
Suara yang sangat keras dan membisingkan telinga pun, akhirnya memecah perhatian dari dua orang yang sedang bertikai antara Ayah dan Anak, keduanya menatap nanar ke arah sumber suara.
"Keluar kau..!"atau panah ini akan menembus jantung mu!" seru sang Raja yang langsung mengambil anak panah yang tergantung di dinding.
"Hei..!" Raja memerintahmu untuk keluar, cepat kau keluar kalau tidak ingin anak panah Raja menembus jantung mu." Seru pangeran Yervan yang ikut ikutan kesal, karena adu duel dengan sang Ayah terhenti dan terganggu dengan kehadiran nya.
Mendengar dirinya di teriakin dan akan di panah cepat cepat seseorang yang ada di tempat itu yang sedari tadi menjadi pengintip dan penguping adu duel, antara Ayah dan Anak akhirnya memilih keluar juga dari tempat nya bersembunyi, dari pada jantung nya tertembus panah, hanya sekali melihat sikap Raja seseorang itu langsung memahami sikap Raja dia bukan orang yang suka bertele tele apalagi bermain main dengan ucapannya.
Dari kaca mata penglihatan nya seseorang itu mengambil kesimpulan Raja adalah seorang yang tegas dan tidak suka di bantah terlebih jika bersalah, maka sudah bisa di pastikan hukuman tidak ada kortingan tidak memandang siapa yang bersalah, menghadapi orang seperti Raja hanya ada satu sikap jujur dan apa adanya.
Dengan menundukkan kepala akhirnya orang itu keluar dari tempat nya bersembunyi.Melihat siapa yang keluar dari tempatnya bersembunyi pangeran langsung membelalak kan kedua bola matanya. Sungguh dia tidak percaya dengan apa yang di lihat nya berkali-kali pangeran Yervan mengusap dan mengucek matanya, seolah olah habis bagun tidur dan dengan bibir bergetar pangeran Yervan mengucapkan kata lirih.
"Tuan putri Lin Ying kau....!"
Melihat bibir putranya pangeran Yervan bergetar mengucapkan kalimat lirih yang tidak jelas kedengarannya, sang Raja berteriak.
"Siapa dia apa kau mengenalnya pangeran?"
Pangeran Yervan mengagguk.
"Iya, Raja, saya mengenalnya."
Sementara Putri Lin Ying bagaikan orang yang terhipnotis dia memasang wajah sangat manis dengan bibir Tersenyum, dalam hati putri Lin Ying bergumam.
"Aku tidak menyangka Ayah dari pangeran Tatius lebih tampan dan berwibawa meskipun usia nya mulai memasuki senja, tapi kenapa pangeran Yervan tidak ada seujung kuku ketampanan nya ya, jangan jangan pangeran Yervan bukan putranya tapi putra pungut dari sampah atau jangan jangan mirip ibu Ratu nya yang tidak cantik ," Gumam putri Lin Ying sambil tersenyum kecil.
Sikap putri Lin Ying tak lepas dari tatapan mata tajam Raja Awang Awang Vampire hingga dia mengeryitkan dahinya.
"Apakah ada yang lucu dariku, hingga kau senyum senyum begitu.!"
Bagaikan sengatan listrik ucapan dari Raja Awang Awang Vampire meskipun tidak keras tapi nada suaranya bagaikan son salon dengan bass full menggema dan memekakkan telinga buktinya kini nyali putri Lin Ying tiba tiba menciut seperti krupuk yang terkena angin melempem tiba-tiba, belum juga jadi menantu di kerajaan ini tapi nyali putri Lin Ying sudah di buat mobat mabit tak karuan. Belum sempat putri Lin Ying memberikan jawaban tiba-tiba pangeran Yervan memberikan pertanyaan pula, sehingga putri Lin Ying tidak menjawab pertanyaan Raja melainkan justru menjawab pertanyaan pangeran Yervan.
