Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 197. Rencana Penyelamatan Gedung Arsip bag. 7



Sebuah perkenalan yang sangat bagus dari Ryou.


Dengan pisau di kedua tangannya dan pose yang dia tiru dari anime yang dia tau, dia membuat kesan seolah-olah dia begitu dingin dan kuat.


Bahkan, dia sempat memuji dirinya sendiri.


‘Yeah! Aku keren! Aku tau itu!’


Di saat seperti ini, dia masih bisa berpikiran seperti itu. Sungguh menakjubkan sekali cara berpikir Ryou. Tidak heran, dia tidak masuk dalam daftar remaja normal dalam kamus Kaito.


Ryou kembali ke mode sarkasnya


“Senior? Bukankah kau ingin sekali dipanggil senior?”


“Kh! Apa yang kau lakukan padaku!!” Baek Hyeseon berteriak


Wajahnya yang awalnya ramah dan penuh senyum, sekarang berubah menatap remaja di depannya dengan tatapan kebencian.


“Kenapa? Aku hanya ingin mempertegas sesuatu padamu, iblis. Berhenti berpura-pura baik di hadapan kami karena itu sangat menjijikkan. Lihat itu? Kakakku di belakang sampai tidak bisa berkomentar apapun karena aktingmu yang bisa membuat siapapun muntah”


Mata dingin Ryou dan ucapan pedasnya begitu tajam hingga membuat Baek Hyeseon kehilangan ketenangannya.


“Jangan main-main! Aku sudah menolong kalian untuk aman dari para zombie itu!”


“Oi, telingamu masih bekerja dengan baik tidak? Aku sudah memperkenalkan diri kami, kan? Kami sudah membunuh banyak zombie di luar. Percuma saja mengancam kami, dasar bodoh”


Baek Hyeseon mulai kehilangan kesabaran dan meminta delapan teman-temannya untuk mulai menghajar mereka.


Tapi, bukan Kaito namanya jika tidak melakukan antisipasi.


Dengan cepat, dia langsung melukai kedua tangan kedelapan mahasiswa yang bermaksud menyerang mereka.


“Akh!!”


“Tangan…tanganku!!”


“Kh! Apa yang kau lakukan?!”


“Aku hanya sedang berada dalam keadaan mempertahankan diriku. Salah kalian karena berani menghunuskan senjata kalian. Kalau hanya delapan orang, itu bukan masalah”


Kaito lalu mengambil kepala Jung Leon dan menunjukkannya pada semua yang ada di sana.


“Ini…aku yang memotongnya. Kalau kalian mau menjadi seperti ini…kalian bisa coba maju. Aku akan memberikan potongan yang rapi”


Setelah beberapa saat, Kaito mulai mengomentari dirinya sendiri.


‘Ini bahaya. Aku sudah mulai terpengaruh kebiasaan penjual mayat itu. Pasangan suami-istri di pasar gelap itu juga pasti memiliki hobi seperti ini. Jangan sampai otak milikku benar-benar meniru sifat sadis mereka. Aku tidak boleh menyukai penggal-memenggal kepala manusia’


Meskipun komentar Kaito itu benar sekalipun, dalam kondisi seperti ini tampaknya tidak ada cara lain selain menunjukkan sisi superior sesungguhnya di sana.


Baek Hyeseon mundur beberapa langkah menjauhi Kaito yang memegang kepala Jung Leon.


Dengan terburu-buru, Seo Garam dan Kang Ji Song berjalan ke arah pria licik itu dan bertanya dengan wajah penuh kepanikkan.


“Sunbae, apa yang terjadi? Katakan sebenarnya, dimana orang-orang itu?!”


“Tidak mungkin mereka mau keluar atas keinginannya sendiri! Sunbae pasti melakukan sesuatu, benar kan Jawab?!”


“Kh…lepaskan aku!!”


-BUUK


Sebuah pukulan melayang ke pipi Seo Garam. Pukulan tersebut dilakukan dengan keras olehnya hingga membuatnya terjatuh. Kang Ji Song membantu Seo Garam lalu berteriak ke arah Baek Hyeseon.


