
Di waktu sekarang, di tempat Kaito dan kedua kakak beradik itu…
Kaito menceritakan semua informasi itu lengkap pada keduanya. Tidak ada yang memotong penjelasan dan cerita Kaito sampai akhir.
“Begitulah. Itu semua informasi yang aku dapatkan dari Mark Vermillion”
Sekarang, Kaito mempersilahkan keduanya untuk berkomentar. Hal pertama yang dikomentari oleh Ryou adalah sesuatu yang jadi ciri khasnya.
“Kaito, sejak kapan keberuntunganmu jadi rekan kerjasama tim yang bagus? Ini luar biasa!! Bukan hanya mendapatkan semua benang merah yang dibutuhkan tapi juga membuat Mark Vermillion mau melindungi kita!”
“Jarang sekali otak dan keberuntunganmu bisa jenius seperti ini! Kau hebat! Ternyata ada bagusnya kau diuji oleh orang terkuat di seluruh wilayah timur. Bahkan aku merasa otoritas dan wewenang khusus miliknya itu lebih kuat dari siapapun”
“Sudah begitu, kau juga melihat sendiri Artifact yang dia miliki! Itu lebih hebat lagi!”
Ryou justru mengomentari hal yang aneh terlebih dahulu sebelum masuk ke inti permasalahan.
“Ryou, kenapa jadi mengomentari keberuntunganku terus? Kau tidak tau kalau di ruangan miliknya itu hanya ada tiga peserta yang lolos dan lebih parahnya lagi, dia langsung memangkas habis jumlahnya kurang dari setengah jam”
Kaito tidak habis pikir dengan cara temannya itu, tapi dia jelas sangat yakin kalau ada sesuatu yang salah dengan otak remaja dari dunia lain itu.
Tidak jauh berbeda, Ryou sendiri juga merasakan hal yang tidak beres dengan Kaito.
“Sejak datang ke tempat ini, keberuntunganmu itu semakin tidak terasa. Tapi lama kelamaan jadi semakin berkembang pesat. Sepertinya tempat ini cukup bagus untukmu, Kaito”
“……” Kaito sudah lelah bicara dan tidak mau meladeninya
Sekarang, Kino mencoba menenangkan sang adik untuk meluruskan arah pembicaraan ini.
“Ryou, tenanglah. Kita tidak sedang membahas keberuntungan milik Kaito-san”
Ryou akhirnya berhenti, namun tidak dengan senyum meledeknya.
“Ehehehe, aku merasakan hal yang bagus di sini”
“……” Kino dan Kaito hanya bisa melihat satu sama lain dengan ekspresi bingung
Sekarang, Kino yang bicara serius.
“Kaito-san, jadi selama ini di balik penyerangan dan konspirasi orang dalam ternyata Earl Midford adalah pelaku lainnya?”
“Benar” Kaito mulai menjelaskannya secara detail, “Mark mengatakannya saat dia melakukan penyelidikan dari beastman yang ditangkap olehnya. Dalam ingatan itu, disebutkan namanya”
“Selain itu, peserta yang aku sebutkan tadi adalah setengah elf”
“Virgo, Vares, Galaktika dan Rayel ya…”
Kino baru ingat mengenai kejadian yang terjadi di ujian miliknya.
“Aku juga ingin cerita pada kalian mengenai ujian yang aku alami”
“Ujian yang kau alami? Ceritakan pada kami, Kino!” Ryou langsung berubah serius. Kino mulai ceritanya dengan Emily yang melempar 9 orang peserta yang berusaha untuk menyerang penguji.
Dalam cerita itu, Kino juga mengatakan bahwa kekuatan sihir Emily kemungkinan lebih kuat dari Xenon.
“Siapa yang menduga Emily-san bisa mengeluarkan sihir seperti itu”
“Lalu? Hal yang mungkin berhubungan dengan kasus ini…soal yang mana?” tanya Kaito
“Tentang peserta pertama yang melawannya. Emily memilihnya sendiri saat itu dan mereka bertarung dengannya. Area ujianku saat itu adalah B, yang mengharuskan peserta hanya menggunakan sihir tanpa boleh menyerang secara fisik atau dengan senjata”
“[Area Level B] ya” gumam Kaito
“Benar. Secara kemampuan, tampaknya peserta itu kuat. Dengan sebuah tombak yang dibungkus kain, dia tidak bisa menggunakan senjata itu karena hanya diperbolehkan menggunakan sihir”
Kino bercerita semuanya kembali, “Awalnya terlihat begitu kuat dan unggul, namun tiba-tiba seperti…ada sesuatu yang lain”
“Gerakannya menjadi aneh dan sepertinya mereka mengatakan atau berbicara sesuatu satu sama lain namun tidak terdengar oleh peserta di luar arena. Aku merasa itu sihir”
“Setelah dinyatakan lulus, Emily memintanya menunggu dan selang beberapa menit kemudian, ketua ujian, Algeria-san datang menjemputnya”
“Apa?!” Ryou dan Kaito terkejut
“Bukankah itu aneh? Dia menjadi peserta pertama dan satu-satunya peserta yang dipanggil oleh kapten divisi. Aku jadi curiga dia mungkin satu dari tiga rekan yang disebutkan Kaito-san tadi”
Kaito mengangguk dan bertanya kembali, “Kau tidak mengenalnya, Kino?”
