
“Kau yang di sana!”
“I–iya!!”
“Cepat kemari dan kita selesaikan ini dengan cepat”
“E–eh?!”
Ajakan Kaito untuk ikut dalam satu grup justru membuat gadis naga yang pemalu itu terkejut.
Bersamaan dengan itu, Virgo juga tampak tidak setuju dengan ide gila Kaito.
“Jangan bercanda! Kau mau mengajak dia?! Dia bahkan berdiri seperti kaki bayi begitu!”
“Terus siapa lagi yang mau kau ajak? Bayanganmu? Kalau dia bisa memegang sepatuku tidak masalah”
“Pengandaian macam apa itu? Kenapa bicaramu jadi pedas begitu?”
“Temanku yang mengajariku. Karena sering jadi korbannya, aku belajar banyak darinya”
**
Di sisi lain, saat Ryou berjalan untuk di lorong koridor untuk setelah tidak lama pergi menjauh dari Jessie dan Jene.
“Haaa….chuuh!” Ryou bersin
Dia memegang hidungnya sambil bergumam, “Aku tidak mungkin flu kan? Mungkinkah si kembali tadi mengutukku diam-diam? Berapa lagi sisa usiaku jika terus bersin-bersin?”
**
Kembali ke tempat Kaito yang masih mempertahankan alasan tidak logisnya.
“Jadi bagaimana? Mau mengajak bayanganmu kerjasama atau mengajak dia yang jelas-jelas peserta ujian?”
“Ugh! Aku benci padamu, Kaito!”
“Terima kasih, tapi aku sendiri tidak mau disukai oleh gadis sepertimu. Kita sudahi ini dan maju ke depan. Hanya tinggal kita bertiga peserta yang ada di sini dan bukan kebiasaanku membuang-buang waktu”
Virgo harus menerimanya karena dia sendiri tidak boleh gagal di misi miliknya.
“Ya sudah! Tapi aku tidak akan membiarkan dia ataupun sihir amatir milikku mengganggu rasio kelulusan kita yang hanya 1%!”
“Baiklah” Kaito berjalan menghampirinya. “Kau…peserta nomor berapa?”
“480”
“Begitu. Aku peserta nomor 89. Aku tidak tau sihir dan kemampuanmu, tapi aku butuh tim ini untuk lulus. Mohon kerjasamanya”
“Ba–baik”
Mark yang melihat ketiganya mulai sedikit bersemangat dan ‘hidup’ seperti akan bertarung di medan pertempuran sesungguhnya.
‘Akhirnya…’ katanya dalam hati dengan mata merah menyala
Ketiga peserta terakhir akhirnya maju. Mereka disambut begitu ramah oleh sang penguji.
“Peraturan masih sama. Jangan khawatir. Kalian bisa menyerangku langsung bertiga sekaligus”
“Tentu. Itulah yang mungkin akan kami lakukan” jawab Virgo dengan percaya diri
Dia segera bersiap dengan posisi menyerangnya dengan busur dan anak panahnya. Kaito juga siap dengan pedangnya, sedangkan gadis naga yang bersama mereka memasang kuda-kuda pertarungan tangan kosong.
“Baiklah. Ujian dimulai”
-SLAAASH
Baru ada aba-aba dimulai, Kaito sudah menerjang. Tidak lama setelah kata ‘dimulai’ itu keluar dari mulut Mark, Kaito seperti berlari sangat cepat dan langsung mengarahkan pedangnya. Dia mencoba menebas Mark.
“Maaf, aku memotong ucapanmu barusan” kata Kaito
Mark menghindari serangan tersebut hanya dengan mundur sedikit, namun tidak lama setelah itu Kaito langsung membuat serangan kedua. Dia hanya mengayunkan pedangnya kembali lebih cepat ke sisi samping kanan untuk mengincar tubuh Mark.
Dari belakang, gadis naga itu berlari dan mencoba meninju Mark.
