Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 398. Malam Penuh Ketegangan bag. 4



Di sisi luar penghalang sihir tempat Mark berada sekarang, waktu yang berjalan sedikit lebih normal memiliki kisahnya sendiri.


Sebagai contoh adalah yang terjadi di akademi saat ini. Saat sihir Mark aktif, dia menciptakan ruang dimensi lain yang mengelilingi satu kota di wilayah timur itu sehingga terbagi menjadi dua zona waktu.


Namun, pasti ada satu atau dua orang yang menyadari hal tersebut. Apalagi untuk mereka yang memiliki tingkat kepekaan sihir yang tinggi.


Contohnya, Lucas dan para anggota divisi lain.


******


-Deg


Lucas yang sedang berada di ruangannya dan memeriksa agenda lain merasakan sesuatu.


“Ini sihir? Apakah ini beradal dari luar akademi?”


Awalnya Lucas tidak menyadarinya dan melihat kondisi seluruh bagian akademi dengan sihirnya. Namun menyadari bahwa Mark adalah satu-satunya yang tidak ada di sana membuatnya menarik kesimpulan bahwa sihir itu adalah miliknya.


“Begitu ya. Mark sedang bertugas sekarang” gumamnya pelan


**


Di lain pihak, Emily yang sedang ada di kamarnya juga merasakan hal yang sama.


Awalnya dia sedang sibuk memperhatikan Kino dari sihir yang terpasang padanya yaitu [Trickstar Narkissus].


“Ehehehe, Kino memang baik. Emily suka saat dia mencoba menghibur Xenon. Dia pasti sangat peduli padanya”


“Meskipun Emily tidak tau apa yang dibicarakan oleh keempatnya, tapi melihat Kino baik-baik saja membuat Emily tidak lagi sedih”


“Tapi, tetap saja Emily masih berharap bisa membawanya ke dalam divisi Emily”


Di sini, Emily sempat berpikir hal yang terjadi sebelum penerimaan.


‘Emily yakin bahwa sebelumnya Kino dan yang lain pergi ke dalam menara perpustakaan. Perhatian Emily saat itu teralihkan karena mendengar Lucas dan Rexa-sama telah kembali’


‘Apa yang terjadi saat mereka ada di sana…Emily sama sekali tidak mengetahuinya. Apakah ada hal yang mencurigakan terjadi?’


‘Emily mungkin harus coba mencari tau jika dibutuhkan, meskipun mungkin untuk saat ini perhatian itu bisa Emily abaikan sementara sampai waktunya pas’


Saat berpikir demikian, Emily seperti tersentak. Hal itu membuatnya cukup syok.


“......!!”


Sesuatu dirasakan olehnya dan dia mengalihkan pandangan sihirnya dari tempat Kino.


“Apa barusan itu?”


Setelahnya, Emily mulai berusaha menenangkan dirinya kembali.


“Itu adalah energi sihir yang cukup besar. Dengan tingkat kekuatan seperti ini, kemungkinan besar yang bisa melakukannya adalah seorang master atau setara dengan kapten divisi”


“Emily berharap ini bukan hal buruk”


**


Sedikit contoh kecil yang ternyata bisa menyadari adanya sihir besar yang aktif.


Xenon sendiri yang saat itu berada di kamarnya bersama ketiga remaja dari dunia lain juga merasakan hal tersebut.


Hal itu dirasakan olehnya tepat sebelum Kino menceritakan bagian dimana dia mengatakan hal penting pada Rexa saat mereka bicara.


“Ukh!”


“Xenon-san?!”


“Xenon, kau baik-baik saja?”


“Ada apa, Xenon?”


Dengan memegang dadanya, Xenon terlihat sedikit syok dan mulai melihat sekelilingnya.


“Oi, Xenon! Jangan membuatku takut!” bentak Ryou yang lompat dari atas tempat tidurnya ke bwah. Dia tampak begitu khawatir sehingga mengabaikan anak tangga di sisi sampingnya.


