
“Kau tetap saja terlihat seperti om-om mesum untukku, paman”
Sebuah kalimat pendek yang diucapkan oleh Theo dengan nada datar namun begitu tajam menusuk pria bernama Joel.
“Mesum katanya…mesum…mesum…” perlahan-lahan Joel mengulangi kata itu dengan wajah pucat
Michaela dan anak-anak lain melihat pria itu begitu syok lalu menariknya untuk keluar dari ruangan Justin. Theo mengambil sapu yang ditinggal anak-anak lain di lantai dan membawanya keluar juga.
Sambil berjalan keluar, Theo berdiri di dekat meja bar dan melihat Michaela bersama anak-anak yang lainnya duduk di tempat yang sebelumnya mereka tempati bersama dengan Ryou dan Kaito. Anak-anak itu duduk bersama sang pria yang terdiam karena syok.
“Paman, kau baik-baik saja?” tanya Michaela yang duduk di sampingnya
“Aku merasa hati dan harga diriku hancur. Mereka tertinggal di dalam ruangan itu dan berakhir menjadi debu yang bertebaran di langit-langit ruangan”
“Eh?”
Tampaknya kalimat itu berdampak pada mentalnya sehingga dia mulai bicara hal yang aneh.
“Kau aneh sekali paman. Aku akan memanggilmu Joel-ojichan! Joel-ojichan juga bisa memanggilku Michaela~” kata Michaela dengan senyum ceria untuk menghiburnya
Anak-anak lain juga melakukan hal yang sama seperti Michaela, kecuali Theo. Dia tetap melihat pria bernama Joel itu dengan tatapan sinis.
Theo berpikir dalam hati sambil menatap pria besar itu dari depan meja bar.
‘Manager katanya, yang benar saja! Aku hanya kenal tuan Nox dan Arkan-nii sebagai orang yang mengurus tempat ini. Kalau dia memang pemiliknya, kenapa aku tidak pernah melihatnya di sini? Kenapa dia tidak mengelola tempat ini sendiri? Kenapa harus Arkan-nii atau tuan Nox yang selalu mengurusnya sendirian? Aku tidak peduli seperti apa kesulitan mengurus tempat ini tanpa pengawasannya tapi tetap saja aneh!!’
Dia meletakkan sapu yang dia bawa di dekat meja bar sambil mengawasi anak-anak lain, namun dia tetap membawa tongkat pel yang sejak awal dia pegang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri.
‘Arkan-nii bilang untuk mengusir semua orang yang datang meskipun dia mengaku sebagai manager tempat ini, mungkinkah yang dimaksud itu adalah orang itu?’ gumamnya dalam hati
Theo menghampirinya dan menatap wajahnya dengan tatapan penuh dengan aura intimidasi.
“Oi kau paman mesum, jangan berwajah seperti korban di sini! Kau itu tetap mencurigakan untuk kami!!”
“Jangan bicara begitu padaku!! Kau tidak tau kalau aku ini memang korban di sini kan? Lihat bar milikku ini, hancur dan kotor serta terlihat seperti tempat eksekusi!!” Joel berkata sambil melihat Theo dengan wajah sedih dan penuh drama
“Kenapa aku harus percaya padamu?! Aku sudah mengenal Arkan-nii dan tuan Nox sangat lama sejak gorilla itu menjadikan kami peliharaannya, tapi tidak pernah ada dalam ingatanku tentang dirimu!”
“So–soal itu…” Joel terlihat ragu dan takut
“Lihat, kau tidak bisa menjawabnya kan!!” kata Theo emosi sambil mengarahkan tongkat pel ke wajah Joel
“Baiklah baiklah aku katakan!! Aku hanya datang ke tempat ini di siang hari ketika kalian tidak ada! Aku hanya datang untuk mengambil uang hasil pemasukan bar lalu pergi lagi dan itu juga hanya kulakukan kalau aku sudah tidak punya uang!!”
“Untuk apa?!”
“Untuk berkencan dengan wanita-wanita cantik di….hmmph!” Joel langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Theo melihat wajah panik pria besar itu sambil menggunakan tangannya untuk menutup mulutnya. Seketika dia menyipitkan matanya dan melihat cincin di jari manis pria itu.
