Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 345. Sebelum Upacara Penerimaan bag. 4



Kaito sempat menyadari ada yang datang dan benar saja, itu adalah para Rebellenarmee.


“Kaito, kita bertemu lagi!”


Virgo menyapa Kaito dengan senyum hangat.


Melihat senyuman itu, Kaito langsung membalasnya. Dia benar-benar melakukan akting yang bagus dan sempurna sekarang.


“Virgo, kau di sini. Hmm? Siapa itu?”


“Ini temanku. Yang ini Rayel dan Galaktika”


Kino melihat sosok Galaktika dan langsung menyapanya juga.


“Kamu yang kemarin bertarung melawan Emily-san, kan?”


“Yo” sapa Galaktika


Galaktika sekarang sedang ketakutan. Dia khawatir jika sosok remaja yang ada di depannya ini membahas soal pemanggilan dirinya oleh Algeria setelah ujian.


‘Jika dia sampai bicara, habislah aku’ gumamnya dalam hati


Namun, hal itu tidak terjadi. Kino tidak membahasnya sama sekali dan berpindah ke topik lainnya.


“Aku belum berkenalan dengan mereka, Kaito-san. Siapa ini?”


Kaito kembali memerankan peran orang polosnya, “Ini Virgo. Aku cerita soal ujian di ruanganku kan? Dia anggota tim yang sama denganku. Yang seorang lagi aku tidak mengenalnya. Mungkin masih ada di sekitar sini”


“Begitu, Virgo-san ya. Salam kenal. Namaku Yuki Kino dan ini adikku Yuki Ryou”


“Adikmu ya…”


Virgo menengok ke arah Galaktika dan Rayel.


“Aku Virgo. Biar kuperkenalkan kedua temanku. Ini Rayel dan ini Galaktika. Kau satu ruangan dengannya kemarin kan, Yuki Kino?”


“Iya, meskipun aku tidak sempat bicara dengannya kemarin. Senang bertemu denganmu lagi, Galaktika-san. Salam kenal untuk Rayel-san juga”


“Salam kenal” jawab Rayel dengan ramah


Mereka berbicara hal yang tidak begitu penting seperti sudah berapa lama mereka ada di sana dan juga perasaan setelah lulus.


Dari kejauhan, Xenon memperhatikan mereka. Dia sempat berpikir sekarang.


‘Tampaknya ini berjalan lancar. Tapi, hanya tiga orang dari empat yang datang…itu berarti satu lagi mencoba menyelidiki keadaan sekitar juga’


Xenon memperhatikan sekelilingnya dan menggunakan mata sihir miliknya.


[Senri Eye]


Dia melihat aura yang ada di antara kerumunan orang-orang yang datang.


‘Sedikit lebih mudah melihat mereka dengan mata ini. Aku ingin tau dimana satu orang lagi yang–…itu dia!’


Xenon melihat sosok yang sangat tidak asing.


“Vares” gumamnya pelan


Xenon menjauh sedikit dan melihat sosok Vares dari jarak yang lumayan jauh namun tetap bersembunyi di kerumunan.


“Itu dia. Sepertinya dia sengaja tidak ikut mendekati Kino dan lainnya”


Sementara itu, Kaito dan Virgo tampak bicara dengan lancar seperti teman baik.


“Maafkan aku kemarin meninggalkanmu karena aku bersama mereka”


“Aku tau. Akhirnya aku bertemu dengan temanmu, Kaito. Bicara soal hari ini, aku kira kalian membawa perlengkapan kalian. Atau…sejak awal kalian memang tidak bersenjata?”


Kino menjawab dengan senyumannya, “Hanya Kaito-san yang memiliki senjata fisik. Aku dan adikku hanya pengguna sihir saja”


“Begitu” Virgo sempat mengamati kedua teman Kaito dan bergumam dalam hatinya. ‘Mereka tidak kuat tapi kenapa firasatku mengatakan mereka menyembunyikan sesuatu juga?’


Bukan hanya itu, Galaktika sendiri sudah memiliki firasat yang aneh ketika melihat Kino.


‘Dia adalah orang yang menarik perhatian Emily Xelhanien. Tidak mungkin dia biasa-biasa saja seperti ini. Aku rasa dia mungkin terlihat memiliki wajah polos, tapi aku ragu wajah itu adalah wajah polos yang sesungguhnya’


Kecurigaan Galaktika sebenarnya tidaklah salah, tapi ada satu hal yang salah di sini.


Wajah Kino itu memang selalu terlihat polos, tidak seperti sang adik yang diam-diam menghanyutkan. Namun, tampaknya sisi ‘ramah’ Ryou belum terlihat. Mulutnya masih tersegel rapat dan hanya menunjukkan senyuman saja sejauh ini.


