak kalah percaya diri.
“Rasakan ini, [Holy Spare]”
“[Ice Dagger]”
Mata merah Mark menyalah dan seluruh serangan sihir yang mengarah padanya langsung menghilang.
“Aku rasa aku sudah bisa melihatnya” gumam Mark
Dari luar arena, Kaito sudah tidak peduli dengan pertarungan itu.
“Penguji itu tidak akan mengeluarkan energinya susah payah. Dia memiliki banyak sihir kuat dan sebentar lagi mereka bertiga akan kalah”
Benar saja, tidak lama setelah itu Mark langsung mengaktifkan sihirnya.
[Magic Jammer]
Semuanya lenyap termasuk segel sihir yang mencoba mengurungnya.
“Waktunya serius sekarang, anak-anak. Kita lihat kalian bisa membuatku sedikit melakukan pemanasan atau akan membuatku langsung melempar kalian keluar”
******