
Di dalam ruang kerja Jack, Riz menjadi pucat saat Jack berkata dengan nada santai sambil tersenyum.
“Aku senang kau mengenalku dengan sangat baik, Riz”
Riz yang duduk di sofa dengan wajah pucat hanya bisa bertanya “kenapa?” dengan nada lirih.
“Aku tidak bisa menjelaskan alasannya, tapi sejujurnya saja aku tidak mungkin melepaskan remaja laki-laki itu hanya untuk ditukar dengan satu mayat. Sejak awal, remaja itu memang tidak pernah ada dalam kesepakatan yang kubuat dengan Justin jadi alasanku itu sangat masuk akal, benar kan?”
“I–itu tidak...se–“
“Sekalipun itu adalah mayat temanku sendiri, aku tidak berpikir akan membiarkan hal itu terjadi”
“Tapi Jack-sama, tujuan kami–”
“Sejak awal, aku tidak pernah menyangka bahwa akan berakhir seperti ini. Justin yang ditakuti oleh orang-orang di bagian luar dari tempat terasing justru terbunuh dengan cara hina seperti itu. Dan yang lebih lucunya lagi, dia dibunuh oleh orang yang dicarinya”
“……” Riz terdiam tanpa bisa mengatakan apapun
“Aku juga tidak menyangka bahwa pagi ini akan menjadi saat terakhirku bertemu dengannya. Padahal aku dan istriku baru saja bercanda beberapa waktu lalu sambil membayangkan jika dia benar-benar mati nanti, kau mungkin tidak akan bisa tidur 7 hari 7 malam. Ahahaha”
Jack bercerita sambil tertawa dengan senang dan santainya seakan itu adalah lelucon. Tapi seketika wajahnya berubah kembali.
“Tetapi aku melihat sepertinya kau jauh lebih mengkhawatirkan anak itu ketimbang sumber uangmu yang sudah menjadi mayat itu, Riz Mortem?”
-Deg
Riz terdiam dengan rasa takut.
‘Ini benar-benar di luar harapan. Haruskah aku menggunakan cara terakhir?’ Riz bertanya dalam hati
Riz mencoba mengingat kembali apa yang dia dan Ryou bahas mengenai usaha terakhir jika kemungkinan terburuk terjadi seperti yang sekarang sedang dihadapi.
[Ada kalanya semua harus diselesaikan dengan…kau tau apa itu kan?]
[Tentu saja aku tau kalau uang bisa menyelesaikan semuanya. Aku juga tau kalau kita sedang berhadapan dengan pembisnis jadi kemungkinan besar mereka akan mau mendengarkan ketika uang yang bicara]
Dia mengingat semua yang dibicarakan di dalam ruangan Justin dan sekarang, dia merasa cara terakhir itu harus dicoba.
‘Tujuan kami kemari untuk membawa pulang tiga orang yang ada di tempat ini. Jika kehilangan salah satunya, aku memiliki firasat tidak baik tentang hal itu. Yang paling buruk dari semuanya adalah pertumpahan darah. Bahkan dengan kemampuan pasangan suami-istri ini, mau sekuat apapun Ryou dan temannya itu….mereka hanya akan terbunuh. Aku harus mencobanya dulu’
Riz menelan ludahnya dan mulai bertanya pada Jack yang sedang tersenyum sambil duduk menyilangkan kakinya.
“A–aku ingin tau…apakah Jack-sama akan…melepaskan remaja itu jika kami membayarmu dengan uang?”
“Hmm?”
Riz memutuskan untuk bertaruh pada jawaban Jack. Seperti yang dia jelaskan sendiri kepada ketiga orang lainnya yang ikut bersamanya, dia cukup mengenal pengelola pasar gelap itu.
