Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 249. Organisasi Sihir Hitam dan Misteri di Dalamnya bag. 3



Di tempat asing itu, pemuda bermata biru yang telah berubah merah bernama Mark terlihat menunjukkan tatapan sinisnya.


“Begitu rupanya. Ada pengkhianat di sini”


Semua yang menyaksikan reka kejadian itu begitu terkejut.


“Mark-sama, apakah ini benar? Bukankah itu adalah–”


“Seperti yang kalian lihat, itu adalah sosok pengkhianatnya. Mereka adalah orang-orang yang menghilang di taman. Melihat tempat kejadian ini, tampaknya mereka akan segera mati sebentar lagi”


“Siapa yang menyangka bahwa salah satu bagian dari enam keluarga yang memegang peran penting di kerajaan akan melakukan hal seperti ini. Apa tujuannya?” tanya seorang kelompok lainnya


“Itu tidak penting. Kita sudah mengetahui siapa di balik hilangnya orang-orang di kota, dengan begitu kita bisa mencari tau motifnya setelah mendatangi orang itu secara langsung” ucap Mark


Dalam hati, Mark sempat berpikir.


‘Pengkhianat ada di salah satu keluarga yang dekat dengan Keluarga Kerajaan Bernkastel-Wiesbaden. Aku yakin sesuatu telah disiapkan dengan matang untuk ini. Semua orang-orang yang hilang itu…aku akan lihat apa yang akan dilakukan ‘pengkhianat’ itu kepada mereka setelah ini’


Dalam rekam kejadian itu, terlihat orang-orang itu di bawah ke sana dalam keadaan tidak melawan sama sekali. Mereka mengikuti sosok orang lain yang berjalan di depan dan belakang mereka.


Mark dan semua bawahannya juga melihat apa yang terjadi setelahnya. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat rekam kejadian itu.


Gadis yang merupakan bawahan Mark berusaha untuk tenang meskipun tangannya gemetar.


“Mark-sama…kenapa mereka bisa melakukan semua ini? Orang-orang itu akan–”


Sebelum kalimatnya selesai, mereka melihat bahwa semua orang-orang yang diculik itu mati. Ada sesuatu yang datang dengan cepat dan langsung memisahkan kepala dengan tubuh mereka.


Tidak mengherankan untuk Mark. Mereka semua berhasil menemukan pelaku di balik hilangnya orang-orang di taman, apa yang membunuh mereka dan dimana lokasi pembunuhan itu.


Meskipun belum diperlihatkan dengan jelas, namun akhirnya mereka sudah berhasil. Seluruh rekam kejadian itu diperlihatkan hingga selesai.


Saat sihir Mark selesai, semuanya kembali seperti semula. Mata merahnya berubah menjadi biru kembali dan yang tersisa hanyalah kegelapan malam di tempat ini.


“Ini adalah sebuah informasi yang bagus. Kita pergi dari sini dan kembali ke Akademi Sekolah Sihir sekarang”


“Baik!” jawab yang lain serentak


Baru keluar dari tempat itu, tiba-tiba ada sebuah serangan cepat yang nyaris membunuh Mark dan pasukannya.


******


Di tempat Xenon, Kino dan Kaito memilih batu sihir yang ada. Mereka memilih dengan hati-hati.


Sesekali, Xenon memberikan mereka penjelasan kembali dengan gambaran singkatnya.


“Aku yakin kalian berdua juga sudah paham konsepnya. Jika ingin menggunakan sihir pada batu ini dengan baik maka kalian butuh kecocokan. Aku melihat batu sihir milik Ryou cocok dengannya. Itu elemen api, kan?”


“Benar. Meskipun harganya seperti akan melakukan operasi pencabutan ginjal tapi aku masih senang karena berhasil mendapatkannya”


“Kino, Kaito, kalian juga harus memilih. Sementara ini aku hanya memiliki batu elemen air, angin serta dua batu material sihir logam dan satu batu material sihir kayu. Aku rasa kalian mungkin cocok menggunakan satu atau dua sekaligus”


“Apa menurutmu begitu, Xenon-san?”


“Bisa. Semakin cocok maka semakin bagus dan tentu saja semakin kuat sihirnya. Aku memiliki kecocokan untuk menggunakan sihir angin. Namun karena aku sudah memiliki inti sihir tanah sejak lahir jadi aku rasa untuk sementara ini sudah cocok dengan sihir yang ada”


“Konsep sihirnya sedikit berbeda dengan yang aku tau. Aku kira kita bisa memakai sihir bebas tanpa memikirkan elemen tertentu selama bisa melakukan lafalan mantra sihir” ucap Ryou dengan wajah bingung


Xenon sedikit memberikan penjelasan kembali.


