Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 299. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 4



Peserta di ruang ujian 7 masih melihat dan bertanya-tanya satu sama lain.


Tidak ada rasa percaya dari diri mereka terhadap peserta lain.


"Aku harus membuat tim dengan siapa?"


"Kau yakin kau kuat kan?"


"Aku tidak percaya aku harus masuk ke ujian tim. Padahal aku ingin mengikuti ujian individu"


Semua rasa cemas dan ragu muncul dalam diri mereka.


Mark tampaknya masih sangat tenang menghadapi para peserta itu. Meskipun terlihat tenang, dia sama sekali tidak mengendurkan pengawasan.


Dia memanggil pengawas yang berdiri di kanan dan kirinya.


"Milan, Versa..."


"Ya, Mark-sama"


"Awasi semua peserta itu dengan benar. Aku sudah sengaja mengurangi jumlah mereka semua, jadi sebaiknya lakukan tugas kalian"


"Kami mengerti, Mark-sama"


Keduanya terlihat serius. Dari semua peserta yang ada, hal lain yang membuat kesal Virgo adalah ketiga lizardman yang mengganggunya tadi ikut dalam kelompok yang lulus.


Mereka bertiga menghampiri gadis itu.


"Rupanya kau lulus juga ya, gadis sombong"


"Kau tidak punya hak untuk bicara denganku. Sebaiknya kalian pergi dari sini atau kalian akan menyesal"


Tatapan serius Virgo kali ini berbeda. Dia seperti akan benar-benar menghabisi ketiganya.


Para lizardman itu sepertinya menyadari perubahan gadis itu dan akhirnya memilih untuk mundur.


Kaito masih harus memikirkan strategi untuk lulus dalam ujian kali ini.


'Ujian kelompok. Jika satu tim dengan kedua kakak beradik itu, aku akan dengan senang hati menerimanya. Masalahnya, aku melihat betapa berbahayanya semua orang di sini'


'Mereka kuat namun juga terlalu mengandalkan dirinya sendiri'


'Ditambah lagi, sebagian dari mereka tampaknya tidak begitu suka bekerja dalam kelompok'


'Sekalipun ada yang berkelompok seperti ketiga lizardman itu, aku sangat yakin mereka tidak mau mengambil resiko untuk bekerjasama dengan yang lainnya'


Kaito melirik gadis bernama Virgo dan menatapnya dengan serius. 'Aku tau dia kuat. Jika harus memilih, aku mungkin lebih senang bertarung dengannya dibandingkan dengan peserta lain'


'Tapi untuk peserta satunya lagi...aku tidak ada gambaran. Semua kuat, tapi aku ragu apakah bisa cocok dengan mereka'


Tiba-tiba, Virgo mendatangi Kaito. "Kalau kau beluk memutuskan, aku mau jadi teman satu tim denganmu, Kaito"


"......" Kaito terdiam


Tidak disangka bahwa gadis itu sendiri yang akan menawarkan dirinya.


"Kenapa diam? Kau tidak mau?" tanya Virgo


"Tidak. Aku mau. Tapi kenapa?"


"Karena kau kuat"


"Dari mana kau bisa menilaiku kalau aku kuat?"


"Karena aku terbiasa bertarung. Aku melihat gerakan yang kau lakukan untuk menghindari lingkaran sihir penguji itu"


"Insting tajam yang kau miliki adalah bukti kalau kau kuat"


Tampaknya Virgo begitu yakin. Analisanya tepat karena Kaito memang terbiasa bertarung.


"Aku mengerti. Aku juga merasa kalau bersama denganmu tidaklah buruk. Sejak kau terbiasa bertarung, aku yakin kau juga akan berpikiran untuk mencari rekan satu tim yang berguna" kata Kaito


Virgo mengangguk dan melihat ke sekeliling. Dia mulai mencari peserta lain yang sekiranya bisa diajak bekerja sama.


Kaito sempat melihat-lihat juga, namun ada yang cukup menarik.


'Kelompok lizardman itu seperti sedang menarik perhatian para peserta' pikir Kaito


Ketiga lizardman itu seperti sedang berdialog dan berdiskusi dengan beberapa peserta lain.


"Virgo..." Kaito memanggilnya


"Ada apa?"


"Mereka bertiga sepertinya berniat merekrut beberapa orang untuk mulai melawan penguji" kata Kaito pada gadis itu


Mata Virgo tampak sinis menatap mereka.


"Tidak masalah. Aku tidak mau satu tim dengan kadal jelek seperti ketiga orang itu"


"Begitu"


Dari kejauhan, Mark memperhatikan Kaito dan Virgo lebih tajam dengan mata merah menyala.


