Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 420. Sejarah Masa Lalu bag. 3



Empat benda yang terlihat biasa dibawa oleh sosok tersebut. Bersamaan dengan itu juga, ada beberapa kendi besar yang berderet rapi di depan mereka.


Sosok tersebut memasukkan benda tersebut ke kendi paling besar yang ada di tengah dan berkata dengan suara lantang.


“Kita akan mengakhiri penindasan yang mengatasnamakan kesucian!”


“Mereka, pengikut Lucario…mencoba untuk membuat kita menghilang atas dasar ramalan yang bahkan tidak terbukti benar!”


“Kita bukanlah ras pembawa sial atau kutukan seperti yang mereka katakan! Tapi kita diperlakukan seakan memiliki kutukan tersebut dalam diri kita bahwa sebelum kita dilahirkan!”


“Elf mendapatkan perlakuan layaknya utusan Dewa, sedangkan setengah elf yang lahir dari elf itu sendiri dengan manusia diperlakukan seperti sebuah bencana!”


“Beastman yang terlahir dengan darah ksatria diperlakukan seperti monster tak beradab!”


“Hari ini, dengan darah semua yang gugur dan kebencian tiada akhir…kita ciptakan ketakutan untuk membumihanguskan semua pengikut Lucario!!”


Semua orang bersorak. Hanya keempat remaja tersebut yang syok mendengar semua itu. Lalu di hadapan mereka semua, sosok yang ada di depan mereka membacakan sebuah mantra dari buku aneh yang dibawanya.


Tampaknya, Kino mengenali buku tersebut.


“Itu buku yang ada di dalam bola kristal…kan?”


“Apa?!”


“Serius?!”


Ketiganya melihat buku tersebut dan setelah beberapa saat, mereka menyadarinya.


“Kino benar…”


“Coraknya mirip meskipun yang ada di bola kristal aneh itu lebih bersinar dan terlihat baru…”


“Apa maksudnya ini? Kita ada di dalamnya? Lalu ini apa?”


Sosok tersebut meminta orang-orang yang ada di depan menuangkan semua isi kendi yang ada di depan. Saat dituang, aroma menyengat tercium. Semua orang tau apa itu.


“Da…”


“...rah…”


Kino dan Ryou hampir tidak bisa melanjutkan kata masing-masing. Itu benar, semua kendi-kendi itu adalah darah. Bukan hanya itu, hal paling gila lain dimulai dari sini.


Sosok tersebut berkata, “Dengan ini, semua untuk kemenangan, harga diri dan darah semua teman-teman kita yang mati!”


Saat dia bicara demikian, buku yang dipegangnya terlepas dan masuk ke dalam kendi besar bersama darah dan empat senjata lainnya.


Setelahnya dia menyerukan kalimat yang cukup kontroversial.


“Kobarkan api perjuangan dan korbankan diri kalian demi kemenangan kita!”


Korbankan diri adalah kalimat yang jelas diucapkan olehnya. Orang-orang yang menuangkan darah-darah di dalam kendi mengeluarkan pisau yang mereka bawa dan di hadapan banyak orang, mereka menggorok lehernya sendiri hingga tewas.


“......!!”


Keempat pemuda itu terkejut. Bukan hanya terkejut biasa saja namun sudah mencapai level ingin bangun dari semua mimpi buruk tersebut.


Mengapa demikian? Karena setelah itu, semua orang-orang yang ada di sana menangis termasuk mereka.


“Aku…menangis?” Kino bahkan menjadi bingung


Para setengah elf itu, termasuk keempat pemuda itu menangis. Semua orang menyerukan doa mereka.


“Darah ini untuk kekuatan baru!”


“Kita akan membuat mereka yang mengutuk half elf menyesal!”


“Aku akan menjadi kekuatan baru untuk demi kemenangan semuanya! Darah dan dendam ini akan menjadi kekuatan baru!”


Siapa yang menyangka bawa orang-orang di bagian depan melakukan hal gila yaitu bunuh diri dengan menggorok leher mereka juga.


Diikuti oleh barisan seterusnya dan seterusnya. Sampai saat giliran keempat pemuda itu, mereka yang sudah siap dengan pisau yang ada di tangan mereka mulai menggorok leher mereka juga.


**


“Aaaarrgh!!” teriak Ryou tersadar dari tidurnya di sebuah anak tangga. Dia melihat sekitarnya kembali.