“Aku…baik-baik saja. Aku hanya merasakan sesuatu”


Kaito melihat ke sekeliling kamar mereka.


“Tidak ada hal aneh. Apa yang kau rasakan?”


“Sihir, tapi skalanya cukup luas dan besar. Selain itu meski hanya sesaat, sihirnya begitu berat” jelasnya


“Sihir?”


“Aku rasa yang barusan itu adalah sihir penghalang. Tapi tidak pernah aku rasakan yang sebesar dan seluas ini”


Xenon tidak tau hal apa yang terjadi di malam itu. Kino terlihat begitu khawatir dan segera berdiri untuk mengambilkan gelas dan air yang tersedia di ruangan itu.


Ada sejenis dispenser air dan gelas kertas bertumpuk yang disediakan di sana.


“Ini, minumlah dulu”


Xenon menerimanya dan langsung meminumnya. Melihat Xenon syok seperti itu membuat mereka tau bahwa yang dirasakannya itu sungguhan.


“Aku senang kalian tidak merasakan hal itu tadi. Kalau kalian juga merasakannya, kalian mungkin akan merasa seperti terkena serangan jantung” katanya setengah bercanda


“Aku  rasa kami tidak bisa merasakannya karena sihir kami masih jauh di bawah levelmu. Hanya itu yang masuk akal” ucap Kaito


Kalimat Kaito memberikan perhatian lain untuk Ryou yang juga menciptakan pertanyaan dalam benaknya.


“Kaito benar, Xenon. Kami masih pemula jadi wajar saja. Tapi apa itu? Apa malam ini sedang terjadi sesuatu di salah satu bagian akademi?”


“Kemungkinan bukan di akademi tapi di kota”


Bayangan yang ada di dalam pikiran mereka hanyalah kasus orang hilang yang menjadi masalah utama di tempat itu.


Tidak ada spekulasi lain dan semua memang tertuju pada kasus yang terjadi. Akar dari sumber masalah konspirasi ini juga memiliki kaitan erat dengan hal tersebut.


Berkat perasaan yang dirasakan Xenon jugalah, membuat topik serius mengenai hubungan kakak beradik antara dirinya dan Rexa yang baru akan dibahas serius oleh Kino batal.


Perhatian mereka jadi teralihkan dan topik pembicaraan langsung berganti.


“Apakah kau berpikir bahwa ada kelompok yang sedang bergerak?” tanya Kaito


Xenon menyilangkan kedua tangannya dan terlihat serius.


“Aku tidak bisa memprediksinya. Tidak ada perintah masuk dari pemimpin dan kapten jadi seharusnya tidak masalah”


“Ini lebih buruk dan rumit. Selain itu, aku juga tau kalau permata yang ada pada bros Rexa-sama bukanlah permata ingatan Kaito, benar kan?”


Ketiganya mengangguk. Xenon menghela napas dan berkata, “Maafkan aku”


“Kenapa minta maaf? Bukan salahmu jika permata itu bukan milikku” jawab Kaito sambil tersenyum


Kino memberanikan dirinya untuk memastikan sesuatu.


“Xenon-san…”


“Ya?”


“Besok, aku harap kita akan tetap pergi untuk menyelidiki ruang rahasia dan buku aneh yang kami temukan siang ini”


Xenon tersenyum dan merespon, “Tentu. Itu yang sudah kita rencanakan”


“Tapi aku juga masih belum menyerah untuk membuatmu dan Rexa-san kembali baik”


Seketika senyuman Xenon memudar dan dia hanya tertunduk.


“Kita harus fokus pada…apa yang harus kita lakukan esok hari, Kino”


“Dan itu akan menjadi fokus kita setelah selesai dengan ruang rahasia itu” tegas Kino


Xenon berdiri dan membuka seragam serta sepatunya.


“Waktunya istirahat. Pembicaraan yang tertunda tadi, akan aku dengarkan besok. Kalian sebaiknya keluarkan barang-barang yang kalian simpan di dalam tas itu”


Tidak ada jawaban yang diberikan oleh ketiganya dan mereka hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Xenon.


