The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.243.BINGGUNG



Perlahan lahan Tania keluar dari dalam bangunan yang menurutnya menakutkan, sementara Pangeran Tatius menggikuti nya dari belakang, bibirnya menyunggingkan senyum penuh kemenangan.


"Ternyata dengan cara seperti itu bisa meluluhkan keras kepala seperti dirinya." Gumam Pangeran Tatius dalam hati yang mana dia tetap berjalan mengikuti Tania yang ada di depannya.


"sayang..! kita kembalinya dengan cara terbang saja daripada berjalan seperti ini capek."tawar Pangeran Tatius yang merasa kasian melihat kekasihnya berjalan kaki dengan perasaan hati yang kesal.


Pangeran Tatius sangat memahami jika kekasihnya sangat kesal dan marah padanya, Pangeran Tatius dapat mengerti apa yang dirasakan kekasihnya, dia memaklumi jika kekasihnya merasa diabaikan dan dinomor duakan, tapi kekasih nya tidak mengetahui jika keadaan dari Putri Lin Ying kala itu lebih berbahaya dari pada keadaan nya.


Karena ketika itu putri Lin Ying akan kehilangan nyawanya dan jika Pangeran Tatius sedikit saja datang dengan terlambat mungkin Nasib putri Lin Ying sudah tidak bisa lagi diselamatkan.


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, menatap lurus kedepan di mana kekasih nya berjalan tanpa menganggapnya ada.


Tanpa menjawab pertanyaan dari pangeran Tatius yang bertanya dan menunggu jawaban darinya, Tania terus berjalan tanpa menghentikan langkah kakinya. pangeran Tatius yang berjalan di belakangnya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, hatinya juga ikut merasakan tidak nyaman dan sedih di mana kekasihnya yang berada di depannya kini sangat dingin bagaikan orang asing tapi hal itu lebih baik daripada hubungan cintanya diputus secara sepihak, yang mana tentu saja akan membuat hati Pangeran tatius sangat sedih dan terluka.


Tania berjalan kaki Dengan hati yang kesal tidak menyadari jika di depannya ada batu kecil sehingga tanpa sadar kakinya tergelincir.


"Auuuwwh....!" ringgis Tania yang tersandung batu.


pangeran tatius yang melihat itu sangat khawatir buru-buru dia menghampiri Tania dan membantu, dengan gerakan refleks membantu mengusap ujung kaki dan memijatnya dengan perlahan agar rasa sakit yang yang dirasakan sang kekasih sedikit berkurang, akan tetapi respon yang diberikan Tania sangat menyakitkan di mana dia dengan keras dan kasar melarang Pangeran radius mendekatinya atau membantunya


"Tidak perlu pegang-pegang aku bisa sendiri." ucap Tania dengan dingin Pangeran tatius hanya menelan ludahnya dia tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana kemarahan dari sang kekasih sangatlah besar dan Pangeran Tatius tidak bisa meminta Tania agar melupakan semuanya.


"Kakinya kan sakit biar ku bantu," ucap pangeran Tatius dengan lembut.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri.,"jawab Tania dengan dingin.


"Sayang...! terbang saja ya, biar cepat sampai."


melihat Tania diam saja tidak menjawab dan tidak menolak Pangeran Tatius memberanikan diri melingkarkan tangannya pada pinggang Tania dan secepat kilat membawa Tania terbang.


tidak menunggu waktu yang lama pangeran Tatius dan Tania sudah sampai di bangunan rumah kecil di mana di dalam rumah itu terdapat pak guru Willi dan Putri lin Ying yang sedang menunggu kedatangan mereka.


Melihat kehadiran dari pangeran Tatius dan Tania dengan cara terbang dan melihat tangan Pangeran Tatius melingkar pada pinggang Tania hati Pak Guru Wili sedikit kesal.


"Mengapa mereka masih bersama aku pikir hubungan mereka sudah berakhir dan tamat sudah ternyata dugaanku salah, mereka masih bersama bahkan masih terlihat romantis bikin kesal saja." Gumam pak guru Wili dalam hati.


"Tania, apa kau baik-baik saja."tanya Pak Guru Willi yang ketika itu melihat Tania masuk ke dalam ruangan tanpa mengucapkan kata apapun, pak guru Wili yakin diantara keduanya pasti ada suatu hal yang sangat serius sehingga Tania tidak banyak bicara.


