Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 322. Perjuangan Panjang Demi Mendapatkan Kata Lulus



Pertarungan didominasi oleh Kaito beberapa menit sebelum akhirnya semua itu langsung berubah menjadi sebuah perubahan karena sihir pemanipulasi milik Mark.


[Gravity Bind]


Sihir yang langsung membuat Kaito tidak berdaya. Di saat itu, gadis naga yang berada di luar area sihir Mark mengeluarkan kemampuan [Skill Successor].


[Dragon Skill: Lancer Dragonute]


Sebuah tombak cahaya yang berubah menjadi sosok naga mulai muncul dan bergerak untuk menyerang Mark yang berada di dekat Kaito.


“Aku akan lulus dan memperlajari sihir seperti ayahku!!” itulah yang diteriakan olehnya sebelum cahaya tombak itu menyerang ke arah area sihir Mark.


Karena menyadari sihir tersebut, Mark mengeluarkan sihir sebelumnya yang masih memiliki efek di arena.


[Magical Cylinder]


Serangan tersebut masuk ke dalam tabung sihir Mark yang besar, namun ada sebuah kesempatan datang untuk Kaito.


Tangan Kaito yang masih belum melepaskan pedangnya langsung mengayunkannya ke arah pakaian bagian bawah Mark dan…


-SLAAASH


-Sreet


“……!!!” semua orang terkejut


Sebuah sobekan yang tidak panjang namun akhirnya tercipta dari seorang Kaito untuk sang penguji. Kedua gadis di luar area tersebut terkejut dan tampak tidak percaya dengan apa yang terjadi di sana.


Mark yang merasa sebuah ayunan pedang lemah mulai melihat lalu terdiam dan menghentikan sihirnya. Dia menatap Kaito dengan tatapan datar, sampai akhirnya menyadari bahwa ada sedikit sobekan pendek di pakaian sisi bawah.


Kaito tersenyum dan berkata dengan percaya diri.


“Seharusnya dengan ini, aku sudah lulus sekarang. Benar kan, penguji?”


Mark yang awalnya datar akhirnya tersenyum dan menghentikan seluruh sihir yang ada di sana termasuk sihir penghalangnya.


[Nox]


Semuanya kembali seperti semula tanpa ada yang terluka. Kerusakan yang terjadi di seluruh arena tersebut juga seperti sebuah ilusi.


Kedua pengawas yang melihat pertarungan tersebut tampak begitu syok, namun sangat senang. Mereka tersenyum.


Mark mendekati Kaito yang baru bisa bergerak bebas setelah semuanya kembali normal. Dia berbisik, “Hal yang menyenangkan bisa bertarung dengan penjelajah dimensi lain. Aku ingin sekali bertarung denganmu satu lawan satu. Aku yakin kekuatanmu jauh di atas ini”


“Sebaiknya jangan berpikiran terlalu tinggi agar tidak kecewa. Jika ekspetasimu terlalu tinggi padaku, kau akan kecewa saat mengetahui kenyataan”


“Firasatku tidak pernah salah jika menyangkut kekuatan”


Itu cukup beralasan. Mata merah Mark masih menyala dan warna merahnya semakin pekat.


“Aku bisa tau bahwa ada sesuatu yang tersembunyi darimu. Tidak heran Emily begitu terobsesi pada kalian bertiga”


Mata Kaito melebar. Melihat wajah terkejut Kaito, Mark tersenyum dan berjalan ke depan tiga peserta yang baru saja menarik napas lega.


Pengumuman untuk semuanya diberikan.


“Peserta nomor 89, 108 dan 480 dinyatakan lulus”


Itulah yang dikatakan oleh Mark. Tapi ternyata ada sedikit tambahan pengumuman dari sang penguji kembali.


“Oh, hampir lupa. Kalian bertiga adalah tim pertama yang aku luluskan selama aku menjadi penguji. Jangan mempermalukanku karena telah meluluskan kalian”


“Jika sampai kalian mempermalukan diri kalian sendiri setelah masuk dan membawa namaku bersama perbuatan kalian itu, aku tidak akan segan-segan menggantung leher kalian di atas tiang bendera akademi ini”


“Aku akan memamerkan wajah menyedihkan kalian kepada semua orang di Akademi Sekolah Sihir dan rekamannya akan aku kirimkan kepada Yang Mulia Raja Lucario. Setelah itu–”


“Mark-sama, Mark-sama…”


“Apa? Aku belum selesai dengan ancamanku pada mereka bertiga”


“Itu…itu sudah berlebihan. Mereka akan paham, percayalah”


“Tidak. Mereka tidak bisa dipercaya karena wajah mereka menyedihkan. Lihat itu, gadis naga yang gemetaran dengan kaki lemas seperti kaki bayi baru berjalan, gadis dengan panah yang sombongnya sampai ke urat saraf dan…”


“……” semua menunggu komentar Mark terhadap Kaito. Mereka semua, termasuk dua pengawas ujian bahkan sama-sama menengok ke arah Kaito dengan wajah heran.