******


Di tempat Mark saat ini, dia sedang bersenang-senang sendirian.


Dengan semua kejadian yang terjadi di luar penghalang yang diciptakan olehnya dan perbedaan waktu yang begitu terasa, Mark seperti bermain-main dengan para target.


Setiap titik tempat keberadaan para beastman dengan mudah diketahui olehnya berkat kupu-kupu sihir yang bertebaran di seluruh penjuru kota tersebut.


Suara teriakan terdengar dimana-mana dan sebelum Mark sampai, beberapa ada yang lengah sehingga bisa terbakar dengan mudah.


Di antara para beastman-beastman yang mencoba mencari cara untuk keluar dari penghalang tersebut, ada satu sampai dua beastman yang memiliki sihir penetralan.


Akan tetapi, percayalah bahwa sihir Mark itu sudah masuk dalam kategori tingkat tinggi.


“Apa ini?! Tidak bisa dinetralkan?”


“Mustahil!”


Pada akhirnya, saat mereka berusaha untuk menghindari dan menjauhi para kupu-kupu api itu, kesempatan mereka nyaris tidak ada.


Mark selalu bisa menemukan keberadaan mereka dengan cepat dan menghabisinya.


“Aku harus menemukan kelompok yang membawa para orang-orang yang hilang. Setidaknya, aku harus mendapatkan tubuh mereka agar bisa diberikan kepada keluarganya”


“Tapi masih ada beberapa titik dan lokasi yang cukup jauh. Tampaknya aku harus bertindak cepat”


Mark seperti mengeluarkan lingkaran sihir yang sangat besar. Ada sekitar empat lingkaran berwarna putih yang tercipta. Mata merah Mark menyala dan dari mulutnya, Mark sendiri seperti melafalkan sebuah mantra dengan bahasa asing.


Artifact di tangan Mark ditancapkan dan dengan sedikit darah yang berasal darinya, Mark mengaktifkan sebuah sihir skala besar lain.


[Artifact Chant: Celestial Wolf Lord, Blue Sirius]


[Artifact Chant: Diamond Dire Wolf]


[Artifact Chant: Ice Wolf, Fenrir the Aesir]


[Artifact Chant: Glacial Beast, Blizzard Wolf]


Itu adalah sihir pemanggil yang berasal dari Artifact miliknya, Dread Scythe. Tampaknya koleksi Mark yang tersimpan di dalam Artifact cukup banyak.


Dari empat lingkaran sihir itu, muncul empat serigala yang semuanya adalah elemen es. Semua memiliki bekas luka yang cukup serius, menandakan bahwa Mark benar-benar menghabisi mereka tanpa ampun sebelum mengambil jasadnya.


Namun, tetesan darah yang dikeluarkan olehnya sejak pertama saat kemunculan keempat monster itu membuat seluruh luka mereka tertutup bahkan tidak ada lagi. Mata mereka berubah menjadi merah dan dapat dipastikan mereka telah menjadi monster sekaligus undead.


“Aku tidak ingin membuang waktu. Temukan para beastman itu dan bunuh mereka”


“Jika di antara kalian ada yang menemukan kelompok dengan barang bawaan apapun itu, berikan tanda padaku”


Para serigala itu langsung melompat melewati bangunan dan berpencar. Terlalu banyak hewan yang dilepas oleh Mark, namun membuatnya mendapatkan peluang untuk sedikit bernapas.


Mayat para beastman yang ada di hadapannya diambil dan ditelan oleh sabit besarnya. Kemudian dia menggunakan sihir untuk melayang di udara. Semakin tinggi, semakin tinggi dan tinggi hingga dia bisa melihat hampir seluruh wilayah dalam penghalangnya tersebut.


“Kita lihat, seberapa banyak yang mereka lepas dan seberapa beruntungnya mereka untuk bisa keluar hidup-hidup”


“Aku akan menunjukkan apa yang akan didapatkan oleh mereka jika berani membuatku kesal seperti ini”


******