
Lucas, Rexa dan Mark akhirnya tiba di kediaman salah satu keluarga pahlawan, Keluarga Midford. Kereta kuda mereka berhenti di depan pintu gerbang kediaman tersebut. Mereka turun dari kereta kuda tersebut.
Rexa menerbangkan surat yang disimpannya selama perjalanan.
“Kamu mengirimkannya sekarang?” tanya Mark
“Tidak masalah. Aku yakin ayahku juga tidak akan langsung membukanya. Paling tidak aku tidak ingin dia terkena serangan jantung ketika mendengar kabar ini dari mulutku saat pulang”
“Kamu benar. Marquis sudah sangat stress dengan istri pertamanya. Aku yakin umurnya hanya tersisa beberapa bulan lagi”
Lucas memperingatkan Mark, “Mark, tolong jangan bercanda begitu”
“Siapa yang bercanda? Aku serius. Memang wajahku sedang menunjukkan bahwa aku sedang bercanda pada kalian?”
Ekspresi datar yang selalu ditunjukkan Mark memang tidak pernah mewakili tingkah lucu seseorang. Dia serius dengan kalimatnya.
Rexa hanya bisa tersenyum miris mendengar ucapan temannya itu. Sekarang mereka melihat kediaman keluarga Midford.
Sama seperti keluarga bangsawan lainnya, terdapat penjaga gerbang yang menunggu di sana. Soal keamanan, tentu tidak kalah dari keluarga bangsawan lainnya.
Mark langsung berdiri di depan kedua temannya.
“Aku yang maju. Aku yang urus duluan”
Lucas langsung memegang tangan Mark, “Tidak. Kalau kamu yang mengurus, penjaga itu bisa terkena sakit mental. Sebaiknya Rexa yang maju. Kita berdua hanya menemani, ingat itu Mark”
“……” Mark terdiam
Rexa berjalan dan bicara dengan penjaga tersebut. Wajahnya terlihat terkejut pada awalnya, namun akhirnya mereka mengizinkan ketiganya masuk.
Jarak antara pintu gerbang ke pintu utama cukup jauh. Benar-benar rumah bangsawan seperti di film-film.
Salah satu penjaga mengantar mereka masuk. Dia bertanya pada ketiga pemuda tampan dari Akademi Sekolah Sihir.
“Apakah ini urusan mendadak, Rexa-sama? Biasanya Anda datang dengan kereta kuda pribadi”
“Sedikit mendadak. Ini tidak bisa ditunda, karena itu aku ke sini langsung dari akademi”
Dari dalam kediaman, ada sosok bayangan yang melihat kedatangan ketiganya. Itu adalah sosok wanita dan pria berbadan besar yang pernah minum teh bersama Earl Midford dan seseorang yang dipanggil master.
“Ada yang datang. Barbarossa, apakah Earl mengetahui semua ini?”
“Aku tidak tau, Evergreen. Kurasa kita harus memberitau Earl dan telinga runcing itu”
Gadis bernama Evergreen melihat wajah yang tidak asing.
“Itu…Rexa van Houdsen!”
“Apa?”
Pria besar bernama Barbarossa melihatnya. “Di sampingnya itu…mungkinkah?!”
“Ada apa?”
Terdengar suara dari pria yang kemarin bicara dengan Galaktika dan yang lainnya. Dia menghampiri Barbarossa dan Evergreen.
“Kalian sedang melihat apa?”
“Diaz-Gemini, lihat itu” wanita bernama Evergreen melihat ke jendela memanggil nama pria bertelinga runcing tersebut. Dia memanggilnya Diaz-Gemini. “Itu Rexa van Houdsen, calon pengguna Artifact yang kita bicarakan”
Diaz-Gemini melihat apa yang ada di luar.
“Tampaknya mereka memiliki hal yang penting. Aku ragu mereka menyadari hal yang kita–…Mark Vermillion?!”
Wajah tenang namun nada bicara yang terkejut membuat sorot mata Diaz-Gemini tidak bisa menyembunyikan aura membunuhnya.
“Itu orang yang membawa Artifact kami. Berani juga dia datang ke tempat ini” gumamnya pelan dengan tangan mengepal
“Earl mungkin belum tau soal kedatangan mereka” ucap Barbarossa
“Kita beritau Earl sekarang”
Ketiganya pergi menuju ruangan Earl.
**
Di bawah, tampaknya ketiga remaja itu menyadari sesuatu. Mark berbisik pada Lucas yang ada di sampingnya.
“Lucas, kita diawasi”
‘Tampaknya tempat para anggota Rebellenarmee lainnya ada di sini. Aku ragu jumlah mereka hanya sedikit”
“Aku yakin mereka ada di setiap sudut. Hanya saja kita mungkin tidak menyadarinya akibat penggunaan sihir yang bisa memblokir semuanya seperti yang sudah-sudah”
“Tampaknya begitu. Haruskah aku mengeluarkan sihirku untuk area ini?”
