
Saat itu, Misha yang menaikki kereta kuda telah pulang ke rumahnya. Tentu saja tidak ada penyambutan istimewa karena semua itu terjadi dengan tiba-tiba tanpa informasi.
Saat dirinya turun, dia langsung berlari dan menaikki tangga menuju pintu utama dan membukanya.
Dia melihat tidak ada siapapun yang menyambutnya kecuali seorang pelayan yang baru saja selesai mengganti air dari vas yang ada di meja dekat lukisan besar di lobi utama kediaman tersebut.
“Misha-sama?!”
Misha masuk dengan ekspresi tidak menyenangkan dan bertanya dengan nada keras, “Aku ingin bertemu orang tuaku!”
**
Di ruang lain, Diaz-Gemini yang sedang bersama Barbarossa dan Evergreen sedang menikmati teh setelah makan siang.
Saat cangkir mereka diletakkan kembali ke piring kecil yang ada di meja, Evergreen berkata, “Ada yang datang”
“Siapa?” tanya Barbarossa
“Tidak ada tanda-tanda sihir yang besar. Kurasa orang biasa”
Diaz-Gemini yang tampak tenang berkata, “Itu Lady”
“Lady?”
“Aku rasa apa yang dikatakan oleh Rexa sudah dilakukan. Tidak kusangka dia adalah orang yang bisa dengan mudah melakukan apa yang baru dikatakannya dengan cepat”
“Apa maksudmu?” tanya Barbarossa
“Kalian akan segera tau nanti dan ini akan menjadi cukup merepotkan”
**
Misha yang diantar oleh pelayan ke ruangan sang ayah langsung menangis memeluk sang ayah.
Tentu saja drama korban pengusiran dari akademi mulai dimainkannya. Seakan dia adalah korban tanpa dosa apapun, Misha mengadu bahwa dia ditampar dan diusir oleh Rexa karena hasutan dari Emilia Xelhanien.
Tidak lama setelah itu, sang ibu tiba karena berita dari pelayannya dan memeluk putrinya.
Misha kembali memeluk sang ibu dan duduk di sofa ruang kerja Earl untuk mulai bersandiwara.
Tidak perlu bertanya bagaimana reaksi sang ibu, tentu saja dia akan percaya. Apalagi Misha menangis tersedu-sedu sambil mengeluarkan kutukannya.
“Ini semua salah Xelhanien dan darah kotor itu! Rexa-sama dihasut oleh mereka sehingga bisa mengambil keputusan seperti itu! Hiks…”
Dan begitulah cerita kenapa sang istri, Countess Midford bisa mengatakan pada suaminya untuk melakukan sesuatu.
“Tidak bisa dimaafkan! Rexa sudah melukai harga diri Midford!”
“Suamiku, aku tidak mau tau! Bereskan semua ini dan jangan sampai nama kita buruk akibat anak tidak tau diri itu!”
“Dia sudah melukai putri kita dan mempermalukannya di depan umum! Aku tidak akan memaafkannya!”
“Sekalipun pertunangan ini masih dilanjutkan dan Vexia-sama memohon sujud untuk melanjutkannya, aku tidak akan memaafkannya sampai Rexa yang memohon kepadaku dan juga putriku!”
Earl Midford terdiam dengan ekspresi serius.
Dari luar pintu, Diaz-Gemini, Barbarossa dan Evergreen mendengarnya. Kemudian mereka kembali ke ruangan sebelumnya dan duduk kembali sambil terlihat serius.
“Rexa van Houdsen benar-benar menggunakan wewenangnya untuk mengusir putri seorang Earl. Ini sudah di luar rencana” ucap Barbarossa
“Kupikir kita bisa menggunakan Misha untuk membantu Vares dan lainnya. Kalau begini kita tidak akan bisa mencari tau Artifact di dalam akademi” gerutu Evergreen
Tapi tampaknya Diaz-Gemini tidak berpikir demikian.
