
“Kami…tidak memiliki aroma tubuh dan tidak memiliki rasa kantuk sejak kami datang ke tempat ini”
Ucapan Kino membuat semua orang terkejut.
“Jika bukan karena pengaruh obat saat di rumah sakit, aku mungkin tidak akan tidur. Kami tidak memiliki rasa lapar dan haus meskipun memakan atau minum sesuatu. Lalu, kami juga tidak melakukan defekasi lagi seperti orang normal pada umumnya” lanjut Kino
“Kalian serius?!” Arkan terkejut
“Benar. Kami tidak berbohong. Apa yang dikatakan oleh Kino itu semua benar. Kami tidak memiliki aroma tubuh sama sekali sejak datang ke tempat ini. Sepertinya semua yang menempel pada tubuh dan kulit kami tidak memiliki aroma. Bahkan mungkin, air liur kami juga tidak berbau” Ryou menambahkan dengan sikap santainya
Sepertinya, dia sudah kesal sampai memilih untuk bersikap acuh. Dia tidak ingin membuat keadaan semakin sulit biarpun sebenarnya dia sudah menahan emosi dan mulut pedasnya itu.
‘Semua yang menempel pada tubuhnya tidak memiliki aroma sama sekali, itu katanya. Berarti…’ Arkan memikirkan sebuah ide gila
Mungkin karena tidak ada yang bisa membuktikan semua itu, dia jadi memikirkan sebuah ide gila. Dia berdiri dan mengambil sebotol wine yang ada di lemari minuman, lalu kembali.
Dengan wajah pucat dan ragu, dia memberikan botol wine itu pada Kaito.
“Kaito, kurasa kau bisa membuktikan pada kami sekarang. Kino berkata kalau kalian tidak bisa membuktikan karena suatu hal. Tapi dengan ini, seharusnya kau bisa membuktikan pada manager dan kami semua bahwa semua cerita khayalan kalian itu asli tanpa rekayasa”
“Tuan bartender, kau ingin aku melakukan apa dengan botol wine itu?”
“Kami semua dengar apa yang Ryou katakan. Semua yang menempel pada tubuh kalian tidak memiliki aroma. Wine memiliki aroma yang khas dan mudah dikenali karena bau dan aroma khas tersebut. Jadi…”
Tanpa pikir panjang, Kaito langsung berdiri dan mengambil botol tersebut. Secara mengejutkan, dia membuka botolnya dan menyiram kepalanya sendiri dengan wine tersebut hingga seluruh pakaiannya terkena cairan wine.
“Oi!!” Joel berdiri karena terkejut
“Apa yang kau lakukan?!” Maggy ikut berdiri dengan menarik anak-anak yang dipeluknya
Semua orang berdiri karena terkejut. Kino dan Ryou kaget dengan tindakan Kaito itu namun mereka tetap duduk seakan mencoba untuk tenang.
Selesai menyiram dirinya dengan wine hingga tetes terakhir, Kaito mendekati Arkan dan memberikan botol kosong di tangannya.
“Kau ingin aku melakukan ini, kan? Tuan bartender?”
“……” Arkan hanya bisa terdiam
“Aku sudah melakukannya. Sekarang, aku ingin tau apakah kau bisa mempercayai semua yang kami ceritakan atau tidak?”
Kaito menatap Arkan dengan tatapan dingin. Awalnya, tatapan dingin Kaito membuat Arkan tidak bisa bergerak. Namun karena jarak mereka cukup dekat sekarang, bartender itu menyadari sesuatu.
Dengan cepat, dia menarik pakaian Kaito dan menciumnya. Sekilas terlihat seperti adegan yang dramatis, tetap semua berubah ketika Arkan melepaskan tangannya dari pakaian Kaito.
Wajah pucat seakan tidak percaya terlihat dengan jelas.
“Tidak…tidak mungkin…”
“Arkan?” Maggy memanggilnya dengan suara pelan
Joel memanggil Arkan dengan nada tinggi. Akan tetapi sebelum kalimatnya selesai, Arkan memotongnya.
“Oi, karyawan durhaka. Kenapa–”
“Tidak mungkin…tidak ada…aroma anggur dari tubuh Kaito…”
“Apa?”
“Ini mustahil! Tidak ada sedikit aroma pun di pakaian dan tubuhnya! Ini benar-benar tidak mungkin!”
