Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 239. Mendapatkan Masalah dan Uang di Waktu yang Sama



Kaito dan kedua kakak beradik itu menghampiri kerumunan yang ada di area tersebut. Kerumunan tersebut berasal dari sebuah toko. Di sana tampaknya mereka sedang mencoba melakukan semacam acara berhadiah uang tunai.


“Silahkan datang, silahkan datang! Silahkan datang dan buktikan kekuatan kalian dengan melawan ‘The Unbeatable’ Shark!! Hanya satu kali kesempatan untuk mendapatkan taruhan luar biasa. Hadiahnya adalah 50.000 Penny Libra!!”


Seseorang dari ras Manpig sedang mencoba menarik pelanggan, termasuk ketiga remaja yang tertarik mencobanya.


“Apa ini…mengalahkan ‘The Unbeatable’ Shark. Coba lihat apa isinya”


Ryou membaca tulisan di papan yang ada di tempat itu.


“[Hanya perlu melakukan adu panco sebanyak satu kali untuk tiap peserta. Yang kalah membayar 10 Penny Libra dan jika menang maka akan menerima uang sebesar 50.000 Penny Libra ditambah dengan semua uang dari hasil peserta yang kalah saat mencoba]. Ini namanya sekali pukul, dua pulau terlampaui!” Ryou terlihat senang


“Tapi jika kalah kita harus membayar 10 Penny Libra. Kita tidak punya uang, ingat?” ucap Kaito memperingatkan


“Kalau hanya adu panco saja, semua orang bisa. Kita lihat seperti apa lawannya”


Ryou pergi melihat lawan yang ada di sana. Kino dan Kaito menunggu di belakang karena terlalu banyak orang yang berkumpul. Hanya Ryou seorang yang maju dan masuk melewati kerumunan orang-orang tersebut.


Dia melihat dua orang di meja panco dan satu orang yang menarik perhatian orang-orang. Itu adalah si kepala babi, orang dengan ras manpig. Sedangkan orang yang duduk di dekat ras manpigs itu adalah seorang manusia dengan insang di leher dan wajah seperti hiu. Itu adalah ras Merman.


“Merman ya…meski tidak terlihat seperti merman yang aku tau di anime dan manga, tapi itu cukup membuatku yakin kalau dia memang manusia setengah ikan. Dan orang di sebelahnya itu manpig. Yah, meskipun mungkin aku bisa memanggilnya orc atau semacamnya…tapi kalau dari penampilan lebih mirip manusia babi jadi manpig sudah sangat sopan. Hmm”


Ryou melihat uang hasil peserta yang kalah di dekat manpig dan sebuah koper di sisi lainnya.


‘Itu 50.000 Penny Libra kami!’ ucapnya dalam hati dengan senang.


“Ryou…” Kino memanggilnya dari belakang


Ryou yang mendengar panggilan sang kakak akhirnya kembali dan memberitau mereka berdua.


“Itu merman dengan manpig. Aku melihat uangnya juga”


“Merman? Memangnya manusia ikan bisa melakukan panco?” tanya Kino dengan wajah bingung


“Aku tidak tau. Tapi mungkin juga. Selain itu, aku tidak yakin tapi kurasa mereka tidak sepenuhnya jujur”


“Ryou benar. kemungkinan itu ada”


Kaito melihat kembali papan di dekat mereka. Papan itu seperti dilapisi sihir yang memuat angka dari orang yang telah mencoba menantang pemain yang dimaksud.


“Papan ini sepertinya memberitau kita berapa peserta yang telah mencoba dan–”


Tiba-tiba terdengar sorakan.


“Waah! Sayang sekali untuk penantang lainnya. Maaf sekali ya, padahal tinggal sedikit lagi bisa berhasil”


Ketiganya dikagetkan dengan suara dari banyaknya penonton di tempat tersebut. Angka pada papan itu juga mulai berganti.


“53 orang. Berarti sudah ada 53 orang yang gagal” Kaito memperjelas


“Sekarang aku jadi tidak yakin. Padahal aku berharap kita bisa mendapatkan uang secara instan setelah ini”


Kino terlihat pesimis sekarang. Tapi tampaknya sang adik sudah terlalu bersemangat.


“Kalau ragu, biar aku saja yang coba. Seandainya mereka memang bermain curang, kita hanya tinggal melakukan hal yang sama”


“Ryou benar. Tidak masalah jika kau tidak mau, Kino. Untuk urusan ini, biar aku dan Ryou yang menanganinya”


Mendengar ucapan Kaito, Kino semakin yakin bahwa ini tidak akan berakhir baik-baik saja.