“Hiyaaaa! [Fire Art: Dragon Canon]”
-BRUUUST
Sebuah sihir ledakan api keluar dari tinju yang diarahkan kepada Mark. Mark yang awalnya menghindar ringan akhirnya memilih melompat ke belakang. Dia mengamati ketiganya.
“Mereka mencoba untuk saling sinkron rupanya” gumamnya pelan
Dari kejauhan, Virgo bersiap dengan anak panahnya.
[Silver Bow and Arrow: Ebon]
-WHOOOSH
Sebuah anak panah berkecepatan tinggi langsung mengarah tepat ke depan Mark. Mark mengarahkan tangannya ke depan setelah berhasil melompat sedikit lebih jauh dari ketiga peserta itu.
[Magic Jammer]
Sihir penghilang sihir lain itu digunakan. Namun, anak panah yang ditembakan oleh Virgo tidak menghilang. Benda itu justru menjadi banyak.
‘Apa?’ Mark sedikit terkejut, namun wajahnya tetap datar. Ekspresi itu hanya ditunjukkan melalui sorot matanya yang sedikit melebar.
Seluruh panah tersebut seperti mengarah ke satu titik yaitu Mark.
“Percuma saja mencoba untuk menghindar, penguji. Anak panah itu akan semakin banyak jika kau mencoba melenyapkannya dengan sihirmu”
“Begitu rupanya. Ini pasti [Silver Bow and Arrow: Ebon] ya. Aku pernah dengan sihir yang bisa menembakan panah dalam jumlah banyak dan tidak akan lenyap sebelum mengenai target. Rupanya ini” kata Mark sambil terus berlari dan menghindar
Sesekali dia melompat dan ketika mendarat, Kaito akan langsung menyerangnya dengan pedang. Gadis naga itu juga ikut menyerang secara fisik.
Beberapa kali tinju dan tendangannya cukup berefek karena Mark tidak bisa melakukan banyak hal akibat banyaknya anak panah yang ingin menyerangnya.
‘Inilah perbedaan amatir dan pro. Aku tidak perlu bersusah payah mendekati Mark Vermillion. Hanya dengan anak panahku, aku tidak perlu mengeluarkan banyak sihir’
Saat melihat anak panah itu datang, dia langsung menendang gadis naga itu untuk menjadi tamengnya sesaat.
“Aaakh!”
Gadis naga itu terjatuh. Tentu saja anak panah itu tidak mengenai si gadis naga karena dia hanya menjadikan Mark sebagai targetnya. Namun berkat itu, Mark bisa mendapatkan kesempatan untuk menyerang balik.
Setelah dia menendang gadis naga hingga jatuh, Mark melompat ke belakang sedikit dan mulai berlari dengan kecepatan tinggi ke arah si pemilik panah, Virgo.
“Apa?!” Virgo terkejut melihat Mark yang diikuti puluhan anak panah berlari menuju ke arahnya. Gadis itu mulai sedikit panik dan berlari menjauh sebelum akhirnya dia mengaktifkan sihir penghalangnya.
[Spirit Barrier]
Sebuah sihir penghalang yang memanfaatkan sihir yang telah diaktifkan sebelumnya oleh si pengguna.
Saat [Spirit Barrier] digunakan, sihir ini membuat sihir lain yang sebelumnya dikeluarkan dan masih ada di sekitar pengguna tersebut menghilang dan berganti menjadi sebuah penghalang.
Dalam kasus ini, puluhan anak panah milik Virgo yang mengejar Mark terpaksa menghilang dan berganti menjadi penghalang untuk menahan serangan Mark.
“Hoo~terlalu takut aku akan menyerang sampai menghilangkan serangan yang paling berpotensi ya. Ceroboh sekali” kata Mark sambil melihat ke belakang
“……!!” Virgo terkejut
Dia baru menyadari sihirnya itu hanya akan mengarah pada Mark dan tidak akan menyerang dirinya. Dia terlalu fokus dan khawatir jika Mark yang mendekatinya itu akan menyerang dan dengan cepat dia langsung mengaktifkan sihirnya.
