
"Kurang ajar sekali Ratu shima, berani
beraninya dia mengancamku, tapi
kalau sampai pangeran Tatius bercerita
tentang perjanjian nya dengan pangeran
Yervan, bisa bisa semua Rencanaku
gagal. Aku harus berfikir lebih maju lagi
jangan sampai Ratu Shima satu langkah
di depan ku, ini bisa membuat mimpi ku
menjadi Ratu yang kaya bisa hancur.
Aku harus bisa mengalihkan perhatian
Ratu Shima agar dia tidak mempunyai
kesempatan untuk menemui pangeran
Tatius, sehingga Ratu Shima tidak akan
mempengaruhi keputusan dari perjanjian
yang sudah dia sepakati dengan pangeran
Yervan.
"Tapi, aku harus dengan cara apa, agar aku
bisa menggalihkan perhatian nya.
Ratu Shima harus tetap sibuk di istana
ini agar dia tidak memiliki kesempatan
untuk pergi menemui Pangeran Tatius.
Ratu Derbah berjalan dengan cepat ke
arah kamarnya. Dia ingin segera
menenangkan pikiran nya yang kalut,
dia sangat tau dan mengenal
watak dari Ratu Shima ucapannya bukan
sekedar main main tapi sebuah ancaman,
yang perlu di waspadai dan di perhitungkan.
Ketika hendak memasuki kamarnya terlihat
di depan mata seorang laki laki sedang
berdiri menatapnya.
"Patih Ramboka..!mau apa kau disini."
"Aku ingin, bertemu dengan mu Ratu Derbah."
"Hari ini, aku sangat malas untuk membahas
apapun dengan mu, jadi lebih baik kau
pergi saja dari kamar ku, aku ingin
beristirahat."
"Aku bisa membantu mu, ayolah ceritakan
apa yang sedang kau pikirkan,"
"Sudah kubilang..!" aku tidak mau membahas
apapun dengan mu, jadi pergilah jangan
mengaggu ku,"Ucap Ratu Derbah dingin.
Patih Ramboka tidak perduli dengan apa
yang di ucapkan Ratu Derbah, dia tidak
tersinggung saat Ratu Derbah juga
menggusirnya, Patih Ramboka sangat
paham pasti lah Ratu Derbah sedang di
landa kekalutan, sehingga ucapannya
tidak terkontrol.
"Apa, yang lagi merisaukan hatimu Ratu
Derbah, bicaralah aku siap membsntumu,"
"Ratu Shima, mengancamku !"
"Apa..?"Ratu Shima mengancam,"
bagaimana dan apa ancamannya?"
"Kalau sampai aku berbuat buruk pada
putranya pangeran Tatius, dia akan
membuat perhitungan dengan ku, aku
takut jika dia mempengaruhi pangeran
Tatius sehingga dia membatalkan
perjanjian nya dengan pangeran Yervan."
"Aku tidak tau apa yang kau rencanakan
jadi aku tidak mengerti mengapa Ratu Shima
akan membuat perhitungan dengan mu,"
"Aku menyuruh pangeran Yervan untuk
meminta kepada pangeran Tatius agar
mengalah dalam lomba sayembara yang
diadakan Raja Barat daya sehingga apapun
yang pangeran Tatius lakukan kemenangannya
akan menjadi milik pangeran Yervan."
"Oh, menang secara licik, begitukah rencana
mu Ratu Derbah,"Tanya patih Ramboka
"Patih Ramboka, aku tidak suka dengan
gaya bicara mu ..!" ini bukan licik karena semua
atas kesadaran dari pangeran Tatius sendiri
yang tidak keberatan."
Patih Ramboka terkekeh mendengar kata
kata dari Ratu Derbah.
"Lalu apa yang kau khawatir kan, bukankah
pangeran Tatius setuju dengan perjanjian
itu?"
"Pangeran Tatius memang telah berjanji
namun jika sampai Ratu Shima menghasut
nya agar menurut dan pangeran Tatius
mendengar kan ucapan dari ratu Shima
bukan kah ini sangat merugikan putraku,
dan gagal lah rencanaku."
"Tenang, kalau seperti itu ketakutanmu
itu mudah, Ratu, kau hanya butuh satu
cara,"
"Satu cara apa?"
"Jauhkan Ratu Shima dari pangeran Tatius,"
"Kalau, itu aku sudah tau patih bodoh ! yang
aku tidak tau dengan cara bagaimana aku
menjauhkan pangeran Tatius dari Ratu
Shima."
"Buat, Ratu Shima sibuk di kerajaan ini ?"
"Cara membuat nya sibuk bagaimana?"
Sudahlah kau tidak akan bisa membantu
memberikan solusi yang tepat, lebih baik
kau pergi," Seru Ratu Derbah kesal.
Patih Ramboka kembali terkekeh.
"Hari ini kau sangat pemarah, sekali
Ratu Derbah, ini hal mudah mintalah
bantuan pada Raja, agar Raja tidak
mengginjinkan Ratu Shima pergi dari
istana kerajaan ini,"
"Ya, kau benar kenapa aku tidak ingat
itu, Raja..!" benar hanya Raja lah yang bisa
menahan Ratu Shima agar tidak pergi
dari istana ini untuk menemui pangeran
Tatius."
"Bagaimana ?" Aku masih berguna kan
Ratu Derbah,"
"Ya, tapi tetap saja kau harus pergi aku
ingin sendiri , jadi pergilah,"
"jadi aku tetap di usir ini?"
"Tentu saja, cepat pergi sana,"Seru Ratu
Derbah.
Dengan langkah gontai patih Ramboka
keluar dari kamar Ratu Shima.