Tanpa menjawab pertanyaan dari pak guru Willi Tania berjalan ngloyor masuk ke dalam, dia masuk ke sebuah kamar dan langsung naik ke atas ranjang dan menarik selimut kemudian merebahkan diri. Pak guru Willi mengikutinya dari belakang Dia sangat khawatir sekali dengan keadaan Tania dan ketika Pak Guru Willi hendak masuk ke dalam ruangan di mana Tania sedang beristirahat.


Tangan pangeran Tatius tiba-tiba menyambar dan menggenggam tangan pak Guru Wili. "Biarkan Tania sendiri." Ucap Pangeran Tatius pada Pak Guru Willi.


"Hei..! Vampire jelek kenapa kamu menghalangiku lepaskan tanganku dan biarkan aku masuk, aku ingin bertanya tentang keadaan Tania aku lihat dia tidak baik-baik saja." ucap Pak guru Wili dengan keras.


"Aku bilang biarkan Tania beristirahat, besok saja kau bertanya tentang itu, yang jelas dan pasti hubungan aku dengan Tania tetap masih ada jadi jika kau berfikir hubungan aku dengan Tania sudah berakhir itu salah Pak Guru wili jelek biarkan Tania sendiri." ucap Pangeran Tatius dengan teesenyum dingin.


pak guru Willi menelan ludahnya dengan kasar, langkah kakinya terhenti dia kembali duduk di kursi di mana sesekali netranya melihat ke pintu yang mana di dalam kamar itu terdapat Tania yang sedang beristirahat dengan hati kesal.


Suasana di ruangan itu terlihat hening tidak ada percakapan apapun diantara pak guru Willi maupun pangeran Tatius yang mana keduanya sama-sama duduk di depan meja yang sama dan yang mana kedua-duanya sedang menunggu Tania keluar kamar, karena sesungguhnya kedua-duanya sangat cemas terhadap Tania yang sedang marah.


Tidak lama kemudian terlihatlah Putri lin Ying keluar dari kamar mandi, dia habis bersihkan tubuhnya wajahnya terlihat lebih cantik dan terlihat lebih segar.


"Apa yang kalian lakukan di sini cepatlah kalian mandi dan bersihkan tubuh kalian kurasa kalian juga sangat bau, karena beberapa hari kalian tidak mandi." seru Putri lin Ying pada pangeran tatius dan Pak Guru Willi. Di mana keduanya saling berpandangan sebelum akhirnya Pangeran Tatius bangkit dari duduknya dan melangkah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi.


Dua puluh menit kemudian keluarlah pangeran Tatius dari dalam kamar mandi dengan wajah segar, rambutnya yang basah dengan buliran buliran bening yang menetes di wajahnya, semakin menampakkan wajahnya yang sangat tampan, putri Lin Ying menatap kagum pada Pangeran Tatius yang memiliki wajah sangat rupawan.


"Mandilah Kau juga pasti bau, karena kau juga sudah beberapa hari tidak mandi ," seru Pangeran Tatius pada Pak Guru Willi yang masih duduk dan terpaku di tempatnya.


Dengan langkah lesu pak guru Wili masuk ke dalam kamar mandi sementara pangeran Tatius yang sebenarnya Hatinya sudah sangat resah segera masuk ke dalam kamar tempat kekasihnya beristirahat.


Dengan perlahan-lahan pintu kamar di buka, terlihat lah sosok gadis yang sedang tidur, Pangeran Tatius masuk ke dalam dengan perlahan-lahan dan duduk di lantai di bawah ranjang dengan sedikit bergetar Pangeran Tatius meraih tangan Tania dan mengengam nya dengan sangat erat


"Maafkan, aku! sungguh aku tidak bermaksud untuk mengabaikan mu, percayalah aku sangat mencintai mu."lirih Pangeran Tatius dalam hati.


Buliran buliran bening dari rambut Pangeran Tatius yang tak sengaja jatuh menetes di tangan Tania membuat Tania terjaga dari tidurnya, dia tersentak kaget ketika melihat Pangeran Tatius mengengam tangan nya dan duduk di atas lantai yang dingin di samping ranjang nya.


"Apa, yang kau lakukan disini?"


"A-aku....


Belum sempat Pangeran Tatius melanjutkan ucapannya, terdengar suara keras dari luar kamar.