“Selain itu, ini adalah hal luar biasa yang sungguh menakjubkan”
Barbarossa tidak mengerti jalan pikiran Diaz-Gemini dan bertanya, “Kenapa kau tampak begitu tenang? Rexa van Houdsen sudah–”
Dengan senyumnya, Diaz-Gemini berkata, “Ini akan semakin menguntungkan kita. Kekacauan baru ini akan mengundang perhatian keluarga pahlawan lain bahkan kerajaan”
“......!!” kedua rekannya terkejut
Diaz-Gemini mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya, “Kita bisa menghasut Earl untuk bertindak lebih cepat dari rencana dan aku sendiri akan memerintahkan para Beastman untuk melakukan penculikan lebih banyak lagi”
“Masalah pribadi antara kedua keluarga pahlawan mungkin tidak akan berpengaruh terlalu besar. Namun ini adalah kesempatan bagus untuk bergerak cepat. Bukankah begitu?”
“Apa maksudnya?”
Sekilas apa yang menimpa Misha sama sekali tidak penting untuknya. Namun ada arti lain di balik semua itu dan Diaz-Gemini melihat celah tersebut.
“Kalian mungkin tidak mengerti dengan sistem negara ini, tapi keluarga bangsawan tetap memiliki andil dalam perekonomian dan tata pemerintahan”
“Lucario dan keluarga pahlawan selalu terlibat dalam strata sosial tertinggi dan mempengaruhi seluruh aspek”
“Bayangkan betapa liarnya pemikiran masyarakat kalangan atas jika mengetahui bahwa putri seorang Earl diusir dan dipermalukan serta dicampakkan oleh putra seorang Marquis”
“Mereka akan berpikiran hal yang tidak-tidak”
“Apalagi Marquis van Houdsen sudah memiliki catatan merah di masa lalu akibat perselingkuhannya dulu yang bahkan sampai memiliki anak seorang darah kotor dari hasil selingkuhannya”
“Pamor Earl Midford bisa semakin tinggi dan kesempatan mendapatkan simpati dari bangsawan dan kerajaan akan semakin besar”
“Kemudian di saat mereka sibuk memusatkan perhatian pada masalah pribadi yang bukan urusan mereka, kita bisa meminta Vares dan yang lain serta para beastman untuk menculik putra dan kaum bangsawan”
“Tidak terlihat buruk, kan?”
Barbarossa dan Evergreen saling berpikir satu sama lain. Tidak terlihat begitu bagus untuk mereka mengingat hal itu tampak terlalu dipaksakan.
Namun semua rencana yang dilakukan selama ini adalah demi membuat Earl Midford juga berada dalam posisi yang diuntungkan.
Kerjasama mereka untuk balas dendam pada Raja Lucario dan keinginan terselubung Earl adalah tombak kenapa mereka melakukan penculikan dan menggunakan sihir kegelapan untuk memanggil monster terlarang.
Pada akhirnya, hanya Diaz-Gemini yang bisa berpikir sangat positif akan masalah Misha dengan Rexa dan kedua rekannya setuju.
“Aku tidak mengerti tapi aku rasa Earl bisa terlihat sebagai korban yang akan mendapat dukungan, benar kan?” tanya Evergreen
Diaz-Gemini tersenyum licik dengan kaki menyilang saat duduk di kursi. Dengan kedua tangannya yang menyilang, dia dengan santai berkata pada kedua rekannya.
“Benar. Pertunangan ini adalah keinginan mendalam dari ibu Rexa van Houdsen yaitu Marchioness Vexia dengan pasangan keluarga Midford”
“Percayalah bahwa kita akan mendapatkan keuntungan juga bila Earl menerima banyak simpati dari bangsawan”
Kedua rekannya tersenyum dan akhirnya mereka sepakat dengan pemikiran Diaz-Gemini.
Tepat seperti apa yang dikatakan olehnya, tampaknya udara di kota itu lebih banyak memiliki mata dan telinga dibandingkan tembok bangunan.
Baru kurang dari sehari, ada seseorang atau sesuatu yang membocorkan hal tersebut hingga sampai ke telinga kerajaan.
Pihak petinggi dalam jajaran lokasi hasil kerjasama di semua bidang oleh kedua keluarga, Midford-van Houdsen juga terpengaruh.
Meskipun tidak semua berita tersebar, namun satu hal yang sudah terdengar oleh semua orang yang berada di Akademi Sekolah Sihir dan sekitarnya.
“Rexa van Houdsen telah mengusir dan mencampakkan tunangannya sendiri”
******