“Kami tidak bicara sejak awal jadi aku tidak tau siapa namanya. Selain itu, Emily-san hanya memanggil namaku sedangkan yang lain dipanggil dengan nomor pesertanya”
Ryou berpikir sejenak, “Itu mungkin Vares atau Galaktika. Rayel sepertinya nama anak perempuan”
“Apa?”
“Ingat yang aku katakan? Mark jelas mengatakannya, Galaktika di ruang ujian 3, Rayel di ruang 5, Vares di ruang 2 dan Virgo di ruang 7. Itu adalah empat setengah elf yang dicurigai. Aku yakin Kino satu ruangan dengan Galaktika dan dia orangnya”
“Aku lupa! Kau benar, Kaito. Itu artinya, aku satu ruangan dengan Vares ya. Tapi aku… tunggu sebentar…”
“Ryou?” Kino memanggil adiknya
Ryou mengingat pertarungan yang terjadi antara Xenon dengan peserta ujian yang memiliki aura membunuh itu. Ryou langsung berteriak, “Sial! Jadi orang sombong itu Vares?! Penyusup itu adalah dia!”
“Ryou? Kenapa marah-marah?” Kino bertanya pada adiknya
“Apa kau bertemu Vares?”
“Benar! Dia itu orang yang hampir membunuh Xenon saat ujian!”
“Membunuh? Kau dan
Xenon–”
“Benar! Aku dan Xenon satu ruangan dan Xenon adalah pengujiku. Jessie dan Jene adalah pengawasnya dan saat aku melihat Xenon menguji peserta nomor 112, dia mengeluarkan aura membunuh yang sama seperti yang kita rasakan!”
“Eh?!” Kino terkejut
Kaito tidak habis pikir bahwa hal seperti itu juga bisa terjadi pada Kino dan Ryou.
“Rupanya di tiap ruangan memiliki kejadian yang tidak terduga”
“Dan menyebalkannya lagi, saat aku tanya dia benar mau membunuh Xenon atau tidak, dia justru berani menjawabku. Dasar sial!” Ryou masih kesal
“Aku mau dengan ceritanya, Ryou”
Mendengar Kino mengatakan keinginannya, Ryou menceritakan semuanya pada mereka. Semua pertarungan dan aura pembunuh yang dirasakan Ryou sebelum peserta nomor 112 itu naik ke arena menjadi sebuah permulaan dari cerita Ryou.
“Jadi ruang ujianmu itu adalah [Area Level A] ya. Jika mereka memilih menggunakan senjata untuk menghabisi Xenon, kemungkinan memang besar keinginan peserta itu untuk membuatnya terlihat seolah tidak sengaja” Kaito mulai menganalisa cerita Ryou
“Sudah begitu, Xenon-san juga tidak menggunakan senjata apapun kecuali tangan kosong. Itu terlalu tidak seimbang”
“Kino benar. Aku sudah katakan sebelumnya kalau dia harus menggunakan sihir, tapi dia bilang tidak mau. Selain itu, Kino…”
“Ya?”
“Soal si kembar yang menarikku ke kantin itu…itu juga karena masalah ini”
“Benarkah?”
Kaito tidak tau apapun akhirnya mendengar cerita soal di kantin dari mulut Ryou juga.
‘Tidak disangka semua itu ada hubungannya’ begitulah yang dipikirkan Kaito sekarang
Setelah mendengar penjelasan cerita Ryou, Kino akhirnya mengerti kenapa Jessie dan Jene ingin sekali tau mengenai rahasia yang disembunyikan oleh Xenon.
“Begitu. Sepertinya kalimatku tadi cukup mematahkan semangat mereka”
Ryou menghibur sang kakak, “Itu bukan salahmu, Kino. Kita memang tidak bisa memberitaukan tujuan kita sesungguhnya sekarang”
“Ryou benar, Kino. Lagipula, Mark berkata sementara yang tau hanya Xenon dan para kapten. Anggota divisi akan segera tau cepat atau lambat jadi tanpa kita beritau sekalipun, mereka akan menemukannya”
“Ryou…Kaito-san…”
“Dalam waktu satu hari, semua kepingan informasi dan benang merah bisa langsung didapatkan seperti ini, luar biasa sekali!” ucap Ryou senang
Kino dan Kaito mengangguk dan tersenyum.
“Sekarang, tinggal memberitaukan semua informasi ini pada Xenon-san dan kita bisa mencari tau semua hal terkait ingatan Kaito-san”
“Aku berharap begitu”
Ketiga remaja dari dunia lain masih membahas soal semua hal yang terjadi di ruang ujian masing-masing.
Tanpa disadari oleh mereka, ada seseorang yang mengawasi dari kejauhan.
“Begitu rupanya. Ini menarik. Syukurlah semua bisa langsung diketahui seperti ini”
Seseorang itu adalah sosok yang sangat tidak asing lagi untuk sekarang.
******