“Elemen sihir dasar itu penting. Itu akan menjadi sihir dominan yang akan menjadi senjata utama”


“Bisa saja seseorang menggunakan sihir yang berbeda dari elemen intinya, namun dampaknya tidak akan sebesar jika kalian menggunakan sihir yang memang merupakan sihir dominan”


“Begitu. Sebenarnya aku ingin bertanya, kenapa yang menjadi penguji adalah Dewan Sihir? Kenapa bukan guru atau tenaga pengajar lainnya? Bukankah Dewan Sihir itu anggotanya adalah sesama murid sekolah sihir?”


Pertanyaan bagus dari Kaito dan tentu saja hal tersebut juga mengundang pertanyaan dari kedua kakak beradik tersebut.


“Alasannya karena Dewan Sihir kali ini adalah anggota kerabat keluarga kerajaan. Karena masalah organisasi yang menggunakan sihir hitam ini adalah informasi yang dikirimkan oleh pihak keluarga kerajaan, jadi Dewan Sekolah Sihir termasuk kepala sekolah kami memutuskan untuk menyerahkannya kepada Duke Xelhanien langsung”


“Duke Xelhanien…maksudmu Lucas Xelhanien ya. Apa dai memang sekuat itu?”


“Bisa dibilang dia salah satu dari yang terkuat”


“Salah satu? Apa masih ada lainnya?” tanya Kino dengan wajah penasaran


“Ada tiga orang yang dianggap siswa senior yang terkuat di Akademi Sekolah Sihir. Duke Xelhanien, Marquis Vermillion yaitu Mark Vermillion dan…kakakku, Rexa van Houdsen. Dia akan diangkat menjadi Marquis saat ulang tahunnya tiba bulan depan”


“Bukankah itu hebat?! Xenon-san memiliki kakak yang sangat kuat”


“Begitulah. Hanya saja jika diukur dari keseluruhan, yang terkuat dari semuanya adalah Marquis Vermillion, Mark Vermillion-sama”


******


Sementara di lokasi yang tidak diketahui, pasukan Tim Khusus milik Mark sedang memasang wajah terkejut melihat kapten mereka bertarung sendirian.


“Mark-sama?!” teriak seorang bawahannya


Mark tidak memedulikannya.


Saat ini, sedang terjadi pertarungan antara Mark dengan sesosok monster yang dikendalikan oleh dua orang. Mereka adalah beastman yang mengendalikan monster tersebut.


Satu monster sudah cukup untuk membunuh kelompok pemburu, namun dengan dua monster sekaligus membuat mereka semakin sulit dikalahkan.


Itu jika lawannya adalah orang ‘normal’.


“Kalian membangkitkan Shadow Ghoul dan memberikan manusia yang kalian culik sebagai makanan. Itu terlalu menguntungkan kalian. Kenapa kalian tidak memberikan nyawa kalian sendiri sebagai makanan?”


“Diam kau, bocah sialan?!!” teriak salah satu beastman


Mark memperlihatkan ekspresi yang begitu dingin saat mendengar teriakan beastman itu.


“Sungguh kelompok yang bodoh. Kesalahan kalian adalah mengirimkan surat itu kepada kami dengan memasukkan sihir inventory di dalamnya. Untuk apa kalian memberikan kepala-kepala manusia itu pada kami? Tidak ada satupun dari kepala itu yang bisa dijadikan pajangan”


“Aku bilang diam!! Shadow ghoul, bunuh mereka!!”


Kedua monster itu langsung melancarkan serangan. Kuku tajam mereka melakukan serangan dengan cepat. Namun, Mark tidak bergerak sama sekali dan tetap diam di tempat. Serangan tersebut tertahan tanpa menyentuh tubuhnya sama sekali.


Seakan ada sesuatu yang menahan serangan tersebut, mata biru Mark kembali berubah merah. Dengan santai, Mark melirik ke anak buahnya yang ada di belakang.


“Kalian semua yang ada di belakang…”


“Ya?”


“Jangan ada yang menggangguku. Diam dan duduk manis di sana”


Semuanya hanya diam dan saling memandang satu sama lain. Mereka secara serentak berkata kepada atasan mereka.


“Kami tidak melihat tempat untuk duduk sekarang”


Tampaknya Mark tidak mendengar hal itu dan dengan kemampuannya dia langsung mengeluarkan sihirnya.