Kini, setelah seluruh panah sihir itu menghilang, Mark langsung merubah arah larinya menuju Kaito.
Meskipun dia punya kesempatan untuk menghilangkan sihir Virgo, namun dia lebih tertarik bertarung satu lawan satu dengan Kaito.
Untuk pertama kalinya, Mark mengeluarkan kedua pedang di pinggangnya.
-CLAAANG
Serangan kedua pedang itu ditahan oleh Kaito.
“Kenapa tidak menyerang gadis itu?”
“Aku ingin mencoba kekuatanmu”
Mata merah Mark menyala dan hal itu dilihat jelas oleh Kaito.
‘Matanya benar-benar menyala. Dia bisa mengaktifkan sihir kapanpun seperti penjelasan dari Virgo beberapa waktu lalu’ kata Kaito dalam hati
“Kenapa?” pertanyaan Mark memecah pikiran Kaito
“Aku hanya berpikir apakah kau akan menggunakan sihirmu yang kuat itu atau tidak”
“Jangan cemas. Aku akan menggunakannya jika aku mau. Aku hanya ingin membuktikan kemampuan bertarungmu”
“Maksudnya?”
Mark menggerakkan bibirnya seakan bicara sesuatu dan mata Kaito melebar. Dia langsung mendorong kedua pedang Mark dan langsung memberikan tendangannya.
Kaito langsung berlari cepat dan mengeluarkan seluruh kecepatan berpedangnya.
“Apa…ini?!” Virgo yang melihat dari jauh dibuat terkejut
Dia mulai mengingat pikirannya tentang Kaito beberapa waktu lalu.
[Sial! Ternyata dia hanya seorang amatir! Pantas saja dia terus bertanya mengenai sihir dan semuanya. Penilaianku salah! Bisa-bisanya aku melihat dia sebagai sosok yang kuat saat pertama kali membentuk tim bersamanya?]
Virgo mulai sedikit menyesali pemikirannya tersebut.
‘Ternyata aku salah menilainya. Dari segi kemampuan bertarung…dia memang kuat!’
Kaito dan Mark seperti sibuk dengan dunia mereka sendiri. Gadis naga yang jatuh akibat tendangan Mark mulai mencoba berdiri.
“Apa ini? Levelnya…terlalu jauh!” katanya dengan wajah pucat
Kaito mulai mencoba melakukan tebasannya. Namun sayang, tebasan pedang itu berhasil dihentikan oleh Mark dengan satu pedangnya.
“Kenapa jadi mendadak emosi?” tanya Mark santai
“Aku hanya memberikan apresiasi atas kalimat barusan”
“Begitu. Terima kasih untuk apresiasinya”
***
Sedikit mundur ke belakang…
Saat Mark menyerang Kaito dan ditahan olehnya.
“Kenapa?” pertanyaan Mark memecah pikiran Kaito
“Aku hanya berpikir apakah kau akan menggunakan sihirmu yang kuat itu atau tidak”
“Jangan cemas. Aku akan menggunakannya jika aku mau. Aku hanya ingin membuktikan kemampuan bertarungmu”
“Maksudnya?”
“Aku ingin tau seberapa kuat dan hebatnya penjelajah dunia lain itu”
-Deg
Kaito syok mendengarnya.
“Sihir mungkin tidak kamu gunakan selama ini, tapi kalau bertarung dengan senjata…kamu pasti sudah ahli, benar kan?”
Mata Kaito melebar dan dia langsung mendorong kedua pedang Mark dan langsung memberikan tendangannya.
Kaito langsung berlari cepat dan mengeluarkan seluruh kecepatan berpedangnya. Dan begitulah serangan cepat Kaito terjadi.
******