Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 296. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 1



Ketika Kino pergi bersama dengan para peserta lainnya, Kaito hanya diam sambil menunggu ruang tempat ujiannya disebut.


Dia memperhatikan semua peserta yang ada di sana.


"Tampaknya tidak ada peserta yang mencurigakan. Tapi, sejauh ini...hanya dia remaja yang pergi dengan Kino dan Ryou saja yang aneh"


"Mereka lebih kuat dari peserta lain dan sepertinya mereka cukup bisa disebut sebagai sosok yang..."


belum selesai dengan kalimatnya, seseorang membuat gaduh. Dari kejauhan, tampak dia orang gadis yang sedang didekati oleh lima ekor Lizardman.


"Hai cantik, kalian kenapa berdua saja?"


"Kalian dingin sekali. Ada di ruangan berapa kalian?"


"Kami bertanya baik-baik tapi tampaknya kalian sangat pelaku ya"


Kaito memperhatikan dia gadis yang sedang dalam masalah tersebut.


"Bukankah itu yang tadi pagi tidak sengaja menabrakku?"


Kaito menghampirinya dan bermaksud menolong, tapi sepertinya hal tersebut tidak diperlukan. "Kalau kalian tidak mau menyingkir, jangan salahkan aku jika kalian sampai terkena masalah"


Gadis yang tidak sengaja menabrak Kaito berkata dengan nada sinisnya.


Kelompok lizardman itu sepertinya tidak terima dengan ancaman tersebut dan mencoba untuk melakukan hal yang kasar.


"Berani sekali kau berkata begitu!"


Saat tangannya mencoba memukulnya, gadis-gadis itu langsung menendang kaki dan perut mereka semua sampai terjatuh.


Kegaduhan semakin parah.


"Apa itu? Apa yang terjadi?"


"Kenapa bisa berkelahi seperti itu?"


Kaito hanya diam mendengar banyak peserta lain yang menghampiri dan membentuk lingkaran.


Petugas akhirnya datang dan melerai mereka semua.


"Ada apa ini? Kenapa kalian bersikap seperti ini sebelum bertarung?" tanya seorang anggota divisi


Salah seorang gadis mengatakan pada petugas, "Mereka bertindak tidak sopan dan hampir memukul kami. Kami hanya tidak suka diganggu apalagi mencoba bermain fisik"


Petugas melihat para lizardman itu dan menghampirinya.


"Kalian, apakah benar yang dikatakan oleh kedua gadis itu?"


"Kami hanya menyapa tapi dia menendang kami!"


Gadis yang menabrak Kaito pagi ini langsung berjalan menatap rendah para lizardman yang belum dapat berdiri.


"Berani sekali kalian menjadikan kami kambing hitam. Jelas-jelas kalian yang mulai lebih dulu"


"Dasar gadis sombong! Kau kira kau hebat!" ucap salah satu lizardman


"Begitu. Kita lihat kalian bisa lolos setelah ini atau tidak"


Kaito seperti merasakan aura tidak asing dari gadis itu.


'Sorot mata tajamnya seperti orang yang terbiasa membunuh, tapi aku tidak merasakan aura membunuh di sekitarnya'


'Selain itu, gerakan tendangannya sengaja dibuat menghindari titik vital. Aku rasa dia tidak ingin membuat masalah'


'Para gadis itu menahan diri mereka. Tapi sorot mata tajam itu tampak bernafsu untuk menghabisi lizardman itu. Apa itu hanya pikiranku saja?' gumam Kaito dalam hati


Petugas mencoba menjadikan semua keadaan menjadi kondusif kembali.


Terdengar suara dari arah depan, seorang petugas yang memanggil peserta ruangan lain.


"Peserta ruang ujian 5 mohon ke sebelah sini"


Gadis satunya yang bersama dengan gadis yang menabrak Kaito pergi. Lebih masuk akalnya, dua dari kelompok lizardman itu pergi bersama gadis itu.


"Mereka satu kelompok rupanya" kata Kaito pelan


Gadis yang menabrak Kaito menghampiri temannya, "Rayel, jika itu adalah target Lady..."


