Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 337. Hari Bebas bag. 2



“Kalian bertiga!”


Terdengar suara Xenon dari kejauhan.


Ketiga remaja dunia lain tersebut mulai menyapa dan melambaikan tangan mereka pada Xenon. Xenon segera duduk di bawah pohon di dekat sungai dan bergabung dengan mereka bertiga.


“Aku membawakan ini untuk kalian sebagai makan siang”


Baik hati sekali guru mereka yang satu itu. Dia membawakan burger set dengan cola dan sundae ice cream sebagai penutupnya.


Ryou menjadi orang pertama yang melihatnya dan dia begitu terkejut dengan apa yang didapatkannya.


“Burger!! Sudah begitu, ada es krim yang dibekukan juga?!”


“Apa ini diberi sihir agar tidak mencair, Xenon-san?”


“Benar. Petugasnya adalah ras mermaid yang kebetulan bisa sihir es. Aku memintanya untuk membekukan ini untuk waktu satu setengah jam sejak aku membelinya, jadi kalian bisa makan siang dulu sebelum hidangan penutup”


Kino dan Ryou tidak mengatakan pada Xenon bahwa mereka sudah makan sebelumnya. Itu dilakukan untuk menghargai Xenon yang sudah membeli makanan tersebut.


Sejak mereka tidak pernah merasa lapar dan haus, itu artinya mereka juga tidak bisa merasakan kekenyangan berlebih yang memungkinkan ketiga remaja dari dunia lain tersebut makan dalam porsi di luar batas normal, jika memang diharuskan.


“Kaito, ini bagianmu”


“Terima kasih” Kaito melirik ke arah Yuki bersaudara dan melihat mereka mengangguk sekali.


‘Mereka memintaku memakannya tanpa membantah ya. Baiklah’ gumam Kaito setelah melihat respon mereka. Sepertinya Kaito mulai berbakat membaca bahasa isyarat keduanya.


Keempat remaja itu memakannya sambil membahas hal ringan.


“Ini namanya burger ya” gumam Kaito pelan


“Memang kau belum pernah memakannya, Kaito?” tanya Xenon


“Belum. Di tempat asalku tidak ada yang seperti ini”


“Kalau di tempat Kino dan Ryou? Apakah makanan seperti ini ada di dunia kalian?”


Kino menelan makanannya terlebih dahulu kemudian menjawabnya, “Ada. Sejujurnya saja yang tidak ada hanyalah hal-hal yang berbau sihir dan ras selain manusia, Xenon-san”


“Di tempat asal kami, Jepang, semuanya berbau teknologi normal. Tidak ada ras kucing atau semacamnya di sini, termasuk elf dan beastman”


“Di tempat kami semua itu hanyalah mitos ataupun legenda, jadi cukup aneh saat pertama kali melihat pemandangan seperti ini begitu sampai”


Xenon yang mendengar itu hanya mengangguk.


Berhubung masih sedikit tenang, Kaito bertanya pada Xenon di sela-sela waktu makannya.


“Xenon…”


“Ya?”


“Ajarkan aku sihir untuk membuat mulut seseorang diam”


“Bruugh!! Uhuk…uhuk…uhuk…” Ryou tersedak mendengar pertanyaan Kaito


“Ryou, kamu baik-baik saja? Ini minum dulu, pelan-pelan ya”


Kino memberikan cola kepada sang adik. Begitu dihabiskan semuanya, Ryou langsung mengajukan protes.


“Kaito! Apa maksudnya tadi?!”


“Kenapa jadi kau yang tersedak? Aku bertanya pada Xenon, bukan padamu”


“Tapi itu pasti soal yang tadi kan? Ayo mengaku!”


“Kalau makan tidak boleh berisik“ Kaito mengabaikan Ryou dan pura-pura jadi anak baik


Sepertinya balas dendam cukup berhasil. Ryou yang mau membalas Kaito langsung ditutup dengan kentang goreng oleh sang kakak, membuatnya tidak jadi bicara, sedangkan Xenon tampaknya sudah hapal dengan mereka bertiga.


‘Aku mau diam saja, tidak perlu berkomentar’ ucapnya dalam hati


Setelah selesai makan, ketiganya mulai menikmati makanan penutup sambil membicarakan hal yang serius.


Kaito memulai pembicaraan terlebih dahulu.


“Sebentar, apakah ini hal penting?”


“Sangat penting dan ini berhubungan dengan penyelidikan kita soal kasusmu”


Mata Xenon menjadi tajam. Dia meletakkan es krimnya kembali dan memilih mendengarkan Kaito bicara.


