
“Yuki Ryou, Yuki Kino, Kaito…”
“Galaktika, Vares, Rayel, Virgo, kemudian…”
“Hah?! Apa yang dia katakan barusan?!” Ryou terkejut dengan ekspresi serius
Betapa syoknya ketiga remaja dunia lain itu. Bahkan Xenon dan si kembar juga tidak menyangka akan mendengar hal tersebut di hari upacara.
Jene melihat Xenon dengan wajah syok, “Xenon, ini…”
“Aku tidak atau apa yang terjadi, Jene-sama. Aku berani bersumpah” bisik Xenon
Xenon kembali melihat wajah para Rebellenarmee dari kejauhan.
‘Ekspresi itu…mereka tampak serius. Sejak awal mereka memang terlihat tidak baik. Aku yakin mereka seperti tidak menyangka hal ini juga’
‘Apakah ini adalah sebuah rencana dari Lucas-sama? Tapi kapan hal itu terjadi?’
Lucas terlihat tenang, namun Emilia dan Alicia tidak terlihat demikian.
“Lucas, apa arti semua ini?” tanya Alicia kepada sang kakak
“Tidak ada arti khusus”
“Tapi mereka adalah–”
Lucas menatap kedua adiknya dan berkata, “Ini adalah keputusan yang paling adil”
“Aku tau hal itu sangat beresiko, tapi aku harus melakukannya. Aku hanya tidak ingin ada anggapan bahwa mereka tidak terpilih karena kita telah mengetahui identitas mereka”
“Semua orang tau bahwa anggota divisi dilihat berdasarkan evaluasi selama di ujian masuk”
“Bagi peserta yang telah melihat seperti apa pertarungan mereka pasti merasa bahwa mereka yang terpilih memang pantas untuk itu”
“Lalu bagaimana dengan orang-orang seperti para Rebellenarmee tersebut? Apakah akan normal jika mereka yang kuat justru tidak terpilih?”
Emilia dan Alicia saling melihat satu sama lain.
“Aku rasa…itu masuk akal” kata Alicia
“Aku merasa itu benar, Lucas. Tapi, meskipun begitu tetap akan membahayakan. Mereka jelas mengincarmu dan Xenon-sama”
“Emilia benar, Lucas. Siapa yang akan mengawasi mereka?”
Lucas tersenyum tipis, “Aku yang akan mengawasinya”
“Apa?!” kedua adiknya syok mendengar jawaban sang kakak, “Tidak mungkin. Itu terlalu berbahaya?!” Alicia menentang keputusan tersebut
“Tidak masalah. Aku cukup yakin bahwa mereka tidak bisa membunuhku dengan mudah”
Tidak ada yang salah dengan jawaban Lucas karena dia benar. Tidak ada dari Rebellenarmee yang bisa membunuhnya.
Setidaknya untuk sekarang.
Di tempat Kaito dan kedua kakak beradik itu, mereka berbisik satu sama lain.
“Apa yang terjadi? Kenapa nama-nama mereka diumumkan juga?”
“Apa Dewan Sihir punya kelainan jiwa semua?! Kenapa mereka memilih musuh?”
“Kita hanya perlu melihat situasi mulai sekarang. Kalian berdua, sebaiknya tetap tenang”
“Tenang di saat seperti ini adalah pilihan buruk, Kaito. Kau harusnya tau itu!”
“Mau bagaimana lagi?” kata Kaito pelan, “Kau lihat wajah Xenon di depan, dia sendiri saja syok. Mungkin ini semua hanya direncanakan oleh para pemimpin Dewan Sihir”
“Direncanakan? Apa benar begitu, Kaito-san?”
“Huh! Kita lihat saja apakah itu benar atau tidak. Aku sudah cukup emosi memikirkan kita harus bertemu lagi dengan–...tunggu dulu…”
“Ryou?”
“Kita akan bertemu mereka lagi dan akan ada di sekitar mereka, benar kan?”
“Benar”
Ryou melihat Kino dan Kaito dengan ekspresi serius, “Berarti kita bisa mengawasi gerakan mereka juga bila dapat kesempatan!”
“Tepat” Kaito tersenyum
Kino berpikir sejenak dan akhirnya bisa menerima situasinya, “Kita bisa mencari tau semua hal yang mungkin dilakukan mereka diam-diam selama bergabung di divisi”
“Bukankah itu adalah peluang lainnya?” tanya Kaito dengan senyum
“Baiklah, ini tidak buruk. Kita bisa memanfaatkan keadaan. Lagipula, kita juga bisa melihat sendiri seperti apa Rexa van Houdsen yang diduga memiliki permata ingatanmu pada brosnya itu, Kaito”
Memang tidak bisa dibilang mereka menerimanya dengan mudah, namun ada sisi positif yang bisa diambil dari semua ini.
Algeria kembali melanjutkan kalimatnya.
“Bagi semua nama-nama yang dipanggil harap mengikuti kami di aula khusus dan untuk peserta yang telah membawa peralatan pribadi silahkan mengikuti petugas untuk pembagian ruangan”
“Mulai hari ini, kalian akan tinggal di asrama. Akan ada kesempatan selama tiga hari bagi calon siswa untuk membawa seluruh barang-barang kalian ke asrama setelah pengenalan asrama besok”
“Besok pagi, kalian akan diajak mengenali tempat ini dan dua hari setelahnya kalian akan mulai dianggap sebagai murid di akademi ini”
Para petugas mulai mengantar para calon siswa ke lorong lobi lainnya, sedangkan anggota Divisi Dewan Sihir yang menjadi penguji dan pengawas tetap berada di lobi untuk mengantar para peserta terpilih.
Mereka pergi ke aula khusus yang hanya bisa digunakan oleh Dewan Sihir dan anggotanya.
Itu adalah tempat yang sama seperti saat upacara pembukaan ujian masuk di hari pertama.
Ketiga remaja dari dunia lain tidak melihat langsung anggota Rebellenarmee dan memutuskan untuk berjalan paling belakang agar bisa mengawasi mereka.
“Aku merasa setelah ini akan ada hal yang tidak menyenangkan meski kita sudah sepakat beberapa menit lalu” gumam Ryou pelan
“Apa boleh buat. Jangan mengubah keyakinanmu, Ryou. Kino juga sudah menerima kenyataan”
“Aku tau”
Setelah berkumpul, sekitar 35 orang yang terpilih. Kino memperhatikan dan bebisik, “Ternyata tidak sebanyak itu”
“Karena mereka hanya menerima maksimal 30% peserta” jawab Kaito
Lucas maju ke depan dan memberi sambutan kepada semuanya.
“Selamat siang kepada semuanya, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Lucas Xelhanien, kapten Divisi Penyerang Jarak Dekat sekaligus pemimpin dari seluruh Dewan Sihir”
Ketiga remaja dunia lain terkejut.
“Itu…Lucas?”
“Jadi dia yang namanya Lucas”
“Aku pernah mendengar suaranya saat ujian. Rupanya seperti itu wajahnya. Kalian berdua, jangan lupa untuk mengingat wajah dan suaranya”
Yuki bersaudara mengangguk. Lucas kembali mengatakan satu sampai dua kata lain.
“Di sini aku ingin mengatakan sesuatu yang paling penting”
“Kalian semua yang terpilih, harus siap untuk mati”
******