"Wah...curang sekali, kau tadi bilang biarkan Tania beristirahat tapi setelah aku pergi mandi kau memanfaatkan waktu untuk bisa berdua duaan dengan nya."


"Diam kau guru jelek, Tania itu pacarku jadi sebagai pacarnya aku bebas menemui nya sesuka hati, kau kan cuma guru jadi tunggu saja disitu, kami kan sedang pacaran jadi jangan ganggu." seru Pangeran Tatius yang juga tak kalah kerasnya.


"Siapa yang pacaran..! masuklah Pak, kita bisa ngobrol bersama."seru Tania yang membuat Pak Guru Willi menjulurkan lidahnya pada Pangeran Tatius.


"Ih ...amit amit ini guru, sifatnya kok seperti anak muda."grutu Pangeran Tatius kesal


Pak guru Wili segera masuk ke dalam kamar dan duduk juga di lantai di tepi ranjang Tania, Melihat guru nya duduk di bawah Tania segera bangun dari tidurnya.


"Pak, kenapa duduk di bawah, sini duduk di atas tempat nya cukup luas."tawar Tania pada pak guru Wili yang mana pak guru Wili langsung duduk di pinggir ranjang tempat Tania duduk.


Pangeran Tatius mendengus kesal mendengar tawaran sang kekasih pada musuhnya, Pak guru Wili adalah musuh terbesarnya di mana guru itulah yang dulu menjadi penghalang cintanya, meskipun diantara mereka berdua kini tidak ada apapun, akan tetapi Pangeran Tatius masih yakin jika pak guru Wili masih sangat mencintai Tania.


"Bagus... khawatir akan pak guru lupa dan tidak khawatir sama pacar yang dari tadi duduk kedinginan dilantai." cibir Pangeran Tatius pada Tania.


"Aku tidak meminta apalagi menyuruh mu duduk di situ, jadi itu bukan urusan ku."jawab Tania cuek membuat Pangeran Tatius mendelik seketika, sementara Pak Guru Willi tersenyum penuh kemenangan.


"Rasain, tuh! kali ini kalian tidak akan putus tapi sebentar lagi hubungan kalian pasti akan segera tamat,"gumam pak guru Wili dalam hati sambil tersenyum smrik.


Pangeran Tatius yang memiliki insting tinggi, bisa dengan mudah membaca bahasa senyum dari sang musuh yaitu pak guru Wili.


"Tidak akan semudah itu, sekali Tania ada dalam genggaman ku aku tidak akan pernah melepaskan, meskipun nyawa yang akan jadi taruhannya, jadi jangan bermimpi melihat putus nya hubungan kami, justru aku akan membawa Tania segera ke pintu pelaminan, dan menghalalkan dia menjadi milikku, silahkan kau terus bermimpi pak guru jelek, dan selamanya keinginan mu hanya akan menjadi mimpi." dengus Pangeran Tatius dalam hati kesal.


"Baiklah, kalian bicara saja aku merasa sangat pengap udara disini jadi panas aku keluar saja."seru Pangeran Tatius yang kemudian melangkah pergi keluar dari kamar.


Pak guru Wili tersenyum bahagia ketika Pangeran Tatius memilih keluar.


"Betul Pangeran Tatius lebih baik kau keluar saja kamar disini sangat tipis ventilasi nya jadi kalau kau disini udara bisa berubah jadi panas, kalau kau sudah keluar pasti udara disini menjadi dingin dan sejuk."ucap pak guru Wili sambil tersenyum penuh kemenangan.


Sementara Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar yang mana kedua tangan nya mengepal dengan sangat kuat, Pak Guru Willi bisa melihat reaksi dari pangeran Tatius, berpura-pura tidak mengetahui, setelah Pangeran Tatius keluar dari kamar Tania pak guru Wili Segera meraih tangan Tania dan mengengam nya.


"Apa yang kau rasakan dan apa yang kau inginkan sekarang."tanya pak guru Wili sambil menggenggam tangan Tania.


"Belum ada aku masih binggung," jawab Tania yang mana pandangan matanya tak sengaja bersitatap dengan pangeran Tatius yang ternyata diam diam masih mengawasi nya dan menatap tajam kearahnya dari luar.


Perlahan-lahan Tania menarik tangannya dari genggaman tangan Pak guru Wili yang mana kala itu menggengam nya dengan erat.


