Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 267. Hari Santai Sebelum Ujian bag. 1



Ketiga remaja dunia lain itu berjalan di kota begitu selesai mendaftar. Mereka masih memikirkan soal perasaan aneh yang dirasakan beberapa waktu lalu.


“Kalian sudah tenang?” tanya Kino basa-basi


“Tidak. Aku masih mengingat sensasi itu. Itu benar-benar seperti monster hidup” jawab Ryou


“Tampaknya kita masuk ke dalam masalah yang serius seperti yang kita bahas semalam”


“Kaito-san, apakah menurutmu yang tadi kita rasakan itu adalah aura dari si penyusup? Atau ada orang lain yang mungkin berniat buruk?”


“Yang mana saja, tidak berbeda. Mereka tetap memiliki potensi untuk membuat kita repot. Tampaknya ujian masuk tidak akan berjalan lancar”


Kaito terlihat begitu serius menanggapi hal itu. Bagaimanapun, aura membunuh bukanlah hal yang biasa dirasakan olehnya.


“Di dunia sebelumnya dan sebelumnya lagi, aku selalu melakukan perjalanan sendiri. Tapi, aku baru pertama kalinya bertemu dengan aura membunuh yang begitu dekat seperti ini”


“Apakah Kaito-san memiliki dugaan mengenai hal ini? Misal, jumlah pelakunya?”


“Kalau mengingat auranya yang begitu pekat, kemungkinan ada lebih dari dua dan mereka pasti memiliki kemampuan yang tinggi”


“Kalau di anime dan manga, orang yang tidak menyembunyikan auranya itu adalah orang kuat. Bisa jadi mereka akan secara terang-terangan menunjukkan diri atau berpura-pura lemah” Ryou mulai sedikit menduga-duga


Tampaknya topik ini terlalu berat untuk pagi yang cerah. Ketiganya memutuskan untuk pergi ke tempat sepi sebelumnya untuk berlatih kembali.


Ketika sampai di tempat itu, Kino langsung melepas sepatunya dan merendamkan kakinya di sungai.


Ryou dan Kaito berlatih untuk mengendalikan sihir masing-masing.


“Bicara soal sihir, aku tidak tau bagaimana konsep sihir di dunia ini” celetuk Ryou sambil berjalan mendekati Kaito


Kaito memasukkan pedangnya kembali dan bertanya kepada Ryou.


“Konsep? Memang ada konsep untuk sihir?”


“Tentu saja ada! Sama seperti berpedang, mereka juga memiliki konsep. Aku belajar banyak dari ‘panutan’ sejuta umat” katanya dengan penuh percaya diri


“Panutan ya…aku ingin tau sejauh apa yang kau tau tentang konsep dari panutanmu itu”


Ryou menjelaskan sedikit yang dia tau mengenai konsep sihir yang dia ambil dari panutan yang paling bisa dipercaya, yaitu anime dan manga dari dunianya.


“Jadi, sejauh yang aku tau…biasanya pengguna sihir itu memiliki semacam energi yang disebut ‘mana’ untuk menggunakan sihir. Semakin besar ‘mana’ yang dimiliki maka semakin banyak sihir yang bisa kau pakai”


“Mana?”


“Energi yang sering disebut berasal dari alam yang bisa mengalirkan sihir. Biasanya energi itu menyatu di setiap kehidupan termasuk di udara sekalipun. Dan tentu saja energi di dalam tubuh manusia itu memiliki batas”


“Jadi? Apa ada masalah dengan kita da energi yang disebut ‘mana’ itu?”


Ryou menjelaskan apa yang dia pikirkan sekarang.


“Kau tidak sadar kalau kita sudah mengeluarkan banyak sihir sejak pagi tadi. Semua sihir itu sama sekali bukan sihir skala kecil. Bahkan, ombak yang seperti tsunami miliki Kino itu adalah sihir skala besar”


“Artinya, kalau ada konsep ‘mana’, kita seharusnya tidak bisa lagi berdiri sekarang”


Kaito tampaknya paham dengan apa yang dikatakan oleh Ryou.


“Itu berarti di ‘dunia’ ini tidak mengenal konsep yang tadi kau jelas, begitu maksudnya?”


“Tepat. Buktinya kita masih bisa berdiri dan berjalan normal tanpa kelelahan seperti ini”


Kino yang mendengar percakapan mereka mulai berpikir.


‘Di tempat ini, kami lagi-lagi tidak memiliki rasa lapar meskipun kami makan atau tidak, hal itu tidak berpengaruh pada kami’


‘Selain itu, kami juga tidak memiliki rasa kantuk seperti sebelumnya. Kami juga tidak melakukan defekasi dan tidak memiliki aroma tubuh. Apakah hal ini juga berpengaruh dengan cara kami menguasai sihir?’


Ryou dan Kaito melepas sepatu mereka dan ikut duduk di samping Kino.


“Bagaimana pendapatmu tentang hal ini, Kino?” tanya Kaito


“Aku tidak tau, Kaito-san. Kita juga tidak menanyakan hal itu kepada Xenon-san sebelumnya. Tapi, jika di tempat ini memiliki konsep mana seperti yang dikatakan oleh Ryou…kemungkinan bahwa kita tidak terpengaruh itu cukup besar”


“Kenapa?”


