
Laki-laki tua itu tersenyum tipis ketika Pangeran Tatius bersedia melakukan tapa untuk menggambil kristal putih keabadian, yang mana kristal putih keabadian belum ada yang bisa memiliki, sudah banyak tokoh tokoh dunia persilatan yang mencoba mengambil dan mendapatkan nya akan tetapi hasilnya selalu gagal dan sia sia.
Tidak mudah untuk bisa mendapatkan kristal putih keabadian hal itu di karenakan kristal putih itu sendiri bagaikan magnet yang mana ketika muncul dan ketika akan di ambil sering secepat kilat menghilang dari pandangan sehingga sulit untuk di dapatkan bahkan yang sering terjadi mereka yang berusaha mengambil kristal putih terjebak pada dimensi dunia lain dan tidak pernah kembali.
Hanya mahkluk yang memiliki kekuatan Indra insting yang tajam dan tinggi dia bisa melakukan nya. Laki-laki tua itu sempat melihat pangeran Tatius yang terbaring dan ketika di tanya masih bisa dengan jelas dan benar menceritakan suatu kejadian yang terjadi padanya, maka, Laki-laki Tua itu berfikir pangeran Tatius adalah orang yang tepat untuk bisa menggambil kristal putih keabadian, karena dirinya sendiri sudah sangat lelah harus menjadi penunggu dan penjaga kristal keabadian itu sendiri, entah sudah berapa ratus tahun dia berada di bumi hanya untuk menjadi pengawas dari kristal putih yang sering menimbulkan kekacauan yang mana kekuatan nya bisa merusak apa saja yang ada di sekitar tempat itu.
Tekadnya sudah bulat dia harus mendapatkan seseorang yang bisa memegang kendali dari kekuatan kristal itu sendiri, meskipun kemungkinan yang terjadi kristal putih itu tidak jatuh pada mahkluk yang baik.
Laki-laki tua dengan kharisma wajah yang sangat rupawan, sesungguhnya dia hanya sosok bayangan tanpa raga yang mana raga yang ada pada dirinya hanyalah satu pinjaman dari orang yang pernah tersesat dan mati di tempat itu.
Sesungguhnya laki-laki tua itu juga mengetahui ada mahkluk lain di sungai itu yang juga melakukan pertapaan untuk bisa mendapatkan kristal putih. Baginya kristal putih harus jatuh pada orang yang tepat yang mana dia bisa mengendalikan sisi jahat dari kekuatan kristal putih itu sendiri.
Pada dasarnya kristal putih hanya memiliki segi positif dan baik tidak ada unsur jahat di dalam nya, akan tetapi ketika kristal itu jatuh dan di temukan iblis yang juga berantusias ingin memiliki kristal keabadian, maka terjadilah pertarungan antara kekuatan kristal putih dan iblis, akibatnya kristal itu jatuh ke bumi Namun sebelumnya iblis yang kalah dan tidak mampu menguasai dan memiliki kristal putih darah nya sempat menetes pada lapisan kristal dan itulah sebabnya kristal putih tidak hanya memiliki unsur baik tapi juga unsur jahat, yang mana bisa setiap saat membunuh siapa saja yang coba coba mengguasi nya. Karena laki-laki tua itu tidak mampu mengendalikan kekuatan dari kristal putih itu sendiri maka dirinya menunggu dan mencari sosok yang tepat untuk bisa melakukan apa yang di inginkan, dimana keduanya akan sana sama memiliki keuntungan.
Pemilik dan penguasa kristal putih bisa mendapatkan keabadian dalam hidup nya, ketika dia mati maka dia akan bisa terlahir kembali atau reingkarnasi dan dirinya bisa kembali ke atas langit yang mana terbentang luasnya alam semesta.
Melihat Pangeran Tatius sudah memejamkan mata dan duduk bersila, laki-laki tua itupun segera menghilang dari pandangan mata.
Suara kicauan burung dan genricik Air yang ada semakin menambah keadaan di sekitar sungai itu terlihat begitu sejuk dan tenang.
