The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 288.MENYILAUKAN



keadaan di sekitar lereng gunung Tengger menjadi sangat kacau angin berhembus dengan sangat kencang Awan menggulung-gulung berwarna hitam pekat Guntur dan derasnya ombak yang mengalir sangat deras kini ditambah dengan jatuh dan berhamburan batu-batu kecil dan besar dari atas lereng gunung semua semakin terlihat sangat menakutkan.


Pangeran Tatius terus meloncat dan menghindar dengan sesekali memukul batu yang hampir mengenai tubunya, tak jauh berbeda dengan pangeran Yasza yang juga berada di sekitar tempat itu juga merasakan hal yang sama.


Pangeran Tatius dan pangeran yasza berada di tempat yang sama meskipun disisi yang berbeda dimana Pangeran Tatius di sebelah timur gunung tengger dan pangeran yasza di sebelah barat gunung Tengger.


"Apa, ini kenapa tempat ini jadi begitu kacau, bagaimana bisa bertapa jika begini." desis pangeran Yasza yang mana dirinya juga sibuk menghindari dari jatuhnya batu-batu yang berterbangan.


Tenaga hampir terkuras keringat mulai membasahi.


"jika begini terus aku bisa mati kelelahan, brengsek kenapa ada kejadian seperti ini sih, apa yang menyebabkan semua ini bisa terjadi, aku yakin pasti ada penyebabnya, aku harus mencari tau apa itu penyebab nya." lirih pangeran Yasza.


Dengan kekuatan tenaga dalam yang di miliki, pangeran Yasza menghentakkan kakinya pada tanah kemudian menggeluarkan semua tenaga dalam dan menggarahkan nya ke arah timur sehingga jatuhnya bebatuan kini mulai berterbangan ke arah timur, pangeran Yasza menyungingkan sebuah senyuman karena kekuatan nya mampu menggalihkan jatuhnya bebatuan yang mengarah kepada nya.


Di sisi lain pangeran Tatius sedikit tersentak kaget mana kala bebatuan yang jatuh kearahnya semakin banyak dan bertambah.


"Apa, ini! kenapa jadi semakin banyak ini tidak bisa di diamkan aku harus menggeluarkan kekuatan ku untuk menghalau nya.


"Hoooop...!


pangeran Tatius melangkah mundur kemudian menggambil sebilah keris kemudian dengan sangat cepat menggarahkan pada bebatuan yang meluncur ke arahnya dan dalam sekejap batu-batu yang datang menghujam hancur sebelum bisa menghantam.


Tidak lama kemudian suasana yang tadinya kacau tiba-tiba tenang tidak ada lagi kekacauan yang mana terlihat sangat mencekam kini terlihat Kembali normal.


"Akhirnya, aku bisa bernafas lega dan mungkin aku harus kembali bertapa di tempat itu Air yang tadinya sangat berombak pun kini mulai biasa lagi, baiklah aku akan bertapa Kembali."


Ketika pangeran Tatius hendak melanjutkan pertapaannya, mata hitam dan tajam yang di miliki Pangeran Tatius menangkap sebuah sinar yang sangat menyilaukan dari dasar Air,yang mana sedikit demi sedikit sinar cahaya itu terlihat Naik ke permukaan Air.


"Apa, itu! mengapa sangat menyilaukan."tatapan mata Pangeran Tatius tak berkedip menggamati dan menggawas, sinar ca yang muncul dari dalam Air.


Tidak jauh berbeda di tempat yang sama dengan posisi yang berbeda Pangeran Yasza juga melihat sinar yang menyilaukan dari dalam dasar Air yang mana semakin lama sinar yang menyilaukan semakin tampak terang dan menyilaukan Naik ke atas permukaan Air, pangeran Yasza pun tertegun melihat nya.


"Apa, itu!"dengan seksama pangeran Yasza terus menggamati dan memperhatikan kilau cahaya yang bersinar sangat terang dan menyilaukan.