“Sunbae! Apa yang kau lakukan?!”


“Itu adalah balasan karena berani kurang ajar denganku!”


Seo Garam mencoba berdiri lalu berteriak.


“Yu Bin! Go Yu Bin! Dimana kau! Go Yu Bin!”


Teriakan Seo Garam menciptakan sedikit gema di dalam ruangan gedung arsip tersebut.


“Go Yu Bin!!” teriaknya lagi


Tidak ada respon dari seseorang bernama Go Yu Bin. Hanya sebuah tawa yang terdengar dari mulut Baek Hyeseon.


“Ahahaha! Siapa yang kau panggil?! Tidak ada orang bernama Go Yu Bin di sini!”


“Jangan bohong?!”


“Hah?”


“Go Yu Bin ada di sini! Asal kau tau, kami sudah menerima pesan yang dikirimkan diam-diam oleh Go Yu Bin mengenai hal kejam dan semua kelicikan sunbae…bukan, penjahat licik sepertimu, Baek Hyeseon!” Seo Garam mulai merasa kesal lalu membentaknya


Merasa kesal, Baek Hyeseon melihat Seo Garam dengan penuh rasa benci dan ingin memukulnya sekali lagi.


Namun sebelum itu dilakukan, Kang Ji Song langsung menahan dan menepis pukulan itu sert mendorong Baek Hyeseon ke belakang.


Seo Garam melanjutkan kembali kekesalannya pada Baek Hyeseon.


“Kami sudah tau bahwa kau hanya memedulikan siapapun yang memiliki persediaan senjata dan makanan dan memancing semuanya untuk datang ke tempat ini, benar kan?!”


“……”


“Grup komunitas katamu?” Baek Hyeseon cukup terkejut mendengar itu


Kang Ji Song ikut menyudutkan Baek Hyeseon.


“Kami tau bahwa sunbae mengabaikan orang-orang yang meminta bantuanmu dengan alasan yang tidak masuk akal dan sangat dibuat-buat. Dan setelah aku menghitung jumlah orang-orang di belakang itu, aku yakin bahwa sunbae telah membunuh mereka”


“……” Baek Hyeseon terdiam


“Sunbae, kau…kau pasti sudah mengeluarkan orang-orang itu dari tempat ini dan membiarkan mereka mati dimakan zombie, benar kan?”


Sebuah tebakan yang jitu dari Kang Ji Song. Ha Jinan dan Kim Yuram yang mendengar itu menjatuhkan tas belanjaan berisi makanan mereka dan terlihat pucat.


“Mereka…dikeluarkan? Kenapa bisa…kenapa sunbae bisa sekejam itu….” Ha Jinan terlihat syok


“Jadi darah yang kita lihat sebelum masuk ke tempat ini…”


“Benar, itu adalah darah dari semua orang yang dimakan oleh zombie. Mereka menjadi santapan dan berakhir menjadi zombie juga. Isi pesan dari Go Yu Bin-san mengenai Baek Hyeseon-san yang membunuh temannya itu kemungkinan adalah tentang hal ini. Dia…melakukan hal yang sama pada temannya”


Kino mengambil kesimpulan yang sama tepatnya dengan Kang Ji Song. Kino kembali melanjutkan penjelasannya.


“Bagaimanapun juga, yang paling masuk akal adalah mengeluarkan mereka dari tempat ini dengan alasan persediaan makanan yang berkurang”


“……” semua orang mendengarkan penjelasan Kino


“Niat awal dari Baek Hyeseon-san adalah untuk memanfaatkan semua orang yang ada agar mendapatkan makanan untuk persediaan tanpa perlu mengotori tangannya sendiri”


“Tapi, mengingat semakin banyak zombie di luar yang muncul maka semakin sedikit kesempatannya untuk mendapatkan makanan. Jadi, cara satu-satunya adalah dengan mengurangi jumlah manusia di sini dan memancing banyak orang datang”


“Baek Hyeseon-san sempat mengatakan bahwa zombie sudah berkurang demi memancing semua orang yang bersembunyi untuk datang”


“Sunbae…menipu mereka dengan pesan seperti itu. Jadi itu benar?!”


