
Kelompok Rebellenarmee, Galaktika, Virgo, Vares dan Rayel sudah tiba di sana dengan membawa senjata masing-masing.
Saat itu, mereka hendak masuk ke lobi. Posisi saat ini, keempatnya masih berada di dekat pintu masuk.
“Aku tidak percaya kita harus ke tempat ini lagi” gerutu Vares
“Aku ingin bertemu dengan Kaito lagi dan memintannya menjadi teman kita. Tidak perlu secara terang-terangan memintanya, namun tetap harus kita mulai dari melakukan pendekatan”
Virgo tampaknya yang paling bersemangat untuk mendekati Kaito sejak dia melihat potensi dalam diri Kaito saat ujian bersamanya.
Namun, Galaktika berpikir untuk mencari kesempatan lain dan pergi menemui anggota divisi. Terutama sang pemimpin, Lucas Xelhanien.
‘Apakah ada kesempatan untukku pergi dari mereka semua?’ katanya dalam hati
Rayel sempat menyadari bahwa Galaktika seperti sedang khawatir akan sesuatu sejak kemarin.
“Kau kenapa?” tanyanya pada Galaktika
“Tidak. Aku baik-baik saja. Aku hanya berpikir kapan kita bisa melaksanakan perintah untuk…membunuh darah kotor itu”
Galaktika berbohong dengan wajah yang sangat meyakinkan. Dia merasa harus memastikan temannya tidak curiga padanya terlebih dahulu.
“Kau benar. Teman-teman, kurasa harus ada di antara kita yang bertemu dengan Lady sekarang dan memastikan untuk melaksanakan perintahnya sekarang”
Mendengar seruan Rayel, Virgo dan Vares mencalonkan diri untuk mencari Misha.
“Kami yang akan pergi”
“Akan lebih baik jika kalian di sini. Selain itu, aku yang berada di ruang yang sama dengan darah kotor itu kemarin. Akan jauh lebih mudah jika aku yang pergi untuk menemukannya juga” kata Vares menambahkan
Tidak ada bantahan sejauh ini dari Galaktika dan Rayel, sampai akhirnya sebelum mereka pergi ada suara yang tidak asing untuk Virgo dan membuat semua rencana itu tertunda.
“Kalian berdua, apakah menurut kalian kita harus menunggu di sini?”
“Aku rasa kita bisa menunggu di sini, Kaito!”
“Kau benar, Ryou. Kino, kita tunggu di sini sebelum pengumuman administrasi ya”
“Suara itu…” Virgo menengok dan tersenyum. “Itu dia! Itu yang bernama Kaito!”
Vares sempat menengok ke arah yang dilihat oleh Virgo dan dia sempat kaget dengan apa yang dilihatnya.
“Itu…anak yang kemarin aku ceritakan?!”
“Yang mana?” tanya Rayel sambil melihat arah yang dilihat keduanya
“Anak yang di samping pria berpedang itu…itu anak menyebalkan yang memancing emosiku”
“Apa?!”
Virgo dan Rayel terkejut, sedangkan Galaktika melihat ke arah remaja yang sedang tersenyum di dekat kedua orang dari kejauhan itu.
‘Itu…anak yang menarik perhatian Emily Xelhanien…kan?’
**
Dari sudut pandang Xenon dan ketiga remaja dari dunia lain saat itu…
Ini terjadi tidak lama setelah mereka sampai di lobi dan berada di kerumunan mencari keberadaan para terduga penyusup yang dimaksud.
Perhatian Xenon sempat teralihkan kepada kelompok yang ada di dekat pintu masuk.
“Kalian bertiga, itu orang yang kita cari”
Kino menengok pertama kali dan dia melihat sosok remaja yang sempat bertarung dan dibawa oleh Algeria kemarin. Dia berbisik pada ketiganya.
“Psst! Kalian bertiga tolong jangan terlihat seperti orang yang sedang memperhatikan mereka ya. Itu, remaja yang membawa tombak di punggungnya…itu adalah remaja yang kemarin pergi bersama Algeria-san setelah lulus dari ujian. Galaktika-san, jika memang sesuai dengan cerita Kaito-san kemarin”
Ryou dan Kaito serta Xenon memperhatikan semua kelompok itu dengan sedikit ke arah belakang dan bersembunyi di balik kerumunan banyak orang.
“Xenon, itu orang yang nyaris memenggal kepalamu kemarin” bisik Ryou pada Xenon
“Aku tau, Ryou. Aku bisa melihatnya dari sini. Dia peserta nomor 112, Vares. Pengguna dua pedang yang kemarin hampir membuatku kehilangan kesabaran. Aku terkejut kita bisa melihatnya di sini”
“Xenon-san, ini tidak akan bagus. Jika mereka melihatmu bersama kami, maka akan menjadi masalah dan semua rencana kita akan ketauan”
Ryou membenarkan ucapan sang kakak.
“Kino benar, Xenon. Ditambah lagi, aku yakin mereka mungkin menyadari siapa kami bertiga. Tidak mungkin orang bernama Vares yang kemarin sempat adu mulut denganku tidak tau aku atau Kaito”
Xenon terdiam. Dia mencoba mencari sisi kosong untuk bersembunyi sementara.
“Aku mengerti. Aku akan bersembunyi di sana dan berpura-pura sibuk. Dengan begitu, tidak akan ada yang menyadarinya. Jika ada sesuatu, kita mainkan peran sebagai orang lain”
Ketiganya menjawab, “Kami mengerti”
Xenon pergi menjauh dari mereka. Sekarang, Kino berpikir sejenak.