Lambat laun cahaya yang bersinar semakin Naik dan naik yang mana kini terlihat sangat jelas cahaya itu berwarna putih bersih dan sangat menyilaukan, pancaran cahayanya Yang sangat terang mampu membuat apapun yang ada di sekitar nya tidak terlihat dengan jelas akibat dari kuatnya kilau cahaya yang bersinar itu.


Semakin jelas dan terang.


"Bukankah itu kristal putih yang di gambarkan Raja, Kalau begitu aku harus menangkap nya, dengan gerakan yang sangat cepat pangeran Yasza segera terbang melesat ke atas permukaan Air yang mana kristal putih itu semakin membumbung tinggi.


"Hoooop....hiyaaaa, aku harus mendapatkan kristal putih itu." desis Pangeran Tatius.


ketika tangan Pangeran Tatius hendak meraih kristal putih sebuah kekuatan besar yang sangat cepat menyambar dan meraih kristal putih, menyadari jika dirinya di tempat itu tidak sendiri dan ada orang lain yang juga berniat merampas dan menggambil kristal putih dengan cepat pangeran Tatius melompat ke daratan dengan menggunakan tenaga dalam yang mana kedua tangan nya di arahkan pada kristal putih yang hampir tertangkap tangan lawan.


Kekuatan yang di hasilkan dari tenaga dalam pangeran Tatius yang sangat besar, membuat kesulitan pangeran Yasza untuk meraih dan menggambil nya karena kristal itu kembali membumbung tinggi naik dan semakin naik ke atas dengan kilau cahaya yang sangat menyilaukan.


"Siapa orang itu, berani sekali dia mencampuri urusan ku."geram pangeran Yasza kesal


"Rasain tuh, kau pikir kau bisa mudah menggambil kristal putih yang sedang kuingin, ayo tunjukkan kekuatan mu dan lawan aku."sungut pangeran Tatius dengan bibir Tersenyum menyeringai.


Meskipun wajah dari sosok laki-laki yang sudah berani lancang ingin menggambil kristal putih yang sudah jadi keinginan nya tak begitu jelas karena penggaruh dari sinar kilau dari cahaya kristal.


Pangeran Yasza yang merasa di permainkan orang yang telah lancang ikut menggambil kristal putih incaran nya, Tersenyum sinis dan dingin.


"Kau ingin bermain-main dengan ku wahai orang tak tau diri, baik akan aku layani permainan mu."seru pangeran Yasza dalam hati yang mana kini kedua tangan nya yang menggepal kuat siap memusnahkan siapa saja yang berani mengaggu nya.


Dengan kekuatan yang sudah di persiapkan sebuah bayangan yang berkelebat hendak merampas kristal putih, dengan cepat pangeran Yaszai menghalangi.


"Hoooop... wuuuuuuzz....,!"lagi-lagi kristal putih itu terlepas dan gagal di dapat oleh pangeran tatius.


"Kurang ajar, siapa dia lancang sekali menghalangi aku untuk menggambil kristal itu akan ku buat benar-benar menyesal dia karena telah berani bermain-main dengan ku."seru pangeran Tatius dalam hati.


Dengan mengusap kasar wajahnya pangeran Tatius segera melancarkan serangannya, kini tak ada lagi keraguan dalam diri pangeran Tatius untuk menyerang.


"Trima ini.'


"Wuuuuuuzz ...!"pangeran Tatius membuat serangan mendadak yang mana Lawan tidak bisa menggetahui jika dirinya mendapat kan serangan balik.


"Aawh...!.pekik pangeran Yasza.


"kurang ajar berani kau menyerangku, sungguh ini tidak bisa di biarkan.


"Hoooop, hiyaaaaaa...!tubuh pangeran Yasza berkelebat dan dengan kekuatan yang sangat cepat pangeran Yaszai menyerang dengan sangat bertubi-tubi kearah Tubuh pangeran Tatius.


Kini mereka berdua saling berhadapan akan tetapi sinar cahaya dari kristal putih keabadian Yang sangat menyilaukan tidak bisa membuat pangeran Tatius maupun pangeran Yasza bisa melihat dengan jelas siapa dan seperti apa lawan mereka.