‘Aku merasa semakin ke sini, Ryou dan Kaito-san semakin mirip. Aku punya firasat buruk tentang ini’ gumamnya dalam hati


Ryou dan Kaito pergi melewati kerumunan tersebut dan mulai menghampiri kursi kosong yang ada di depan merman tersebut.


“Huwaa, kita ada penantang lainnya yang ingin mencoba!”


Ryou dan Kaito sepakat untuk melakukannya.


“Kau tidak ingin aku yang mengalahkannya?” bisik Kaito


“Kau amati mereka. Aku punya firasat kalau mereka itu curang. Begitu terlihat, langsung hancurkan dan kita bawa uangnya!” ucap Ryou sambil berbisik


“Aku mengerti”


Ryou duduk di kursi tersebut.


“Aku ingin meyakinkan kalau tidak ada unsur kecurangan di sini dan akan kuberikan uangku jika aku kalah”


“Tentu. Tidak perlu cara curang untuk mengalahkanmu, anak muda. Ahaha”


“Hmmm~” Ryou terlihat percaya diri


‘Jika hanya adu panco, aku tidak akan kalah. Akan kubongkar trik kalian jika kalian berani bermain curang. Lihat saja’ kata Ryou dalam hati


Kaito sudah siap dengan semua inderanya. Dia mengamati lawan Ryou dan semua penonton bahkan si pembawa acara tersebut.


‘Sejauh ini tidak ada yang aneh. Kita lihat seberapa jauh Ryou bisa melakukannya’ pikir Kaito dalam hati


Mereka bersiap dan mulai meletakkan tangannya di atas meja. Begitu pertarungan adu panco dimilai, lawan Ryou langsung mencoba menjatuhkan tangannya.


‘Kh, kuat sekali!’ pikir Ryou


Tidak disangka, Ryou bisa menahan kekuatan itu dan membuat lawannya juga berpikir demikian.


‘Sial, siapa bocah ini! Kenapa dia bisa sekuat ini! Kalau begini, aku bisa kalah! Tidak ada cara lain. Aku akan melakukannya’


Lawan mulai menghentakan kakinya sekali. Sekilas itu tidak terlihat aneh karena bisa saja dia mencoba menahan posisinya, namun tidak untuk rekannya.


Dengan hati-hati dan tanpa diketahui siapapun, rekan babinya itu mundur perlahan ke belakang. Kemudian, satu tangan rekannya mulai mengambil sesuatu seperti batu dan melafalkan sesuatu.


Tidak begitu terdengar namun hal itu cukup mengubah keadaan. Secara drastis, tangan lawan menjadi lebih kuat dengan ototnya yang terlihat semakin tumbuh. Dan yang paling terasa jelas adalah Ryou merasa dirinya menjadi lebih lemah.


“Hah?! Memang bisa seperti itu?!” teriak Ryou karena terkejut


“Kau akan kalah, anak muda!” kata merman itu dengan wajah penuh percaya diri


Kaito yang mendengar teriakan Ryou menjadi serius dan mulai mengamati hal aneh yang mungkin terjadi di sana.


‘Apa yang terjadi? Tiba-tiba aku merasa…hmm? Sejak kapan babi itu mundur dan berubah tenang?’


‘Ryou tidak akan kelelahan seperti itu, yang artinya hanya satu penjelasan yang masuk akal’


Dengan perlahan, Kaito mendekati manpig itu dan langsung mencoba memukulnya.


“Uwaaa!!”


Manpig itu terkejut dan terjatuh hingga menjatuhkan batu di tangannya. Merasa kaget dengan penurunan kekuatannya, merman itu mulai panik dan Ryou langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengalahkannya. Dia menggunakan semua kekuatannya dan membanting tangan lawan ke meja.


“Woooo!!!”


Suara sorak sorai terdengar.


“Akhirnya anak itu menang!”


“Siapa dia?”


“Dia langsung memenangkan jackpot! ‘The Unbeatable’ bukan lagi menjadi ‘The Unbeatable’! Ini luar biasa!”


Bersama penonton lainnya, Kino yang melihat kemenangan sang adik ikut senang. Tapi semua itu berubah saat si manusia babi itu mulai marah-marah pada Kaito yang terlihat memungut sesuatu.


“Hoi! Kau ingin bermain curang ya!”


“Curang katamu? Bukankah kau yang ingin bermain curang dengan kami?”


“Jangan bercan–”


Kaito menunjukkan batu yang baru saja dipungut olehnya dan melihat wajah panik manpig tersebut.