Sebelum menghilang dari pandangan mata laki-laki tua itu tersenyum kemudian berdesis dengan suara yang sangat lirih.
"Tidak lama lagi di tempat ini akan terjadi kekacauan yang sangat dahsyat dan mengerikan, wahai... penghuni seluruh alam yang ada di sekitar tempat ini, persiapkan diri kalian, jika kalian gentar cepatlah pergi jauh sebelum kematian menjemput dan memusnah kan kalian."
"Wuuuuuuzz...! Setelah mengguncapkan itu laki-laki tua itupun menghilang, satu ucapan peringatan yang mana bahasanya bisa di dengar dan di pahami seluruh penghuni mahkluk yang ada di tempat itu.
Tampak dari kejauhan seekor monyet sedang berlari kencang kelihatan nya dia sedang berlari ke tempat di mana dia tinggal.
"Nguk.....nguk....nguk....!
suara monyet ketika berada di dekat goa yang ada di sekitar tempat itu dan dalam bahasa nya dia menceritakan apa yang baru saja dia dengar, tentang akan adanya kekacauan dan bahaya di tempat ini dan dalam bahasanya pula para monyet itu justru berantusias ingin melihatnya, bahkan mereka berkata tidak takut dan gentar seandainya tempat mereka yang ada di lereng bukit gunung Tengger hancur menjadi Abu.
Karena beberapa monyet bersikeras ingin menyaksikan langsung peristiwa itu maka monyet yang memberikan kabar pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain menggikuti dan menyetujui keinginan mereka untuk itu langkah yang dilakukan, mereka mempersiapkan alat dan sesuatu yang bisa dijadikan tempat untuk berlindung agar semua warga monyet aman.
****
Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya meskipun masih malu malu dari ufuk timur, dengan di iringi kicauan burung yang bersiul siul bernyayi riang menyambut datangnya pagi.
Tania yang mulai terjaga dari tidurnya mulai mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya, sambil sesekali tangan halusnya mengusap wajahnya dengan kasar.
"Di mana aku..! astaga kenapa aku lupa bukankah aku masuk ke dalam bangunan Rumah sederhana yang tampak dari luar dan ternyata indah dan megah di dalam nya, rupanya sudah pagi, hei ... siapa yang memberi aku selimut, Oh, ya, aku ingat Raja dingin itu pasti nya yang sudah memberikan aku selimut Cukup baik juga itu orang, syukur lah kalau dia sudah baik padaku itu artinya Raja dingin itu sudah merestui hubunganku dengan Tatius, akhirnya dia menerima ku juga, gerah sekali sehabis berlari kemarin malam aku tidak mandi, badanku terasa lengket semua rasanya, lebih baik aku pergi mandi dulu."
Ketika Tania hendak melangkah untuk pergi mandi tiba-tiba terdengar sebuah suara.
"Krucuk....krucuk.... krucuk..! dengan cepat Tania memegangi perutnya yang tiba-tiba berbunyi.
" Astaga perutku, aku sangat lapar lebih baik aku pergi ke dapur melihat adakah yang bisa ku makan untuk mengganjal perut ku ini."
Tania bangkit dari tidur nya dan berniat pergi ke dapur akan tetapi kedua bola matanya tiba-tiba membulat seketika Kala melihat makanan sudah ada di atas meja, dengan sangat terburu-buru Tania langsung memunggut satu tusuk ikan bakar.
"Hmmm....baunya sangat harum," dengan cepat Tania menggigitnya, Belum sampai ikan itu masuk dalam perut, sebuah suara menghentikan nya.
"Seperti inikah cara manusia makan sangat jor ok sekali."ucap laki-laki tampan dengan kharisma wajah yang sangat berwibawa yang tak lain adalah Raja.
Dengan mulut penuh dan bibir mengkrucut, Tania membalas ucapan dari sang Raja.
"Apa maksud mu bicara begitu, hah?"
"Kamu sangat jor ok."