"Pangeran.!.kita pergi sebentar ayo...!" ajak putri Lin Ying yang tiba-tiba datang menghampiri nya.


Kehadiran dari putri Lin Ying yang mendekati Pangeran Tatius pun tak lepas dari pandangan Tania yang kala itu menatap pada Pangeran Tatius.


"Ayo...! jawab Pangeran Tatius tanpa menolak yang mana pandangan matanya juga menatap pada Tania, dengan bahasa tubuh Pangeran Tatius menganggukkan kepalanya, seolah olah minta ijin untuk pergi.


Tanpa sadar Tania mendenggus kesal


"Dasar laki-laki buaya."


"Apa, Tania kau tadi bicara apa?" tanya pak guru Wili yang tidak mengerti.


"Tidak ada pak, bapak salah dengar kali."


Pak guru Wili mangut mangut tanda mengerti meskipun sebenarnya dirinya tidak mengerti.


Di luar kamar Putri Lin Ying dan Pangeran Tatius sedang berbicara.


"Apa ..! kenapa kau mengajakku kesini."Tanya Pangeran Tatius sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi berkeramik yang ada di di teras halaman rumah.


"Begini Pangeran, apakah Pangeran tidak rindu dengan ibu Ratu Shima, kita harus menemuinya agar Ibu Ratu tidak khawatir, aku yakin ibu Ratu shima sangat merindukan kehadiran Pangeran."


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, pandangan matanya menatap ke langit, kemudian berpindah menatap gadis cantik yang ada di depannya.


"Aku, tau Putri, tapi aku rasa aku tidak bisa sekarang, karena aku berniat membawa Tania pada Ibu Ratu untuk meminta restunya, aku ingin menikahi secepatnya."


"Apa pangeran serius Ingin menjadi kan gadis itu istri,"putri Lin Ying bertanya dengan nada tidak suka, harapan nya bisa memiliki Pangeran Tatius serasa pupus sudah, Putri Lin Ying bisa melihat dan merasa kan jika Pangeran Tatius sangat mencintai gadis dari bangsa manusia.


"Tentu saja, aku serius Ingin menikahinya, apa kau pikir aku main main, aku sangat serius bahkan aku berencana ingin membawanya juga ke hadapan Raja dan meminta ijin serta Restu nya, meskipun ini terlihat sangat sulit karena Raja sepertinya tidak mengginginkan memiliki menantu dari dari bangsa manusia, tapi aku percaya dengan kekuatan cinta kami pasti akan bisa meluluhkan nya, cuma saat ini keadaan nya belum memungkinkan, dia lagi ngambek dan dalam keadaan emosi jadi aku butuh waktu lagi, semua karena aku lebih mementingkan keselamatan mu dari pada dirinya."


"Iya, aku sangat berutang nyawa pada Pangeran dan aku mau mengabdi kepada pangeran, jadikan lah aku istrimu, aku mau dan rela meskipun aku akan menjadi istri kedua mu."ucap Putri Lin Ying dengan mantap.


Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar, dan beberapa kali menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan keras, Pangeran Tatius tidak pernah menyangka jika putri Lin Ying yang notabe nya seorang putri kerajaan Barat Daya yang pernah menjadi rebutan para pangeran mau dan rela menerima jika dirinya hanya dijadikan istri kedua.


Seolah olah sedang kusut Pangeran Tatius bangkit dari duduknya dan berjalan selangkah kedepan yang kemudian di ikuti Putri Lin Ying dari belakang, yang dengan lembut memegang tangan Pangeran Tatius dan merebahkan kepalanya pada lengan kekar di sampingnya.


Sedikit terkejut dengan sikap Putri Lin Ying yang dengan berani bergelayut manja pada lengan nya, Pangeran Tatius mencoba melepaskan diri dengan perlahan lahan melepaskan genggaman tangan putri Lin Ying, ketiika Pangeran Tatius mencoba melepaskan tangan putri Lin Ying yang sedang bergelayut manja di lengan nya, mata tajam dan teduh milik pangeran Tatius melihat sekelebat bayangan yang terlihat buru-buru masuk ke dalam rumah.


"Tania...!" dia melihat ku gawat, bisa perang lagi ini, duh bikin masalah saja ini putri"keluh Pangeran Tatius dalam hati binggung yang mana buru-buru melepaskan genggaman tangan putri Lin Ying dengan sdikit kasar.