
"Kau pasti merencanakan sesuatu yang licik, Ratu Derbah, tapi aku putri dari Raja kerajaan Sangkala, tidak pernah takut menghadapi apapun, kita lihat permainan apa yang sedang kau rencanakan untuk ku," Gumam Ratu Shima.
Setelah berdandan dengan rapi dan dirasa sudah cukup, Ratu Shima, melangkah keluar puri istana tidak lupa Ratu Shima mengenakan
gelang tangan kesukaannya, sampai di taman putri Shima celingukan mencari di.mana keberadaan tanda berwarna merah, dengan penuh teliti Ratu Shima mencari dan akhirnya tanda merah itu dia temukan, di bukannya tanda warna merah, tidak ada tulisan apapun kecuali sebuah coretan anak panah ke Arah timur, Ratu Shima berfikir mungkin Ratu Derbah mengginginkan nya pergi ke arah timur
dengan langkah pasti di ikuti nya Langkah kaki ke arah Timur, akan tetapi sebelum Ratu Shima meninggalkan tempat itu dia menjatuhkan satu gelang tangannya.
Beberapa kali Ratu Shima melewati sesuatu yang tertera pada setiap petunjuk yang dia dapat, sampai pada akhirnya Ratu Shima berhenti di sebuah bangunan tua yang sudah lama tak terawat.
tanda itu menunjuk arah ke rumah bangunan tua.
"Untuk apa, Ratu Derbah mengajakku bertemu di sini, tempat ini begitu sepi dan jauh dari istana, aku belum pernah melihat tempat ini, tempat apakah ini,"Gumam Ratu Shima dalam hati.
Dengan langkah sedikit berhati hati Ratu Shima mulai mendekati, bangunan tua itu, ketiika Ratu Shima sudah berada di depan Rumah tua, pintu rumah tiba terbuka, hal itu membuat Ratu Shima sedikit terkejut.
"Masuk lah, Ratu Shima yang agung,"
Sebuah suara yang berasal dari dalam Rumah bangunan tua. Dengan kewaspadaan penuh Ratu Shima masuk ke dalam.
"Apa, yang kau ingin bicara kan dengan ku, Ratu Derbah?"
Terdengar suara tawa renyah dari Ratu Derbah ketika mendengar pertanyaan Ratu Shima.
"kenapa terburu buru Ratu!" masuk dan duduklah dengan nyaman terlebih dahulu."
"Cepat, katakan!"aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu,"
"Ratu Shima yang agung, marilah kita rileks sejenak,"
"Para pengawal, bawa kan jamuan untuk Ratu Shima,"
Bergegas para pengawal itu segera menyiapkan hidangan jamuan untuk Ratu Shima.
"Mari, Ratu Shima, kita bersulam,"
"Tidak, trimakasih, aku tidak punya banyak waktu, cepat katakan apa yang ingin Ratu Derbah katakan,"
Lagi lagi Ratu Derbah tertawa.
"Apa, Ratu Shima takut, dengan jamuan yang saya berikan ini, lihatlah aku juga meminum nya,"
Ratu Shima sedikit tersinggung dengan ledekan Ratu Derbah, meskipun dia tau pasti lah ada sesuatu yang tidak beres dengan minuman yang akan di berikan Ratu Derbah kepadanya, demi harga diri dan tuduhan dianggap pengecut Ratu Shima segera meraih gelas minuman yang di berikan oleh Ratu Derbah.
"Lihatlah, aku tidak takut pada perkataan mu, sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan,"
Ratu Derbah tersenyum dengan penuh kepuasan ketiika melihat Ratu Shima menghabiskan minuman yang di berikan nya, dalam hati Ratu Derbah menghitung mundur.
10,9,8,7,6,5,4,3,2,1
"Bruuugh..!"
Tubuh Ratu Shima jatuh terkulai di tanah.
*****
Meskipun malam telah tiba Raja Sangkala yang gundah karena para pengawal nya yang tidak berhasil membawa putri Ratu Shima kembali ke kerajaan Sangkala, Raja Sangkala kini datang menjemput sendiri.
Jarak antara kerajaan Sangkala dan kerajaan Awang Awang Vampire yang tidak begitu jauh hanya berjarak 30 menit perjalanan, membuat Raja Sangkala sudah sampai dan berada di pintu gerbang utama. Kehadiran raja Sangkala yang mendadak telah di ketahui para pengawal istana yang dengan cepat memberi tau kepadanya Raja Awang Awang Vampire. Mengetahui siapa yang datang berkunjung dengan cepat Menyuruh para pengawal untuk membawa kepadanya.