
Rexa terkejut mendengar semua yang dikatakan oleh Mark.
‘Xenon, sejauh inikah perjuanganmu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi seorang diri? Kenapa tidak memberitauku?’
Menahan rasa sakit di kepalanya, Rexa masih terlihat begitu menyesal. Namun, semua yang dikatakan oleh Lucas belum semuanya.
“Aku ingin mengatakan hal lain lagi pada kalian semua”
“Apa ada lagi, Lucas?” tanya Mark
“Galaktika memberitauku bahwa tujuan mereka masuk akademi ini, selain mengincar Artifact dan membunuhku, dia juga menargetkan orang lain”
“Apa?!” semuanya kecuali Mark terkejut mendengarnya
“Siapa yang…diincar selain Lucas-sama?” tanya Tatiana
“Galaktika mengatakan pemilik Artifact satu-satunya saat ini, Mark adalah satu dari daftar target yang harus dibunuh. Namun dia mengatakan misi itu telah gagal”
Mark mengerti maksudnya, “Aku rasa soal penyerangan yang dilakukan para beastman sebelum aku kembali kemarin”
Lucas kembali melanjutkan kalimatnya.
“Dia berkata bahwa Rexa van Houdsen juga masuk dalam daftar target…”
“Aku?!” Rexa terkejut
Bukan hanya Rexa, semua termasuk Emily juga terkejut. Mark hanya bisa memandangi wajah terkejut mereka.
“Itu yang dikatakannya. Tapi itu sudah tidak lagi. Rexa bukan lagi target mereka karena sebuah alasan” kata Lucas melanjutkan
Rexa bertanya, “Kenapa?”
“Karena Galaktika mengatakan bahwa kamu memiliki potensi seperti Mark, bisa menjadi salah satu dari pengguna Artifact”
“Aku bisa…menjadi pengguna Artifact? Lelucon macam apa itu?”
Itulah komentar yang dikeluarkan oleh Rexa setelah mendengar penuturan Lucas. Namun, hal yang membuat Rexa dan semuanya syok adalah setelah ini.
Lucas berkata, “Mungkin itu yang kamu pikirkan, Rexa, tapi tidak untuk para Rebellenarmee. Selain itu, keadaan sesungguhnya yang paling berbahaya adalah yang akan aku katakan pada kalian”
“Rexa bukan lagi targetnya namun Xenon van Houdsen ada di posisiku. Dia adalah target pembunuhan yang selanjutnya”
-BRAAAK
Rexa langsung berdiri dan menggebrak meja dengan keras, membuat semua yang ada di sana kaget. Sama seperti Rexa, mereka juga terkejut.
“Xenon…”
“Adalah target pembunuhan?”
Lucas meminta semuanya tenang. Tentu saja tidak bisa semudah itu.
“Aku tidak mungkin bisa tenang jika mereka mengincar nyawa Xenon! Kenapa?! Apakah pemuda bernama Galaktika itu mengatakan padamu alasannya? Kenapa harus Xenon? Apa yang membuatnya menjadi target?” Rexa mulai kehilangan ketenangan dirinya
Saat Lucas hendak bicara, Mark memotongnya terlebih dahulu.
“Rexa, duduk”
“Aku tidak bisa tenang! Ini menyangkut–”
“Aku tau tapi kamu harus tenang sekarang. Duduk. Aku tidak akan mengulangi ucapanku untuk ketiga kalinya”
Mata merah Mark mulai menyala dan Rexa dengan terpaksa mengikutinya.
Mark menghela napasnya dan berkata, “Xenon ada di bawah perlindunganku sekarang. Dia ada di dalam nama Marquis Vermillion dan Divisi Khusus sebagai orang yang harus dilindungi bersama dengan Yuki Kino, Yuki Ryou dan Kaito”
“Eh?”
Lucas bertanya pada Mark, “Kamu melakukannya sendiri?”
