
“Kau tidak mengerti! Rexa-sama bisa membuat banyak orang repot dengan keputusannya itu”
Xenon mulai berdebat dengan Ryou soal pendapat yang baru saja dikatakan olehnya.
“Tapi di sisi lain dia berusaha melindungi apa yang terbaik untuknya”
“Apa?”
“Jangan pura-pura bodoh, Xenon. Rexa jelas mengatakan bahwa dia melakukan itu untuk melindungi kehormatanmu. Jika kau menganggap itu tidak berguna, maka bagiku…kaulah yang punya kelainan jiwa”
Sepertinya, kalimat yang dikatakan santai oleh Ryou cukup berdampak padanya.
“Kenapa jadi aku yang kelainan jiwa?”
“Karena kau terlalu banyak mengingkari apa yang sudah jelas terlihat di depan matamu”
-Deg
Xenon merasakan sebuah kalimat offensive yang cukup kuat dari Ryou.
“Aku tidak peduli dengan kelanjutan masalah kalian dan soal hubungan kedua keluarga itu sekarang”
“Yang aku tau adalah seorang kakak yang baru saja mengatakan bahwa dia mencoba melindungi harga diri adiknya dari wanita penyihir menyebalkan”
“Menurutku itu adalah hal yang bagus”
Mungkin terdengar sangat sarkas, tapi Kino tidak mencoba untuk menghentikan sang adik sekarang. Dia berpikiran hal yang sama.
“Xenon-san, aku berharap kamu tidak tersinggung. Tapi mengingat hal yang terjadi di lobi, aku mengerti perasaan Rexa-san”
“Rexa-san sendiri begitu peduli padamu. Terlepas dari masa lalu apa yang masih kamu pikirkan, aku yakin bahwa itu semua adalah hal yang terbaik”
“Rexa-san memikirkan semuanya dengan matang. Itu terlihat dari caranya menyampaikan semua itu tanpa ragu sedikitpun. Tidak ada penyesalan ketika dia mengatakannya”
Kaito hanya melihat reaksi Xenon dalam diam. Dia juga mengamati apa yang terjadi pada si kembar.
‘Mereka tidak mengatakan apapun’ gumamnya
Setelah itu, dia juga ingat apa yang terjadi saat dirinya mendekati Rexa.
‘Bros itu memiliki permata yang sama seperti milik Xenon. Tapi saat aku mendekatinya, tidak ada perasaan yang sama seperti aku rasakan sebelumnya. Itu bukan permataku’
‘Rexa bukan pemilik kepingan permata ingatanku. Aku tidak perlu lagi memikirkan soal brosnya’
Perhatian Kaito mengenai bros Rexa mungkin sudah hilang, tapi perhatiannya terhadap hubungan Rexa dan Xenon masih tidak hilang sepenuhnya.
‘Kami bertiga memutuskan untuk masuk ke divisi yang sama dengan Xenon demi membantunya’
‘Kami juga menyadari hubungan dia dan sang kakak tidak begitu bagus’
‘Meskipun tidak ada hubungannya dengan kasus yang sedang ditangani saat ini, aku ingin sedikit membayar semua kebaikannya’
‘Aku rasa membantunya bisa kembali akur dengan sang kakak akan menjadi bayaran yang setimpal’
Xenon kembali terdiam. Dia jelas memikirkan kalimat pedas Ryou beberapa waktu lalu. Dia juga sadar bahwa dia terlalu banyak mengingkari kebaikan Rexa dengan alasan demi kebaikan sang kakak.
Pada akhirnya, di sore hari itu, keadaan mereka tidak jauh berbeda. Xenon masih bimbang dan si kembar hanya bisa diam tanpa memberikan komentarnya.
**
Di ruang Divisi Penyerang…
“Baiklah, Emily akan kembali ke ruangan Emily”
“Emily…”
“Ya?”
“Emily mengerti. Akan Emily simpan baik-baik dan hanya akan membahasnya dengan Mark-sama”
“Terima kasih”
Emily tersenyum dan keluar dari ruangan tersebut.
Saat sedang sendirian, Lucas teringat mengenai sihir yang dikatakan oleh Mark.
“Sihir yang bisa menyembunyikan semua dari sihir lain, bahkan dari pengguna Artifact ya…”
Lucas bicara dalam hatinya.
‘Tampaknya Diaz-Gemini dan kedua rekan kerjanya itu belum serius saat kami tiba’
‘Selain itu, di luar sana ada banyak beastman yang masih berkeliaran. Aku rasa aku harus mulai memerintahkan para anggota divisi untuk bergantian dalam patroli’
‘Tapi aku yakin semua orang lelah karena hari ini’
Di saat dia berpikir seorang diri, ada suara ketukan pintu.
-Tok…Tok…
“Masuk”
“Lucas, ini aku”
Orang yang datang itu adalah Mark. Dia berjalan dan langsung duduk di depan Lucas.
“Apa ada sesuatu?”
“Soal gosipnya…sudah menyebar sampai ke semua pihak bagian dari anak keluarga Midford dan van Houdsen”
“Begitu. Kita bisa abaikan itu. Aku ingin membahas sesuatu. Sebelumnya aku membahas ini dengan Emily dan memintanya untuk memberitau hanya kepadamu saja”
“Namun berhubung kamu sudah ada di sini, aku rasa aku sendiri yang akan memberitaukan hal ini padamu, Mark”
“Apa itu?” tanya Mark
Lucas menceritakan pertemuannya dengan Galaktika di ruang kerjanya tersebut. Kurang lebih setengah jam berlalu, sampai matahari terbenam keduanya baru selesai bicara.
“Jadi Diaz-Gemini itu memiliki sihir [Abyss Script] ya…”
“Benar. Selain itu, para beastman yang belum tertangkap bisa saja memulai aksinya malam ini. Aku tidak bisa meminta yang lain untuk melakukannya, mengingat hari ini adalah hari pertama penerimaan resmi”
Mark berdiri, “Aku yang lakukan. Kebetulan pasukanku masih aku beri libur. Besok mereka sudah siap untuk bekerja menggantikan yang lain”
“Biar aku yang bergerak sendiri nanti malam”
“Kamu yakin? Tidak ingin membawa Divisi Eksekutor bersamamu?”
“Kamu pikir aku butuh mereka dalam tugas mudah ini? Kapten mereka sedang berdrama dengan situasi yang buruk dan kondisi yang menyebalkan. Biarkan mereka sibuk dengan itu”
Mark pergi menuju pintu keluar dan berkata, “Aku akan membawakanmu oleh-oleh, tidak peduli itu dalam keadaan hidup atau mati”
“Hati-hatilah”
Mark keluar ruangan.
Pada akhirnya, Lucas menarik napas berat.
“Sungguh satu hari paling panjang lainnya yang sudah berhasil aku lewati”
******