[Gravity Bind]


“Ukh!!”


Kedua beastman dan shadow ghoul itu seperti tertekan. Mereka terkena sihir gravitasi yang menekan tubuh mereka sampai ke tanah.


Para anak buah Mark hanya bisa terdiam dan terpaku pada sihir tersebut. Bagaikan tidak membutuhkan kesulitan apapun untuk menahannya, Mark bisa menekan serangan kedua monster tersebut dengan mudah layaknya bukan apa-apa.


Dia berjalan menghampiri kedua beastman yang sedang berusaha bangkit dari sihir gravitasi tersebut.


“Percuma saja mencoba melawan. Semakin mencoba bangun, kekuatan tekanan bumi ini akan semakin kuat menahan tubuhmu. Layaknya seperti tertindih batu besar, tubuhmu akan hancur perlahan”


“Sial…lepaskan kami!!”


Mark berlutut dan menatap keduanya dengan tatapan dingin.


“Jangan pikir aku bodoh. Shadow Ghoul adalah satu dari empat monster pemanggilan yang memiliki tingkat level tinggi dan membutuhkan pengorbanan manusia untuk membuat kontrak dengannya. Ini termasuk dalam sihir hitam yang sudah tidak boleh dipakai lagi”


“Melihat kalian bisa memanggil dua monster tersebut, itu artinya kalian telah mengorbankan banyak sekali manusia”


“Aku sangat percaya kalau kalian berdua adalah dua dari sekian banyak pelaku yang membunuh semua orang yang menghilang selama ini. Benar kan?”


Keduanya masih berusaha untuk mengelak dan mengatakan hal yang tidak indah di telinga Mark.


“Dasar sialan! Kalian para bangsawan tidak pantas hidup! Kalian harus mati! Biarkan mereka semua mati untuk kami dan demi…ugh!!”


Mark berdiri dan menginjak kepala beastman tersebut. Dia terus menginjak-injak kepala mereka tanpa mengatakan apapun.


Para shadow ghoul di belakang Mark mencoba untuk melepaskan diri dari sihirnya namun gagal.


“Mereka cukup bodoh rupanya. Aku sudah mengatakan pada kalian, semakin kalian bergerak, semakin kuat tekanannya. Sekarang, aku ingin tau bagaimana caranya aku bisa menyeret bangsawan yang bodoh itu ke pengadilan sihir. Haruskah aku membawa para shadow ghoul ini bersamaku dalam keadaan hidup atau…”


Mark menarik rambut kedua beastman itu dan menatapnya dengan tatapan jijik.


“…Atau aku membawa mereka hidup-hidup sebelum mereka menggunakan [Dark Sacrifice] lagi?”


Salah satu dari anggotanya berteriak ke arah Mark.


“Mark-sama, sebaiknya kita membawa monster dan kedua beastman itu agar bisa mendapatkan bukti”


“Kurasa kalian benar. Aku mungkin tidak bisa membawa monster itu hidup-hidup. Tapi kalau hanya dua beastman ini, aku rasa masih bisa”


Mark menyeret mereka keluar dari jangkauan sihir [Gravity Bind] miliknya. Dia langsung meminta keempat anggotanya untuk mengikat beastman itu, kemudian dia masuk kembali ke jangkauan sihirnya sendiri untuk ‘menjemput’ dua monster sisanya.


“Aku sudah hampir menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencari semua ini. Aku bahkan tidak ingat berapa lama aku pergi. Jadi, sebaiknya kalian diam di sana dan biarkan aku memotong kalian”


[Artifact: Dread Scythe]


Sebuah benda sihir berbentuk sabit besar panjang muncul dari sisi samping tangan kiri Mark dan dengan cepat, pemuda itu langsung melompat dan memenggal kepala kedua monster tersebut.


Tidak banyak aksi yang terjadi sejak Mark telah mendominasi sejak awal. Dia tidak mengeluarkan banyak hal untuk dilakukan dan dengan mulus mendapatkan semua yang dia butuhkan. Sungguh seorang Tim Pasukan Khusus yang kuat.


Begitu selesai membunuhnya, kepala dan tubuh kedua monster tersebut langsung terjatuh ke tanah akibat efek sihir [Gravity Bind], membuat sebuah retakan yang cukup besar.


“Kita selesai dengan ini dan akan aku pastikan bahwa bangsawan pengkhianat itu akan menjadi seperti kedua monster ini juga. Akan aku seret kepala mereka dan kulemparkan ke hadapan Yang Mulia Raja”


******