Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 361. Sebelum Upacara Penerimaan bag. 1



Di akademi, Galaktika yang berada dekat dengan posisi loket administrasi tempat Emilia dan Algeria berhenti di antara kerumunan.


‘Kalau lebih dekat dari ini, aku mungkin akan ketauan. Sebaiknya aku mencuri dengar apa yang sedang mereka bicarakan’


‘Tapi sihir mungkin akan mudah dideteksi. Apakah lebih baik…’ Galaktika yang baru saja bergumam dalam hatinya bertanya pada seseorang di sebelahnya.


“Maaf, aku tidak tau kenapa di sini ramai sekali. Apa ada sesuatu?”


“Tadi ada keributan antara nona penjaga loket itu dengan seseorang yang menyebut namanya Midford”


“Lalu, apa yang terjadi?”


“Nona di depan itu ditampar dan beberapa kertas yang ada di meja loket dijatuhkan oleh Midford itu”


“Apa?” Galaktika terkejut dan kembali bertanya-tanya dalam hati, ‘Lady sampai berbuat begitu? Apa yang memancingnya?’


“Apa kau tau sebabnya?” tanya Galaktika kembali


“Aku tidak tau. Hanya saja orang bernama Midford itu yang pertama kali datang dan membuat masalah. Dia bahkan mengatakan sesuatu tentang tunangan seseorang dan yang lainnya”


“......” kali ini Galaktika hanya diam dan mengangguk pelan. Dia mengucapkan terima kasih lalu menjauh dari sana.


Setelah menjauhi area tersebut, dia mulai menutupi wajahnya.


‘Lady benar-benar tidak tau malu. Aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran gadis itu. Apa semua bangsawan begitu?’


‘Dia tidak sadar bahwa nama keluarganya itu sudah buruk dengan sikapnya. Dan ini adalah Akademi Sekolah Sihir’


‘Jika hal ini sampai ke telinga master dan Earl, kami mungkin akan disalahkan juga’


‘Aku ingin mencari informasi lain yang mungkin didapatkan. Tapi kalau sudah begini, mencari Lady seperti yang dilakukan Varen dan lainnya akan menjadi langkah yang tepat’


Galaktika mau tidak mau terpaksa mencari keberadaan Misha di dalam akademi dengan cara menyusup.


**


Di ruang rapat Dewan Sihir, Emily yang masih duduk manis di dalam sedang dalam kondisi serius berpikir.


‘Apa yang mereka gunakan? Sihir apa yang mungkin dipakai sampai Emily tidak bisa mengetahui seperti apa sosok Diaz-Gemini itu’


‘Emily yakin bahwa data kosong pada Galaktika dan ketiga temannya itu adalah ulahnya’


‘Diaz-Gemini…half elf kelas master. Dia mungkin terlihat lemah demi menutupi kemampuan aslinya’


‘Selain itu, dua orang yang Emily rasakan di ruangan itu…mereka juga sama kuatnya dengan Diaz-Gemini, Emily yakin sekali. Namun mereka juga menekan sihir mereka agar tidak diketahui’


‘Mereka cukup waspada juga rupanya’


‘Konspirasi ini benar-benar sangat berbahaya. Sejarah yang diinformasikan oleh Lucas terhubung dengan semua ini dan Keluarga Midford mencoba melakukan tindakan kejahatan serius pada kerajaan’


‘Emily tidak boleh lengah. Galaktika sudah ada di tangan kami dan menjadi mata-mata kami. Emily mungkin akan menanamkan sihir yang sama seperti yang Emily tanamkan pada Kino’


Beberapa menit kemudian, Emily menyadari bahwa Kino ada di sekitar akademi. Ketiga remaja dunia lain itu berkeliling ke bagian belakang gedung akademi.


“Kino ada di sekitar akademi?”


Senyum senang ditunjukkan oleh Emily dia langsung berdiri dari tempatnya dan hendak keluar. Tapi langkahnya terhenti.


“Lucas…meminta Emily mengawasi akademi dan ketiga penjelajah dimensi itu. Kalau sampai keluar, Emily akan…mengecewakan Lucas”


Wajahnya langsung murung kembali.


