
Pagi hari, Xenon dan ketiga remaja dunia lain sudah siap dengan semua barang bawaan mereka.
“Sudah siap?”
“Sudah. Setidaknya untuk urusan mental, kami semua dalam kondisi prima. Benar kan, Ryou, Kaito-san?”
“Benar. Apa kau tidur nyenyak juga, Xenon?”
“Cukup nyenyak. Terima kasih. Ayo, kita berangkat. Ucapkan selamat tinggal pada tempat ini sementara waktu”
Ryou melihat-lihat tempat tinggal sementara mereka itu.
“Rasanya nanti juga akan kembali ke sini lagi. Kami akan masuk divisi, benar kan?”
“Itu juga kalau kalian memang berniat masuk hari ini” kata Xenon
Xenon sempat terdiam setelah mengatakannya. Dia masih berharap jika ketiganya mau masuk ke divisi yang sama dengannya.
‘Mungkin harapanku terlalu berlebihan. Bagaimanapun, siapa yang akan menolak ajakan dari Emily-sama sang kapten divisi?’
‘Kesempatan mendapatkan banyak informasi darinya mungkin lebih banyak dan aku yakin ini akan menjadi kesempatan bagus bagi Kaito juga dalam menemukan ingatannya’
Ketiga remaja dunia lain itu saling melihat satu sama lain dan sepertinya telah memutuskan untuk masuk ke divisi yang sudah dipikirkan bersama.
Tidak mau membahas hal tersebut untuk saat ini, mereka akhirnya pergi menuju akademi. Di jalan tidak banyak yang dibahas oleh keempatnya. Hanya masalah ringan seperti apa saja yang akan dilakukan di akademi saat administrasi atau semacamnya.
“Xenon-san, apakah masuk ke akademi perlu membayar uang gedung atau yang lainnya?”
“Normalnya perlu. Tapi, karena ujian yang tahun ini dilakukan mendadak dengan tujuan mencari bantuan lain menghadapi pasukan organisasi sihir hitam jadi semua biaya masuk ditiadakan dengan syarat ketentuan yang berlaku”
Kaito penasaran dengan yang dimaksud syarat tersebut.
“Syarat ketentuan berlaku? Misalnya?”
“Dari 25%-30% peserta yang lulus, setengahnya harus berpotensi masuk ke dalam Divisi Dewan Sihir”
“Setengah dari 30% peserta ujian yang lulus?! Serius?!” Ryou sedikit terkejut
“Begitulah” jawab Xenon santai
Xenon menceritakan sedikit mengenai akademi itu kembali. Beberapa poin yang sebelumnya belum diinformasikan olehnya sebagai tambahan.
“Sebenarnya, Akademi Sekolah Sihir hampir rata-rata muridnya adalah keluarga bangsawan, petualang, pembunuh monster dan ahli strategi perang serta pasukan penjaga yang hendak menyempurnakan nilai akademiknya”
“Sumbangan berupa uang, senjata, peralatan sihir pasti akan selalu masuk setiap bulan. Bahkan setiap minggu. Semua digunakan untuk latih tanding dan diberikan untuk anggota divisi”
“Penyumbang terbesar jelas keluarga kerajaan dan keluarga pahlawan. Lainnya datang dari beberapa kelompok pemburu. Kira-kira seperti itulah”
“Karena tahun ini ujian diadakan dadakan dan penuh dengan tujuan yang lebih penting selain mencari murid baru, jadi diputuskan untuk menghilangkan semua biaya masuk. Meskipun hanya berlaku untuk tahun ini”
Ryou mulai berpikir kembali tentang hari dimana mereka bertiga ingin mendaftar ujian.
“Pantas saja mereka semua ramai sekali seperti ingin menyaksikan konser. Bahkan aku ingat saat hari ujian kemarin, masih ada beberapa peserta yang ingin masuk namun tidak bisa karena sihir dari wanita naga itu”
“Jadi, karena digratiskan untuk tahun ini makanya jadi banyak sekali peminatnya. Haha, memang rugi sekali jika tidak diambil”
“Untuk biaya masuk normal biasanya menghabiskan berapa Penny Libra, Xenon-san?” Kino bertanya karena penasaran
“Biasanya sekitar 2.000.000-3.500.000 Penny Libra sudah sampai lulus. Bisa dicicil sampai lulus”
“Bagaimanapun juga, tidak semua orang bisa memiliki uang sebanyak itu jadinya ada beberapa kebijakan untuk membayarnya. Kira-kira begitulah”
Ketiga remaja dunia lain itu langsung diam di tempat. Xenon yang melihat ketiganya berhenti langsung bertanya dengan nada heran, “Kenapa diam begitu? Kalian baik-baik saja?”