"Aku mengerti Virgo. Aku akan membunuhnya" bisik gadis bernama Rayel


Rayel pergi mengikuti petugas ke ruang ujian 5 bersama dua lizardman yang baru saja mengganggunya.


Sekarang hanya tersisa sedikit peserta di lobi.


Gadis yang sebelumnya diganggu oleh para lizardman memilih untuk berjalan dan diam di tempat yang tidak jauh dari posisi Kaito saat ini.


"Menyedihkan. Aku harap aku tidak membuat mereka berhenti bernapas nantinya" gerutunya


Kaito mendengar gerutuan tersebut. Gadis itu melihat ke arahnya.


"Kenapa?" tanya gadis itu


"Aku hanya bisa berpikir bahwa seranganmu tadi itu cukup kuat meskipun kau yelah menahan dirimu"


"Apa?" gadis itu terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Kau tadi bilang apa?"


"Aku hanya terkesan kau dan temanmu itu menahan diri untuk melukainya. Apa kau mencoba menghindari masalah?"


Gadis itu berpikir dalam hati, 'Dia tau aku melemahkan tendangan tadi agar tidak membuat masalah? Siapa dia? '


'Aku tidak ingin membunuh orang tidak berguna karena hal kecil. Ada tugas yang menanti dan itu lebih penting daripada hal remeh seperti tadi'


'Tidak kusangka ada yang menyadarinya. Aku bisa lihat dia kuat'


Kaito memperhatikannya, 'Dia mengawasi dan mencoba menganalisa seperti apa aku. Tampaknya perspektif yang dimilikinya cukup bagus'


"Kenapa? Apa ada yang aneh dariku?" Kaito berusaha memecah keheningan


"Tidak. Oh iya, kau yang tadi pagi kan? Yang tidak sengaja aku tabrak itu"


"Benar"


"Ah, maafkan ketidaksopanan yang aku lakukan. Perkenalkan, namaku Virgo"


"Kaito"


Gadis itu menjabat tangan Kaito. Virgo, gadis yang memiliki sorot mata tajam dan rahasia akhirnya bertemu dan memberikan kesan pada Kaito.


'Dia kuat' dalam batin Kaito


"Peserta ruang ujian 7 mohon ke sebelah sini"


Keduanya mendengar panggilan tersebut dan sama-sama mengatakan, "Itu ruang ujianku"


"Apa?"


"Eh? Kau juga di ruang 7?" tanya Virgo


"Benar. Peserta nomor 89" kata Kaito


"Begitu. Aku nomor 108"


"Aku rasa kita harus pergi sekarang"


Kaito dan gadis bernama Virgo berjalan bersama rombongan lain.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka tapi tampaknya, kedua orang tersebut sedang saling mengamati sekeliling.


Hal tidak terduga lainnya adalah, lizardman yang sebelumnya mengganggu Virgo ternyata satu ruangan dengan mereka.


"Cih, takdir yang menyebalkan. Aku rasa harusnya aku menutup mulut mereka jika tau akan satu ruangan dengan kadal-kadal buruk rupa itu"


"......" Kaito terdiam. Dia cukup kaget mendengar gadis di sampingnya bisa menggerutu seperti Ryou.


Bahkan di dalam bayangannya sekarang, Kaito terbayang Ryou versi perempuan saat melihatnya.


'Kenapa aku tidak pernah bertemu dengan orang yang lemah lembut dan sopan seperti Kino?'


'Theo, Xenon dan sekarang gadis bernama Virgo. Mereka sepertinya jati diri Ryou yang terbelah jiwanya'


'Kalau aku cerita pada 'orang itu' ketika semua perjalanan ini selesai, dia akan mengatakan aku tidak akan menikahi wanita baik-baik'


Tampaknya Kaito dan pertemuannya dengan seseorang begitu mudah ditebak.


Sesampainya di depan pintu ruangan, pintu terbuka dan para peserta ujian seleksi melihat hal yang sangat tidak biasa.


Di dalam ruangan tersebut, mereka mendapati seseorang yang berdiri dengan dua pedang di pinggangnya serta ada dua orang pemuda yang menemaninya.


