Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 334. Dinding Penghalang di Hati Xenon



Xenon berjalan menuju lobi setelah bertemu dengan Mark sebelumnya mulai berpikir untuk pulang sekarang.


“Tidak ada lagi yang perlu dibahas kali ini dan aku sendiri juga sudah bebas dari tugas. Para kapten mungkin sedang merapatkan sesuatu dan aku tidak mau berurusan dengan hal merepotkan”


“Aku juga ingin mendengar cerita Kino dan Kaito selama ujian. Sepertinya aku harus menemukan keberadaan mereka”


Tidak lama setelah itu, Xenon tidak sengaja bertemu dengan Misha yang saat itu baru saja selesai mengikuti kelas bersama empat orang temannya.


Mereka sepertinya terlihat senang, namun ekspresi senang Misha langsung hilang begitu melihat Xenon.


Xenon menyadari kebencian Misha sejak awal, jadi dia tidak pernah ingin bertemu apalagi dekat dengannya. Karena itu, dia memilih untuk mengabaikannya dan langsung berjalan bersama kerumunan murid lain.


Tidak disangka Misha melihat itu dan langsung mengatakan hal yang tidak menyenangkan


“Anak pelayan kotor, aib untuk sang calon Marquis…”


-Deg


Wajah Xenon menjadi sangat syok, langkahnya terhenti. Hal itu juga dilakukan Misha. Dia berhenti dan menengok ke arah Xenon yang tidak berbalik menatapnya.


Keempat teman-teman Misha hanya diam tanpa ada yang bertanya. Mereka hanya melihat satu sama lain tanpa ada yang berani mengatakan apapun. Bagaimanapun juga, status Xenon sebagai Divisi Eksekutor telah diketahui semua orang. Begitu juga tentang rumor sekuat apa dia dalam divisi tersebut.


Namun, hal itu tidak menjadikan Misha takut padanya. Dia menganggap dirinya lebih tinggi dari Xenon yang hanya seorang anak dari hasil perselingkuhan Marquis van Houdsen dengan pelayannya.


Tentu saja, rumor mengenai hal tersebut tidak banyak diketahui oleh murid akademi. Akan tetapi, tetap ada yang telah mengetahuinya termasuk teman-teman Misha.


Tidak ada yang bisa menutupi aib keluarga bangsawan sepenuhnya, terlebih jika mereka lahir dari keluarga pahlawan.


Sebesar apapun otoritas keluarga tersebut, lingkungan sosial kaum atas dalam keluarga kerajaan membuat semua orang akan tau kegelapan keluarga satu dan lainnya dengan cepat.


Dan inilah yang membuat setidaknya satu atau dua orang, katakanlah begitu, mengetahui seperti apa latar belakang Xenon dalam keluarganya dan seperti apa hubungannya dengan Rexa dan van Houdsen.


Misha mendekati Xenon dan menatapnya sinis serta rendah.


“Aku tidak menyangka seorang penguji yang baru selesai melakukan seleksi peserta bisa kabur dari tugasnya seperti ini. Sungguh tidak bertanggung jawab”


Xenon melihat Misha dan memberinya salam layaknya seorang bangsawan lain.


“Selamat siang, Lady Midford-sama. Senang melihat wajah cantikmu hari ini. Apakah ada yang bisa aku bantu?”


“Cih, jangan sok memujiku. Aku tidak akan terpengaruh pada sikapmu itu. Pada dasarnya itu hanyalah akting agar kamu terlihat baik!”


Xenon sudah biasa menghadapi hal seperti ini.


‘Sejak awal, tunangan Rexa-sama begitu membenciku. Baru-baru ini, aku juga sudah mendengar semua hinaan darinya. Tapi karena dia hanyalah perempuan dan gadis manja di keluarganya, aku mencoba menahan diri’


‘Aku rasa aku harus menahan diriku lagi kali ini. Mari dengarkan sejauh apa hinaannya kali ini di depan umum, kemudian aku cukup pergi dari sini tanpa mengingat semua omong kosongnya kembali’


Setidaknya Xenon sudah kebal dan dewasa untuk menghadapi sifat jahat Misha padanya. Hal ini dibuktikan dengan senyum manis di wajahnya.


“Maafkan aku jika aku mengganggumu, Lady. Aku sendiri akan segera pergi. Dan untuk tugas kali ini, aku sudah menyerahkannya pada Algeria-sama. Beliau juga memintaku untuk pulang karena tidak ada hal lain yang perlu aku kerjakan”


“Jika Lady tidak keberatan, izinkan aku untuk pergi dari sini sehingga Lady tidak perlu melihatku berkeliaran di sekitar akademi ini”


Itulah yang dikatakan oleh Xenon. Namun, rupanya hal itu tidak merubah rasa kesal Misha padanya.