"Apa yang kau lakukan di sini Tuan putri lin Ying? Dan sejak kapan kamu di sini, atau jangan jangan kau menggikuti ku diam diam."
Dengan malu-malu putri Lin Ying menjawab
"Maaf, pangeran aku bosan di Puri istana kamar tamu aku ingin jalan-jalan dan melihat lihat kebetulan aku melihat mu aku menggikuti jadilah aku berada di sini."
"Pangeran Yervan?" kau pun belum menjawab pertanyaan ku siapa gadis itu."Tanya Raja Awang Awang Vampire mrmbuat pangeran Yervan tersadar jika dirinya berada di ruang kepribadian istana Raja.
"Dia yang bernama Putri Lin Ying Raja, dia putri dari kerajaan Barat Daya."
"Oh, jadi ini yang namanya putri Lin Ying!" lumayan cukup cantik lalu di mana pangeran Tatius bukankah yang menggikuti sayembara itu Pangeran Tatius."
"Pangeran Tatius.....
Belum selesai pangeran Yervan melanjutkan ucapannya tiba-tiba Putri Lin Ying menyela perkataan pangeran Yervan.
"Pangeran Tatius pergi dengan gadis manusia."
Raja tidak menyangka gadis di depannya benar-benar tidak sopan sudah menyela menjadi penguping pembicaraan orang, sekarang dengan tanpa rasa bersalah ikut menyela pembicaraan antara dirinya dengan pangeran Yervan. Raja menggeleng kan kepalanya melihat ulah dan tingkah dari gadis yang ada di depannya.
"Sungguh pusing jika memiliki menantu seperti dia." Gumam sang Raja dalam hati.
"Maksud ku... ..
Belum selesai juga putri Lin Ying melanjutkan perkataannya kini giliran pangeran Yervan yang memotong pembicaraan dengan cepat pangeran Yervan bicara.
"Pangeran Tatius sedang ada urusan untuk itu dia tidak ikut sayembara dan yang menggikuti itu adalah aku dan akulah pemenang nya untuk itu aku berhak atas hadiah yang di janjikan Raja Barat Daya maka ikutlah denganku putri Lin Ying ini."jawab pangeran Yervan dengan percaya diri.
Jawaban dari pangeran Yervan sangat mengejutkan hati Putri Lin Ying yang seketika itu mata indahnya mendelik dan melotot ke arah pangeran Yervan yang di pelototi dengan santainya memasang senyum yang paling manis membuat Putri Lin Ying semakin geram.
Mendengar ucapan dari pangeran Yervan sang Raja tertawa, tawa Raja biasa saja tapi bagi putri Lin Ying tawa Raja sangat mengerikan entah mengapa putri Lin Ying merasa di balik tawa yang biasa itu ada sesuatu yang tersembunyi di sana, entah itu benar atau bukan yang jelas putri Lin Ying merasakan aura tawa yang aneh.
Dalam sejarah nya putri Lin Ying adalah seorang gadis yang sangat cerdas dengan IQ tinggi dimana dia bisa menilai sesuatu hanya dengan perasaan nya dengan kemampuan IQ tinggi nya itu dalam petualangan nya ketika harus di asingkan dari kerajaan agar bisa memiliki ilmu Kanuragan yang tinggi dalam dunia persilatan Sang Ayah Raja Barat Daya mengirim putri Lin Ying ke temannya Bamesta dimana dalam pendidikan ilmunya putri Lin Ying selalu bisa menguasai dengan cepat, hingga putri Lin Ying lah yang mendapat tugas mengambil kitab Naga sakti dalam perjalanan nya di hadang sekelompok harimau, karena kehebatan putri Lin Ying semua harimau mampu dia tundukkan hingga ada perjanjian jika mampu mengalahkan pimpinan harimau maka pimpinan harimau itu siap menjadi abdi setia putri Lin Ying, karena pimpinan harimau kalah maka kini menjadi abdi setia putri Lin Ying harimau itu bernama Dragon.
