Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 272. Hari Santai Sebelum Ujian bag. 4



Ketiga remaja dunia lain itu membaca semua informasi yang tertulis di sana. Mereka menghabiskan cukup banyak waktu untuk mempelajari dan mengingat seluruh informasi tersebut.


Tanpa terasa, mereka sudah menghabiskan waktu sangat lama.


“Aku sudah paham garis besarnya. Sejarah keluarga kerajaan tersebut tidak begitu sulit untuk diingat” kata Kaito sambil istirahat sejenak


“Intinya mereka memang memiliki potensi untuk menjadi target” celetuk Ryou


Kino masih serius untuk membaca informasi tersebut. Ada beberapa halaman di bagian setelahnya yang dia lewati.


Hampir lebih dari 20 halaman dia lewati hingga sampai pada halaman silsilah keluarga kerajaan.


“Ini…silsilah keluarga kerajaan dari zaman dulu sampai yang saat ini memimpin”


“Mana?! Aku lihat, aku lihat!” Ryou langsung mendekati sang kakak


Kaito yang niatnya ingin istirahat sebentar akhirnya ikut mendekati mereka. Di layar tersebut, terlihat sesuatu seperti pohon silsilah dalam keluarga kerajaan.


“Di sini nama Negara ini tidak terbaca sama sekali, begitu juga nama asal menantu di kerajaan dan tempat mereka lahir. Tampaknya lokasi kita berada tidak akan pernah diketahui” gerutu Ryou


“Itu tidak masalah, Ryou. Yang jelas aku sedikit penasaran dengan pohon keluarga ini. Coba diturunkan kembali, Kino”


“Baik”


Mereka melihat daftar silsilahnya kembali. Ketiganya membaca isinya.


[Istri dari Duke Xelhanien dan Duke Kiel-Kassel yang sebelumnya adalah adik dari Raja saat ini]


[Raja saat ini adalah Lucario Nichole Bernkastel-Wiesbaden dan istrinya bernama Ratu Alexandria Xelhanien. Mereka dikaruniai dua putra, Gran Nichola Bernkastel-Wiesbaden dan Aria Alexander Bernkastel-Wiesbaden]


[Kakak pertama sang ratu, Rudolf Xelhanien menikah dengan adik perempuan sang Raja, Maria Angelina Bernkastel-Wiesbaden dan dikaruniai empat anak yaitu Lucas Xelhanien, Emilia Xelhanien, Alicia Xelhanien dan Emily Xelhanien]


[Adik perempuan lainnya dari sang raja yaitu Eliana Sandra Bernkastel-Wiesbaden menikah dengan Verandi Kiel-Kassel dan dikarunia satu putri bernama Viola Valentina Kiel Kassel. Saat ini, Lady Viola sudah menikah dan tinggal di Negara lain bersama sang suami]


[Raja Lucario telah menobatkan putra keduanya yaitu Pangeran Aria Alexander Bernkastel-Wiesbaden sebagai putra mahkota]


[Hal itu dikarenakan putra pertama yaitu Pangeran Gran ingin melanjutkan impiannya sebagai bagian dari Parlemen Sihir di Negara ini yang turun langsung untuk menghadapi masalah kerajaan]


Kino kembali melanjutkan bacaannya.


“Sejak kejadian perang saat itu, kerajaan menjadi semakin waspada”


“Mereka membangun kerjasama dengan Akademi Sekolah Sihir yang dipimpin oleh seorang master sihir bernama Master Dresden Heidelberg. Sejak saat itu, kekuatan Negara ini menjadi semakin stabil”


Ryou menghela napas panjang.


“Informasi ini sebenarnya tidak begitu penting, tapi akhirnya kita jadi tau bahwa di dalam Akademi nanti, kita akan bertemu dengan keempat putra dan putri dari Keluarga Xelhanien”


“Lagipula, kita sudah bertemu tiga dari empat anak keluarga tersebut” tambah Kaito


“Benar. Salah satunya bahkan membongkar siapa kita sebenarnya dan bicara dengan sombong sekali. Menyebalkan!” gerutu Ryou


“Kita sudah cukup dapat informasi mengenai hal ini. Aku rasa sedikit gambarannya sudah kita pahami. Tinggal nanti kita tanyakan kepada Xenon-san dan besok kita siap untuk ujian masuk”


“Kino benar. Apa kita perlu mencatat ini semua?”


“Tidak perlu, Kaito-san. Aku sudah mengingatnya”


Ryou berpikir sejenak dan membahas informasi sebelumnya.


“Tapi, kalau sejarah itu benar dan memang ada hubungannya dengan kasus orang hilang akhir-akhir ini berarti memang ada pihak dalam kerajaan atau keenam keluarga besar itu yang merencanakan kudeta”


“Aku juga yakin. Sekarang, keyakinan kita bertiga terhadap pembahasan bersama Xenon-san semalam sudah tidak perlu dipertanyakan lagi” Kaito membenarkan Ryou


“Pelakunya adalah orang dalam dan itu berasal dari keluarga kerajaan atau keenam keluarga bangsawan besar itu” Kino telah yakin sepenuhnya pada hipotesanya itu


“Yang jelas besok mereka akan ikut dalam ujian masuk besok. Aura pembunuh yang kita rasakan pagi ini bukanlah main-main” tambah Ryou


Ketiga remaja dunia lain sudah menemukan sedikit benang penghubung untuk masalah ini dan itu ada pada sejarah yang telah mereka baca.


“Malam ini, coba kita beritau Xenon-san dan kita bahas bersama”


Setelah dirasa cukup dengan semua informasi tersebut, mereka keluar dari ruangan tersebut dan turun ke bawah.


