The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.128.SEPERTI TARZAN.



Dengan bantuan sinar mata hijau kebiruan milik kucing Tania bisa keluar dari tempat di mana dia berada, meskipun suasana sudah gelap ketika mencapai ujung di luar Tania bisa melihat jalan dari bantuan sinar cahaya bulan, Tania bisa menarik nafas dengan lega pasalnya Tania bisa keluar dari tempat mengerikan berkat bantuan sinar mata kucing.


Kini Tania baru memahami di mana dirinya berada, Tania berada di belakang Villa di mana di sana ada sebuah goa buatan yang ujung pintu luarnya tertutup daun semak belukar.


"Rupanya di tempat ini mahkluk itu menyekap tawanan nya, Nanti akan ku beri tau pak guru Wili agar membawa orang untuk bisa memusnahkan nya, sebaiknya aku cepat cepat pergi, Mahkluk itu, sangat mengerikan aku yakin dia bukan manusia, perlakuan nya sangat kasar, kasian wanita itu, seperti nya dia di siksa setiap hari."Gumam Tania dalam hati.


Ternyata kucing itu bukan hanya menakutkan dan mengagetkan tapi juga membawa keberuntungan, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya seandainya, mahkluk itu langsung menyiksa nya dan Tania tak bisa membayangkan jika tidak ada kucing itu pastilah dia akan kesulitan mencapai ujung goa, pasalnya goa itu sangat sempit dengan ketingan yang cukup rendah hanya setinggi dirinya tak bisa di bayangkan jika yang masuk kedalam goa itu adalah pak guru Wili yang memiliki tubuh Tinggi dan badan kekar terlebih Tatius, ketika angannya melayang ke sosok pangeran Vampire Tania cepat cepat menutup mulutnya.


"Aiiiissshh kenapa jadi selalu menyebut nama Tatius apakah aku benar benar sudah tergila gila padanya, sial amat sih hidupku kenapa pula harus jatuh cinta pada mahluk aneh seperti itu,"desis Tania meruntuki dirinya sendiri.


Pangandangan mata nya yang tajam meskipun terlihat samar Tania bisa melihat wajah dua orang yang sedang berjalan ke arahnya, akan tetapi kedua orang itu tidak melihat keberadaan Tania di karenakan mereka berdua berjalan dengan menunduk, menoleh ke kanan dan ke kiri menggikuti cahaya lampu senter dari salah satu di antara mereka, Tania Tersenyum senang ketika menggenali salah satu wajah diantara keduanya, dengan perasaan lega dan haru Tania berteiak.


"Pak guru Will...!" aku di sini,"Teriak Tania membuat pak guru Wili dan orang yang ada di sampingnya langsung menatap ke sumber arah suara.


Tania melambaikan tangan nya , memberi tanda kepada dua orang yang sedikit jauh jaraknya dari tempat nya berdiri, dan tatapan mata mereka bertemu pak guru Wili segera berlari mendekati tempat di mana Tania berdiri, ada rasa senang karena telah menemukan gadis nya, tapi pada saat langkah kaki pak guru wili mulai dekat tiba-tiba sebuah bayangan hitam kembali menyambar tubuh Tania dari belakang, sontak saja hal itu membuat Tania menjerit histeris karena perasaan kaget dan takut, Tania berfikir drama mengerikan yang baru saja dia alami sudah berakhir, tapi ternyata tanpa sepengetahuan Tania mahkluk itu telah menyadari jika Tania sudah kabur dan dengan diam diam dan sangat cepat menggikuti Tania yang lengah sehingga mahkluk itu kembali mudah membawa Tania pergi.


Pak guru Wili yang melihat dengan mata kepala sendiri tubuh Tania di bawah terbang sosok misterius, dengan cepat berlari mengejar.


"Hai.... Berhenti kau ..?"