Dalam pikiran mereka, hanya ada satu pikiran yang terbesit sekarang.
‘Syukurlah kami bisa lulus dari sana dan tidak perlu membayar apapun’
Xenon merasa heran dengan ketiganya dan memanggil mereka untuk berjalan kembali. Di saat berjalan dan mengobrol, Kaito sempat bertanya pada Xenon.
Xenon tersenyum, “Biasanya kalian akan diminta membawa barang lagi setelah mengurus administrasi dan mulai tinggal di asrama malam harinya. Tapi kalau sudah membawa barang sendiri akan langsung mendapatkan kunci kamar”
“Peserta yang sudah terbiasa ikut ujian kemudian mencoba kembali biasanya akan mencari tau informasi hal ini, makanya mereka juga pasti akan membawa peralatan mereka sendiri”
“Karena itu aku membelikan tas serbaguna itu untuk kalian agar kalian tidak terlihat seperti membawa tas berat. Kalian masih memiliki kesempatan untuk berkeliling asrama juga jika kalian resmi pindah dan upacara penerimaan akan dilakukan setelah administrasi selesai”
Kino dan Ryou sempat berbisik sedikit.
“Tidak sama dengan sekolah kita ya, Kino”
“Aku rasa ini yang disebut sekolah di dunia lain”
“Tapi caranya itu agak…merepotkan untukku”
“Mungkin bagi kita merepotkan, namun karena mereka sudah terbiasa dengan itu jadi tidak terlihat seburuk itu”
“Kurasa kau benar, Kino. Menurutmu, apakah hal seperti ini akan diperbolehkan? Mereka yang masuk ke akademi mungkin saja tidak tau bahwa mereka akan menjadi pasukan garis depan”
Kino sempat berpikir sejenak, ‘Jika masuk ke dalam divisi, mereka harus siap menjadi pasukan dan ikut melawan organisasi itu’
‘Mungkin sebagian dari mereka belum memikirkan dampaknya. Tapi, bisa saja hal ini akan membahayakan diri mereka dan keluarga masing-masing’
Kino bertanya pada Xenon mengenai hal yang mengganjal di pikirannya.
“Um, Xenon-san…”
“Ya?”
“Apakah keluarga dari murid-murid yang terpilih akan diberitau soal ini?”
“Semua orang sudah tau mengenai sistem ini. Seperti yang aku pernah ceritakan, jika sudah menjadi anggota divisi, maka akan menerima perlakuan yang sama seperti bangsawan”
“Jadi tentu saja mereka akan setuju. Selain itu, mereka juga dibayar”
Kino terdiam dan bicara dalam hati, ‘Xenon-san memang sudah mengatakan semua itu pada kami. Tapi, aku merasa hal seperti itu masih…’
‘Tenangkan dirimu, Kino! Di sini, bukan saatnya untuk berpikiran yang bukan-bukan’
‘Ikuti saja aturan di tempat ini. Karena tujuan kami bertiga tetaplah ingatan Kaito-san. Yang lainnya akan mengalir seperti yang sudah-sudah’
Xenon hanya tersenyum melihat mereka.
“Aku tidak meminta kalian semua untuk paham, nanti akan terbiasa. Lagipula, anggap saja kalian sedang melakukan adaptasi”
“Meskipun ini semua adalah masalah yang cukup serius, tapi kalian yang mengatakannya bahwa tujuan terpenting kalian saat ini untuk menemukan kepingan ingatan Kaito. Fokuslah pada hal itu juga saat masuk ke akademi nanti”
“Kalian sudah membantuku, jadi aku juga akan berusaha mendapatkan informasi mengenai permata Kaito saat di sana”
Xenon sempat terdiam sejenak sebelum mengatakan sesuatu yang pernah sedikit dibahas olehnya.
“Mengenai permata yang ada di bros…aku pernah bilang bahwa ada pasangan dari bros milikku kan?”
Ryou sedikit menebak, “Kau berpikir itu permata Kaito juga?”
“Aku tidak yakin tapi mengingat warnanya sama, bisa saja kan?”
“Tapi, Xenon-san…” Kino sedikit ragu saat ingin mengatakannya. Namun akhirnya Xenon sendiri yang mengatakannya.
“Itu ada pada kakakku. Aku mungkin akan coba mendapatkan bros itu dahulu untuk diperlihatkan pada Kaito. Jika memang itu adalah ingatanmu, aku harus memikirkan alasan yang bagus”
“Xenon-san…”
Hal tersebut sudah bisa ditebak oleh ketiganya juga. Namun, mereka tidak memiliki pilihan.
Tanpa terasa, akhirnya mereka sampai di depan gerbang gedung akademi.
******