Saat Kino mengembalikan batu permatanya, Ryou bertanya pada petugas administrasi.


“Maaf, kalau boleh tau apakah ruangan untuk mencari informasi penting dan catatan sipil memang seperti itu?”


“Sepert itu? Apa maksudnya, tuan?”


“Itu! Ruangan yang penuh dengan makanan dan minuman serta ada bantalan empuk yang bisa dipakai untuk menginap seperti net room. Apa semuanya begitu?”


“Oh, benar tuan. Normalnya karena informasi yang dicari pasti bersifat rahasia jadi dibuat serapat mungkin”


“Untuk makanan dan minumannya, bayar tidak? Itu gratis ya? Tidak ada harganya”


“Hahaha” Ryou tertawa kaku sambil melihat ke arah Kaito


Dari bibirnya terlihat seperti dia berbicara sesuatu.


[Untung kau tidak menyentuh apapun], kira-kira begitu isinya.


Kaito yang sedikit merasa aneh dengan tatapan dan gerakan bibir itu hanya bisa memalingkan wajahnya seakan tak berdosa.


“Kalau boleh tau, berapa harganya?”


“Harganya kisaran 1.200-3.500 Penny Libra dan itu akan langsung ditagihkan begitu batu permatanya dikembalikan kepada kami”


Ryou mengangguk lalu memberikan senyum kaku kepada petugas tersebut.


Begitu keluar dari tempat itu, dia langsung berkata dengan penuh percaya diri.


“Sudah kuduga mereka tidak akan mau rugi. Tidak ada harga? Hah! Itu hanya trik. Untung saja kita tidak menyentuh apapun atau kita akan langsung kehilangan 3.500 Penny Libra!”


Ditambah sedikit makian untuk kantor tersebut, “Sudah begitu, mahal sekali! Mereka mencoba merampok kita ya?! Aku yakin kantor itu juga ada praktek korupsi di dalamnya, aku yakin itu! Mana ada kantor yang menjual makanan dan minuman menipu begitu?”


“Iya iya, kamu hebat Ryou. Terima kasih sudah menyelamatkan dompet yang kita miliki” sang kakak memuji adiknya agar adiknya berhenti menggerutu


“Hmph! Lain kali kalau sampai ada yang seperti itu…jangan diambil meskipun tangan kalian berdua sangat gatal ingin menyentuhnya, mengerti?!”


Ryou terlihat sangat paham sekali dengan sistem itu. Sungguh pengetahuan yang berguna sekali.


Ketiganya mulai kembali ke kota untuk melihat-lihat serta mencari tempat lain untuk dikunjungi.


******


Di sebuah tempat di kediaman rumah mewah, ada beberapa orang yang sedang minum the di taman.


Seorang pria yang memiliki rambut perak dengan telinga runcing, seorang pria dan wanita yang bertubuh kuat penuh otot dengan rambut yang memenuhi hampir seluruh tangan dan kakinya serta sepasang suami-istri yang sedang menuangkan teh untuk mereka.


Dari jarak yang tidak begitu jauh, ada empat remaja berjubah yang berdiri di belakang para orang dewasa itu dengan posisi siaga.


“Bagaimana? Apakah kalian siap untuk besok?” tanya laki-laki berotot yang sedang memakan kue mangkuk


“Kami sudah siap”


“Tempat itu tidak ada apa-apanya”


“Tampaknya semua lemah”


“Kami akan segera memberikan jalan untuk Master”


Keempat remaja yang menggunakan jubah hitam itu tampak begitu percaya diri.


“Bagus. Rencana kita akan berhasil. Kali ini, kita akan membalas semua perbuatan Lucario di masa lalu. Dan dengan bantuan dari kalian, kami akan mendapatkan kemenangan kali ini”


Pria berambut perak bertelinga runcing itu menunjukkan senyuman liciknya.


“Tenang saja. Aku juga akan melakukan hal yang sama demi menjadi yang terkuat dan berkuasa. Tidak peduli sebanyak apapun rakyat yang mau dikorbankan, selama tujuanku tercapai, semua akan kulakukan”


Pria yang memegang cangkir teh itu tersenyum pada wanita di sampingnya.


“Benar juga. Putrimu ada di dalam Akademi Sekolah Sihir, kan?”


“Benar”


“Apakah dia mengetahui rencana kita?”


“Tidak. Dia masih sangat polos. Lagipula, dia masih harus memenangkan hati calon Marquis dari keluarga van Houdsen itu”


“Kau bilang dia bertunangan dengan pewaris utama keluarga van Houdsen ya” kata wanita berotot memastikan


Pria itu menunjukkan senyum sinis sambil meletakkan cangkir tehnya di meja.


“Benar. Kemampuan anak itu sangat hebat dan cocok menjadi penerus Keluarga Midford. Dengan adanya dukungan dari van Houdsen, menjatuhkan Xelhanien atau Vermillion tidak akan sulit”


“Sedikit demi sedikit semua akan runtuh dan Lucario akan sendirian. Apapun yang terjadi, putriku, Misha harus tetap menjadi tunangan dari Rexa van Houdsen. Kabar tentang dirinya yang akan menjadi kandidat pengguna kedua Artifact juga sudah menyebar”


“Apapun yang terjadi, Artifact dan kehancuran Xelhanien adalah langkah pertama kita”


Wanita di samping pria yang merupakan Earl Midford itu mengangkat cangkir tehnya.


“Bersulang untuk kejayaan Midford dan Rebellenarmee”


“Bersulang”


Saat matahari mulai semakin tinggi, tanpa disadari badai baru saja siap memberikan kejutannya.


******