"Apa?Aku!" Hahaha,"
Tania menunjuk dirinya sendiri sambil tertawa, " kamu tidak usah berpura-pura bilang saja kalau kamu juga mau ikan bakar ini." Sungut Tania sambil terus menikmati ikan bakarnya.
"Hentikan, makan mu!" seru Raja sambil menarik mangkuk besar yang di berisi tusukan ikan bakar, tak hanya itu ikan bakar yang ada dalam genggaman Tania pun di ambilnya dengan paksa, hal itu membuat Tania mendelik seketika.
"Apa yang kau lakukan?" berikan padaku aku sangat lapar."
"Pergi, bersihkan tubuh mu, kau sangat bau..?"
"A-apa? bau!
dengan gerakan refleks Tania mencium bau badan nya.
"Mandi sana cepat...!"
"Raja, aku masih lapar biarkan aku habiskan satu tusuk ikan bakar ku itu, satu tusuk saja, coba ini dengar perutku dia berbunyi."
"Krucuk....krucuk....!tuh....kan bunyi berikan please...!" Renggek Tania dengan mimik wajah memelas.
"Tidak ada alasan, cepat pergi kalau tidak aku buang semua ikan bakar ini dan kamu akan kelaparan di tempat ini."
"Eh, jangan di buang, iya-iya aku mandi awas kalau Raja buang atau Raja habis kan, akan aku adukan sama Tatius! biar Tatius benci sama Raja."
"Sudah, pergi mandi sana!"
Dengan langkah malas sambil memegangi perutnya yang lapar Tania pergi ke kamar mandi, sepeninggal Tania Raja Tersenyum.
"Gadis itu menggemaskan, pantas saja Tatius tertarik padanya."gumam Raja dalam hati dan ketika Raja masih asik dengan lamunannya Kembali baju kanan Raja mengeluarkan cahaya merah dengan suara seperti jarum jam.
"Ada apalagi ini! seru Raja dalam hati kesal yang mana langsung mengaktifkan sumber suaranya.
"Halo, Raja!
"Ya, katakan, Ada apa?"
"Ratu Shima dan Ratu Derbah marah' marah mereka mengamuk dengan menggunakan kaki."
"Apa?menggamuk menggunakan kaki, memangnya tangan mereka kenapa kok bisa sampai menggunakan kaki."
"Apa? kamu borgol semalaman ?"
"Tentu, saja kan Raja belum pulang."
"Kau ...!ucap Raja tertahan ada rasa geram tapi juga geli membayangkan kedua istrinya tidak tidur semalaman dengan kedua tangan di borgol. " Sekarang buka borgol mereka katakan Nanti aku akan menemui mereka."
"Baik, Raja!"
Setelah Raja mematikan alat penyambung hubungan antara dirinya dan orang orang yang ada di dalam istana, kini Raja duduk manis menunggu gasis yang sangat menyebalkan tapi juga menyenangkan entah mengapa Raja suka berlama lama dengan gadis yang menjadi kekasih dari putranya.
Melihat Tania sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segar, diam diam Raja menyungingkan sebuah senyuman.
Tania yang melihat Raja Tersenyum pada nya sedikit heran dia mengeryitkan dahinya.
"Tumben Raja dingin Tersenyum padaku ,wah jadi calon menantu kesayangan nih oops....jangan senang dulu Tania mungkin saat ini Raja lagi mabuk jadi isi dalam kepala nya rada rada konslet," gumam Tania dalam hati, sebisa mungkin Tania bersikap cuek dan pura-pura tidak melihat senyum dari sang Raja.
Ketika Tania sudah dekat dan berada di depan Raja Tania membuka pembicaraan.
"Apa, sekarang aku boleh makan, aku sangat lapar."
Tanpa menjawab pertanyaan dari Tania dan berpura pura acuh Raja menyodorkan mangkuk besar yang berisi beberapa tusuk ikan bakar.
Tania mendenggus kesal melihat sikap Raja yang tiba-tiba dingin bagaikan Es yang ada di kutup utara.
