Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 324. Rencana Selanjutnya dari Setiap Pemain bag. 2



Di tempat Kino sekarang…


“Kyaa~Kino dan Emily jodoh!”


“E–Emily-san…aku benar-benar harus pergi sekarang”


“Tidak boleh. Emily masih ingin bicara”


Semua itu terjadi di dalam ruang ujian 3. Di saat semua peserta sudah keluar, hanya Kino yang masih tertahan di sana bersama dengan dua anggota divisi yang bertugas sebagai pengawas ujian sebelumnya.


“Emily-sama, ini saatnya Anda memberikan laporan ini kepada Algeria-sama”


“Beliau pasti menunggu”


Namun, sepertinya tidak ada yang bisa membuat gadis kecil itu pergi. Apa yang dikatakan oleh kedua pengawas ujian sebelumnya benar-benar dianggap hanya sebuah bisikan angin.


“Kino mau pergi, Emily harus ikut!”


“Emily-san, bukankah mereka sudah memintamu untuk pergi tadi?”


“Emily tidak dengar”


Mudah sekali anak ini bicara, tapi tidak masalah karena Emily memang begitu. Kino hanya bisa pasrah dan berpikir kembali.


‘Bagaimana ini? Ryou mungkin sudah selesai sekarang dan Kaito-san pasti juga akan menunggu jika ternyata sudah keluar lebih dulu’


‘Aku yakin gadis ini mencoba menahanku karena ingin memastikan sesuatu. Mungkin bisa jadi alasan kami mencoba ikut ujian ini atau…mengenai identitas kami bertiga sebagai penjelajah dunia lain’


‘Apapun itu, aku harus bisa berpikir sebuah cara agar tidak mendapatkan masalah dengan Emily-san’


‘Aku harus segera pergi, tapi aku tidak bisa menolak Emily-san begitu saja’


Kino mencoba mengalihkan pembicaraan dengan sebuah topik yang agak sensitif. Dia berbisik di telinga gadis kecil itu.


“Emily-san…peserta yang pertama kali dilawan olehmu adalah setengah elf. Benar kan?”


“……” ekspresi Emily langsung berubah


Tampaknya Kino benar. Alasan gadis itu menahannya itu berhubungan dengan mereka dan sesuatu yang terjadi di ‘dunia’ itu sekarang.


Kino mencoba bicara serius dengan gadis kecil itu.


“Aku tidak ingin mengetahui apapun yang Emily-san sedang selidiki sekarang, tapi aku sendiri memiliki tujuan dan untuk saat ini aku belum bisa memberikan informasi apapun”


“Ada banyak hal yang masih kami ragukan dan banyak kebenaran yang masih harus kami pastikan tingkat kebenarannya”


“Aku harap, Emily-san mau mengerti”


Emily terdiam mendengarkan hal itu. Namun tidak lama kemudian, dia tersenyum ceria.


“Ahahaha, kenapa terkejut begitu. Emily tidak butuh apapun. Emily hanya mau bersama Kino. Tapi kalau Kino berkata begitu, Emily akan membiarkanmu pergi. Sampai bertemu besok ya”


Kino sempat terdiam. Emily memberikan pelukan kepada Kino sebelum akhirnya dia mengambil kertas dan laporannya lalu keluar bersama kedua anggota divisi.


Di dalam ruangan itu, Kino sendirian sekarang.


“Apa yang terjadi? Aku rasa Emily-san mencoba untuk tidak terpancing”


Di dalam hatinya, Kino berkata dengan ekspresi serius.


‘Tapi tidak masalah. Selagi kami masih bisa mencari keberadaan permata Kaito, aku rasa semua akan baik-baik saja’


Kino keluar dari tempat itu dan berjalan di lorong koridor.


Sementara Emily yang berjalan menuju kantor Algeria meminta kedua divisinya tersebut untuk pergi ke ruang divisi mereka masing-masing.


“Kembali ke ruangan kalian masing-masing. Aku sendiri yang akan memberikan semua laporannya”


“Baik”


Di saat keduanya berjalan, Emily mengingat hal yang dilakukannya pada Kino sebelum remaja itu turun setelah bertarung dengannya.


‘Dengan [Trickstar Narkissus], Emily akan segera tau apa yang dicari oleh Kino. Tidak perlu terburu-buru. Yang jelas, Lucas pasti sudah menyelidiki Rebellenarmee dan Galaktika’


Emily membuat wajah serius kali ini.


“Penyusup telah masuk dan karena mereka mengikuti prosedur resmi, kami tidak bisa membuat mereka pergi atau mengusir mereka”


“Selain itu, Lucas pasti sedang memikirkan sesuatu agar bisa mengetahui semuanya. Mungkin juga Lucas sudah tau semua”


“Tugas Emily kali ini adalah fokus pada Kino. Kedatangan mereka sangat tepat saat kasus ini terjadi. Mungkin saja benar, bahwa mereka memiliki sebuah keterkaitan satu sama lain”


Emily masih memikirkan cara untuk mencari tau tujuan dan apa yang dicari Kino. Sihir yang telah menempel pada Kino adalah sebuah kunci untuk Emily.


