Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 378. Peserta Pilihan yang Bebas Memilih



Setelah semua orang yang ada di sana menerima kalimat Lucas, para kapten dan wakil kapten dari Divisi Dewan Sihir memperkenalkan diri mereka.


“Seperti sebelumnya, aku akan memperkenalkan kapten dan wakil kapten Divisi Dewan Sihir”


Emily maju terlebih dahulu, “Namaku Emily Xelhanien, kapten dari Divisi Penyerang Jarak Jauh”


“Emilia Xelhanien, wakil kapten Divisi Penyerang Jarak Jauh”


“Alicia Xelhanien, kapten Divisi Penyembuh dan Mitigasi Bencana”


“Tatiana Freiburg, wakil kapten Divisi Penyembuh dan Mitigasi Bencana sekaligus kapten sementara dari Divisi Perencanaan Ruang dan Keuangan”


“Algeria von Essen-Tier, kapten dari Divisi Pertahanan”


“Rexa van Houdsen, kapten Divisi Eksekutor”


Mendengar nama Rexa, keempat Rebellenarmee sedikit tersentak.


“Dia…”


“Rexa?”


Di sisi lain, ketiga remaja dari dunia lain juga tidak kalah kagetnya. Mereka berbisik satu sama lain.


“Itu Rexa-san? Kakak dari Xenon-san. Aku terkejut melihatnya”


“Tidak jauh berbeda dengan Xenon dari segi wajah, tapi dia seorang heterochromia”


Kaito melihat Ryou dan bertanya, “Heterochromia?”


“Mata itu, kau lihat di sana. Matanya berbeda”


Kaito melihatnya dan dia baru menyadarinya.


“Heterochromia itu bisa disebut bawaan genetik atau kelainan, tetapi tidak berbahaya. Ditandai dengan salah satu warna bola matanya berbeda” jelas Kino


“Kau lihat itu, Kaito? Satu warna miliknya berwarna kuning”


“Aku lihat. Kurasa aku mulai mengerti”


Perkenalan terakhir ditutup oleh sosok yang tidak asing oleh Kaito. Dan sepertinya, orang itu memiliki satu sampai dua kata yang ingin disampaikan.


“Mark Vermillion, kapten dari Divisi Khusus. Sedikit informasi bahwa divisiku adalah satu-satunya divisi yang bebas dari peraturan manapun dan bisa mengambil alih seluruh tugas dari divisi lain bila diperlukan”


“Selain itu, seperti yang Lucas katakan bahwa dia tidak membutuhkan pengkhianat”


“Aku bukan orang yang lembut, jadi jika di antara kalian ada yang berani mencoba berkhianat setelah menerima sumpah, maka bersiaplah untuk menjadi pajangan baru di batu nisan kalian”


“Tapi kalau kalian ingin yang lebih bernilai seni, aku akan membelah kepala kalian menjadi dua dan menghiasnya dengan taburan bunga”


-Siiiing


Seketika hening. Bukan hanya hening, bahkan semua anggota lain yang ada di sana langsung menutup wajah mereka dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kino dan Ryou melihat Kaito dan berbisik.


“Itu…Mark-san?”


“Orang yang frontal kalau bicara seperti itu…pengguna sihir terkuat di sini?”


“Begitulah”


“Aku…tidak tau harus berkata apa, Kaito-san. Di sisi lain dia begitu peduli namun selera humornya itu terlalu…ekstrem”


“Jangan khawatir, Kino. bukan hanya kau yang berpikir begitu. Aku juga. Tapi dia adalah orang yang kuat dan aku harus mengakui itu. Kau akan paham jika melihat caranya bertarung”


Lucas melihat mata para peserta dan memberikan kalimat terakhir.


“Bagi nama-nama yang sebelumnya hasil pilihan anggota dewan, silahkan tetap berada di sini. Yang lainnya bisa keluar dan pergi ke asrama. Setelah itu, kalian diizinkan untuk pulang untuk mengambil barang-barang yang masih ingin diambil”


“Besok, kalian akan berkumpul lagi di sini setelah tur dan pengenalan akademi untuk diberi pengarahan”


“Divisi kalian akan ditentukan besok sesuai dengan hati kalian dan kemampuan kalian masing-masing”


“Terakhir, aku ingin kalian tidak ragu setelah memilih jalan yang kalian pilih sendiri”


Apapun yang ada dalam pikiran mereka, siapapun yang berani mempertaruhkan nyawa demi menjadi pasukan garda depan adalah sosok yang lebih berharga dan layak disebut sosok yang kuat.