“Emily mengawasi dari sini saja dengan sihir. Sampai Lucas kembali, Emily akan jadi Lady yang baik dan menjaga semuanya”


“Emily juga akan melihat keberadaan gadis menyebalkan itu. Kalau sampai Misha ditemukan oleh Emily, dia akan Emily berikan pelajaran”


Gadis kecil itu kembali ke tempatnya dan menggunakan sihirnya untuk mengawasi semua yang terjadi di seluruh tempat tersebut sekali lagi.


******


Di kota, Mark dengan kantong belanjaan besarnya itu mulai menyita perhatian Lucas dan Rexa yang tidak berhenti menatapnya.


“Kalau kalian melihatku begitu, aku akan dianggap sebagai penjahat” kata Mark santai


“Aku yakin kita bertiga adalah teman sejak kecil. Tapi aku dan Rexa tidak tau hobi anehmu akhir-akhir ini”


“Mark, apa kamu yakin racun itu mau dipakai untuk…social experiment?” Rexa bertanya dengan wajah tidak yakin


“Aku tidak mau memberitau kalian tapi ini benar-benar untuk hal baik. Aku adalah orang dengan tingkat dedikasi tinggi”


“Dengan tingkat melawan perintah atasan yang tinggi juga” Lucas menambahkan


“...Terserah saja” Mark bergumam pelan


Dalam hatinya, Mark mulai berpikir sendiri.


‘Racun ini mungkin juga tidak akan banyak berpengaruh. Tapi, sebisa mungkin aku ingin mencobanya’


‘Artifact, senjata yang hidup dari darah kedua ras yang telah gugur. Senjata ini seperti memiliki pikirannya sendiri dan itu benar’


‘Selain itu…jika Rebellenarmee menginginkannya, itu berarti mereka mungkin tau bagaimana cara mengambilnya dariku dan efek samping setelah keduanya hilang dari tubuhku’


‘Sementara ini, mari simpan untukku sendiri sampai aku tau sejauh apa hasilnya’


Lucas dan Rexa merasa bahwa Mark mungkin akan melakukan hal yang berbahaya dengan itu. Tapi tidak ada bukti yang kuat untuk saat ini.


Mark mencoba mengalihkan pembicaraannya dengan bertanya pada Lucas.


“Lucas, jam berapa sekarang?”


“Begitu. Menurutmu, saat kita ada di ruangan itu…apakah kamu merasakan adanya hawa keberadaan yang lain?”


“Tidak ada. Tidak ada siapapun. Galaktika dan lainnya sudah di akademi. Tapi sedikit mengkhawatirkan karena tidak mungkin mereka hanya berjumlah sedikit”


“Benar. Aku yakin kediaman itu bukanlah satu-satunya tempat dimana mereka berada” kata Mark


Rexa bertanya pada Lucas, “Haruskah aku dan anggotaku turun ke lapangan kembali untuk mencari tau?”


“Tidak. Sementara aku masih akan memerintahkan Mark dan pasukannya untuk pergi. Tapi jika Divisi Eksekutor ingin pergi bersama Divisi Khusus, mungkin akan jauh lebih baik”


“Aku mengerti. Sebaiknya seperti itu. Mark dan pasukannya juga tidak mungkin melakukan pekerjaannya kembali di saat libur seperti ini”


Tepat, Rexa mengatakan hal yang benar.


Saat ini, Mark memberikan waktu libur untuk para anggotanya sampai besok dan dengan begitu, tidak ada pasukan lain yang bisa menjalankan misi kecuali dengan bantuan dari pasukan lainnya.


Mark sendiri belum mendapatkan perintah apapun dari Lucas sejak mereka masih mengurus upacara penerimaan.


Dengan santainya, Mark berkata pada kedua temannya itu, “Sebaiknya cepat kembali ke Akademi Sekolah Sihir. Aku tidak mau Emily menghabiskan waktunya untuk memegang tanggung jawab dari tiga orang. Kita juga masih harus merapatkan hasil dari permintaan Rexa hari ini”


******


Di ruangan Algeria, Xenon sedang sibuk dengan momen hangatnya dengan tunangan dan calon iparnya itu.


Xenon masih dipeluk erat oleh sang tunangan saat itu.


