The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.69.JURUS SERIBU KAKI



Suasana di Area pertandingan semakin menegangkan, terlebih laki-laki bangsa Manusia itu tidak sedikit pun memberikan kesempatan pada Dragon untuk bisa menyerang balik, berkali-kali tubuh Dragon harus menerima pukulan demi pukulan yang datang bertubi-tubi menghantam tubuh nya. Area pertandingan yang dekat dengan tempat di mana para harimau kerajaan Barat Daya di tempat kan yang mana dari kaca jeruji mereka bisa menyaksikan jalannya pertandingan mulai mengaum bersahut sahutan, seolah olah ingin memberikan semangat dan dukungan kepada Dragon agar bisa menggalahkan lawannya.


Untuk beberapa saat para Harimau di dalam kaca jeruji besi saling mengaum tapi kemudian mereka semua diam tertunduk, ketika Dragon benar benar tak bisa lagi melawan dan menyerang musuhnya, mereka merasa bersedih dan turut merasa terluka tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya para Harimau yang tidak memiliki kemampuan lebih jika di bandingkan dengan kekuatan Dragon.


Pada dasarnya Hewan pun bisa seperti manusia ketika sesama hewan melihat saudaranya terluka pastilah mereka merasakan sedih dan sakitnya. Kini Nasib Dragon benar benar sudah di ujung tandu. Pimpinan pertandingan pun berusaha menghentikan serangan laki-laki Bangsa Manusia agar mau menghentikan pertandingan saat itu juga, tapi sayangnya Manusia itu sudah tidak memikirkan hati lagi baginya Dragon harus mati agar Raja Barat Daya benar benar sudah tahkluk di tangannya.


"Trimalah, kematian mu sekarang Dragon."


"Ciaaaaaatttttt..,."sebuah pedang terangkat tinggi dan siap menancap di mata Dragon yang sudah tersungkur di tanah tak berdaya.


"Hauuuuuummm...!" inilah akhir dari kehidupan ku."lirih Dragon dalam hati yang kemudian memejamkan mata pasrah dengan maut yang sudah ada di depannya.


"Hiyaaaaaaaaaaa...! laki-laki manusia itu melompat tinggi dan mengarahkan pedagang lurus pada mata Harimau yang sudah pasrah.


Tiba-tiba sebuah bayangan bertopeng dengan kostum kuning keemasan menangkis pedang dari manusia.


"Sreeeeeeettttt......!"


"Sreeeeeeettttt....tiiiiing....praaaang..!"


bunyi suara pedang yang bersentuhan dengan sebuah keris pedang kecil yang gunakan untuk menangkis pedang laki-laki berbangsa Manusia


itu."


Melihat pedangnya terlempar dengan wajah merah Manusia itu berteiak.


"Siapa kau!" berani sekali ikut campur dengan urusan ku."


"Dia, sudah kalah kenapa kau ingin membunuh nya."


"Ha. .ha. ha.... siapapun yang berhadapan dengan ku dan tidak bisa berlari pergi dia akan berakhir mati di tanganku, jadi pergi lah sebelum aku juga membunuh mu."


"Sombong, sekali kau anak muda aku peringatkan kepada mu, pergi lah sebelum kau mati di tanganku, apa kau tidak tau Dragon yang kuat saja sudah kalah, jangan bermimpi terlalu tinggi anak muda pergi lah selagi kau memiliki kesempatan itu."


"Trimakasih, atas saranmu tapi aku tetap dengan pendirian ku, aku juga ingin menang dalam sayembara ini jadi sudah sepantasnya aku melawan mu agar bisa ditentukan siapa pemenang nya."


"Ha ...ha..ha...! boleh juga kesombongan mu anak muda menarik kau pemuda yang pemberani jangan berfikir kamu bisa melempar pedangku lantas kau bisa menggalahkan ku, perkenalkan dirimu."


"Namaku pangeran Yervan, aku berasal dari kerajaan Awang Awang Vampire."


sementara pangeran Yervan yang mendengar ucapan pangeran Tatius terheran dengan sikap nya.


"Untuk apa Tatius memperkenalkan dirinya sebagai aku, apa maksud nya." lirih pangeran Yervan dalam hati.


"Bagus..!" bersiaplah."


Laki-laki manusia segera merenggangkan kedua tangan mengatupkan ke atas kemudian tangan yang terkatup diarahkan kebelakang kemudian melompat lompat kebelakang beberapa kali sama dengan salto ke belakang berdiri dengan kuda kuda.


Pangeran Tatius memperhatikan dengan sangat teliti setiap gerakan dari laki-laki Bangsa Manusia itu. Keris yang sudah di masukkan lagi ke dalam kerangka nya kini pangeran Tatius berdiri tegak dengan sikap yang sangat tenang.


"Hiyaaaaaaaaaaa....! laki-laki berbangsa Manusia segera melompat dan memberikan tendangan maut, sebuah tendangan yang bisa menendang dengan berkali kali tanpa henti, Tendangan seribu kaki itulah nama ilmu yang di gunakan Laki-laki berbangsa Manusia, sementara pangeran Tatius yang pernah masuk dalam penjara ketika di tuduh mau membunuh pangeran Yervan ketika melewati lorong yang gelap tanpa sengaja kakinya yang menginjak sebuah sesuatu, yang ketika di ambilnya adalah sebuah buku yang sepertinya telah tertimbun di dalam pasir cukup lama dan ketika berada di dalam penjara buku itu di buka dan ternyata itu sebuah buku kitab ilmu Kanuragan dari salah seorang yang pernah di seret dan akan di masukkan ke dalam penjara jatuh di lantai berpasir.


Selama berhari-hari pangeran Tatius mencoba mempelajari semua ilmu yang ada di dalam buku itu dan cara bagaimana menghadapi lawan jika menggunakan ilmu seperti tendangan kaki seribu karena di dalam buku itu sudah di jelaskan semua.


Sehingga pangeran Tatius tidak heran dengan jurus jurus yang di gunakan Laki-laki bangsa Manusia yang ada di depannya. Tendangan kaki seribu hanya bisa menendang lawan nya dengan sangat dahsyat ketika lawannya dalam pisisi berdiri tegak untuk itu pangeran Tatius dengan segera menjatuhkan tubuhnya ke lantai sehingga tendangan kaki seribu menendang ruang kosong di mana tak ada yang bisa dia tendang.


Melihat lawannya memahami cara menghindari


serangannya segera laki-laki bangsa Manusia bersiap mengunakan jurus kedua untuk menjatuhkan Pangeran Tatius.