“Paman, kau sudah menikah kan? Kau masih bermain dengan wanita lain bahkan setelah memiliki istri? Ternyata benar dugaanku, kau mesum!”
Joel hanya menggelengkan kepala dengan cepat untuk mengelak. Namun karena tanpa sadar dia sudah mengakui kebiasaan ‘uniknya’ itu, tentu saja Theo tidak mempercayainnya.
‘Sungguh contoh orang dewasa yang buruk’ kata Theo dalam hati
Theo menatapnya dengan tatapan menjijikkan sambil mengeluarkan kalimat pedas menusuk hati.
“Dasar orang dewasa yang menjijikkan! Selain mesum kau juga tukang selingkuh! Jangan bicara pada kami atau kau akan menularkan virus yang tidak baik untuk masa depan kami semua!!”
“Jangan kejam begitu padaku! Meskipun aku senang berkencan dengan wanita lain tapi aku ini tidak akan pernah menyakiti anak-anak! Percayalah padaku!”
“Aku tidak peduli! Enyah kau dari sini atau akan aku adukan kau pada Arkan-nii!!”
Sambil memukulinya dengan tongkat pel, Theo berusaha mengusir Joel. Michaela dan anak-anak lain berusaha untuk menenangkan Theo namun gagal. Theo terus berusaha mengusir orang mencurigakan itu seperti pesan Arkan sebelumnya.
“Tahan tahan tahan!! Kenapa kau benar-benar tidak percaya padaku sampai seperti itu!”
“Jangan bercanda! Setelah gorilla itu mencoba menjual kami pada wanita gila yang suka menjual organ tubuh itu dan membuat temanku diculik, mana mungkin aku percaya pada orang dewasa dari tempat ini! Hanya Arkan-nii satu-satunya orang dewasa dari tempat suram ini yang mau membantu kami. Setelah Justin mati, kami tidak tau bahaya apa yang akan kami hadapi jadi sebaiknya kau pergi dari sini!!”
“Eh?! Justin mati kau bilang?!” Joel terkejut dan terlihat begitu syok
Di saat Theo terus memukulinya, Joel akhirnya menjadi sedikit serius dan menangkap tongkat pel itu.
“Hentikan sekarang. Aku sudah cukup bermain-main denganmu, anak kecil”
“Kh…” Theo menjadi panik
Dia berusaha menarik kembali tongkat pel itu namun cengkeraman Joel yang menggenggam tongkat pel itu lebih kuat. Theo terpaksa menghentikan niatnya untuk menarik tongkat pel tersebut dan bertanya pada Joel dengan tetap menunjukkan wajah tidak suka.
“Apa maumu?” tanya Theo dengan wajah kesal
“Aku hanya mau kau berhenti menyerangku dengan tongkat pel ini dan kita bicara bersama di sini”
“Kau pikir aku mau melakukannya?!” jawab Theo ketus
“Aku sudah bilang kalau aku ini memang pemilik sekaligus manager dari bar ini. Aku ingin mendengar detail kenapa sumber uangku bisa sampai hancur seperti ini”
“Kau yakin hanya mau bertanya hal seperti itu, paman? Aku tidak percaya kalau hanya itu saja yang ingin kau tau dari kami semua”
“Tentu saja aku ingin dengan semua yang terjadi sebelum aku datang. Selain itu, aku juga ingin mengetahui kebenaran mengenai ucapanmu barusan. tentang Justin yang sudah mati”
“……” Theo diam sambil melihatnya dengan tatapan kebencian
Theo akhirnya mau mendengarkan Joel sedikit dan melepaskan tongkat pel itu. Joel berdiri dan meletakkan tongkat pelnya di dekat meja bar. Setelah kembali, Theo duduk di dekat Michaela dan anak-anak lain sebagai cara untuk melindungi mereka dari pria yang masih dicurigai olehnya itu.
Joel mulai bertanya pada Theo.
“Jadi, bocah–”
“Namaku Theo, bukan bocah!”
“Oh, kalau begitu Theo. Aku ingin tau apa yang kau maksud tentang Justin yang telah mati”
“Seperti kataku, dia mati” jawab Theo dengan santai
“ Kita sedang membicarakan tentang Justin yang tinggal di ruangan itu, yang selalu menyuruh kalian mencari uang hingga larut malam dan hanya memberikan roti yang hampir ditumbuhi jamur di seluruh bagiannya. Justin itu yang aku maksud, kau tau kan?”
