
Di ruang rapat, Lucas sudah bersama Emily menunggu kedatangan Mark dan Rexa.
“Tampaknya mereka berdua belum bangun. Mau Emily yang bangunkan?”
“Tidak perlu. Sebentar lagi akan datang. Tunggulah sebentar lagi”
Tidak lama setelah itu, ada seseorang yang membuka pintu. Itu adalah Mark.
“Mark-sama. Selamat pagi. Emily baru saja ingin membangunkanmu”
“Pagi. Aku hanya mengusir beberapa orang yang ingin ke sini tadi”
Lucas bertanya dengan wajah herannya, “Mengusir siapa?”
“Emilia dan Alicia. Mereka bilang ingin bertemu denganmu. Aku mengatakan bahwa hari ini aku dan kalian berdua memiliki urusan penting jadi mereka bisa bertemu Algeria untuk mengurus administrasi peserta yang lulus hari ini”
“Terima kasih. Aku akan memberi pesan pada Algeria soal ini juga agar dia tidak salah paham nanti. Kita hanya perlu menunggu Rexa sekarang”
Mark duduk di tempatnya dan mulai membuka pembicaraan serius.
“Aku ingin tau, apakah Master Dresden dan para orang tua itu akan mencoba mengintrogasi kita lagi”
“Aku rasa tidak”
Jawaban singkat Lucas seperti jawaban yang ingin didengar oleh Mark. Mark mengangguk, kemudian melihat Emily.
“Emily…”
“Ya, Mark-sama”
“Aku bertanggung jawab atas Xenon dan ketiga teman beda dimensinya itu. Aku ingin kamu memperhatikan mereka juga. Aku yakin kamu juga tu bahwa mereka memiliki tujuan lain, benar kan?”
Emily berdiri dan memberi hormat pada Mark, “Mark-sama tenang saja. Emily menyukai Kino jadi Emily akan menjaga mereka juga seperti yang Mark-sama lakukan”
“Ketika Mark-sama kembali, semua akan kembali diambil alih oleh Mark-sama, sesuai dengan apa yang Mark-sama katakan saat rapat”
Mark menatap Emily dengan tatapan mata yang tajam, “Aku ingin kamu juga mengawasi gadis menyebalkan yang mengincar Xenon. Apapun yang terjadi, dengan siapa dia bertemu, laporkan segera pada kami”
“Kamu bisa melakukan itu dengan sihir yang sudah ada pada kami kan? Lucas juga akan menggunakan Orpheus padamu”
Emily menatap Mark dengan tatapan tajamnya juga. Dia serius kali ini.
“Emily tidak akan mengecewakan Lucas dan Mark-sama. Gadis menyebalkan itu akan mendapat balasan atas perbuatannya yang ingin membunuh Xenon”
Lucas bicara, “Tidak perlu memaksakan diri. Hari ini adalah hari dimana Rexa akan mengakhiri semua pertunangan keluarga secara sepihak. Akan ada dampak bagi kita juga, tapi tidak masalah”
“Kita hanya perlu melakukan apa yang telah kita tekankan kemarin dan jangan sampai Rexa mengetahui hal ini dahulu. Aku yakin kalian tidak lupa itu”
Keduanya mengangguk.
Rexa datang lima menit kemudian.
“Maafkan aku karena terlalu lama”
“Kenapa? Ketiduran?” tanya Mark
“Aku hanya perlu sedikit persiapan mental. Tapi semua sudah lebih baik. Aku baru selesai menulis surat untuk kedua orang tuaku dan akan mengirimkannya begitu kita sampai di kediaman Earl”
Lucas berdiri dan menghampiri Emily. Dia berbisik pada sang adik.
“Lakukan tugasmu. Semua hal yang berhubungan dengan penerimaan, akan aku serahkan pada Algeria dan yang lain. Fokuslah dan dapatkan informasi yang penting. Mengerti?”
“Emily mengerti. Lucas juga hati-hati”
Ketiganya pergi meninggalkan ruang rapat.
Di saat semuanya pergi, Emily mengaktifkan sihirnya.
[Astral Barrier]
Seluruh ruangan tersebut telah dikelilingi oleh penghalang.
“Waktunya Emily bekerja”
**
Di lorong koridor, Lucas bersama Rexa dan Mark pergi tanpa memberitau siapapun termasuk anggota yang lain dan Dewan Sihir sekolah.