Setelah itu, nama-nama terakhir yang dipanggil tetap berada di sana. Ketiga remaja dari dunia lain, keempat penyusup Rebellenarmee dan seorang gadis naga.


Kaito terkejut dan menghampiri gadis yang terlihat malu-malu dan bingung itu.


“Kau…yang waktu itu kan?”


“Eh?! Peserta 89!” katanya


“Kaito, aku Kaito. Aku tidak menyangka kau akan terpilih juga”


“Aku sendiri tidak tau. Namaku dipanggil juga jadi…” kalimatnya terhenti. Dia melihat ada dua orang lain yang berdiri di dekat sosok Kaito tersebut.


Kaito memperkenalkan kedua temannya, “Ini Yuki Kino dan Yuki Ryou. Mereka temanku. Aku lupa kalau kita belum berkenalan. Siapa namamu?”


“Ignis Levia, aku adalah salah satu dari ras naga. Salam kenal, kalian bertiga”


“Salam kenal, Ignis-san”


“Ah, Ignis adalah nama keluargaku. Kalian bisa memanggilku Levia” katanya dengan wajah panik dan malu


“Oh, kalau begitu Levia-san. Kamu juga bisa memanggilku Kino agar lebih muda dan ini adikku”


“Yo”


Ignis Levia, gadis naga yang bertarung satu tim dengan Kaito dan Virgo dalam ujian di ruang 7 akhirnya bersama mereka.


Dari sisi lain, Virgo melihat itu dan bermaksud mendekati mereka.


“Aku mau ke sana”


Saat hendak pergi, tangan Virgo dipegang oleh Rayel.


“Lucas dan para anggota lain datang”


Mereka menghampiri para murid terpilih.


“Terima kasih karena ingin tinggal di sini. Aku ingin mengatakan bahwa kalian ada di sini karena telah dipilih oleh para kapten dan wakil kapten selama mereka menjadi penguji dan pengawas” kata Lucas


Kino bertanya pada sang pemimpin tersebut, “Maaf, apakah kami benar-benar se-istimewa itu sampai dipilih oleh para kapten?”


“Cukup kuat. Setidaknya ada nilai rahasia yang kami lihat dari kalian”


“Nilai rahasia?”


Kino sedikit aneh dengan kalimat itu, tapi dia mengerti maksudnya.


‘Kami adalah orang-orang yang datang dari ‘dunia’ lain. Tentu saja Xenon-san telah mengatakan hal tersebut dan aku yakin Lucas Xelhanien-san juga mengetahui identitas kami’


‘Aku yakin mereka melakukan ini untuk mengawasi kami lebih dekat’


‘Bisa jadi ini juga upaya yang dikatakan oleh Kaito-san mengenai Mark-san yang mau menjaga kami dalam lingkaran nama dan posisinya’


‘Selain itu, anggota penyusup itu juga ada di sini. Aku yakin para anggota dewan mengincar mereka juga’


Itulah isi pikiran Kino dan itu tidak salah. Semuanya benar. Dan kejutan lainnya adalah setelah ini.


Lucas melihat Kino, “Kamu dan kedua temanmu yang ada di sana itu telah dipilih oleh empat kapten sekaligus dalam angket yang diberikan oleh ketua seleksi kepadaku”


“Eh?!”


Lucas meminta mereka yang memilih Kino dan dua lainnya untuk maju.


“Emily dari Divisi Penyerang Jarak Jauh, Mark Vermillion dari Divisi Khusus, kemudian Algeria dari Divisi pertahanan dan…aku sendiri”


“Apa?!” Ryou terkejut dan terlihat syok


“Bagaimana bisa?” gumam Kaito pelan


Lucas memberikan pilihan kepada tiga penjelajah dimensi lain tersebut, “Sekarang, kalian bisa memilih ingin masuk ke dalam divisi mana dari keempatnya”


******