“Benar, dia memang si gorilla itu dan dia mati hari ini” jawab Theo dengan wajah tenang
“……” Joel hanya terdiam sambil membuka mulutnya karena begitu syok
Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
“Bohong” kata Joel seakan lari dari kenyataan
“Kau pikir darah siapa di lantai ini dan ruangan tadi?! Itu adalah darahnya! Kau harusnya juga melihat banyak darah di luar”
“Aku datang dari arah belakang altar. Setelah Arkan datang ke rumahku untuk meminta uang dengan alasan membeli kebutuhan renovasi bar, aku pergi ke kota untuk membeli beberapa barang keperluan pacar…ehem, maksudku barang keperluan temanku di kota”
“Tapi kau lihat ada jejak darah, kan? Mau serabun apa matamu itu harusnya kalau kau berjalan ke depan kau pasti melihatnya, paman! Bahkan aku yang tadi berlari ke sini saja sempat melihat ada genangan merah dan botol plastik di depan!”
“Li–lihat, aku melihatnya. Tapi kan–”
“Kalau begitu tidak perlu bertanya lagi. Itu darahnya dan dia mati”
Theo akhirnya menceritakan semua yang terjadi. Beberapa bagian seperti bagaimana pintu dan dinding sampingnya rusak, tentang bagaimana Justin dibunuh di dalam ruangannya atau mengenai genangan itu tercipta akibat pertarungan tidak diceritakan karena dia juga tidak mengetahuinya. Anak itu hanya menceritakan semua bagian yang dia tau.
Theo juga bercerita tentang Ryou dan Kaito kepada pria besar itu serta hal yang menimpa kedua temannya yang diculik karena ulah Justin.
“Astaga, jadi pria botak itu akhirnya benar-benar sudah mati” Joel menutup mulutnya dan bergumam pelan
Dia juga berkata dalam hati.
Joel melihat anak-anak itu tampak begitu kelelahan dan lusuh sekali. Dia juga sekali lagi melihat semua kekacauan di barnya. Bahkan karpet besar dan kertas dinding yang baru di beli Arkan juga tidak luput dari pandangannya.
“Selera Arkan memang tidak buruk. Tapi karena masalah yang terjadi sekarang, semua benda itu terlihat seperti sampah. Hiks…”
Joel mengingat semua laporan Arkan mengenai pembunuhan di bar miliknya semalam. Itu saja masih membuatnya syok. Sekarang dia dibuat semakin syok dengan kondisi lantai bar yang penuh noda darah dan pintu masuk serta dinding dekat pintu yang rusak.
“Uangku akan melayang banyak lagi setelah ini. Apakah tempat ini sudah dikutuk?” katanya dengan nada lirih
“Itu salahmu karena selingkuh padahal sudah menikah, paman. Rasakan itu sebagai akibatnya!” jawab Theo dengan ketus tanpa belas kasihan
“Theo-niichan, selingkuh itu apa?” tanya Michaela dengan wajah penasaran
“Selingkuh itu adalah tindakan yang hanya dilakukan oleh orang mesum seperti paman ini. Kau jangan dekat-dekat dengan orang seperti ini, mengerti?”
“Begitu ya. Baiklah, aku mengerti. Joel-ojichan, kau tidak boleh dekat dengan kami semua karena kau selingkuh. Maaf ya” Michaela mengatakan semua itu kepada Joel dengan senyuman manis
Mendengar ucapan anak-anak itu, Joel hanya bisa diam tanpa membalasnya seakan dia membenarkan kalimat itu dalam hati.
‘Kurasa aku harus putus dengan pacar-pacarku dan pergi berlibur dengan istriku untuk membersihkan kutukan Justin dari tempat ini. Selain itu, total orang yang mati di tempat ini karena ulah Justin sudah lebih dari dua belas orang termasuk dia sendiri. Aaargh, aku harus panggil paranormal untuk membuat tempat ini suci kembali!!’
Joel akhirnya menyadari sesuatu saat dia melihat anak-anak itu sebelumnya. Dia hampir melupakan sesuatu.