**


Di ruang ujian 7, Mark mengizinkan semuanya untuk pergi. Meskipun telah dipersilahkan untuk pergi, tapi Kaito dan kedua gadis di dekatnya masih saling melihat satu sama lain.


“Apa?”


“Tidak ada! Aku mau pulang dan memberitaukan hal ini pada ayahku!”


Sekarang tinggal Kaito dan Virgo.


“Kaito…”


“Ya?”


“Aku ingin bicara padamu sebentar, boleh?”


“Bicara tentang apa?”


“Ikut aku sebentar saat keluar dari ruangan ini”


Kaito tidak mengerti tapi dia mengikuti gadis itu. Saat dia baru akan mendekati pintu, tangan Kaito ditahan oleh seseorang.


-Greeeb


Ketika menengok ke belakang, itu adalah Mark yang menahannya pergi.


“Kamu di sini sebentar. Yang lain silahkan keluar”


Virgo tampaknya tidak setuju karena dia membutuhkan Kaito untuk hal penting.


‘Sial! Aku tidak akan melepaskan orang yang berpotensi mengalahkan Mark Vermillion. Aku harus membawa Kaito keluar dari sini!’


Dia mendekati Mark dan bicara, “Maafkan aku, tapi kami sudah selesai dengan ujian ini dan peserta diizinkan untuk keluar. Aku dan Kaito akan keluar jadi sebaiknya jangan menahan kami lebih lama”


“Siapa yang akan menahanmu? Kamu boleh keluar, tapi dia tetap di sini”


“Hah? Itu aneh. Kenapa kau butuh dia?”


“Memang itu urusanmu? Aku dan peserta nomor 89 sudah membuat sedikit kesepatakan sebelum dia meninggalkan arena tadi”


“……”


Kaito seperti sedang diperebutkan. Dia tidak ingat membuat kesepakatan apapun pada Mark, tapi dia juga tidak tau hal penting yang mau dibicarakan Virgo.


Keadaan sedikit unggul saat Mark mengatakan sesuatu.


“Jangan membuatku seperti sedang berdebat dengan anak baru. Tidak ada aturan di sini yang melarangmu bicara dengan peserta baru. Kalian bisa bertemu setelah aku selesai dengannya, tapi aku hanya punya sedikit waktu sebelum memberikan hasil laporanku”


“Aku tidak melarangmu pergi. Silahkan pergi bersama kedua orang itu karena aku masih ada urusan dengannya. Kalau mau menunggu, tidak masalah. Yang jelas, aku ada urusan dengannya dan aku tidak mau menunda”


Mata biru Mark kembali menjadi merah menyala dan Virgo merasakan hal yang tidak menyenangkan.


‘Sihirnya aktif!’


“Jadi, silahkan menunggu di luar” perintah Mark


Mau tidak mau, Virgo keluar dari sana. Kedua anggota divisi yang sebelumnya pengawas juga keluar atas perintah Mark.


Hanya tinggal mereka berdua sekarang.


Begitu pintu tertutup, Mark langsung mengeluarkan sihirnya.


[Astral Barrier]


[Time Seal]


Itu adalah sihir yang tidak asing untuk Kaito. Sihir itu adalah sihir yang pernah digunakan Xenon untuk latihan.


“Di sini, tidak akan ada yang mengganggu dan tidak akan ada yang menguping kita termasuk Lucas”


Kaito sedikitnya mengerti tujuan Mark sekarang.


“Apa kau ingin bertarung denganku lagi untuk mendapatkan sesuatu?”


“Apa maksudmu itu?”


“Sejak kau tau aku bukan dari ‘dunia’ ini, mungkin kau mengincar sesuatu. Misalnya saja…informasi?”


Mark tersenyum, “Seperti dugaanku. Penjelajah dari dimensi lain memang memiliki lebih banyak pengalaman. Aku suka itu”


“Aku akan jujur padamu. Aku memang membutuhkan informasi dan aku yakin bahwa penjelajah dimensi lain sepertimu pasti memiliki sesuatu yang aku butuhkan”


“Kamu bisa memilih, ingin cara halus atau…”


Mark mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Bukan pedang dan juga bukan sihir manipulasi senjata melainkan sebuah benda langkah yang hanya dimiliki olehnya.


[Artifact:  Dread Scythe]


Mark melanjutkan ucapannya kembali, “…Kita bisa pakai cara serius dan sedikit kasar di sini”


Kaito hampir tidak bisa mengeluarkan suaranya. Kini di hadapan Kaito, dia melihat sosok berbeda sekarang.


‘Apakah itu yang disebut [Artifact]? Dan…apakah ini sosok terkuat dan pengguna satu-satunya dari peninggalan dua ras yang anggap terkutuk itu?’


Selesai ujian, tampaknya ketiga penjelajah dunia lain menemui masalah masing-masing sekarang.


******