Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 173. Event Horror bag. 7



Wajah Seo Garam menjadi pucat ketika melihat ada isi chat pada ponselnya.


Semuanya berisi tentang para zombie yang menyerang tempat lain dan dikirimkan oleh para mahasiswa yang masih hidup.


“Tolong!”


“Mereka menyerang”


“Kalian semua masih hidup? Dimana lokasi kalian sekarang?”


“Aku tidak ingin mati! Aku tidak bisa menghubungi keluargaku!”


“Jung Leon-sunbae dan yang lain ada di sini! Tidak!”


“Oi, dimana Jung Leo-sunbae? Kau bersembunyi dimana?”


“Tidak ada balasan?”


“Tolong kami!! Mereka menerobos masuk kantin gedung Fakultas Ekonomi!”


“Zombie Jung Leon-sunbae mulai masuk ke tempat persembunyian kami di perpustakaan lantai tiga dan sekarang banyak yang mulai terinfeksi!!”


“Siapa saja tolong kami!!”


“Dimana lokasinya?”


“Oi! Masih hidup tidak? Dimana Jung Leon-sunbae dan para mayat itu muncul?”


Garam tidak bisa berkata apapun. Dia benar-benar syok bahwa di gedung lain, mereka semua juga telah terkepung oleh zombie dan telah banyak dari mereka yang menjadi zombie sekarang.


“Yuram…”


“Garam-ssi, kenapa?” Kim Yuram melihat ponsel Seo Garam dan ikut menjadi pucat. “I–ini…mustahil…bahkan Jung Leon-sunbae juga sudah…” Kim Yuram berubah pucat


Dan sekarang, mereka harus menerima kenyataan bahwa dorongan dari luar semakin kuat. Meja dan kursi yang menahan semakin bergeser.


Dalam kondisi seperti itu, tidak ada satupun dari mereka yang mau mengusulkan sebuah ide untuk menahan pintu itu lebih lama. Mereka lebih memilih berteriak dan panik.


“Kalian semua jangan rebut! Mereka semua itu ke sini karena suara teriakan kalian yang terdengar sampai luar pintu!” Ryou berteriak


Tapi tampaknya hal itu tidak dihiraukan oleh semuanya. Ryou hanya bisa terlihat kesal sambil menggerutu.


“Akh, dasar mahasiswa tidak punya otak! Kino, kau tidak keberatan jika kita membunuh mereka semua, kan?”


“Membunuh mereka semua? Siapa yang mau kamu bunuh, Ryou?” Kino sepertinya menjadi salah paham


“Tentu saja para zombie itu! Memang siapa lagi yang harus kubunuh? Manusia hidup yang berteriak seperti sedang menonton konser Babymetal dan Lisa di sana itu?”


Kino terdiam. Tampaknya dia sendiri mulai sedikit panik. Kaito sudah siap dengan pedangnya dan bicara dengan nada keras pada semuanya.


“Ada dari kalian yang mau jadi sukarela untuk menahan pintu itu atau tidak?”


Park Cho Joon yang sudah berdiri terlihat emosi mendengar pertanyaan Kaito.


“Jangan bercanda! Kami menyuruhmu melawan mereka semua, bukan meminta kami untuk menahan pintu itu!!”


“Aku hanya bertanya. Kalau kalian tidak mau juga tidak masalah. Hanya tinggal beberapa menit lagi sampai pintu itu berhasil didobrak oleh mereka semua” Kaito bicara dengan nada santai


“Kalau sudah tau cepat maju sana! Kau harus membuktikan pada kami semua kalau kau yang membunuh mereka sebelum ini! Aku masih tidak percaya pada kata-katamu!” Park Cho Joon mulai bicara hal yang tidak-tidak


Kim Yuram yang mendengar itu mulai terlihat emosi.


“Aku ingin sekali menendangnya lagi! Dia benar-benar tidak memakai otaknya untuk berpikir dan sekarang mencoba memprovokasi semuanya!”