“Aku ingin kamu tidak gegabah seperti yang sudah-sudah, Mark”
“Jangan khawatir. Aku tidak ingin menambah pekerjaanmu”
“Tapi kenyataannya sudah ada tambahan kerjaan yang kamu perbuat saat seleksi ujian kemarin. Aku bahkan belum menyentuh berkasnya saat benda itu ada di mejaku pagi ini”
Mark hanya diam seakan tidak mau mendengar protes pemimpinnya dan Lucas hanya bisa menghela napas pendek.
Rexa memperhatikan sekelilingnya dan sempat bertanya pada penjaga yang mengantarnya.
“Apakah Earl sedang ada tamu?”
“Ah, Earl sedang kedatangan teman lama”
“Sudah berapa lama mereka tinggal di sini?”
“Mereka baru datang kemarin. Sepertinya rekan bisnis”
“Begitu”
Ada sebuah bisikan di telinga ketiga remaja dari akademi.
“Dia berbohong. Penjaga itu menutupi semuanya atas perintah Earl. Meskipun dia juga tidak tau siapa tamu Earl, tapi dia berbohong pada kalian”
Itu suara Emily yang ada di akademi.
Sihir Emily, [Tearlaments Rein ‘O Heart] yang bisa mendeteksi kebohongan dari lawan bicara orang yang dipasangi sihir ini sudah mulai bekerja.
Saat ini, Rexa yang dipasangi sihir tersebut oleh Emily sebelumnya bicara pada penjaga gerbang yang mengantar mereka.
Hanya ketiga orang itu yang bisa mendengar suara Emily melalui sihir [Tearlaments Rein ‘O Heart] dan gadis kecil itu memberitau kebohongan itu kepada ketiganya.
“Mereka ada di dalam dan kemungkinan itu adalah orang yang kita cari. Rexa-sama harus berhati-hati” lanjut Emily
Ketiganya hanya melihat satu sama lain dan tidak merespon agar tidak ada kecurigaan.
Ketika sampai di pintu masuk utama, mereka disambut oleh kepala pelayan keluarga tersebut.
“Selamat datang, Rexa-sama, Lucas-sama, Mark-sama”
**
Di ruangan Earl, Diaz-Gemini bersama Barbarossa dan Evergreen memberitau kedatangan tamu kecil mereka yang tiba tanpa informasi.
“Rexa-sama datang?!” Earl terlihat begitu senang mendengarnya. “Aku tidak tau kenapa bisa beliau datang secepat ini tapi bukankah itu bagus”
“Masalahnya ada dua orang lain yang datang dan–…”
-Tok…Tok…
Suara ketukan pintu terdengar sebelum Diaz-Gemini selesai bicara.
“Silahkan”
“Earl, di bawah sudah ada Rexa-sama bersama Lucas-sama dan Mark-sama. Mereka sudah menunggu di ruang tunggu”
Earl langsung berubah serius ketika mendengar pelayannya mengatakan nama Lucas dan Mark.
‘Kenapa Lucas-sama san Mark-sama juga ikut dengannya? Pasti ada sesuatu’ pikirnya dalam hati
Earl melihat ketiga rekannya itu dan meminta mereka menemaninya.
“Aku rasa cukup aku yang menemanimu, Earl” saran Diaz-Gemini
“Kenapa?”
“Jika Barbarossa dan Evergreen ikut dengan kita, aku rasa akan berbahaya. Anggap saja kita menyembunyikan kekuatan asli kita agar tidak semua hal bisa diketahui”
“Diaz-Gemini benar, Earl” sahut wanita bernama Evergreen, “Jika kita melakukan hal yang gegabah maka tujuan kita akan gagal. Kita juga tidak bisa menganggap remeh mereka sejak mereka adalah kapten dari Divisi Dewan Sihir”
“Selain itu, ada pengguna terkuat Artifact di sana. Bohong jika mereka datang tanpa persiapan. Rebellenarmee tidak boleh sampai gagal dan rencana besar kita tidak boleh hancur” Barbarossa juga menambahkan
Earl berpikir sejenak, “Baiklah. Aku rasa akan lebih baik jika aku dan Diaz-Gemini yang pergi. Kalian berdua tunggulah di sini”
“Kami juga akan mengawasi mereka dengan ketat”
Saat sampai di ruang tunggu, Earl bersikap sangat manis di depan ketiga tamunya.
“Selamat datang, Rexa-sama. Senang rasanya Anda berkunjung kemari”
Mata semua orang yang datang menunjukkan kebohongan yang disimpan dengan baik melalui senyuman.
******