Kino dan Ryou membiarkan Kaito menceritakan semuanya. Membutuhkan waktu lama untuk bercerita.


Sekitar satu sampai dua jam setelahnya, semua cerita tersebut akhirnya selesai. Tidak ada yang diringkas membuat Xenon langsung melahap semua informasi tersebut secara utuh.


Wajahnya berubah pucat dan menjadi serius, juga sorot matanya menjadi tajam demi bisa menanggapi semua informasi tersebut.


“Kau bertukar semua…informasi itu dalam waktu setengah hari dengan Mark-sama?”


“Benar. Aku minta maaf karena mendahuluimu, tapi bagaimanapun juga aku memiliki hutang padamu soal ingatanku. Aku harap aku bisa membantumu walau sedikit”


“Tidak, Kaito. Itu luar biasa! Kau benar-benar menakjubkan! Kalian berdua juga menakjubkan, bisa mendapatkan informasi yang aku butuhkan seperti ini adalah hal yang terbaik. Terima kasih banyak”


“Selain itu, aku juga ingin mengucapkan selamat karena kalian sudah lulus ujian masuk”


Xenon menjabat tangan ketiganya satu per satu. Kemudian, mereka kembali bicara serius.


“Jadi, Mark-sama menjamin kita berempat seperti cerita kalian ya”


“Benar. Mulai sekarang, semua tindakan kita akan menjadi tanggung jawab Mark, setidaknya itulah yang dia katakan”


Mendengar kalimat Kaito, Xenon mengingat sesuatu saat bertemu Mark beberapa waktu lalu.


[Mulai sekarang jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa meminta bantuanku tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Semua itu akan menjadi tanggung jawabku juga mulai sekarang]


Xenon akhirnya mengerti maksudnya, ‘Jadi itu maksud dari perkataan Mark-sama saat di koridor itu. Aku harus berterima kasih pada Mark-sama nanti’


Setelahnya, hal yang mereka lakukan di hari bebas ini adalah membicarakan mengenai strategi selanjutnya.


“Vares sudah lulus dari ujianku meskipun aku tau dia memiliki niat untuk membunuhku. Namun karena dia lulus secara resmi, aku tidak bisa berbuat apapun”


“Begitu resmi masuk ke dalam akademi besok, aku mungkin akan bisa mengawasinya dengan ketat. Lucas-sama juga pasti telah mengetahui hal ini”


“Aku rasa kau bisa mulai untuk mengawasi pergerakan mereka, Xenon. Apa hari ini kau akan kembali lagi ke asrama?” tanya Ryou


“Aku akan tinggal di luar lagi. Kalian tidak bisa tidur di luar, kan? Mulai besok, mungkin aku akan sering-sering di asrama sejak kalian akan mulai pindah ke sana”


“Kalian juga bukan anggota Divisi Dewan Sihir jadi tidak memiliki hak khusus untuk keluar masuk seenaknya”


“Kami akan pindah ke asrama ya” Kino melihat pakaian yang dipakainya saat ini. “Tapi Xenon-san, secara teknis kami tidak memiliki pakaian ganti atau semacamnya untuk pindah. Apakah tidak masalah jika kami hanya datang dengan pakaian seadanya seperti sekarang?”


“Hmm~masih ada waktu sampai malam hari, aku bisa menemani kalian belanja kalau mau. Berapa uang kalian sekarang?”


Ryou mengeluarkan seluruh uang yang dimiliki olehnya.


“Itu cukup untuk membeli beberapa pakaian di sini. Jika kurang, aku akan menambahkannya untuk kalian. Seragam, sepatu sekolah dan atribut serta alat tulis sudah ada di sana. Hanya perlu barang pribadi yang dibawa”


“Jadi, kita belanja sekarang?”


“Tentu saja. Kita masih bisa mengobrol soal hal ini di tempatku nanti. Kalian harus bisa terlihat seperti orang normal”


Ryou dan Kaito saling melihat satu sama lain.


“Menurutmu kita normal tidak, Kaito?”


“Kau saja yang tidak normal, Ryou. Aku normal. Setidaknya, aku tidak mau disamakan dengan mulut pedasmu itu”


Ryou menatap Kaito sinis sambil bergumam sendiri.


“Kau jadi semakin menyebalkan ya, Kaito”


Kino hanya menggelengkan kepalanya sambil bergumam dalam hati.


‘Aku mohon kuatkan aku, Kami-sama’


******