‘Ryou mungkin tau bahwa semua hal bisa diselesaikan dengan uang, tapi aku yakin untuk sekarang dia pasti tidak akan memiliki uang sebanyak itu. Selain itu, ini benar-benar berbeda dengan harapan kami semua. Barter ini tidak mencapai hasil yang kami inginkan. Bodohnya lagi, Arkan justru lari di tengah pertukaran sebelum menyadari hal tersebut karena mengkhawatirkan kedua anak-anak jalanan yang kabur’ pikir Riz dalam hati
Riz menatap Jack yang masih melihat dirinya dan mulai berpikir dalam hatinya lagi.
‘Pada awalnya, Ryou dan Arkan mungkin berpikir bahwa barter adalah opsi utama untuk mendapatkan ketiga orang itu kembali, tapi sekarang tidak seperti itu. Aku harus memastikan apakah ada kemungkinan mengajukan opsi lain demi melepaskan remaja laki-laki itu. Misalnya saja…melakukan transaksi jual-beli dengan uang’
Jack bertanya kepada Riz.
“Kau ingin aku melepaskan remaja itu dengan uang?”
“Be–benar. Aku ingin tau berapa harga yang akan Jack-sama berikan untuk pemuda itu?”
Jack terdiam sebentar lalu tersenyum senang.
“Ahaha, kau menarik Riz. Kukira kau akan lebih syok dengan nasib Justin yang sekarang tapi ternyata pikiranku salah”
“Ja–jadi untuk hal ini–“
“Tentu aku akan melepaskannya dengan uang. Bagaimanapun juga, dia tetaplah manusia yang bisa kujual. Meskipun sejujurnya aku ingin memprosesnya sendiri setelah ini, tapi kalau memang kau bersedia membelinya kenapa tidak”
Dia mendapatkan hasil bahwa opsi jual-beli dengan uang bisa dilakukan.
“Be–berapa harga yang akan diberikan untuk remaja itu?” Riz mulai bertanya dengan serius
Bagaimanapun juga, sekarang ini dia sedang berbisnis dengan Jack sang pembisnis bukan dengan Jack sang pembunuh. Jadi, tentu saja pada akhirnya sesuatu yang memegang peran paling penting dengan nilai tertinggi dalam dunia bisnis adalah uang.
Riz mengetahui bahwa Jack memiliki dedikasi tinggi dalam bisnisnya. Karena itu, Riz menjadikan Jack sebagai panutan.
Sekarang, masalah utamanya adalah harga yang akan dibuka untuk melepasnya.
[Minimal akan dibiarkan hidup dengan harga pembukaan yang jumlahnya tidak normal. Maksimal ya…akan dipotong dan dipisahkan sendiri bagiannya oleh Jack-sama]
Itu adalah kalimat yang Riz katakan sendiri kepada Ryou dan Arkan ketika masih berada di bar. Artinya, dia sudah bisa memikirkan harga untuk melepaskan remaja laki-laki itu tidak akan murah.
Jack sempat berpikir sebentar dan mulai bicara.
“Baiklah Riz, mari kita lihat. Sebenarnya, seperti yang kubilang kalau aku tidak ingin mengatakan alasan kenapa aku tertarik dengan remaja itu tapi karena perubahan situasi saat ini jadi aku memutuskan untuk mengatakan beberapa hal termasuk kondisinya di tempat penyimpanan”
“Kondisi remaja itu?” Riz mulai merasa ada hal buruk lain yang akan didengarnya
“Bagaimanapun juga, sebagai pembeli kau harus mengetahui kondisinya terlebih dahulu, kan? Aku juga akan membawamu melihatnya setelah ini agar kau yakin dengan harga yang kutawarkan”
“Apa…apa keadaan remaja itu baik-baik saja, Jack-sama?” Riz bertanya dengan wajah panik
“Kalau bicara soal keadaan remaja itu kurasa dia masih hidup dengan luka di tubuh dan lengan kirinya–“
“Ap–hmph”
Riz yang awalnya ingin membuka mulutnya, dengan cepat menutup mulutnya sendiri dengan tangan kanannya dan berkata dalam hati.
