
Kaito dan kedua kakak beradik itu pergi melihat-lihat layaknya orang yang melakukan tour sungguhan. Untuk beberapa waktu, mereka benar-benar hanya berputar-putar di sekitar lobi yang luas.
Kino terlihat begitu menikmati pemandangan gedung Akademi Sekolah Sihir yang mewah itu.
“Ornamennya sangat mewah, bukankah begitu?”
“Aku setuju. Ini pertama kalinya aku pergi ke ‘dunia’ dengan semua pemandangan ini”
“Tapi sayang sekali kita tidak bisa maju lebih dari ini. semua pintu dan anak tangga dijaga oleh orang berseragam” gerutu Ryou
“Itu pasti anggota divisi. Selagi belum mulai, aku yakin mereka menjaga semua pintu di sekitar tempat ini untuk mencegah kebocoran informasi” piki Kino
“Kino benar, Ryou. Setelah masuk, kita bertiga akan langsung berpencar. Semoga kalian baik-baik saja begitu sampai di dalam”
Kaito benar-benar khawatir pada kedua kakak beradik itu.
‘Aku sudah berjanji untuk melindungi mereka sejak pertama kali bertemu. Aku harap aku masih memiliki kesempatan untuk melindungi mereka di sini’ pikirnya dalam hati dengan ekspresi serius
“Kalau tidak salah, kita akan berkumpul di lobi lagi jam 10 kan? Coba lihat jam berapa sekarang?” Ryou bicara pada Kaito
Kaito melihat jam sakunya kembali, “09.25. Hanya tinggal setengah jam lebih sedikit acara akan dimulai. Tampaknya kita terlalu asyik melihat semua ini sampai lupa waktu”
Selesai memasukkan kembali jam sakunya, Kaito melihat dua orang pemuda yang menurutnya kuat.
“Itu…”
“Kaito-san?”
“Ada orang yang memiliki potensi kuat untuk jadi lawan yang tangguh” gumamnya
“Apa ada sesuatu, Kaito?” Ryou bertanya sambil melihat arah mata Kaito
“Tidak. Hanya melihat orang yang menarik dan kuat. Itu, di sebelah sana”
Kino dan Ryou melihat dua orang yang tampak memiliki senjata tidak biasa.
“Nito-ryu dan yari-tsukai ya…” kata Ryou
“Nito? Yari-tsukai? Apa itu?”
“Di dunia kami, nito-ryuu artinya pengguna dua pedang sedangkan yari-tsukai pengguna tombak. Tampaknya senjata itu mewakili apa yang aku bilang” jelas Ryou
“Begitu. Aku rasa itu memang benar. Senjata yang tertutup itu adalah tombak sedangkan dua senjata di pinggangnya memang tampak seperti pedang”
“Aku rasa kita memang butuh senjata. Tapi kurasa sementara ini, sihir akan lebih mendominasi jadi tidak masalah” kata Kino
“Seandainya kita mencari senjata di waktu tersisa sebelum ke tempat ini” gumam Ryou
“Tidak ada toko senjata yang buka jam 8 pagi, Ryou. Percuma saja kau berkata begitu di tempat ini” Kaito menjawab
“Hah! Lupakan saja! Penjual senjata di ‘dunia’ ini tidak sebagus di ‘dunia siang’ waktu itu. Tidak ada gunanya berdebat dengan ‘dunia’ yang melihat uang sebagai konsep tertinggi sebuah tingkatan. Membuatku muak!”
Ucapan Ryou mewakili kekesalannya kemarin. Tampaknya dia masih menyimpan dendam pada penjual senjata itu.
Sementara menunggu, mereka bertiga mencari tempat untuk duduk dan istirahat sejenak.
Mereka menemukan sebuah sisi yang cukup sepi di dekat jendela dan duduk di sana sambil membicarakan hal serius.
“Ini cukup ramai. Bisakah kita mencari dan menemukan penyusup yang dimaksud?” tanya Kino
“Aku rasa kita bisa melakukan sesuatu setelah berhasil lulus. Tapi, mencari setengah elf atau beastman yang dianggap penyusup memang tidak mudah” Kaito menjawab
“Kaito-san benar. Di sini tampak banyak juga yang merupakan elf dan beastman. Kita masih tidak bisa membedakan ciri-ciri setengah elf karena di informasi tidak tertera secara jelas”
“Atau lebih tepatnya kita mengabaikan bagian info yang memuat hal tersebut” celetuk Ryou
Kino mengangguk tanda setuju pada kalimat sang adik, “Apa boleh buat. Kita terlalu terfokus pada hal yang lebih penting saat itu, sampai melupakan hal penting lain yang harus diurus”
“Aku tidak menyalahkanmu. Kita memang mendapatkan hal menarik. Tinggal sisanya kita cari tau saat berhasil masuk ke tempat ini”
Mereka bertiga hanya menunggu pengumuman dimulainya ujian.