‘Aku harus membiarkan Kino dan Kaito yang bekerja. Aku ingin tau kenapa Vares tidak ada di sini’


Ryou terlihat seperti melirik diam-diam. Saat melirik, pandangan mata Ryou sempat melihat Rayel yang memperhatikannya.


“Ada apa?” tanya Ryou


“Apa kau mencari seseorang? Aku perhatikan kau melihat kanan dan kiri dari tadi”


“Aku mencari orang yang mungkin akan muncul seperti kemarin. Proses administrasi akan dimulai tapi belum ada petugas yang mengatur. Kau tidak merasa aneh?”


Sungguh akting dan pengalihan isu yang baik dari Ryou. Dia benar-benar memiliki bakat untuk mengelak lebih lembut dari Kaito.


Sangat smooth seperti kulit bayi, meskipun tidak ada hubungannya. Baiklah, cukup dengan komentarnya. Kembali lagi ke mode mengelak Ryou.


Sang kakak dan Kaito bersikap normal mendengar ucapan Ryou.


‘Ryou hebat!’ puji sang kakak dalam hati


‘Aku rasa mulutnya bekerja dengan baik sekarang. Baguslah dia bisa mengalihkan semua itu dengan lancar. Sepertinya aku tidak perlu khawatir’ Kaito juga tampaknya sangat lega


Alasan Ryou itu tampaknya cukup dipercaya oleh Rayel dan dia juga jadi melihat kanan dan kirinya.


“Kau benar. Sepertinya proses administrasi belum dimulai”


**


Xenon masih melihat Vares yang tampak terfokus pada posisi keberadaan Kino dan yang lainnya.


‘Sepertinya dia memang sedang mengawasi mereka’


Saat Xenon hendak melakukan sesuatu, dia melihat Algeria yang datang dengan Emilia dan Tatiana.


“Algeria-sama?! Itu Emilia-sama dan Tatiana-sama juga! Mungkinkah administrasinya akan dimulai?”


Dari belakang, Xenon dipanggil oleh seseorang.


“Xenon-sama, di sini Anda rupanya”


“Kalian…” Xenon melihat anggota divisi lain yang kemarin masuk dalam jajaran pengawas ujian. Dia menonaktifkan sihir pada matanya dan bicara seakan tidak sedang melakukan apapun.


[Nox]


“Apa ada yang bisa dibantu?”


“Semua sudah di tempatnya. Karena Xenon-sama kemarin sebagai penguji, Anda juga memiliki tugas untuk membantu proses administrasi dan tetap ada di aula sampai upacara penerimaan selesai”


“Sudah waktunya ya?” tanya Xenon


“Sudah”


Sebenarnya, Xenon tidak ingat hal ini sama sekali meskipun sejujurnya dia sendiri yang mengatakan ini sebelum membubarkan peserta di ruangannya.


‘Aku lupa mengatakan kalau aku juga ikut dalam pengurusan administrasi hari ini pada ketiga orang itu! Bodohnya aku. Karena terlalu bernafsu ingin mendapatkan informasi lebih banyak jadi lupa dengan hal kecil begini’


Wajah depresi Xenon membuat anggota divisi tersebut jadi sedikit heran, “Xenon-sama, apa Anda sakit perut? Mau ke toilet dulu?”


“Haha, tidak tidak. Aku baik. Aku akan ke tempat Algeria-sama. Terima kasih ya”


“Sama-sama”


Xenon pergi menuju Algeria yang sedang bersama Emilia dan Tatiana sekarang.


“Selamat pagi, Algeria-sama, Emilia-sama, Tatiana-sama”


“Xenon-sama, selamat pagi. Aku kira Xenon-sama terlambat seperti kemarin” kata Algeria sambil meledeknya


“Maafkan aku. Hahaha” Xenon tertawa kaku kemudian bertanya kembali, “Proses adminstrasinya akan dimulai ya? Aku lupa kalau aku ikut mengurusnya hari ini”


“Benar. Tapi tampaknya Xenon-sama tidak perlu melakukan apapun hari ini. Tetaplah bersamaku seharian ini dan membantuku mengurus berkas ya”


“Eh?”


Perintah Algeria ini sedikit membuat Xenon penasaran. Namun, pada akhirnya Xenon benar-benar bekerja keras karena mengurus berkas administrasi bersama sang ketua seleksi penerimaan ujian masuk.


Emilia dan Tatiana yang memimpin proses seleksi dibantu dengan yang lainnya. Beberapa anggota divisi sudah tiba termasuk Jessie dan Jene. Namun mereka tidak bertemu dengan Xenon.


Ada alasan kenapa Algeria bersama Xenon sekarang dan itu tidak jauh dari perintah yang diberikan kepadanya.


******