Lokasi sudah berubah dan kini mereka seperti ada di dalam benteng.


Kino mencoba menarik napasnya meskipun wajahnya sudah terlihat begitu pucat. Dia memegangi lehernya sambil bergumam, “Aku…baru pertama kali merasakan sensasi sakit yang teramat sangat pada leherku. Jadi itu rasa sakit saat lehermu dipotong sendiri”


Kaito mengingat hal terakhir yang diingatnya.


“Sosok orang yang menyerukan banyak pidato aneh memasukkan empat benda seperti senjata biasa dan menuangkan banyak sekali darah segar ke dalamnya”


“Sudah begitu buku yang dilihat oleh Kino juga ada di sana. Aku tidak ingat apakah buku itu dimasukkan juga atau tidak, tapi aku jelas melihat buku itu terlepas dari tangannya” kata Xenon


Kino mulai berpikir sejenak dan mengingat definisi sejarah yang pernah dia baca di artikel saat itu.


“Aku akan menganggap bahwa itu adalah asal terciptanya Artifact. Dari benda yang tidak ada harganya menjadi sesuatu yang ditakutkan”


“Jumlah pengorbanan yang begitu banyak untuk membuat senjata mengerikan itu setara dengan kekuatannya”


“Orang sebanyak itu bahkan rela membunuh diri mereka agar bisa dipakai sebagai bahan pembuatan dan kekuatan sihir besarnya berasal dari air mata dan dendam yang mereka bawa”


Ketiganya mengangguk. Akhirnya, Xenon mengetahui rahasia dibalik terciptanya kekuatan hidup dari senjata sihir terkuat yang ada saat ini.


“Pantas saja membutuhkan kekuatan sihir dan tekad yang kuat untuk memiliki Artifact. Mark-sama adalah orang terpilih yang mungkin telah melihat hal ini juga”


Kaito bergumam, “Mark Vermillion mengalami hal ini juga…”


“Saat Mark-sama mencocokkan dirinya dengan 4 Artifact yang ada di istana, tidak ada yang melihatnya. Mark-sama masuk seorang diri. Tapi saat keluar, Mark-sama tidak terlihat lelah atau pucat”


“Begitu…”


Di benteng tersebut, keempatnya melihat banyak sekali pasukan dari half elf dan sosok yang tidak asing untuk mereka membawa sebuah buku yang tidak asing juga.


“Oi, orang itu kan…”


“Itu orang yang ada sebelumnya!” Kino menjadi sedikit histeris. Dia juga melihat buku di tangan orang itu, “Itu buku yang sama! Itu buku yang ada di dalam kristal!”


Kaito dan Xenon memperhatikannya baik-baik. Kemudian sesuatu yang cukup mengerikan terjadi.


Pasukan dengan bendera kerajaan saat itu mulai menyerang garda depan half elf. Awalnya korban mulai berjatuhan. Sampai akhirnya sosok tersebut membuka buku yang dibawanya dan kemudian sesuatu terjadi.


[Artifact: Spellbook of Judgment]


“......!!” keempatnya memperhatikan hal tersebut dan dimulailah kejutannya.


Dari dalam buku tersebut keluar empat benda yang satu diantaranya terlihat jelas dan tiga lainnya tampak pecah.


“Dread Scythe!!” Xenon berteriak saat melihat benda tersebut


Kino melihat Xenon dengan wajah syok.


“Dread Scythe? [Artifact: Dread Scythe] milik Mark-san…”


“Oi oi oi, kalau begitu buku itu adalah Artifact juga! Buku aneh di dalam bola kristal itu adalah–”


Ketika serangan menakjubkan akan dilakukan, ternyata cahaya putih kembali menenggelamkan keempatnya.


“Apa yang terjadi?!”


“Kita tertelan la–”


-Siiiiing


Semua menghilang.


**


Saat ini…


Kino membuka matanya dan mereka kembali ke ruang rahasia tersebut. Di sana dia mendapati tidak ada dari anggota tubuhnya yang terluka, namun keringat dingin dan wajah pucat terlihat jelas.


Ruangan dingin itu tidak berarti karena keringat itu berasal dari rasa takutnya.


‘Aku pikir aku sudah mati. Digantung, ditembaki oleh sihir dan bunuh diri dengan cara menggorok leher sendiri bukanlah keinginanku’


Saat dia melihat ke arah bola kristal yang ada di dekatnya, ekspresi Kino langsung berubah.


“Kenapa…begini?”


******