“Jangan ikut terpancing, Yuram-ssi. Ini bukan saatnya untuk memikirkan itu!” Seo Garam mencoba menenangkan Kim Yuram


Ha Jinan mulai gemetar dan mendekati punggung Kino. Dia seperti ingin memeluknya namun menahan dirinya. Kino menyadari bahwa gadis itu ketakutan.


“Ha Jinan-san, kuatkan dirimu. Kita akan keluar dari sini dengan selamat. Apapun yang terjadi, jangan biarkan makhluk-makhluk itu menyentuhmu atau menggigitmu. Aku juga akan melindungi sebisaku” ucap Kino dengan wajah serius


“Aku…aku mengerti. Aku akan berusaha tidak merepotkan Kino-ssi dan semuanya”


Ryou mendekati Kino dan berbisik.


“Aku sudah tidak mau menghabiskan emosiku untuk meladeni mahasiswa labil di sana. Kino, aku akan melindungimu dari mereka. Jangan jauh dariku dan kita akan lari begitu pintu berhasil dibuka mereka”


“Tapi jumlah mereka bisa saja sangat banyak. Penahan itu tidak akan bisa bertahan, Ryou. kita juga harus menyelamatkan semua orang dari zombie-zombie itu”


“Sejujurnya, kalaupun ada yang ingin kau selamatkan…kurasa cukup Garam, Yuram dan Jinan. Sisanya…biarkan saja mereka mati” Ryou berkata dengan nada acuh dan pandangan dingin


“Ryou! Jangan bicara begitu! Kita tidak akan meninggalkan siapapun! Tidak ada yang harus dikorbankan dan kita keluar dari tempat ini bersama! Jangan mencoba berpikir untuk meninggalkan siapapun meski mereka telah berkata seenaknya, ingat itu!” Kino terlihat emosi mendengar ucapan sang adik


“……” Ryou terdiam


Untuk pertama kalinya, Ryou melihat kakaknya marah. Dia bahkan tidak ingat kapan terakhir kali sang kakak membentaknya dengan wajah penuh emosi seperti itu.


Bukan hanya Ryou yang terkejut, tapi Kaito dan semua orang di sana ikut terkejut.


‘Kino-ssi…kerennya’ Ha Jinan merona melihat sorot mata Kino yang serius


Tampaknya, bukan hanya Ha Jinan yang berpikir begitu tapi dua temannya juga memiliki pikiran yang tidak jauh berbeda.


‘Dia hebat sekali. Kino-ssi…’ puji Kim Yuram


‘Bahkan di saat seperti ini, dia masih memikirkan orang lain dan tetap berniat untuk keluar bersama meskipun perlakuan yang lain seperti itu. Sejak awal aku tau kalau Yuki Kino-ssi benar-benar menakjubkan’ Seo Garam juga memujinya dalam hati


Mereka semua mengambil kursi yang ada di sekitar ruangan itu lalu menghampiri kelima orang itu.


“Kami…kami juga akan ikut melawan. Kami…kami akan coba untuk menyelamatkan diri kami juga”


“……” Kino terlihat bingung


Beberapa mahasiswa masuk ke dapur kantin untuk mencari sesuatu sebagai senjata tambahan. Hanya Park Cho Joon yang terdiam dan tampak sangat kesal. Raut wajah jeleknya itu benar-benar tidak sedap dipandang.


Ryou terlihat sedikit murung karena dibentak oleh sang kakak beberapa waktu lalu, tapi akhirnya dia mulai sedikit tenang karena kalimat Kino sudah membuat mereka cukup tergelitik untuk tidak merepotkan orang lain.


“Maafkan aku” bisik Ryou


“Aku juga…minta maaf sudah membentakmu, Ryou”


“Apa yang kau katakan itu benar. Setidaknya, mahasiswa labil itu sudah terbuka matanya”


Beberapa mahasiswa yang telah menemukan centong dan beberapa penggorengan akhirnya keluar.