“Itu sudah mutlak, Lucas. Aku mengikatnya langsung dengan [Crystal Promise]. Aku melakukannya setelah kami berdua bertukar seluruh informasi”
“Ini untuk menjamin keselamatan ketiga penjelajah dimensi itu dan Xenon sebagai orang pertama yang menjalin kontak dengan mereka”
“Tidak kusangka akan berguna. Sebelumnya aku tidak tau bahwa Xenon adalah target pembunuhan mereka juga. Jadi kamu tidak perlu khawatir, Rexa”
“Mark…”
“Awalnya aku hanya ingin memberitaukan semua ini pada Lucas dan Emily. Tidak kusangka Lucas juga memiliki informasi yang lebih lengkap dariku. Jadi niatku itu tidak lagi berguna. Sekalian saja aku beritau semuanya di sini” lanjut Mark
Lucas hanya menghela napas ringan dan tersenyum memuji, “Kerja bagus”
Rexa masih belum merasa lega sepenuhnya. Dia masih memiliki kekhawatiran akan keselamatan sang adik.
‘Rexa, kenapa begini? Kamu seharusnya bisa menjaga adikmu sendiri, tapi sekarang Xenon justru menjadi target pembunuhan dan kamu bahkan tidak tau sebabnya. Kakak macam apa aku ini?!’
Meskipun Rexa menyalahkan dirinya sendiri, namun hal tersebut tidaklah salah.
Selain itu, secara tidak langsung sebenarnya masalah Xenon sudah jauh lebih baik karena Mark sudah ikut bertanggung jawab menjaga Xenon.
“Aku minta maaf karena telah seenaknya saja, tapi aku merasa aku perlu melindungi sumber informasiku itu, jadi aku memutuskan untuk mengikat perjanjian dengan Kaito. Dan berhubung Kaito sendiri mengkhawatirkan rekan sekaligus guru sihirnya, aku rasa Xenon juga harus aku lindungi” Mark kembali menlanjutkan kalimatnya
Rexa hanya diam tanpa menjawab atau memberi komentar.
Semua anggota lain mulai sedikit lebih baik.
“Bagaimana keadaan kalian, apakah masih terasa pusing?” tanya Lucas
“Sudah lebih baik. Terima kasih telah berbagi informasi penting ini pada kami, Lucas-sama, Mark-sama” kata Algeria
Lucas terlihat kembali serius, “Sekarang kita akan membicarakan masalah pentingnya. Para penyusup itu akhirnya berhasil masuk lewat jalur resmi yang artinya kita tidak bisa secara langsung menendang mereka keluar dari akademi”
“Membutuhkan alasan khusus untuk melakukannya dan sekalipun kita telah tau semua ini, sejujurnya saja aku tidak ingin Dewan Sekolah ikut campur urusan kita terlalu jauh”
“Terlebih lagi, aku sendiri telah menjamin Galaktika di bawah nama Duke Xelhanien”
“Apa?!” Alicia terkejut mendengar hal tersebut dari mulut sang kakak, “Kamu tidak sedang bercanda kan, Lucas? Menjaminnya di bawah nama Xelhanien itu sama saja mendukungnya!”
“Dia jelas mengincarmu dan Xenon-sama sekarang! Sekalipun dia telah ada dalam sihir Emily, itu tidak menjamin dia tidak akan berbohong!”
Pernyataan Alicia didukung oleh sang adik, “Emily setuju dengan Alicia, Lucas. Emily juga menolak untuk membuatnyaa bebas, karena itu Emlily menggunakan sihir Emily padanya”
Alasan yang logis, tapi Lucas tidak bisa menerima masukkan itu.
“Maafkan aku, aku tidak bisa menariknya kembali”
“Lucas-niisama!!” Alicia sampai berdiri memanggil sang kakak
“Alicia, duduk. Aku tidak ingin kamu menjadi Rexa kedua yang tidak bisa tenang. Kakakmu itu belum selesai bicara” Mark meminta gadis itu duduk
“Mark…-sama”
Alicia akhirnya duduk kembali setelah mendapatkan teguran dari Mark.
“Terima kasih banyak, Mark”
“Langsung saja, Lucas. Kamu ingin menggunakan Galaktika untuk menyelidiki keadaan dari dalam, benar kan?” Mark menebaknya
Semua orang melihat Lucas dengan wajah penasaran dan terkejut.