“Di lobi akan ada banyak orang. Alasan apa yang akan kamu gunakan untuk ini, Lucas?” tanya Mark
“Tidak perlu khawatir. Tidak peduli alasan apapun itu, kita tetap akan keluar dari sini dan menemui Earl”
“Kurasa kamu benar. Rexa, kamu sudah tidak apa-apa? Sebaiknya jadilah tenang dan kuatkan hatimu”
“Jangan khawatir, Mark. Aku sudah membulatkan tekadku. Aku akan membatalkan semua ini demi Xenon”
Mark tersenyum. Dia bahkan tidak segan-segan mengatakan kalimat yang merepresentasikan niatnya.
“Baguslah kalau begitu. Seandainya ayahmu yang bodoh itu berani marah karena kamu membatalkan pertunangan ini secara sepihak, aku yang akan menghadapinya”
“Sejak ini juga menyangkut adikmu yang sekarang sudah jadi tanggung jawabku, aku akan menghadapinya meskipun itu Marquis van Houdsen sekalipun”
“Ayahmu itu lebih lemah dariku, jadi sebaiknya tidak mencoba menentangku jika hubungan baik keluarga kita tidak menjadi lebih buruk”
Mark serius dengan kalimatnya. Hal itu dikarenakan statusnya sebagai Marquis dan orang terkuat saat ini masih belum tergantikan.
Seperti kata orang-orang di dunia normal, orang tampan, kaya, pintar dan kuat bebas melakukan apapun.
Kalimat itu sepertinya berlaku di ‘dunia’ sihir ini. Abaikan hukum di sana, intinya Mark bisa melakukan apapun karena dia yang terkuat dan itu tidak terbantahkan oleh siapapun.
Meskipun terdengar sangat sombong dan angkuh, tapi Lucas sekalipun tidak membantah karena semua yang dikatakan Mark benar.
Dengan dua buah Artifact sekaligus, Mark seorang diri sebenarnya cukup untuk memberontak kerajaan jika dia adalah orang yang ambisius dan jahat seperti Earl Midford.
Rexa tersenyum, “Terima kasih banyak sudah mau melindungi Xenon untukku juga”
“Sama-sama”
Sesampainya di lobi, Rexa tidak sengaja melihat sang adik yang sedang berjalan bersama ketiga remaja dari dunia lain. Mereka tampak senang. Xenon bahkan seperti menunjukkan beberapa hal kepada mereka.
“Xenon…” Rexa bergumam pelan
Lucas dan Mark melihat keempat orang itu. Lucas bertanya pada Mark.
“Jadi, pemuda dengan pedang itu adalah Kaito ya”
“Benar. Kalau bisa, aku ingin merekrutnya menjadi pasukanku. Sayang sekali aku harus pergi hari ini” Mark kemudian bertanya kembali pada Lucas, “Bisakah aku merekrutnya kembali meskipun dia telah masuk divisi lain?”
“Kamu memiliki hak itu. Tapi aku harus bilang kalau kamu tidak boleh merekrut pemuda bernama Kino. Adikku menyukainya dan dia ingin Kino masuk ke Divisinya. Kamu dengar sendiri tadi, kan?”
“Aku mengerti. Satu dari tiga penjelajah dimensi di timku sudah cukup”
Memanfaatkan keramaian, ketiga kapten tersebut keluar dari lobi diam-diam. Kini, mereka keluar dari gerbang dan memanggil kereta kuda umum yang ada di depan gerbang depan.
**
Xenon dan ketiga remaja dari dunia lain telah sampai di lobi. Mereka tidak menyadari bahwa Rexa dan dua orang lainnya melihat mereka saat itu.
“Apakah mereka semua ini sedang menunggu waktu administrasi?” tanya Kino
“Sepertinya begitu. Xenon, apakah kami juga harus menunggu seperti mereka di sini atau ada pos lain?” tanya Kaito pada Xenon
“Kalian bisa tunggu di sini. Lihat, sebagian dari mereka sudah membawa tas koper dan lainnya. Tampaknya mereka sangat tidak sabar untuk pindah ke asrama”
Kaito dan kedua kakak beradik itu melihat sekeliling. Tampaknya mereka juga menyadari bahwa beberapa peserta telah bersiap.
Kino sedikit kritis di sini. Dia berbisik ke telinga sang adik, “Aku tidak melihat pemuda yang diduga sebagai half elf di sini. Apakah Ryou melihatnya?”
“Sebentar…” Ryou mencari dan sepertinya dia belum melihatnya. “Aku belum lihat. Mungkin karena ramai”
“Mungkin saja. Tapi aneh sekali”
“Akan kutanya pada Kaito”
Ryou berbisik ke telinga Kaito dan Kaito melihat sekelilingnya.
“Tidak ada” jawab Kaito
Sebelum Kaito mendekati Xenon untuk bertanya hal yang sama, tiba-tiba saja perhatian Xenon tertuju pada kelompok yang ada di dekat pintu masuk.
“Kalian bertiga, itu orang yang kita cari”
******