‘Luka?! Remaja itu terluka?! Bagaimana ini? Apakah lukanya itu cukup parah atau…. Tidak! Jangan pikirkan hal buruk dulu dan tenangkan dirimu, Riz! Aku harus bisa memastikan ini akan berhasil! Setidaknya akan kubuat si bodoh Arkan membayar untuk semua uang yang akan kukeluarkan nanti. Tapi, remaja itu terluka sekarang! Tidak mungkin aku tidak panik sekarang!’
“Bisa aku melanjutkannya?” tanya Jack santai
“Si–silahkan…”
“Karena dia terluka di lengan kirinya dan beberapa anggota tubuhnya jadi dia sudah cukup kehilangan darah meskipun mungkin masih hidup. Dengan kondisinya itu kurasa aku akan melepaskannya dengan harga 100.000 Franc”
“Apa?!! 100.000 Franc?! Semahal itu?!” Riz langsung berdiri karena kaget dengan harga yang dibuka
“Ya, 100.000 Franc itu menurutku cukup murah” kata Jack sambil tersenyum
“Ta–tapi itu harga yang sangat tinggi! Bahkan untuk harga mayat kualitas bagus yang pernah dijual di pasar ini, harga tertinggi yang bisa dicapai hanya 65.000 Franc!”
“Itu harga paling murah yang bisa kuberikan”
Riz mulai terlihat emosi walaupun masih bisa ditahan. Akan tetapi, nada bicaranya tidak bisa menyembunyikannya.
“Kenapa?! Itu jelas harga yang tidak normal! Itu bukanlah harga untuk seorang manusia yang dijual di tempat ini tapi harga untuk membeli lima manusia hidup! Kenapa harga yang tidak wajar seperti itu justru–“
“Itu harga yang normal, sejak remaja itu memiliki hal istimewa yang tidak dimiliki oleh manusia lain yang pernah dijual di sini”
-Deg
Riz menjadi tidak bisa bergerak dan keringatnya pun mulai keluar dari keningnya. Dia menelan ludah melihat mata tajam serta senyum sinis dari Jack yang menunjukkan sisi psikopat dan jiwa pembunuh miliknya.
‘Ini tidak benar! Ini seperti…aku tidak sedang melakukan transaksi dengan pembisnis tapi dengan iblis!!’ ucap Riz dalam hati
Seperti menjerit dalam hatinya, Riz sekarang merasa bulu kuduknya merinding dan dia kesulitan untuk mengatakan apapun.
Jack mulai membuka mulutnya kembali untuk bicara.
“Aku bilang padamu tadi kalau aku menolak melepaskannya, kan? Tapi, karena kau bilang mau membelinya jadi aku memberitaumu. Remaja itu…dia itu sangat istimewa, bahkan terlalu istimewa untuk ukuran manusia normal. Sekarang aku ragu kalau dia itu manusia sama seperti kita–“
Jack diam sebentar lalu mengoreksi kalimatnya.
“Maafkan aku, kita berdua bukan lagi manusia tapi sudah menjadi iblis berwujud manusia. Ahahaha”
Menakjubkan sekali, Jack. Di saat seperti ini pun dia masih sempat mengeluarkan lelucon ‘lucu’ yang hanya membuat Riz semakin tegang. Jack kembali ke topik.
“Ehem…maksudku, aku ragu dia manusia seperti Arkan dan lainnya. Harga itu sudah sangat murah sejak aku telah melukainya dan membuat kualitasnya menurun. Jadi wajar saja aku turunkan sedi–”
“Apa maksudnya berbeda dari manusia itu?” Riz langsung bertanya dengan cepat sebelum Jack selesai bicara
“Agar lebih cepat, ayo ikut aku sekarang”
Jack bangun dan berjalan ke arah pintu, tapi tiba-tiba dia berhenti dan menengok ke meja.