“Kenapa diam? Ini adalah batu sihir, benar kan? Kalian curang karena menggunakan batu sihir untuk membuatnya menjadi lebih kuat dan lawanmu menjadi lemah. Itu tidak sah dan secara tidak langsung kalian sudah kalah dalam permainan”


Terlihat terkejut, para penonton yang melihatnya mulai terlihat kesal.


“Jadi selama ini kalian berbuat curang pada kami!”


“Kebalikan uangku sekarang!”


Banyak sekali kegaduhan di sana dan kekacauan dimulai. Merman itu mengambil uang yang ada di koper dan milik penonton kemudian kabur meninggalkan rekannya.


“Oi! Jangan kabur! Itu uangku sekarang!! Kaito, abaikan babi itu dan kejar ikan itu!”


Kino yang melihat merman itu kabur langsung mengejarnya, disusul oleh Ryou dan Kaito di belakangnya.


Merman itu berlari dan menambah kecepatannya dengan sihir.


“Sial! Aku tidak butuh si kepala babi itu!”


[Water element: Marincess Dive]


Sebuah sihir digunakan oleh merman tersebut. Secara tiba-tiba, fisiknya berubah menjadi setengah ikan dan mulai menyelam ke jalan.


“Apa?! Dia masuk ke dalam beton! Itu curang! Dia menggunakan sihir untuk melakukannya” Ryou berteriak karena tidak terima


Merman itu masih memperlihatkan sirip atasnya layaknya seekor hiu yang sedang berenang, namun kecepatannya di dalam tanah itu tidak bisa diimbangi oleh Kino.


“Dia terlalu cepat!”


“Sial! Padahal itu uang kita! Kaito, kau bisa lakukan sesuatu tidak?”


Kaito berpikir dan melihat baru yang dia pegang dari manpig itu.


“Aku akan mengejarnya duluan!”


Kaito berlari lebih cepat. Kecepatannya memang bertambah berkat banyaknya hal yang telah dilaluinya di ‘dunia’ yang lain. Dengan kecepatannya itu, dia bisa mengejar merman tersebut.


‘Aku ingat manusia setengah babi itu melafalkan sesuatu, tapi aku tidak yakin apa itu. Jika saja batu sihir ini bisa membuatku lebih cepat dan berat untuk menangkap ikan jadi-jadian itu…’


Pikiran Kaito mulai dipenuhi dengan keinginan dirinya untuk menangkap merman tersebut. Secara tiba-tiba, batu tersebut bersinar dan mulai memberikan kekuatan pada Kaito.


“Apa?!”


Kaito merasa dirinya semakin bertambah cepat.


Setelah memasukkan batu sihir itu ke dalam sakunya, dengan mudah dia bisa berlari mengejar merman di tanah. Kaito langsung menarik bagian sirip itu dengan kedua tangannya.


“Jangan mencoba untuk kabur, pencuri!!”


Di tengah keramaian, Kaito menariknya hingga akhirnya merman itu dapat ditarik keluar.


“Uwaa!”


Dengan menarik paksa merman itu dan mengancamnya dengan pedang, Kaito berhasil membuatnya bungkam.


“Jangan mencoba kabur setelah membuat kami dalam masalah, pencuri!”


Kino dan Ryou menghampiri keduanya. Setelah kakak beradik itu mengamankan koper di tangan merman itu, beberapa petugas keamanan datang dan mengamankan mereka.


Setelah satu jam berada di kantor keamanan, akhirnya ketiga remaja itu dibebaskan.


“Yes! Oh yeah! Akhirnya kita mendapatkan uang! I love money yang didapatkan secara instan” ucap Ryou senang sambil memeluk kopernya


Melihat tingkah sang adik yang mulai bersikap layaknya pemenang, Kino menjadi orang pertama yang malu.


“Kita berhasil mendapatkan uang, tapi kalau bisa kita juga harus berhati-hati dengan itu” Kaito memperingatkan


“Jangan khawatir, Kaito. Kita akan aman selama masih punya–”


-Sreet


Seseorang merebut koper itu dari tangan Ryou dengan mudah.


“Oi! Pencuri!!”


Sambil berteriak, ketiganya berlari mengejar koper itu kembali.


Setelah seharian, ketiga remaja asing itu telah menjadi korban pencurian sebanyak 2 kali dan dengan ini, mereka menghabiskan total waktu 2 jam lebih hanya untuk mengejar pencuri dan kembali masuk kantor pengamanan.


******