“Kira-kira apa yang bisa kita mainkan untuk memancing mereka agar mau mendekat dan menyadari keberadaan kita”
“Hah? Kau gila! Kita harus menyelidiki mereka, bukan memancing mereka kemari, kakakku!”
“……” Ryou terdiam. Untuk kali ini, sang kakak dan Kaito memiliki pemikiran yang sama dan mau tidak mau, dia mengikutinya.
“Aku mengerti. Tapi, keselamatan Kino tetap prioritasku” jawabnya
Kino berbisik pada mereka dan awalnya hal itu mendapatkan cukup penolakan. Sampai akhirnya Kaito memulainya duluan.
“Kalian berdua, apakah menurut kalian kita harus menunggu di sini?”
Kaito sengaja mengencangkan suaranya sampai sempat dilihat beberapa orang di sebelahnya. Ryou dengan terpaksa dan senyum kaku melakukan dialognya.
“Aku rasa kita bisa menunggu di sini, Kaito!”
“Kau benar, Ryou. Kino, kita tunggu di sini sebelum pengumuman administrasi ya”
“Kalian benar. Ayo, kita ke pojok jendela dan duduk di sana. Sepertinya di sana sepi” jawab Kino dengan santai dan nada sedikit keras
Ketiga remaja dari dunia lain itu akhirnya duduk di kursi panjang kosong yang ada di dekat jendela.
Para anggota Rebellenarmee melihat semua itu.
“Itu…anak yang kemarin aku ceritakan?!”
“Yang mana?” tanya Rayel sambil melihat arah yang dilihat keduanya
“Anak yang di samping pria berpedang itu…itu anak menyebalkan yang memancing emosiku”
“Apa?!”
Galaktika merasa ingat dengan Kino yang ada di kejauhan, meskipun tidak dikatakan secara terang-terangan olehnya.
Virgo menjadi bersemangat dan hendak mendekati ketiga remaja itu.
“Ayo kita ke sana! Minimal, kita dapatkan dulu kepercayaan mereka. Jika sudah dekat, kita bisa meminta Kaito untuk bergabung dan membantu. Kalaupun tidak bisa, kita bisa manfaatkan dia untuk melawan Mark Vermillion!”
Antusiasme Virgo sedikit ditentang oleh Vares yang memegang tangannya untuk mencegahnya ke sana.
“Sebentar, aku tidak setuju”
“Kenapa? Kau tidak dengar ucapanku?”
“Kau yang tidak dengar ucapanku, Virgo! Itu…anak yang duduk di dekat orang yang kau panggil Kaito itu adalah orang yang menyadari aura membunuh kita”
“Apa?!” semuanya terkejut. Kali ini Galaktika juga cukup terkejut mendengar hal itu.
“Aku yakin jika anak menyebalkan itu melihatku dengan kalian, maka rencanamu mendekati Kaito akan gagal total” lanjut Vares
“Lalu bagaimana sebaiknya?”
Vares berpikir sejenak, kemudian dia berkata pada mereka mengenai rencananya.
“Mungkin yang mengenali wajahku hanya peserta nomor 87 itu saja. Akan lebih baik jika kau, Rayel dan Galaktika yang pergi. Aku akan menunggu di sini sebelum pergi ke tempat Lady”
“Dekati saja dulu mereka dan coba ambil beberapa poin yang bisa kita jadikan sebagai kunci untuk bertemu mereka lagi”
“Aku yakin, mereka juga belum sepenuhnya sadar mengenai kita. Setidaknya aku yakin akan hal itu. Selama kalian tidak bersama denganku, peserta nomor 87 itu tidak akan menyadari hubungan kalian denganku”
Vares berpikir jernih meskipun sebenarnya itu tidak benar. Tanpa disadari oleh keempatnya, sebenarnya semua sudah mengetahui siapa mereka.
Biarlah semua itu tidak diketahui untuk saat ini.
**
Di kursi dekat jendela, Kaito memperhatikan keberadaan Xenon yang cukup jauh dengan lokasi mereka duduk dan memperhatikan keempat setengah elf itu.
“Mereka masih belum ke sini meskipun kita sudah memancingnya”
Kino menenangkan Kaito.
“Tunggu saja dulu, Kaito-san. Jika mereka sudah ada di sini, bersikaplah senormal dan se-alami mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan”
“Aku mengerti”
Kino kembali bicara pelan pada keduanya, “Kemungkinan mereka akan berpikir untuk mengajak kita bicara hal yang tidak begitu penting sebagai basa-basi. Ada kemungkinan juga mereka akan langsung to the point pada kita”
“Kita tidak boleh lengah dan berpura-pura tidak mengetahui siapa mereka”
“Dari cerita Ryou dan Kaito-san kemarin, aku yakin mereka tidak akan langsung datang ke tempat kita. Salah satu dari mereka yang bernama Vares mungkin akan menyingkir sementara karena Ryou sudah mengetahui identitasnya”
“Sisanya harus dihadapi dengan berpura-pura polos. Ryou, Kaito-san…mengerti yang harus kalian lakukan, kan?”
Keduanya mengangguk.
Dan benar saja, tidak lama setelah itu mereka bertiga dihampiri oleh para anggota Rebellenarmee.
“Kaito, kita bertemu lagi!”
******