Gerakan cepat yang dilakukan pak guru Wili membuat mang Surip melongo tak percaya, mang Surip tidak menyangka jika pak guru Wili juga bisa memiliki kekuatan meringankan tubuh sehingga dengan mudah melompat dari satu dahan pohon ke pohon lain untuk mengejar mahkluk yang membawa Tania.


"Ini atraksi Tarzan beneran nih, aku bisa melihat secara live, bener bener hebat, tapi aku juga harus membantu nya, setidaknya lampu senter ku bisa menjadi kan cahaya untuk kakinya berpijak."lirih Mang Surip dengan tekad yang bulat dia berlari di atas tanah dengan mengarahkan lampu senter ke atas di mana pak guru Wili sedang melompat lompat dari satu dahan ke dahan yang lain, hingga membuat mang Surip.


"Hoooossh....hooossh....hooosh...!" bunyi nafas mang Surip.


Sementara pak guru Wili terus mengejar, mahkluk misterius yang membawa Tania.


"Kurang ajar, mau lari kemana kau mahluk busuk?" teriak pak guru Wili lantang.


Pak guru Wili terbiasa mengaggap semua mahkluk yang bukan manusia adalah mahkluk busuk, untuk itu mahkluk misterius yang menculik Tania ini pun di anggap mahkluk busuk, cukup lama aksi kejar-kejaran di atas awang yang di lakukan mahkluk misterius dengan pak guru Wili, sampai pada akhirnya mahluk misterius itu menemui jalan buntu di mana di depannya terlihat hamparan lautan yang cukup luas yang mau tidak mau harus membuat nya berhenti.


Mahkluk misterius itu berhenti dengan tangan mencengkram leher Tania siap untuk mencekik.


"Jangan mendekat kalau tidak ingin aku membunuh gadis ini." teriak sang mahkluk misterius.


"Lepaskan dia!" jangan sekali kali kau berani menyakitinya kalau tidak ingin Nasibmu ku buat abu."


"Ha...ha..ha..Hei.. manusia,!"sombong sekali bicara mu, bisa apa kau menghadapi ku?"seru sang mahkluk misterius sinis, dia mengaggap semua manusia itu lemah. Pak guru Wili Tersenyum miring menatap mahkluk yang ada di depannya dia sama sekali tidak gentar apalagi merasa takut, bagi pak guru Wili menghadapi mahkluk selain manusia adalah hal yang biasa dan sudah sering dia lakukan bahkan tidak ada yang tau jika semua mahkluk yang dia tanggap masuk dalam kurungan nya tanpa bisa lepas hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.


"Tunjukkan wujud aslimu, ayo kita bertarung jangan menggunakan cara licik dengan menyandra seorang wanita, cara itu hanya di lakukan orang orang yang tak memiliki nyali yang pada dasarnya tidak memiliki kekuatan apapun untuk bisa melindungi dan menjaga dirinya sendiri dan ternyata kau mahkluk salah satunya yang tak memiliki nyali itu."ledek Pak guru Wili tenang dia sengaja menyalakan percikkan api di hati mahkluk misterius dan tepat sasaran sang mahkluk misterius itu terpancing emosi dengan kasar mahkluk itu mendorong tubuh Tania kesamping hingga membuat Tania terjatuh.


"Auuuuwwwh...!" ringis Tania merasakan perih pada telapak tangannya yang telah mencium tanah dengan paksa, melihat Tania jatuh tersungkur Pak guru Wili memejamkan mata seolah olah ikut merasakan sakit yang di alami gadis pujaan hati nya, sengaja pak guru Wili tidak menolong Tania karena jika hal itu dia lakukan maka mahkluk misterius bisa berbuat lebih buruk kepada Tania.


"Bagus...!"bisa berbuat jantan juga kau,"ucap pak guru Wili memuji dengan tatapan penuh kewaspadaan.


"Hei .. manusia sombong trimalah kematian mu ini."seru mahkluk yang ada di hadapannya, tanpa menunggu dan membuang buang waktu mahkluk itu segera memberikan serangan pada pak,guru Wili.