-Deg


Kaito merasakan hal yang menakutkan.


'Aku diawasi!'


Dia melihat sekeliling dan pandangannya jatuh pada Mark yang duduk santai di kejauhan.


'Apa itu hanya perasaanku?' guman Kaito dalam hati


Mark yang sudah memejamkan matanya bergumam dalam hatinya, 'Dia bisa merasakan bahwa ada yang mengawasi. Tampaknya peserta nomor 89 itu memang tidak bisa dianggap lemah'


'Hanya saja, gadis setengah elf itulah yang menjadi pusat perhatianku'


'Ada beberapa beastman di sini. Namun mereka tidak mencolok. Untukku, mereka normal'


'Hanya saja, aku tidak bisa lengah sedikitpun. Lucas sudah memberiku izin untuk melakukan tindakan serius'


'Aku rasa jika saatnya tiba, aku akan menggunakan Artifact untuk menarik terduga penyusup itu keluar'


Selang beberapa menit, ada sekelompok orang yang mendekati Mark.


"Penguji, kami sudah siap!"


Mark membuka matanya dan melihat kelompok pertama yang mencoba menantangnya.


"Kalian sudah yakin dengan jumlah itu?" tanya Mark santai


"Kami yakin"


Mark menunjuk ke arah Kaito dan Virgo yang berada sedikit lebih jauh dari posisi mereka sekarang, "Kedua orang itu tidak mau diajak? Aku yakin mereka juga kuat"


"Tidak perlu. Gadis sombong itu tidak perlu ada dalam kelompok kami" ucap salah seorang lizardman dengan sombongnya


"Huh, aku percaya mereka akan kalah" Virgo menggerutu


Terlihat jelas wajah percaya diri yang ditunjukkan oleh para lizardman itu


Mark berdiri dan melihat semua peserta yang ada di hadapannya.


"Satu, dua, tiga...hmm, sepuluh orang ya. Cukup banyak"


"Bagaimana?" tanya lizardman itu penuh percaya diri


"Bisa dimulai. Milan, Versa, aku akan mulai sekarang"


"Baik. Kepada peserta yang belum mengajukan diri dipersilahkan mundur ke belakang lebih jauh"


"Kami akan memasang pelindung untuk keselamatan kalian"


Semua peserta lain akhirnya mundur ke belakang.


Pengawas ujian langsung mengeluarkan sihirnya.


[Astral Barrier]


Sebuah penghalang yang sudah tidak asing lagi untuk Kaito.


'Penghalang yang sama yang digunakan oleh Xenon'


Kemudian, ada satu lagi sihir yang dipasang hanya di sekitar para peserta yang menantang dan Mark saja.


[White Barrier]


Sebuah lapisan penghalang berwarna putih yabg bergerak seperti kabut.


"Kabut?"


Pengawas menjelasnya.


"Namanya [White Barrier], sihir penghalang dengan tingkat lapisannya setara dengan sihir barrier lain yang dipasang sebanyak 5 lapis"


"Artinya, tidak mudah ditembus dari luar. Jika kalian nekat menyentuhnya, kalian akan tersengat listrik karena sifat penghalang itu memiliki medan magnet"


Mark mulai menjelaskan sesuatu.


"Dikarenakan ujian ini adalah [Area Level C] jadi sihir dengan daya serang kuat akan diperbolehkan selama tidak mengancam nyawa"


"Untuk antisipasi kerusakan pintu ruangan ini, penghalang ini dibuat"


"Kerusakan...pintu?" Kaito jadi heran dengan penjelasan tersebut


"Aku tidak mau disuruh membayar kerusakan pintu sekolah dan diminta membuat laporan permintaan maaf"


"Kalau mau tau pintu akademi itu nilainya kurang lebih 1.500.000 Penny Libra dan setara dengan gajiku selama 2 bulan bekerja sebagai pasukan divisi"


"Hah?!" semua tercengang dengan harganya


Kaito bahkan tidak bisa mengatakan apapun. Terlalu syok, sampai dia memegang salah satu pinggang.


'Kalau Ryou mungkin akan mengatakan bahwa harganya setara dengan menjual ginjal dan organ dalam'


"Lupakan soal pintunya. Dengan ini, kalian bebas mengamuk sepuasnya"


Mark menatap peserta yang ada di hadapannya.


"Aku tidak peduli mau sekuat apa kalian, tapi buat aku mengakui kemampuan kalian"


Kesepuluh orang itu langsung mengeluarkan semua senjata yang dibawanya dan bersiap.


Mark memberikan tanda kepada semuanya.


"Ujian [Area Level C] tag duel dimulai"


******