Ha Jinan menutup mulutnya seraya tidak percaya dengan apa yang dijelaskan Kino.


“Dan seperti yang pernah dikatakan sebelumnya, ketika mereka dimakan zombie saat menuju pintu gedung arsip ini…kemungkinan makanan yang dijatuhkan akan diambil olehnya” lanjut Kino


Ryou membela seluruh penjelasan sang kakak.


“Meskipun hanya sebuah teori, tapi rasio kebenarannya…jika perhitunganku benar…apa yang dikatakan oleh Kino itu 100% tepat. Benar kan, iblis berwujud manusia?”


Semuanya terdiam. Dari arah belakang, ada seseorang yang berteriak.


“Go–Go Yu Bin sudah dilempar keluar olehnya!”


-Deg


Seo Garam seakan mendapat serangan kejutan dengan semua teriakan itu.


“Apa…katamu…?”


Ada banyak dari mahasiswa di belakang Baek Hyeseon yang mulai berteriak dan  memberitau semuanya.


“Sunbae…sunbae sudah melempar dua belas orang sebelum kalian datang. Hiks…termasuk…termasuk Go Yu Bin dan temannya”


“Dia membuat mereka semua tidak bisa lari dengan cepat dengan menusuk kedua kaki dan paha mereka dengan pisau lalu menendang mereka keluar”


Seo Garam begitu marah dan mencoba menarik kerah pakaian Baek Hyeseon.


“Dasar Iblis! Kau membunuh mereka semua! Kau membunuh Go Yu Bin!”


Baek Hyeseon kembali memukul dan memberikan tendangan pada Seo Garam dan Kang Ji Song. Serangan tersebut begitu kuat hingga membuat mereka batuk dan merintih kesakitan.


“Ahahaha, rupanya ada tikus kecil yang memberitaukan semua itu pada kalian. Tapi, aku senang. Keputusanku melempar Go Yu Bin keluar ternyata tepat! Gadis itu memang sangat menyebalkan dan aku tau bahwa siapapun yang mencoba melawanku pasti memang benar-benar harus dilenyapkan. Ahaha–”


-Jleeeb


Dua buah tusukkan mendarat di paha dan perut bagian bawah milik Baek Hyeseon, bersamaan dengan teriakan darinya.


“Aaakh!!”


Darah mulai keluar dari kedua luka tersebut. Kino melihat sang adik menatap Baek Hyeseon yang merintih kesakitan dengan begitu puas.


“Ryou…kenapa kamu melempar kedua pisau itu?” Kino mulai menatap sang adik dengan ekspresi sedih


Ryou melihat sang kakak dan memberikan senyuman tipis. Dia berbisik dan mengatakan “maafkan aku, Nii-san”


“Ryou…”


Setelah itu, dia berjalan mendekati Baek Hyeseon. Kim Yuram melihat Ryou dengan sorot mata sedih.


Ryou berlutut di depan wajah Baek Hyeseon dan menatapnya dengan tatapan rendah.


“Kau membunuh mereka tapi tidak ingin mengotori tanganmu sendiri ya? Selamat, karena orang yang sedang bicara denganmu saat ini adalah orang yang sudah pernah membunuh dua manusia yang masuk dalam jenis iblis sepertimu”


“Kh…jangan main…main…”


Baek Hyeseon bicara dengan menahan rasa sakit. Tapi, tampaknya ekspresi wajah Ryou tidak berubah.


“Aku tidak bohong. Sedikit informasi bahwa aku dan remaja dengan pedang di belakangku itu sudah pernah membunuh manusia hidup. Dengan kata lain, kau sedang berhadapan dengan pembunuh sesungguhnya”


******