
Para beastman yang telah terpojok dengan Mark dan familiarnya, Diamond Dire Wolf mulai menyerangnya serentak.
Kelimanya mengeluarkan sihir yang hampir sama.
“[Typhoon]”
-WHOOOSH
Sebuah tornado angin besar muncul dan semua yang ada di sana hancur terbawa angin. Semakin besar, semakin besar dan cukup besar untuk menghancurkan gedung dan jalan yang ada di sana.
Hal terbaiknya adalah semua itu terjadi di dalam penghalang buatan Mark sehingga tidak berefek pada tempat yang sesungguhnya.
Mark bersiap untuk menerima angin tersebut, bisa dibilang siap menyambutnya.
“Diamond Dire Wolf, lakukan”
Serigala itu melolong sangat keras, kemudian membuka mulutnya. Dari dalam mulutnya, ada sebuah cahaya yang terlihat.
Para beastman yang terlihat sedikit panik mulai saling berteriak. Mereka bersikap seolah-olah tidak takut dengan monster milik Mark.
“Jangan takut, serang dia!”
“Monster itu akan menyerang! Bersiap untuk menerima serangan! Pasang penghalang”
Para beastman itu berbaris di depan dan melafalkan sebuah mantra. Kemudian ada sebuah lingkaran sihir yang tercipta dan membuat sebuah penghalang beberapa lapis untuk mengurung mereka.
Mark yang melihat itu menjadi serius, “Sihir dengan bahasa kuno. Tampaknya ini yang dimaksud oleh Lucas ya”
“Diaz-Gemini bisa melafalkan sihir itu, sudah pasti anggota Rebellenarmee bisa membacanya juga”
Sebenarnya, bagian yang sedikit membuat Mark bingung adalah mereka telah siap dengan senjatanya namun masih menyerang dengan sihir dan membuat sihir penghalang.
"Apa mereka itu bodoh?" celetuknya. "Ya sudah, anggap saja mereka terlalu berlebihan"
Diamond Dire Wolf kemudian menembakkan serangannya yang berbentuk cahaya. Tembakan itu keluar dari mulut monster tersebut, tepat mengarah ke tornado besar yang mendekati mereka.
Sebuah laser es berbenturan dengan tornado angin besar tersebut. Di sini, serangan Diamond Dire Wolf dan kekuatan angin tersebut saling beradu.
Namun gesekan yang terjadi antara kedua kekuatan itu cukup besar sehingga para beastman itu sedikit terdorong ke belakang.
Hal yang sedikit menguntungkan mereka adalah penghalang itu cukup kuat sehingga tidak rusak bahkan dengan gesekan sebesar itu.
Serangan dari Diamond Dire Wolf terhadap tornado itu tidak begitu buruk, namun besarnya kekuatan angin dan banyaknya bebatuan serta bangunan yang hancur menciptakan masalah yang sedikit sulit untuk dihentikan.
Akibat tekanan dari material-material di dalam ****** beliung, membuat serangan dari Diamond Dire Wolf terasa tidak begitu kuat. Gesekan dari kedua sihir tersebut juga semakin lemah dan angin itu semakin mendekati mereka.
Para beastman itu sangat percaya diri dan senang melihat angin itu masih belum lenyap.
“Ahahaha! Hanya begini serangan dari pemegang Artifact!” kata salah satu dari mereka dengan ekspresi meremehkan. Begitu pula dengan yang lainnya. Mereka sangat senang bahkan tidak segan mengeluarkan ejekannya.
“Ternyata apa yang dikatakan oleh Barbarossa-sama sangat dibesar-besarkan. Apanya yang disebut pengguna sihir terkuat. Ahahaha!”
"Mark Vermillion akan mati malam ini!"
“Kita serang saja sekaligus dengan anjing besarnya itu!”
[Crimson Fire]
Sebuah semburan api besar yang keluar dari lingkaran sihir di hadapan para beastman itu mulai terbawa angin tornado dan seketika angin itu menjadi sebuah pusaran api besar.
Panas yang sangat menyengat dan cahaya merah dari api yang keluar menyebar hingga sekitar area tersebut mulai terbakar karena percikannya.
Diamond Dire Wolf sedikit terpojok, namun Mark masih belum melakukan apapun. Dia masih melihat monsternya melakukan serangan.
Kekuatan tembakan es dari mulut serigala besar itu sedikit lebih kuat dari yang pertama ditembakan, namun perbedaan elemen cukup terlihat di sini.
Es tidak bisa menang melawan api, itu adalah sebuah hukum alam yang berlaku dan karena itulah serangan Diamond Dire Wolf bisa dipatahkan dengan mudah.
Sebelum tornado angin disertai api itu mendekat dan menghancurkan peliharaan berharganya, Mark akhirnya bergerak.
Dengan ekspresi dingin, mengarahkan sabit besarnya ke samping dan bersiap untuk menyerang. Sebuah perintah diberikan kepada peliharaannya.
“Mundur” perintah Mark
Diamond Dire Wolf akhirnya menghentikan serangannya dan melompat mundur.
“Cari mangsa lain dan bunuh mereka”
-AAUUUUUNG
Monster itu pergi dengan cepat.
Suara lolongan itu membuat para beastman yang bersembunyi di balik sihir penghalang terlihat begitu senang. Mereka sangat percaya diri dan berpikir bahwa mereka sudah menang.