“Dan orang hebat penuh kejutan yang merusak pakaian mahal dimana nilainya bisa disetarakan dengan penjualan organ dalamnya di deep web”


“……”


Sekarang semua orang menatap Kaito dengan tatapan sedih. Kaito sendiri hanya bisa meratapi nasibnya.


‘Kenapa aku harus mendengarkan ancaman dan bentuk sindiran seperti itu di sini? Mulutnya sama kuat dengan mulut Ryou. Dasar sial!’


Tapi biarkan semua itu berlalu, karena Kaito sudah mendengar kata ‘lulus’ dari mulut penguji.


Perjuangan panjang akhirnya berbuah hasil. Setidaknya dia berhasil maju satu langkah menuju tujuannya.


‘Sekarang, aku harus berusaha untuk menemukan permataku. Apapun yang terjadi, aku harus menemukannya. Dan soal penyusup dengan ras setengah elf, aku yakin Kino dan Ryou mungkin telah menemukan sesuatu’


Kedua pengawas itu memberitau hal yang harus dilakukan selanjutnya.


“Kepada tiga peserta yang ada di hadapan kami, kami ucapkan selamat karena telah lulus. Dengan ini, ujian [Area Level C] ruang 7 telah selesai. Tahap selanjutnya adalah administrasi dan pengenalan yang akan diakan esok hari pada pukul 8 pagi"


"Setelah ini, kalian boleh pulang dan beristirahatlah”


Mendengar itu, perasaan lega mulai dirasakan oleh kedua gadis di samping Kaito, terutama gadis naga itu.


“Akhirnya…aku lulus. Huwaaa, senangnya. Aku tidak akan dimarahi ayah kalau begini”


Wajah senang dan air mata mulai terlihat. Berbeda dengan gadis satunya lagi, dia tidak menunjukkan ekspresi berarti namun di hatinya jelas menampilkan rasa senang.


‘Dengan begini aku bisa melaksanakan perintah master. Lucas Xelhanien dan Xenon van Houdsen akan segera mati dan merebut Artifact dari akademi dan pengguna terkuat saat ini akan kami laksanakan’


‘Ini baru awal. Selain itu, aku sudah menemukan kandidat yang bisa seimbang melawan Mark Vermillion. Aku tidak akan melepaskannya’


Dengan begini, ujian di ruang 7 telah selesai.


Pos 7, ruang ujian [Area Level C] telah meluluskan 3 orang dan menggagalkan 87 orang dari total 90 peserta. Ujian telah selesai.


**


Di ruang 2, di tempat Kino sekarang…


Setelah semua penjelasan dan pengumuman dari pengawas ujian telah selesai diberikan, Kino bermaksud untuk pergi keluar karena ingin menemui adik dan temannya, Kaito.


Namun tampaknya, semua hal tersebut harus ditunda terlebih dahulu.


“Tunggu tunggu tunggu!”


-Greeeb


Dari arah belakang, Kino seperti ditahan oleh sesuatu. Lebih tepatnya dipeluk oleh sesuatu.


“E–Emily-san?!”


“Kino jangan pergi dulu! Kita masih harus bicara banyak. Memangnya kamu sibuk sekali sampai tidak mau bicara dengan Emily? Emily masih ingin bicara denganmu”


“Itu…anu…”


“Kyaa! Kita jodoh, senangnya~”


“Jo–Jodoh itu maksudnya…”


Kino semakin tidak tau bagaimana caranya untuk terlepas dari gadis kecil itu. Tapi jika tidak lepas, mungkin akan membuat Ryou menunggu. Itulah yang dipikirkannya.


“Emily-san, aku harus bertemu dengan adikku. Aku harap kamu mau melepaskan tanganmu ini”


“Bertemu dengan anak berandal yang mulutnya pedas itu? Huh, Emily tidak suka dia. Tapi dia baik, ehm…tapi sepertinya Emily tetap tidak suka dia!”


“Apakah aku boleh…pergi sekarang, Emily-san?”


Emily tampaknya memiliki tujuan lain memanggil Kino. Meskipun dia belum mengatakannya, ada tujuan lain kenapa dia mencoba menahannya di sana.


Sekarang, ketiga remaja dari dunia lain sudah berhasil lulus ujian masuk akademi dan dari sini, mereka akan memulai tujuan sesungguhnya.


******