“Kalian sudah makan?”
“……” tidak ada yang menjawabnya
“Kalian belum makan karena tidak punya uang?”
Anak-anak lain menjawab Joel.
“Kami lapar tapi kami juga tidak begitu lapar”
“Kami masih takut kalau pergi dari tempat ini. Selain itu, Arkan-nii berpesan untuk menunggu di sini”
“Kalau sampai bertemu orang jahat dan kami diculik seperti Stelani-neechan dan Fabil-niichan, Ryou-niichan akan sangat marah. Kami harus menunggu mereka kembali”
Joel diam dan menengok ke arah Theo sebagai anak yang paling tua di sana.
“Aku diberikan uang oleh Kaito-nii yang kuceritakan tadi padamu, paman. Tapi aku tidak bisa meninggalkan anak-anak ini sendirian. Jika aku pergi dari sini bersama mereka, aku takut bertemu anak buah Justin yang masih mencari Kaito-nii. Hanya akan menambah masalah saja nanti. Selain itu, Arkan-nii sudah berpesan untuk menjaga bar ini sampai semua kembali”
“Begitu. Kalau begitu, biar aku yang membelikan kalian makanan. Kalian juga tampak kotor dan lusuh. Tunggu di sini dan jangan kemana-mana ya”
Joel pergi ke belakang.
Theo dan anak-anak lain hanya bisa melihat pria itu pergi.
“Theo-niichan, kurasa paman itu memang pemilik tempat ini”
“Dia tidak jahat. Meskipun wajahnya sama jeleknya dengan Justin-sama”
“Benar. Setidaknya dia masih bertanya apakah kita lapar atau tidak. Justin-sama tidak pernah bertanya hal seperti itu dan hanya melempar roti dalam kardus untuk kita makan”
Theo hanya diam mendengar anak-anak itu mengatakan pendapatnya. Meskipun masih curiga namun Theo sudah bisa menurunkan tingkat kewaspadaannya kepada Joel.
Alasan pertama karena pria itu benar-benar tidak membalas perlawanan yang dia lakukan. Joel benar-benar tidak menyakiti satupun anak-anak itu termasuk Theo yang sudah memukulinya dengan tongkat pel. Alasan lainnya, karena sepertinya dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan melakukan tindakan buruk pada mereka semua.
Meskipun masih belum sepenuhnya percaya, Theo sudah cukup yakin kalau dia bukan ancaman bagi dirinya dan anak-anak itu sekarang.
Tidak lama setelah itu, Joel kembali dan menghampiri mereka.
“Aku akan pergi membeli makanan dan beberapa pakaian untuk kalian. Ada yang mau menemaniku?” tanya Joel sambil tersenyum
“Apa?!” Theo terkejut mendengarnya
“Kau tidak akan terus menggunakan baju yang tidak dicuci sama sekali seperti itu kan? Setidaknya kalian harus mandi dan makan”
Seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Theo bertanya dengan wajah penuh prasangka buruk dan keraguan.
“Tapi kenapa?!! Kau tidak harus melakukan hal ini pada kami!. Kau kan paman mesum!”
“Ayolah, aku bilang aku bukanlah orang yang suka menyakiti anak-anak. Meskipun aku mesum…ehem, maksudku meskipun aku tukang selingkuh tapi itu tidak ada hubungannya dengan bersikap baik pada kalian”
“Berarti kau mengakui kau tukang selingkuh?”
“……”
Mendengar anak laki-laki itu bicara menusuk hati membuat Joel terlihat kesal, tapi dia berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Jadi bagaimana? Ada yang mau ikut denganku? Kita ke kota membeli makanan enak dan pakaian untuk kalian. Aku tidak mungkin membawanya sendiri, kan?”
Beberapa anak-anak menunjuk tangan dan mengatakan ingin ikut dengannya, namun ada juga yang tetap ingin tinggal karena masih takut. Akhirnya Michaela dan dua anak lainnya ikut bersama dengan Joel.
“Kau tidak mau ikut juga?” tanya Joel pada Theo
“Kalau aku ikut nanti siapa yang menjaga anak-anak ini dan bar nya?”