“Sekarang giliran melenyapkan pengguna Artifact abal-abal itu”
“Kita harus membawa mereka semua ke hadapan Barbarossa sama demi bangkitnya Shadow Ghoul”
Ini tidak akan menarik lagi untuk pihak yang sudah berpikir bahwa mereka sudah menang.
Mark yang sudah siap dengan serangannya mengaktifkan sihir pada matanya.
[Evil Eye]
Mata merah Mark sekilas menjadi kuning keemasan setelah sihir tersebut digunakan.
Sihir ini merupakan sihir bawaan dari Artifact. Hanya pengguna Artifact yang bisa menggunakannya.
Sihir [Evil Eye] sendiri memiliki dua efek yakni melihat posisi lawan yang berada dalam radius sejauh apapun dan mengunci target untuk mengaktifkan kemampuan sesungguhnya dari [Evil Eye] begitu target terlihat.
Ada lebih dari 8 kemampuan yang bisa dipakai si pengguna ketika sihir ini aktif.
Yang lebih mengerikan, tidak ada batasan jarak dan penghalang untuk sihir ini sehingga dinding setebal apapun bisa ditembus olehnya. Meskipun syarat penggunaannya harus dipakai bersamaan dengan pengaktifan Artifact di tangan.
“Itu mereka”
Mark berhasil mengunci target dan melihat sosok kelima beastman tersebut. Kali ini, mata keemasan itu bersinar kembali dan kemampuan sesungguhnya dari [Evil Eye] diaktifkan.
[Evil Eye: Gorgon]
Bayangan mata Mark seperti terlihat oleh kelima beastman itu. Di hadapan mereka, jelas terlihat bayangan mata keemasan yang menyala dan seperti membuat semua gerakan mereka terhenti.
“Apa yang terjadi?!”
Di saat mereka melihat bayangan besar dari mata itu, tubuh mereka mulai kaku dan akhirnya menjadi batu.
Mark menebas pusaran api itu dengan sekali tebas menggunakan sabitnya hingga pusaran api itu menyebar ke seluruh wilayah di area sekitar. Gedung dan jalanan serta pepohonan terbakar.
Yang tersisa di hadapan Mark saat ini adalah kelima patung beastman di dalam dinding penghalang sihir yang sebelumnya diciptakan oleh mereka.
Mark berjalan mendekati patung-patung tersebut setelah sihir pada matanya dinonaktifkan dan mata itu berubah menjadi merah menyala kembali.
Di hadapan Mark, kelima patung itu tidak lebih dari sebuah patung sekarang alias mereka sudah mati.
Mark menghancurkan kelima patung itu dengan sabitnya hingga menjadi kepingan batuan kecil yang tersebar di permukaan jalan.
“Hewan tidak pantas tertawa. Tidurlah dalam kehampaan”
Berjalan ke sisi belakang, Mark melihat peti-peti yang sebelumnya dibawa oleh kelima beastman tersebut.
Saat salah satu dibuka, Mark melihat bahwa korban di dalam sana adalah seorang wanita dan tidak terluka. Dia masih hidup.
Tiga peti setelahnya juga berisikan seorang wanita dan keadaan mereka masih hidup. Namun saat peti terakhir dibuka, di dalam sana adalah seorang pria yang memiliki luka serius pada perutnya.
Mark memeriksanya dan dia yakin napas pria itu sudah hampir di ujung tenggorokan.
[Healing Magic: Sunvine Healer]
Sebuah sihir penyembuh dilakukan. Sihir ini adalah bagian dari sihir penyembuh level tinggi dimana pengguna bisa menyembuhkan pasien yang dalam kondisi paling kritis. Namun sihir ini tidak bisa menyembuhkan luka ringan dan syarat penggunaannya adalah korban berada dalam kondisi sangat kritis.
Melihat seluruh lukanya telah sembuh, Mark yakin bahwa pilihan sihir penyembuh yang digunakannya itu tepat.
Pria itu terlihat lebih baik, napasnya lebih teratur dan dia berhasil melewati masa kritis. Setidaknya Mark tidak gagal malam ini. Dia berhasil memastikan para korban selamat. Namun, dia masih harus memastikan mereka tidak melihat semua ini.
[Fairy Tail: Sleeper]
Mark mengaktifkan sihir untuk membuat kelima korban terus tertidur. Ada lima makhluk kecil muncul seperti peri atau semacamnya yang mengelilingi kelimanya.
“Kalian semua, pastikan terus bernyanyi dan mendongeng selagi aku sibuk dengan urusanku, mengerti?”
Para makhluk kecil itu hanya mengangguk dan Mark sibuk dengan urusannya yang lain. Segera, dia pergi meninggalkan kelimanya menuju lokasi selanjutnya.
Hampir semua lokasi telah dikelilingi oleh makhluk sihir ciptaan Mark. Yang paling banyak memberikan kontribusinya tetaplah para kupu-kupu api itu.
Satu per satu teriakan dan beastman panggang tercipta. Para serigala yang dipanggil oleh Mark juga cukup cepat dalam menemukan kelompok beastman yang lain.
Malam itu, hampir semuanya disapu bersih tanpa sisa. Entah sudah berapa lama waktu berlalu sampai akhirnya Mark mengalahkan kelompok terakhir.
Tentu saja nyaris semua daerah tidak ada yang benar-benar utuh.
Setidaknya, tingkat kegagalan Mark nyaris nol sekarang.
“Mereka sudah bergerak serius ternyata. Lucas harus tau hal ini”
******