**
Di ruang rapat Dewan Sihir, Lucas menggunakan sihirnya.
[Telepathic Power]
“Untuk semua orang yang mendengarkanku, jangan ada yang bicara dan dengarkan instruksiku baik-baik”
“Sebentar lagi, ujian seleksi akan segera dimulai. Lakukan tugas kalian masing-masing sebagai penguji dan pengawas serta pasukan divisi untuk menjaga ketertiban selama ujian”
“Jika dirasa menemukan sesuatu yang aneh dan tidak biasa, dengan nama dan wewenangku sebagai Pemimpin Dewan Sihir, aku izinkan kalian menggunakan tindakan serius untuk menghentikannya jika memang diperlukan”
“Tujuan kita untuk mencari orang-orang berpotensi untuk membantu melawan organisasi sihir hitam dan melenyapkan semua yang mencoba mengganggu keseimbangan wilayah timur di atas otoritas Akademi Sekolah Sihir”
“Aku akan bertanggung jawab untuk semua hal serius yang kalian lakukan jika di lapangan terjadi hal demikian”
“Karena itu, tidak diizinkan ada pengganggu dari luar yang mencoba menyusup ke dalam Akademi Sekolah Sihir”
“Kuatkan diri dan tekad kalian, lakukanlah yang terbaik dan hiduplah. Aku percaya sepenuhnya pada kalian semua”
Selesai memberitau semua itu, Lucas memutus sihirnya.
[Nox]
**
Di ruangannya, Mark tersenyum dan bergumam dalam hati.
‘Tampaknya pemimpin yang satu ini benar-benar terlalu kaku dan serius. Kita tidak sedang akan berperang sampai harus berpesan untuk hidup. Tapi, tidak masalah. Kita mungkin memang akan mengalami hal serius jika beruntung’
**
Di tempat lainnya, Rexa dan Emilia yang satu ruangan juga bicara hal yang tidak jauh berbeda dengan pikiran Mark.
“Kakakmu sangat peduli, Emilia-sama”
“Lucas memang seperti itu, Rexa-sama. Tapi, apa yang dikatakan olehnya tidaklah salah. Kita memang harus berhati-hati. Selain itu, mungkin kita akan mengalami hal tidak terduga. Terutama mereka yang mendapatkan 7 orang dalam daftar itu”
“Xenon…memiliknya” Rexa jadi terlihat sedih dan cemas
“Jangan khawatir, Rexa-sama. Lucas mengakui Xenon-sama sebagai anggota yang kuat. Percayalah bahwa eksekutor nomor 2 setelah Rexa-sama itu bisa melakukan yang terbaik”
“Emilia-sama benar. Terima kasih banyak” Rexa tersenyum padanya
**
Di ruangan Xenon, dia dan kedua kembar itu juga tampak tidak jauh berbeda.
“Lucas-sama sepertinya telah mempersiapkan ini semua dengan baik. Kalau begitu, kita tidak perlu ragu lagi” kata Jene dengan semangat
Xenon terlihat serius.
‘Sebentar lagi akan dimulai. Ujian masuk akademi…aku harap mereka bisa lulus’ pikirnya dalam hati
Tampaknya dia sangat mengkhawatirkan ketiga remaja dari dunia lain tersebut.
**
Sementara orang yang dikhawatirkan oleh Xenon semuanya sedang terlihat bosan.
“Lima menit terasa lama sekali. Kenapa mereka tidak segera mulai saja?” gumam Ryou dengan nada malasnya
“Sabarlah, Ryou” Kino mencoba membuat sang adik tidak terlalu cerewet
Kaito menarik napasnya panjang-panjang lalu menghembuskannya.
‘Permata ingatanku ada di suatu tempat di ‘dunia’ ini dan satu-satunya yang memungkinkan adalah di dalam akademi’
‘Meskipun masih hanya sebuah tebakan saja, tapi aku yakin masalah yang dimiliki Xenon menghubungkanku dengan permata ingatanku’
‘Aku harus menemukannya dan mengetahui siapa itu ‘Adler Klaue’. Aku ingin tau apa hubunganku dengannya dan bagaimana bisa dia muncul dalam ingatanku’
‘Apapun yang terjadi, permata itu harus aku temukan’
Selang beberapa saat, suara yang tidak asing mulai bicara.
“Selamat datang kepada para peserta ujian masuk Akademi Sekolah Sihir. Dengan ini, seleksi ujian masuk telah dimulai!”
******