Joel panik dan langsung menarik kerah pakaian Kaito. Dia dengan terkejut karena tidak ada aroma wine dari sana. Setelah itu, dia mengambil botol wine yang dipegang oleh Arkan.
‘Ini mustahil! Jelas di botol ini masih tercium aroma wine yang begitu pekat, tapi…kenapa?!”
“Jika masih meragukannya, kau bisa menyiramku dengan semua wine yang kau miliki, tuan manager. Aku tidak yakin apakah itu bisa membuatmu percaya bahwa kami memang bukan manusia normal dari tempat ini”
Seakan tidak bisa berkata apapun, Joel meletakkan botol kosong itu di atas meja dan menghela napasnya dengan sangat berat. Wajahnya tertunduk dengan ekspresi tidak percaya.
“Kh! Kenapa hal aneh seperti ini bisa terjadi?! Pantas Jack bisa memberikan banyak sekali uang hanya demi bertemu dengan kalian” gumamnya
Ryou hanya melihat dengan acuh seakan sudah lelah menggunakan emosinya. Dia mulai menatap sang kakak di sampingnya dan berbisik.
“Kita hanya membuang-buang waktu. Tindakan Kaito sudah cukup membuat semuanya jadi semakin panjang. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“Kita tidak boleh meninggalkannya sendiri”
“Aku tidak bilang kita akan meninggalkan dia! Aku tanya apa yang sebaiknya kita lakukan?! Kalau seperti ini terus, jangankan mendapatkan permatanya. Bisa-bisa kita diusir setelah ini!”
Ekspresi Kino mulai berubah cemas. Dia melihat semua anak-anak itu tampak sedih dan ketakutan. Terutama Theo, yang sedikit demi sedikit mundur. Dia bahkan mulai memalingkan wajahnya saat matanya dan mata Kino bertemu.
Penjelasan yang tidak masuk akal dari Kino telah merubah semua pandangan anak-anak itu padanya. Ditambah dengan bukti yang sejak awal tidak terpikirkan oleh Kaito, membuat semuanya harus menerima kenyataan.
Tetesan wine terus menetes dari rambut Kaito. Setelah itu, dia melihat Theo kembali.
“Aku ingin mendapatkan ingatanku kembali. Permata itu…adalah tujuanku”
Theo menjadi panik. Dia menggenggam kerah pakaiannya dengan semakin erat. Jelas bahwa bandul kalung itu adalah harta yang paling berharga untuknya.
“Ini…ini hanyalah kaca biasa! Bukan hal penting! Kaito-nii pasti salah!”
“Lalu kenapa kau takut padaku?”
“Eh?”
“Itu…”
Theo tidak bisa mengatakan apapun. Semua itu benar. Theo merasakan ketakutan yang sangat besar ketika melihat Kaito pertama kali. Bukan sebuah ketakutan biasa, namun hal aneh yang tidak bisa dijelaskan olehnya sendiri.
“Kaito-niisan, kumohon hentikan ini semua! Kami masih belum mengerti apakah itu benar atau tidak, tapi berhentilah mendesak Theo seperti itu?!” Stelani berteriak pada Kaito
Kino mencoba menenangkan anak itu tapi Ryou menahannya dan berdiri. Mungkin sekarang, emosinya sudah berada di ujung akal sehatnya sehingga membuatnya tidak sabar.
“Kaito, kita tidak bisa membuang waktu lebih lama! Ini tidak akan berakhir dengan mudah”
Semua orang melihat Ryou. Ryou terlihat begitu dingin dan serius.
“Kino dan aku nyaris mati demi mendapatkan permata itu ‘dunia malam’ dan seperti yang kakakku ceritakan, permata itu adalah ingatan Kaito. Kau mungkin menyangkal hal itu, tapi hanya Kaito yang mengetahui mana kepingan ingatannya atau tidak”
“Ryou…” Kino memanggil sang adik dengan suara pelan
“Aku tidak tau apa yang Kaito maksud dengan takut melihatnya. Tapi jika itu benar, maka itu membuktikan bahwa benda itu adalah permata yang kami cari”
Theo mundur beberapa langkah lagi sambil terlihat menggelengkan kepalanya.