Pemuda tersebut mulai mengatakan kata sambutannya.


"Selamat datang di ujian seleksi penerimaan Akademi Sekolah Sihir. Kalian adalah 90 peserta yang akan diuji olehku"


"Aku akan bertindak sebagai penguji kali ini. Perkenalkan, namaku Mark Vermillion"


Kaito terkejut dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu.


'Itu...siswa sekaligus orang terkuat di Akademi Sekolah Sihir, Marquis Vermillion yang sekarang'


Bukan hanya Kaito, tampaknya gadis bernama Virgo juga terlihat pucat.


'Kenapa di saat begini justru bertemu dengan pengguna Artifact?! Kalau sampai dia menyadari siapa aku maka semua rencana tuan kami akan gagal'


Mark mengamati seluruh peserta. Matanya berubah menjadi merah menyala dan dia terlihat tidak menunjukkan ekspresi.


"Kalian semua berada di dalam ruang ujian [Area Level C], dimana semua diizinkan"


"Senjata, sihir dan hal lain dibebaskan di sini. Sistemnya adalah satu kali pertandingan bersifat mutlak. Apabila kalian kalah maka kalian akan dinyatakan gagal"


"Tanda di tangan kalian akan hilang begitu kalian dianggap gagal dalam ujian"


"Di sini, senjata fisik, kemampuan alami, senjata sihir dan semuanya diizinkan"


"Dilarang melakukan pembunuhan atau sihir yang mengancam nyawa karena akan langsung masuk dalam daftar hitam kami"


"Peserta diizinkan mundur sebelum mulai apabila kalian merasa tidak mampu"


"Tidak ada larangan untuk tetap mengikuti ujian dan kalian bisa mencobanya kembali tahun depan"


"Tidak ada toleransi untuk kecurangan. Jika kalian melakukan pelanggaran, kalian akan dianggap gugur serta akan dilarang mengikuti ujian ini kembali di tahun berikutnya"


"Di sampingku adalah pengawas ujian yang akan melakukan penjagaan ketat pada kalian. Tindak kecurangan dan lainnya akan langsung dinilai oleh mereka"


"Tugasku hanya untuk menguji kalian, selebihnya adalah tanggung jawab dua orang ini"


Tampaknya semua orang mengerti penjelasan Mark dengan baik. Penguji itu kembali mengatakan sesuatu.


"Di area ini, kalian akan bertarung dalam pertarungan tag duel"


"Tag duel?"


Banyak yang bertanya-tanya mengenai hal itu.


"Tag duel adalah pertarungan tim. Kalian bebas maju bersama siapa saja dan berapa saja jumlahnya"


"Aturannya adalah mengalahkan lawan. Jika setengah dari tim kalian kalah, maka satu tim itu aku nyatakan gugur"


"Tim harus terdiri dari minimal 3 orang. Maksimal jumlahnya tidak terbatas"


Semua orang tampak mengerti namun juga bingung.


Salah satu peserta ada yang bertanya.


"Bagaimana dengan lawan kami? Kalau jumlah mereka lebih banyak dari kami dan kami kalah jumlah, bukankah itu tidak adil?"


"Hmm? Apa maksudnya itu? Kalian kira siapa lawan kalian?" tanya Mark dengan santai tanpa ekspresi


"Jadi...maksudku adalah–"


"Jangan salah paham, anak muda. Lawanmu itu ada di depan matamu sendiri"


"Apa?"


"Aku adalah penguji jadi sudah jelas lawan kalian adalah aku"


Semua orang terkejut mendengarnya. Itu bukan hal aneh mengingat penguji sendiri yang mengatakan bahwa ini adalah pertarungan tim.


Normalnya orang akan berpikir bahwa tim satu dengan lainnya yang akan bertarung.


'Itu namanya satu lawan banyak' kata Kaito dalam hati


Mark kembali mengatakan sesuatu.


"Meskipun dibilang pertarungan tim, jika kalian tidak bisa membuatku mengakui kalian maka itu akan jadi ajang pembantaian sepihak"


"Sebaiknya pilih teman yang kuat agar kalian tidak langsung aku kalahkan dengan mudah"


******