“Jessie-sama…tolong lepaskan aku” kata Xenon


“Ah! Maafkan aku” wajah Jessie terlihat merah karena malu


Jene tidak ingin kehilangan kesempatan ini dan bertanya pada Xenon.


“Jadi, apa yang kau sembunyikan dari kami? Aku ingin dengar walau hanya sedikit. Dan mengenai Misha-sama…aku dan Jessie tidak akan membiarkan mulutnya itu kembali menghinamu!”


Xenon hanya tersenyum.


“Jene benar, Xenon. Aku…aku akan lebih berani dan mengatakan padanya untuk berhenti membuatmu sakit hati!”


“Terima kasih”


Xenon memberitau sedikit informasi mengenai apa yang terjadi di ruang ujian saat dirinya bertarung dengan Vares.


Niat hatinya tidak ingin memberitau hal ini. Tapi, sepertinya membocorkan sedikit informasi mengenai penyusup akan membuat mereka sedikit waspada.


‘Aku tidak mau melakukan hal ini. Tapi apa boleh buat. Hanya identitas milik Kino dan lainnya saja yang akan aku rahasiakan’


‘Aku yakin cepat atau lambat, mereka berdua juga akan tau dari mulut para kapten’


Setelah menceritakan semuanya, kedua saudara kembar itu menjadi serius.


“Dasar bodoh! Kenapa dirahasiakan! Kalau tau begitu, kemarin akan aku nyatakan gagal saja peserta 112 itu!” bentak Jene


“Xenon, kenapa membiarkan penyusup masuk ke akademi?! Bagaimana jika para kapten menyadarinya?!”


Xenon memberikan alasannya.


“Mereka sudah tau dan aku yakin mereka juga akan melakukan hal yang sama”


“Selain itu, jika peserta bernama Vares itu membawa serta teman-temannya, mungkin dengan mencari kesempatan untuk menangkapnya, kita bisa lebih cepat mendapatkan tujuan yang selama ini kita cari”


“Untuk eksekutor sepertiku, menangkap musuh dari jarak dekat adalah sebuah keuntungan dan dengan begitu, kita bisa mendapatkan informasi lebih darinya”


“......” keduanya terdiam


Sedikitnya, mereka sudah tau apa yang menjadi rahasia dari Xenon dan sekarang mereka menjadi lebih penasaran lagi.


Jene bertanya, “Apakah teman barumu itu mengetahui hal ini juga? Apakah kau dan dia berbagi informasi seperti ini?”


“Iya. Karena dia adalah teman yang aku temui saat aku melakukan eksekutor di taman waktu itu, dia dan kedua temannya bertanya mengenai situasinya”


“Mau tidak mau aku mengatakan beberapa situasinya pada mereka dan juga soal penyusup itu sebelum ujian masuk”


Jene melihat Xenon dengan tatapan tajam, “Karena itu dia bisa berteriak memperingatkanmu waktu itu dan segera menarikmu keluar dari ruang ujian?”


“Benar”


“Haaa~sial! Kau malah sudah lebih dulu berbagi informasi dengan orang asing ketimbang dengan anggota divisi”


Jene menghela napas berat sambil menggerutu. Namun pada akhirnya dia tersenyum, “Tapi aku tetap senang bahwa temanmu itu adalah orang yang baik. Dia…terlihat begitu khawatir padamu saat itu”


Xenon tersenyum, “Karena itu aku percaya mereka”


Melihat senyuman itu, Jessie memerah dan memegang tangan Xenon.


“Aku juga! Aku juga ingin menjadi orang yang dipercaya oleh Xenon! Jene juga pasti sama denganku! Karena itu, percayalah pada kami juga dan jangan menyembunyikan apapun lagi, ya?”


Xenon masih belum bisa melakukan hal itu. Tapi dia sadar, akan ada saat dimana dia akan membutuhkan bantuan keduanya.


‘Meski sedikit, aku mungkin bisa mengandalkan mereka di masa depan’


**


Di lain sisi, Emily yang sedang mengawasi semuanya mendapatkan sebuah kejadian tidak terduga.


“Heee~rupanya di sana ya. Emily tidak akan membiarkannya lolos kali ini”


******