Pangeran Yervan yang tidak memahami makna tawa sang Raja dia justru ikut tertawa.
"Baiklah, bawa pergi putri Lin Ying kamu urus dulu masalahmu dengan nya dan ingat pangeran Yervan, urusan kita belum selesai, kamu sudah membuat aku malu di depan calon istri mu Nanti kita lihat hukuman apa yang akan ku berikan untuk mu."
"Raja..!" apa kau masih berfikir ingin menghukum ku?kamu yang bersalah bukan aku."
"Cukup...!"Bawa pergi gadis itu dari hadapan ku, baru kau boleh komplin ucapanku silahkan."
Dengan sangat kesal Pangeran Yervan meraih tangan Putri Lin Ying.
"Ayo, putri..!"
Putri Lin Ying sedikit terkejut karena tangan nya di genggam pangeran Yervan sungguh andai tidak berada di depan calon mertua sudah pasti akan dia hempaskan tangan pangeran Yervan yang sudah berani mengengamnya dengan lancang tapi karena di depan mertua akhirnya putriy Lin Ying diam saja.
Setelah kepergian putri Lin Ying dan pangeran Yervan Raja Awang Awang Vampire tersenyum miring.
"Kau pikir aku bodoh apa ?" aku sangat tau kemampuan mu dan kemampuan pangeran Tatius jadi sangat mustahil jika kamu bilang kamulah pemenangnya, pasti cara licik juga yang kau pakai untuk menggikat putri itu dan dengan cara licik pula kau bisa membuat gadis itu mau padamu tapi cukup senang pangeran Tatius tidak jadi memperistri gadis seperti itu, gadis itu sungguh tidak sopan dan menjengkelkan." Gumam Raja Awang Awang Vampire yang kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang habis adu duel dengan putranya.
Di tempat lain seorang gadis yang sudah beberapa hari tertidur dalam pingsannya mulai sadar. Melihat tubuh gadis di depannya bergerak dengan mata mulai terbuka hatinya berseru senang, hingga membuat beberapa orang yang juga berjaga di tempat itupun terbangun.
"Horeeeee......horeeeeee....!"Tania sudah sadar." seru Dodi girang.
Membuat pangeran Tatius dan Devan langsung berlari mendekati ranjang Tania melihat Pangeran Tatius juga ikut berjalan mendekati Ranjang Tania, Devan tidak trima dengan cepat di pasang nya kaki menghadang kedepan membuat pangeran Tatius yang seorang Vampire jatuh terjungkal. Melihat kelicikan Devan Pangeran Tatius mengeram gemas karena kesal Devan yang hampir mendekati ranjang Tania pun kakinya di tarik Pangeran Tatius jadilah Devan terjatuh mencium lantai.
"Buuuuugh....!'kurang ajar apa kau mau cari gara gara hah....?"
"Siapa dulu yang mulai, kamu kan dan aku cuma menggikuti caramu."
"Kurang ajar..!"
Devan yang emosi langsung melayangkan jotos tinjunya sang Vampire yang sudah paham bisa dengan mudah melompat menghindar membuat Devan semakin kesal maka terjadilah aksi tinju di dalam kamar Tania di baringkan. Samar samar terdengar suara Dodi yang berbisik mesra pada Tania.
"Tania pacarku..! jangan pikirkan mereka yang lagi mengasah otot pria, kamu cepat sembuh ya, biar kita bisa cepat pulang dan kalau sudah lulus sekolah, kita langsung Nikah nanti aku akan minta warisan untuk biaya kita."ucap Dodi konyol dengan di sertai kecupan.
"Cup..!"
Aksi kecup Dodi yang terlihat mata membuat Devan dan pangeran Tatius mendelik bersama dan berteiak berssma.
"Dodiiii....!! Kedua nya kini berlari menarik tubuh Dodi menjauh dari Tania.