“Bukan…ini tidak seperti–”
“Kami datang ke tempat ini demi mendapatkannya. Bahkan jika kau ingin tau, Kino nyaris mati saat ini karena ada hubungannya dengan permata itu juga”
-Deg
Semua orang kembali syok. Tampaknya semua benar-benar sudah kacau. Di tengah suasana tegang itu, Theo tidak ingin lagi mendengar semua ucapan Ryou dan berteriak.
“Ini benda milikku!” Theo berlari ke pintu belakang
“Theo!!” Joel dan Maggy berteriak memanggilnya
Theo kabur. Anak-anak lain mulai takut dan menangis. Kaito dengan cepat berlari keluar untuk mengejarnya. Ryou tidak membuang waktu dan ikut mengejarnya, sedangkan Kino yang masih terluka berusaha untuk menyusul.
Sebelum keluar dari bar, Joel memanggilnya.
“Tunggu sebentar…”
“Joel-san…”
“Jika semua itu benar…jika semua yang kau katakan itu benar, apa yang akan terjadi pada kalian setelah mendapatkan permata itu?”
“Kami akan menghilang dari tempat ini”
“Menghilang?!” Stelani terkejut
“Permata itu tersebar di banyak tempat yang tidak diketahui. Jika memang setelah permata itu masuk ke dalam tubuh Kaito-san namun kami belum menghilang, maka kemungkinan masih ada permata lainnya yang tersebar” jelas Kino
“Jadi jika permata itu sudah tidak ada, itu artinya…”
“Artinya permata milik Theo-kun adalah yang terakhir di ‘dunia’ ini. Kami akan segera menghilang dari kota ini” lanjut Kino
“……” semua terlihat masih sulit mempercayainya
“Entah apa yang akan terjadi padaku dan Ryou, karena kami masih belum menemukan cara untuk kembali. Tapi yang jelas, Kaito-san akan berpindah ke lokasi selanjutnya. Lokasi dimana permatanya yang lain berada”
“Artinya, kalian akan berpisah dengan semua tempat ini dan kami?” Arkan bertanya dengan nada lirih
Kino hanya bisa tersenyum dengan raut wajah sendunya. Dia tidak mengatakan apapun tetapi senyum itu sudah mewakili jawabannya.
“Mungkin kalian masih belum mempercayainya. Tetapi, inilah kenyataannya. Aku tidak ingin berbohong karena kalian sudah banyak membantu kami. Aku juga sangat sayang pada anak-anak itu. Tetapi jika kami terus berada di sini, kami tidak tau apa yang akan terjadi. Selain itu, kami tidak ingin terjebak lebih lama” ucap Kino dengan senyum yang dipaksakan
“Ternyata kau benar-benar bukan manusia normal seperti kami, ya. Penjelajah waktu itu benar-benar ada” Arkan tersenyum
Kino melihat anak-anak yang berada dipelukan Maggy dengan tatapan sedih.
“Maafkan aku, karena sudah merusak momen bahagia kalian seperti ini. Aku benar-benar minta maaf”
Michaela melihat Kino dengan wajah takut dan memerah karena menahan tangis. Dia memeluk Maggy dengan erat tanpa ingin melihatnya lagi sekarang. Kino sudah menduga hal itu. Dia sudah dibenci.
Sambil tersenyum, Kino menangis dan berkata “maaf karena sudah jahat pada kalian semua”
Setelah itu, dia membungkuk sebagai tanda permintaan maaf dan pergi untuk menyusul Ryou dan Kaito. Seketika makan siang tenang di bar berubah menjadi sebuah kekacauan.
Joel hanya bisa menghela napasnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Kenapa justru jadi begini? Aku tidak mengerti, kenapa berakhir kacau”
Arkan hanya bisa berpikir mengenai hal yang terjadi barusan.
“Manager…jika Jack-sama saja mengetahui tentang keanehan itu, artinya Riz juga pasti mengetahuinya”
“Riz?”
“Karena selagi aku mencari Stelani dan Fabil, Riz yang terus bersama dengan Jack-sama saat transaksi di pasar gelap. Aku yakin dia juga mengetahui soal keanehan dari tubuh mereka bertiga. Tidak mungkin Jack-sama bisa membahas hal itu sebelum Kaito menceritakan semuanya pada kita”
“Itu artinya mereka tidak berbohong. Mereka mencari permata yang disebut ingatan Kaito untuk keluar dari sini” Joel menyimpulkan
“Aku rasa Theo harus memberikan kalungnya itu pada Kaito”
******