Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 374. Sebelum Upacara Penerimaan bag. 6



Di lorong koridor akademi, Rayel dan Vares berjalan dan mencari keberadaan Misha.


“Menurutmu dimana Lady? Aku tidak menemukannya di gedung sebelah” Vares bertanya dengan penasaran


“Aku tidak tau, mungkin saja–”


“Tidaaak! Aku tidak mau! Rexa-sama…Rexa-sama!”


Terdengar suara jeritan di lorong. Ada beberapa orang yang mengerumuni sehingga keduanya tidak bisa melanjutkan perjalanan dan bersembunyi.


“Suara Lady? Ada apa itu?”


“Mungkinkah masalah lain yang ditimbulkan Lady?”


“Bagaiman, Vares? Kita mau ke sana dan melihat?”


“Sebaiknya jangan. Kita hanya akan membuat keributan dan–”


Tiba-tiba dari kerumunan tersebut keluar seseorang yang berlari dan itu adalah Misha. Keduanya melihat ke arah Misha pergi dan mengikutinya dari belakang. Secara diam-diam mereka melihat gadis itu masuk secara paksa ke sebuah ruangan.


“Itu…ruang rapat?”


Mereka terpaksa berhenti.


“Rayel, itu bukan ruang rapat biasa. Itu adalah ruang rapat Dewan Sihir. Aku rasa kita harus mundur sekarang”


“Tapi, Lady ada di sana dan mungkin saja–”


“Abaikan itu. Kita harus pergi atau kita dapat masalah nanti”


Mau tidak mau, Rayel pergi mengikuti perintah Vares. Mereka menghilang dengan cepat.


Di dalam ruang rapat, Misha terlihat menangis dan marah di saat yang sama pada Lucas dan kedua adiknya.


“Aku tidak terima! Ini pasti ulah kalian yang menghasut Rexa-sama, benar kan?!”


“Aku tidak ingin berdebat karena Rexa sudah mengeluarkan keputusannya. Sebaiknya tinggalkan tempat ini karena ini bukan tempat untukmu, Misha” tegas Lucas


“Aku tidak takut pada kalian, Xelhanien! Aku akan membuat kalian menyesal!”


Emily langsung maju dan menampar pipi Misha dengan keras sebanyak dua kali dalam waktu cepat.


-Plaaak…Plaaak


“Akh! Apa yang kamu lakukan, gadis iblis?!”


“Itu untuk bayaran karena kamu sudah menampar Emilia dan yang satu lagi karena berani masuk ke ruang rapat ini”


“Dasar anak iblis!!”


-Plaaak!


Sebuah tamparan lainnya melayang dari Emily.


“Jangan bicara tidak sopan pada Emily, orang asing. Emily adalah Lady sekaligus Kapten Divisi Dewan Sihir. Jaga ucapanmu, gadungan”


“Apa kamu bi–”


-Plaaak!


Sebuah tamparan lain melayang hingga Misha terjatuh.


“Per hari ini kamu bukanlah murid akademi jadi jangan seenaknya saja membuat kekacauan”


“Rexa-sama sudah memberitau kami bahwa Keluarga Midford akan diskors dan tidak boleh mengikuti ujian masuk sampai tahun depan”


“Berita ini akan menyebar di seluruh kalangan dan tentu saja Midford yang selalu kamu banggakan akan langsung tercoreng”


“Bukan hanya itu, kamu juga sudah mempermalukan ayahmu dan keluarga pahlawan lain. Kamu pikir kalian bisa lolos dari perhatian Yang Mulia Raja Lucario?”


“Kh..!! Omong ko–”


“Emily tidak pernah bicara omong kosong karena Emily adalah orang yang terpilih. Lihat dirimu? Bahkan kemampuanmu jauh dibawah anak berusia 11 tahun yang telah menamparmu tiga kali”


“Emily akan membuatmu malu karena telah mempermalukan Emilia. Kamu dan Earl Midford akan menyesal karena membuat kakak Emily merasakan sakit”


“Jangan harap kamu bisa keluar dengan selamat dari tempat ini tanpa hadiah dari Emily!!”


-Plaak!


“Aaakh!”


Emily menampar Misha berkali-kali hingga pipinya memerah. Wajah penuh kemarahan dari sang adik tergambar nyata.


“Emily, hentikan itu!” Emilia mencoba mendekati sang adik. Namun, sang kakak menahan tangan Emilia.


“Biarkan. Biarkan Emily melakukan semuanya”


“Lucas tapi–...!!” Emilia terkejut. Dia melihat mata tajam sang kakak seakan-akan mengizinkan adik kecilnya melakukan penyiksaan fisik seperti itu.


Setelah selesai sampai Misha menangis, Emily berhenti.


“Enyahlah kamu dari hadapan kami, makhluk rendah. Yang seharusnya merendahkanmu adalah Emily Xelhanien ini”


“Putri dari seorang Earl tidak pantas bicara dengan nada tinggi pada adik dari seorang Duke. Ingat itu!”


Misha berdiri dan berteriak.