“Baiklah kalau begitu. Jaga tempat ini ya”
Wajah Joel yang tersenyum membuat Theo penasaran.
“Nee, paman…kenapa kau baik pada kami? Ini tidak seperti kau benar-benar mengenal kami. Aku sudah bilang kalau aku tidak pernah melihatmu kan?”
Joel yang mendengar pertanyaan itu hanya melihat wajah penasaran anak laki-laki di hadapannya sambil tersenyum. Melihat itu, Theo jadi semakin penasaran dan bertanya lagi.
“Kenapa kau malah terlihat senang, paman?”
“Aku hanya ingin kau tau bahwa aku ini bukan orang jahat seperti dugaanmu. Aku memang tidak pernah bisa membantu kalian, bahkan sampai sekarang aku belum pernah sekalipun membantu kalian karena takut pada Justin. Itu memang sikap yang sangat pengecut, tapi karena sekarang dia sudah tidak ada jadi kalian bebas”
“……” Theo terdiam
“Jangan cemas, yang jelas aku benar-benar tidak akan melakukan hal buruk pada kalian. Lagipula tanpa kau sadari sebenarnya kau dan teman-temanmu sudah melakukan hal yang menakjubkan”
“Menakjubkan?”
“Kalian masih bisa selalu bersama seperti ini, saling menjaga satu sama lain dan kau juga sudah berjuang untuk melindungi anak-anak kecil ini. Itu menakjubkan. Luka bekas memar di wajahmu itu juga karena kau mencoba melakukan sesuatu demi anak-anak kecil ini, kan?”
Theo menjadi tersentuh. Dia ingat dia mencuri dan berakhir dipukuli oleh tiga anak yang lebih besar darinya kemarin ketika dia berjuang mendapatkan uang agar semuanya bisa makan. Dia juga ingat apa yang dikatakan oleh Kino padanya.
[Theo-kun sudah berjuang dengan baik]
Hanya dengan kalimat itu membuat Theo menyadari bahwa semua yang dilakukannya adalah hal yang sulit dan dia berhasil sampai sejauh ini karena demi bisa melindungi semuanya.
Hal menakjubkan yang hanya bisa dilakukan oleh anak-anak itu sampai sejauh ini adalah mereka tidak pernah meninggalkan satu sama lain dan melakukan apapun demi keselamatan bersama.
“Kau paham maksudku, kan? Anggap saja aku sedang memberimu hadiah karena kerja kerasmu itu. Lagipula, sekarang tidak ada orang dewasa yang bersama kalian jadi sudah sewajarnya jika aku yang menjaga kalian sekarang” lanjut Joel
“Menjaga….”
Belum selesai dengan kalimatnya, Theo harus dibuat diam dengan kata-kata yang diucapkan oleh Joel. Kalimat yang diucapkan dengan cepat dan pelan seperti sedang membaca sebuah mantra atau kutukan.
“Aku juga tidak akan lupa untuk membuat perhitungan dengan karyawan durhaka itu saat dia kembali nanti! Akan kupotong gajinya dan kuhilangkan cutinya! Aku masih belum bisa memecatnya karena belum mendapatkan pengganti Nox tapi setelah sudah maka aku tidak akan segan-segan menendangnya keluar dari tempat ini! Lalu siapa itu namanya, orang yang dicari oleh mendiang Justin…ah! Kaito ya. Aku akan menuntut dia juga karena sudah membuat tempat ini terlibat dalam masalah besar!!”
Joel bergumam semua hal itu dengan penuh kebencian. Wajahnya mencerminkan bahwa dia memang memiliki niat jahat untuk melakukannya, bahkan semua anak-anak kecil itu termasuk Theo bisa melihat tanduk setan di kepalanya.
Tidak mau berlama-lama, Joel pergi dengan Michaela dan dua anak lainnya untuk membeli pakaian dan makanan.
‘Hal menakjubkan yang dilakukan oleh anak-anak seperti kami saling melindungi satu sama lain. Karena itu, aku harus melindungi anak-anak ini seperti janjiku pada Kaito-nii. Ryou-nii juga mengatakan aku bisa minta maaf pada Kino-nii setelah semuanya selesai. Aku harus bisa menepati janjiku dan melindungi mereka semua!’
******