“Lucas…apa itu benar?” tanya Rexa
“Benar. Galaktika setuju untuk membantuku. Dengan jaminan bahwa aku akan membantu dan menolongnya, dia bersedia membantu kita mencari tau banyak hal mengenai organisasi, rencana mereka dan bergerak sebagai mata-mata”
“Aku sudah berjanji membuat Emily melepaskan sihirnya juga. Karena itu, aku akan benar-benar meminta Emily melakukannya”
Emily hanya bisa menghela napas berat mendengar kakaknya bicara begitu.
“Haa~baiklah, Emily mengerti. Emily akan melakukan yang Lucas minta. Tapi Galaktika itu akan tetap berada di bawah pengawasan Emily juga”
“Tidak masalah”
Emily menonaktifkan sihir [Final Countdown] miliknya.
[Nox]
Sihir tersebut lenyap dari Galaktika. Meskipun Galaktika belum mengetahuinya, namun Emily benar-benar melakukannya.
“Sudah. Emily sudah melakukan hal yang diminta oleh Lucas”
“Terima kasih”
Kemudian, Lucas kembali bicara.
“Sekarang, aku ingin membahas langkah selanjutnya. Aku ingin besok, kalian lebih waspada. Untuk hal ini, sementara tidak perlu ada yang tau terlebih dahulu”
“Semakin banyak yang tau, semakin sulit untuk melakukan pergerakan. Dewan Sekolah juga masih belum mengetahui identitas keempat penyusup yang sudah kita ketahui. Aku akan memikirkan kembali untuk membuat keputusan”
“Selesai dari sini, aku ingin Mark, Rexa dan Emily untuk tinggal”
“Mengerti”
“Emily mengerti”
“Aku mengerti, Lucas. Aku juga ingin membicarakan sesuatu padamu” Rexa melihat Lucas dengan wajah serius
“Sementara ini, anggota yang mengetahui semua ini hanyalah Xenon van Houdsen karena dia bersama dengan ketiga penjelajah dimensi tersebut. Aku akan membiarkan mereka berempat dalam pengawasa Mark”
“Sekarang, kita tunda dulu dan mari bicara soal ujian hari ini. Kita akan sambung kembali begitu aku mendengar laporan singkat dari kalian. Biarpun aku mengetahui semuanya secara langsung, aku ingin mendengar pendapat kalian juga”
Saat Lucas mengatakan hal tersebut, Emily baru saja seperti dapat melihat sesuatu. Di matanya, seperti ada sosok Kino dan yang lain.
Itulah adalah sosok Kino dan dua orang lain yang duduk di bawah pohon dekat sungai. Tanpa mengatakannya pada siapapun, Emily akhirnya berubah tenang dan seolah sedang berpikir serius.
Nyatanya dia sedang melihat Kino dan dua temannya yang lain dari kejauhan.
‘Ternyata benar yang dikatakan Mark-sama. Kaito sudah tau dan sekarang mereka sedang saling bertukar informasi’
‘Meski Emily tidak bisa mendengar semua yang dibicarakan oleh mereka, tapi lokasi mereka bisa terdengar sangat jelas. Mungkin saat bertemu lagi besok, Emily akan memasang sihir penyadap padanya’ gumamnya dalam hati
Saat ini, Lucas sedang membicarakan ujian hari ini dan agenda untuk besok. Tanpa sadar, Emily yang mengawasi tiba-tiba kelepasan bicara.
“Begitu rupanya. Ini menarik. Syukurlah semua bisa langsung diketahui seperti ini”
Tampaknya Emily berpikir mereka bertiga sudah saling mengetahui semua informasi yang didapatkan Kaito dari Mark. Dia cukup senang.
“Emily, ada apa?” tanya Lucas
“Bukan apa-apa. Silahkan dilanjutkan kembali, Lucas. Emily akan memperhatikan kembali”
Lucas hanya diam dan memimpin rapat selingannya kembali, sedangkan Emily tetap pada hal yang sekarang dilakukannya.
‘Emily akan memasang sihir penyadap pada Kino. Lihat saja’
******