“Kami…kami akan coba untuk melawan juga”


Seseorang bernama Kang Ji Song mendekati Kino dan terlihat menyesal.


“Maaf karena aku terus menerus mendesakmu dan adikmu tadi”


“Bukan saatnya memikirkan itu. Kita semua punya prioritas yang lebih penting dari bertengkar. Setelah menemukan tempat aman lainnya, kita bisa memikirkan rencana selanjutnya”


Kaito mulai menyipitkan matanya.


“Maaf sudah merusak momen kalian tapi kurasa saatnya kalian harus bersiap untuk tamu tak diundang”


“Kaito-san?”


“Mereka datang”


-GRAAA


-BRUUK


Meja dan kursi yang menahan pintu mulai terdorong. Celah pintu mulai terbuka dan terlihat sebuah tangan yang muncul. Suara itu akhirnya semakin keras dan keras.


Wajah pucat semuanya mulai terlihat dan mereka hampir mengeluarkan suara teriakan.


“Jangan coba-coba berteriak ketika kalian sudah bertekad untuk melawan!” Ryou memberikan peringatan pada semua mahasiswa itu


Kaito telah bersiap dengan pedangnya.


“Kalian semua yang ada di belakang, sebaiknya hindari sudut tengah. Jika ada dari kalian yang masih ragu untuk melawan mereka, sebaiknya bersembunyi di dapur itu sambil tetap memegang senjata”


Semua orang saling melihat satu sama lain.


“Aku tidak memaksa untuk ikut bertarung tapi aku harus katakan kalau jumlah mereka bisa jadi lebih dari yang bisa kuhadapi sendirian” Kaito semakin terlihat serius


Tapi, apa yang dikatakan olehnya itu benar. Pintu semakin terbuka lebar dan mulai terlihat salah seekor zombie yang melangkahkan kakinya masuk melewati celah pintu terbuka.


“Mereka…mereka masuk!”


“Aku tidak ingin mati!”


“Kita harus melawan mereka!”


Beberapa mahasiswa mulai terlihat ragu. Kino tidak ingin mengambil resiko dari keraguan beberapa orang yang mungkin saja bisa membunuh semua yang ada di sana.


“Untuk perempuan sebaiknya kalian masuk ke dalam dapur kantin dan tutup pintunya yang rapat. Pastikan ada dua orang laki-laki yang menjaga mereka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan”


“Ta–tapi Kino-ssi…” Ha Jinan terlihat tidak setuju dengan ide itu


“Ha Jinan-san, jika mulai ada yang ragu maka hanya akan membuat yang lain ikut ragu. Mereka sudah nyaris masuk ke dalam dan aku tidak ingin kita berakhir di sini”


“Tapi–”


“Tidak ada waktu, sebaiknya kalian masuk dengan senjata di tangan. Gunakan kursi dan penggorengan itu untuk melawan jika ada yang masuk” lanjut Kino


“Kelemahan mereka itu adalah kepala. Selama kepala mereka hancur atau terlepas dari lehernya, kalian aman” Ryou menambahkan


“Maksudmu…maksudmu kami harus menghancurkan kepalanya sampai tidak berbentuk lagi?!” Seo Garam sangat


syok mendengar ucapan Ryou


“Benar. Hanya pukulan biasa tidak akan mempan pada mereka. Pokoknya kepala mereka harus hancur”


Meja dan kursi semakin terdorong dan kali ini lebar pintu kantin yang terbuka cukup membuat lebih dari tiga zombie masuk ke dalam sekaligus.


Kino mulai kehabisan waktu dan meminta semua perempuan masuk ke dalam dapur kantin untuk bersembunyi.


“Tidak ada waktu! Cepat masuk ke dalam dan–”


-BRAAAK


Akhirnya semua meja penahan itu mulai terdorong seluruhnya dan kursi yang menahan mulai berjatuhan. Pintu kantin terbuka lebar dan para ‘tamu tak diundang’ mulai bersiap untuk berpesta.


******