“Riz, sebaiknya meski hanya sedikit kau harus tetap mencicipi kue buatan istriku atau kau tidak akan lolos darinya” kata Jack sambil menunjuk kue di meja dari jauh
Riz terdiam dan menengok kue itu lalu berkata.
“A–aku akan memakannya nanti”
“Baiklah kalau begitu” Jack kembali berjalan dan keluar dari ruangan tersebut
Riz mengikutinya sambil bergumam dalam hati.
‘Jangan bercanda di saat penting seperti ini, panutanku! Aku tidak akan mati hanya karena menunda waktu makan kue buatan istrimu itu, kan? Sekarang aku bisa melihat remaja yang merupakan teman Kaito. Semoga aku bisa melakukan sesuatu dengan ini. Kenapa sekarang justru aku yang melakukan pertukaran dengan Jack-sama dan bukan si bodoh itu!’
Setelah menuruni tangga, Jack melihat Lucy yang sedang menulis sesuatu di bukunya. Lucy yang menyadari atasannya turun langsung menyimpan semuanya dengan rapi dan memberi hormat pada Jack.
“Se–selamat siang, Monsieur”
“Yo. Yang tadi sudah dilihat?”
“Sudah, Monsieur. Barangnya masih di gerobak depan pintu ini, belum saya pindahkan karena saya hanya melihatnya sebentar lalu masuk ke dalam”
“Hmm…berarti kau tidak melihat ada yang keluar dari ruang penyimpanan di sebelah ya?” tanya Jack
“Keluar? Tidak ada. Saya hanya melihat barangnya sekilas dengan cepat” jawab Lucy dengan tenang
Jack hanya tersenyum lalu berjalan menuju pintu keluar. Riz yang sudah di lobi pun berjalan mengikuti pria di depannya lalu bertanya.
‘Ja–Jack-sama mungkinkah yang tadi kau bilang itu–“
“Benar. Soal kedua anak-anak itu. Mereka kabur tidak lama setelah kita masih ke tempat ini. kupikir dengan meminta Lucy keluar, dia bisa melihat anak-anak itu ketika hendak kabur. Tapi sepertinya anak-anak itu lebih beruntung” Jack tersenyum senang
Entah dia memang benar-benar tidak memikirkannya sama sekali atau ada sesuatu yang lain yang ada di pikirannya.
Jack membawa Riz masuk ke bangunan tepat di sebelah [La porte du Paradis]. Mereka masuk dan Riz mencium aroma tidak sedap. Dia sempat menengok sekeliling dan melihat bekas muntahan di dekat lantai jendela.
‘Itu pasti…’ tebaknya dalam hati
Riz cukup kaget karena jelas muntahan itu masih basah dan baru. Benaknya langsung terpikirkan soal kedua anak-anak itu.
Saat keduanya menaiki tangga menuju lantai dua, Jack agak kaget karena menemukan jejak darah di lantai berasal dari ruangan tempatnya ‘mengelola’ barangnya, sedangkan Riz sangat syok hingga tidak bisa berkata apapun.
Dia hanya berjalan sambil menahan rasa cemasnya. Bukan karena dia takut dengan tempat itu melainkan takut dengan keadaan teman Kaito tersebut.
“Wah wah…anak-anak itu melakukan hal yang menakjubkan” puji Jack yang melihat jejak darah di lantai tempat itu
Jack melihat jejak darahnya di lantai seperti hasil dari tubuh yang diseret dan menuju ke ruangan sebelahnya. Ruangan itu adalah tempat dimana Will meletakkan dua malaikat kecil Justin sebelumnya.
Sambil tersenyum, Jack meminta Riz untuk berjalan di dekatnya. Riz yang masih berusaha mengendalikan dirinya mengikuti Jack dan ketika pria di depannya itu membuka pintu ruangannya, jantung Riz benar-benar terkejut melihat apa yang terbaring di sana.
******