“Kalian akan menyesal. Aku akan memastikan kalian akan mati! Kalian akan mati!”


“Rexa-sama akan menyesal sudah melakukan semua ini padaku! Akan kubuat kalian jatuh sampai ke dasar!”


Misha berlari meninggalkan tempat itu menuju asrama miliknya.


Setelah semua yang dilakukan Emily pada Misha, dia berlari memeluk kedua kakaknya.


“Emily tidak akan membiarkan putri dari keluarga pengkhianat itu berani merendahkan kita”


Emilia melihat wajah sang adik dan memegang pipinya dengan lembut, “Emily…”


“Emily akan meminta ayah dan ibu untuk menjodohkan Emilia dengan Rexa-sama. Lucas dan Alicia juga akan membantu”


“Kita akan bahas itu. Sekarang, kita urus upacara penerimaan dan bereskan semua kekacauan tak terduga ini” kata Lucas


“Emily akan pergi membantu Alicia yang masih ada di lobi bersama Emilia. Ayo, Emilia”


Emily menarik tangan sang kakak dan keluar dari tempat itu. Sekarang hanya tinggal Lucas seorang.


“Entah kenapa, aku cukup suka pemandangan barusan” gumamnya pelan


**


Mark yang baru selesai dengan semua racunnya membersihkan semua botol dan kaleng di kamarnya lalu keluar untuk pergi ke lobi.


Sambil berjalan, dia berbicara dalam hati.


‘Kesimpulan dari percobaan kali ini adalah aku senjata dan racun tidak bisa membunuhku’


‘Selain itu, tampaknya memenggal kepala juga tidak berhasil’


‘Tinggal sihir dan Artifact itu sendiri yang harus diuji coba’


‘Sebenarnya secara rank, ada tiga dari lima Artifact yang memiliki kekuatan terkuat. Mungkinkah mereka bisa membunuhku?’


‘Aku belum pernah mendengar ada kasus seperti itu dan aku merasa itu layak untuk dicoba’


Mark yang sampai di lorong koridor melihat beberapa siswa dan siswi mulai berkumpul dan bergosip.


‘Apa yang mereka bicarakan?’


Dengan langkah kaki pelan, Mark mendengarkan beberapa obrolan tersebut.


“Bohong?! Misha-sama diusir dari Akademi Sekolah Sihir?”


“Kabarnya Misha-sama dikeluarkan dari asrama oleh Divisi Dewan Sihir”


“Mungkinkah Xenon-sama yang menuntut?”


“Xenon-sama sedang di lobi. Aku sempat melihatnya sebelum ke sini. Beliau bersama tunangannya, Jessie-sama dan kakak kembar Jessie-sama, Jene-sama”


“Itu mungkin karena Misha-sama selalu mengatakan hal kejam pada Xenon-sama”


“Padahal aku sudah bilang jangan melawan anggota divisi. Mereka adalah pelindung akademi dan pasukan penjaga wilayah ini. Mana boleh seenaknya begitu”


“Misha-sama mendapatkan hukumannya”


Terlalu banyak berita yang menyebar dalam waktu singkat. Mark sendiri jadi sedikit terkejut. Mata merahnya menyala sambil berkata dalam hati, ‘Tidak kusangka akan secepat ini’


‘Rexa mungkin menjadikan hal yang seharusnya dilakukan diam-diam jadi diketahui banyak orang. Tapi biarlah’


‘Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa disembunyikan selamanya. Bahkan kematian diam-diam saja akan mengundang pertanyaan orang lain’


‘Earl Midford mungkin telah menerima kabar ini dari Rexa atau pihak sekolah. Aku bisa menebak kalau dia dan rekan kerjanya yang dekat itu akan merencanakan sesuatu’


‘Hanya tinggal sedikit lagi sampai kami berhasil membongkar semuanya dan menangkap pengkhianat itu’


**


Di lobi, setelah pembahasan panjang, ketiga remaja dari dunia lain itu akhirnya sepakat bahwa informasi tersebut akan diberitaukan kepada Xenon.


Di saat yang sama, Xenon dan si kembar berhasil sampai di lobi. Mereka segera pergi ke loket pengurus.


Sedikit menengok ke sisi paling pojok, Xenon melihat ketiga teman lain dimensinya sedang berkumpul bersama.


“Aku ada urusan. Jangan mengikutiku” Xenon langsung pergi begitu saja


Jessie dan Jene yang baru mau melangkah ternyata menerima tugas lain dari anggota divisi sehingga mereka tidak bisa mengikutinya.


Xenon berhasil menghampiri ketiganya di tengah keramaian yang padat.


“Kino, Ryou, Kaito!”


“Xenon-san?”


“Xenon?”


“Sedang apa di sini, Xenon?”


“Ada sedikit urusan sebelumnya sehingga aku terpisah dari kalian. Apa kalian tidak apa-apa?”


Ketiganya saling melihat satu sama lain dan terlihat serius.


“Xenon-san, kami ingin membahas sesuatu yang penting setelah semua selesai”


******