"Dingin sekali, Tuh!' bener kan? tadi itu tersenyum karena isi kepala nya sedang konslet, orang bertanya baik-baik ngak di jawab, baru jadi Raja sombong nya sudah amit amit."desis Tania dalam hati yang mana langsung menyambar mangkuk berisi ikan bakar dan melahapnya dengan cepat.
"Pelan-pelan saja makannya tidak ada yang menggajakmu berebut, nanti kau bisa tersedak." ucap Raja menggingat kan."
Tanpa bersikap acuh dan tidak perduli dengan nasehat Raja, hal itu membuat Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Apakah kau tidak punya telinga? aku sedang bicara padamu!
Dengan mulut penuh Tania menengadakan wajahnya, kemudian menunduk Kembali asik menikmati makanan yang ada di depannya tidak perduli dengan ucapan Raja, dan hal itu lagi-lagi membuat Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Lanjutkan makanmu, tapi setelah itu kau ikut aku!"
Tania yang asik menikmati makan nya tiba-tiba tersedak ketika mendengar Raja mengajaknya, wajahnya yang tadinya menunduk karena asik menikmati makanannya kini tengadah dan menatap dalam laki-laki tampan dan berwibawa yang ada di depannya.
"Apa, maksud Raja?"
"Kau, ikut aku ke istana utama depan."
"U-untuk apa?"
"Ya, untuk sementara tinggal disana."
"Tidak, aku tidak mau."
"Kenapa? apakah kau sudah merasa aman sehingga kau bisa bersikap keras kepala seperti ini,"
"A-aku...! apa maksud Raja dengan kata aman, aku tidak mengerti." ucap Tania gugup.
"Tidak perlu kujawab, cukup kamu mau ikut aku apa tidak dan jika kau sudah merasa aman terserah kanu akun tidak akan memaksa."
Tania terdiam dia menyadari jika dirinya sangat ketakutan dan merasa tidak aman terlebih melihat kenekatan dari pangeran Yervan kakak dari pangeran Tatius yang selalu saja mengaggu nya.
"Kau sudah kenyang kan? aku akan balik ke istana sekarang juga kau ikut atau tidak terserah kamu.
Raja bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi, sementara Tania masih diam terpaku, melihat Raja mulai mendekati pintu luar Tania berteriak.
"Aku ikut...!"seru Tania lantang
Raja menghentikan langkah kakinya tanpa menoleh ke belakang, sementara Tania dengan terburu-buru berlari mendekati Raja dan berdiri di samping nya.
"Kenapa, diam! cepat pegang tanganku kita tidak pergi dengan jalan santai tapi dengan terbang, jika kau tak memegang tangan ku kau bisa tertinggal disini, mau ikut tidak ..?"
"Ikut..!"
"Kalau begitu cepat pegang tanganku."
"I-iya..!"
Perlahan lahan dengan tangan sedikit bergetar dan jantung yang tiba-tiba tidak teratur Tania perlahan lahan melingkar kan Tangan nya pada lengan kekar milik Raja.
Raja yang melihat tingkah lucu Tania dalam hati menyungingkan sebuah senyuman, tanpa basa-basi Raja langsung melingkar kan tangannya pada pinggang ramping Tania yang mana hal itu membuat Tania tersentak kaget namun tidak bisa marah ataupun menolak.
"Kita berangkat sekarang."
"Hoooop....! tubuh Raja dan Tania sudah melayang di atas udara, Raja yang entah mengapa merasa senang bisa membawa Tania pergi bersama nya dalam hati Tersenyum puas sementara Tania harus menahan nafas seolah olah susah untuk bernafas berada dekat dengan pinggang berada dalam Cengkeraman Raja dingin.
_____________
_____________
Assalamualaikum....
Spesial untuk hari ini 2000 kata.
smoga suka..
Trimakasih buat para reader yang masih setia membaca cerita ini.
Tidak ada yang bisa kuberikan sebagai ucapan terimakasih selain sekeping doa
semoga semua Reader the Vampire Princes first love di berikan kesehatan selalu, bahagia selalu, mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Amin.
"