“Karena dari yang awalnya memiliki rasa kantuk dan lapar, aku dan Ryou mulai kehilangan semua itu sedikit demi sedikit. Aku yakin mungkin kita juga bisa saja tidak terpengaruh aturan umum lain di tempat ini”


Ryou berpikir dengan serius.


“Itu masuk akal. Kita adalah orang dari dunia lain. Selain itu, yang anehnya lagi…Xenon juga bilang, kan? Batu sihir kita melebur menjadi satu. Dia bilang kalau itu bukanlah hal yang biasa terjadi”


“Artinya kita bisa saja sedang melawan hukum dunia ini sekarang"


"Kita mendapatkan sihir begitu saja dari batu sihir yang menyatu dengan diri kita, lalu kita juga bisa memiliki sihir sesingkat ini tanpa ‘mana’. Hanya itu yang terpikirkan olehku”


Kaito mengangguk setuju, “Aku rasa kita memang melawan hukum dunia ini, tapi itu bukan masalah. Selama permataku ada di tempat ini, kita mungkin akan terus mengalami hal seperti ini di ‘dunia’ manapun”


******


Di Akademi Sekolah Sihir, Xenon sedang duduk manis di kelilingi oleh gadis-gadis cantik di ruang rapat Dewan Sihir


'Aku baru saja bertemu dengan mereka pagi ini dan sekarang aku sudah dilihat dengan mata menakutkan itu!!’ gumamnya dalam hati


Ini terjadi ketika Xenon memutuskan untuk menyapa Emily dan Algeria tidak lama setelah dirinya berpisah dengan ketiga remaja dunia lain itu untuk masuk kelas.


******


“Selamat pagi, Emily-sama. Selamat pagi, Algeria-sama”


Algeria melihat ke arah Emily dan Emily tersenyum.


“Ini orangnya”


“Hmm?” Xenon bingung dengan apa yang dibicarakan oleh kedua kapten di depannya


“Dia orang yang membawa tiga penjelajah dari dimensi lain”


“Hah?!”


Xenon langsung panik dan melihat Emily. Dia bergumam dalam hatinya.


‘Jangan katakan Emily-sama sudah bisa membaca semuanya seperti yang dikatakan Kino dan yang lainnya!’


Algeria tersenyum dan langsung memegang tangan Xenon.


“Ikut sebentar dengan kami”


“Apa?! Tu…Algeria-sama!!”


Xenon ditarik begitu saja tanpa bisa melawan. Sepanjang jalan, pemuda itu berusaha untuk melepaskan diri dan bertanya.


“Ada apa? Tolong lepaskan aku dulu, Algeria-sama!”


Algeria berhenti. Emily yang berjalan di belakang mereka juga berhenti sambil tersenyum.


“Emily mengatakannya padaku kalau kamu datang bersama tiga penjelajah dimensi itu tadi”


“Penjelajah…dimensi? Apa maksudnya itu?”


“Jangan pura-pura tidak tau, Xenon. Emily-sama sudah mengatakannya pada kami. Tidak kusangka kalau kamu


mengenal mereka juga”


Xenon tidak bisa mengatakan apapun dan hanya terlihat cemas. Wajahnya terlihat seperti ingin berteriak.


Dia dibawa ke ruang rapat dan di dalam sana ada beberapa anggota lainnya.


“Algeria-sama, Emily. Xenon?” Emilia terkejut


“Apa ada sesuatu dengan Xenon, Algeria-sama?” Tatiana bertanya sambil melihat tangan Xenon yang digenggam erat


“Xenon tampaknya mengenal tiga penjelajah dunia lain yang dikatakan Emily-sama dan mereka bertiga akan mengikuti ujian masuk besok”


“Apa?!”


******


Dan di sinilah nasibnya sekarang. Kembali ke waktu sekarang, Xenon harus melihat tatapan serius milik semua anggota Dewan Sihir lain.


“Jadi, Xenon…aku ingin mendengar penjelasan sekarang. Apakah kamu benar-benar mengenal ketiga orang itu?”


“Itu…” Xenon kebingungan


Dia jelas tau kalau Emily yang telah membongkar semuanya karena mereka pernah bertemu dengannya.


‘Mau berbohong juga tidak mungkin. Aku rasa, aku harus mengatakan hal ini. Mereka mungkin akan terkejut mendengar semua rencanaku. Lupakan soal kerjasama diam-diam. Ini benar-benar di luar dugaan’


Xenon menghela napasnya dan menceritakan awal dari pertemuannya dengan ketiga orang itu.


“Aku bertemu mereka tanpa sengaja saat melakukan eksekusi terhadap kelompok organisasi sihir hitam itu”


“……!!!” semua orang terdiam


Emily bahkan tidak menyangkanya.


“Jadi…saksi yang ada di dalam laporanmu itu adalah mereka?”


“Benar. Karena pertemuan itulah, aku dan mereka bertiga saling mengenal dan mereka memiliki tujuan sendiri untuk datang ke akademi ini”


Tampaknya rahasia yang awalnya ingin tetap menjadi rahasia tidak bisa lagi dipertahankan oleh Xenon.


‘Ini gila! Aku yang mengatakan bahwa ini adalah rahasia tapi kalau terlalu jujur, yang ada semua akan gagal’


Sekarang, Xenon harus bisa membuat sebuah karangan manis agar dia bisa menjaga nilai perjanjian dengan ketiga remaja dari dunia lain itu.


******