“Algeria-sama pasti memintamu untuk pulang karena dia tau betapa menyedihkannya anak dari seorang pelayan dengan darah kotor di tubuhnya”


-Deg


Kalimat lain dari mulut Misha juga tidak kalah menyebalkan.


“Jika kamu hanya bisa menyusahkan Rexa-sama, sebaiknya tidak perlu menjadi anggota divisi. Lagipula kehadiranmu di dekat Rexa-sama hanya akan menjatuhkan pandangan semua orang terhadap Rexa-sama!”


“Anak hasil perselingkuhan sebaiknya tidak perlu berpura-pura menjadi anak bangsawan. Hanya membuat malu Keluarga van Houdsen saja”


“Aku ingin tau, kenapa orang sepertimu harus ada di dekat Rexa-sama dan membuat aib bagi keluarga pahlawan”


Suara Misha sengaja dikeraskan agar semua orang mendengarnya.


‘Aku akan membuatmu malu, darah kotor!’ Misha berkata dalam hati


Kali ini, Xenon cukup kesal dengan ucapan itu dan melihat Misha yang tersenyum sinis dengan wajah marah.


Misha yang merasa tidak senang dengan wajah itu langsung merubah ekspresi wajahnya, “Kenapa melihatku seperti itu? Apa yang aku katakan itu benar, kenapa harus tersinggung?”


“Lady Midford-sama, jika Anda di sini hanya untuk mengingatkan statusku di dalam Keluarga van Houdsen, tidak perlu diperingatkan setiap hari pun aku sudah tau itu”


“Terima kasih untuk semua perhatiannya, tapi tanpa berteriak dan bicara dengan keras sekalipun semua orang tau siapa dan dari mana asalku di keluarga tersebut”


“Dan jika yang Lady maksud merepotkan Rexa-sama, jangan khawatir, aku sendiri tidak pernah lupa dari mana aku berasal. Aku mencoba untuk tidak membuat Rexa-sama malu”


“Tapi, Anda juga harus melihat diri Anda sebagai tunangan Rexa-sama. Jika teriakan dan hinaan Anda ini dinilai sebagai tindakan yang tidak menyenangkan olehku, justru Anda yang akan mempermalukan diri Anda dan Rexa-sama”


“Perlu Anda ketahui, Lady…aku mungkin hanya seorang darah kotor seperti yang Anda katakan, tapi itu saat aku berada di kediaman van Houdsen. Saat ada di Akademi Sekolah Sihir ini, aku adalah Xenon dari Divisi Eksekutor Dewan Sihir”


“Dan itu artinya, aku memiliki sedikit kekuasaan yang tinggi dibandingkan dengan Lady. Tolong sebaiknya berhentilah menjadi catatan berjalanku dan berhenti membuat pandangan orang lain menjadi buruk terhadapmu, Lady. Permisi”


Xenon meninggalkan Misha dengan ekspresi dingin. Wajah Misha tampak kesal karena dipermalukan oleh Xenon.


‘Darah kotor tidak tau diri! Aku senang ayahku mau mendengarkanku. Sebentar lagi kamu akan mati dan tidak akan menghalangi pernikahanku dengan Rexa-sama’


‘Rexa-sama bisa marah karena kehadiranmu dan tidak memiliki perhatian padaku itu adalah sebuah kesalahan! Kamu tidak lebih berharga dari pada orang-orang miskin di jalan! Aku tidak akan memaafkanmu!’


‘Rasa malu ini akan aku balas dan kematianmu adalah balasan yang harus kamu dapatkan’


Misha dan kebenciannya pada Xenon adalah hal yang sudah ada sejak di awal pertunangan mereka.


Sedikit alasan kenapa Xenon begitu jauh dari Rexa adalah karena kejadian di masa lalu tersebut.


Xenon yang berjalan dengan ekspresi kesal masih mengingat kalimat yang baru saja dikatakan oleh Misha.


[Anak hasil perselingkuhan sebaiknya tidak perlu berpura-pura menjadi anak bangsawan. Hanya membuat malu Keluarga van Houdsen saja]


[Aku ingin tau, kenapa orang sepertimu harus ada di dekat Rexa-sama dan membuat aib bagi keluarga pahlawan]


‘Tidak ada yang berharap dilahirkan di keluarga pahlawan dan tidak ada yang berharap ingin mempermalukan orang yang paling berharga untukmu’


‘Aku akan terus bersikap seperti ini demi melindungi semua hal yang pantas untuk didapatkan oleh Rexa-sama’


‘Bahkan jika itu artinya, aku harus mengabaikan dan menjadi orang paling jahat untuknya’


******