
Dalam kegalauan dan keresahan hati patih lembu ireng berusaha mengejar dan menahan agar putri Lin Ying, tidak sampai bisa bertemu dengan Pangeran Tatius, entah mengapa Patih lembu ireng merasa kali ini pangeran Tatius seakan akan tidak mau di ganggu siapapun, seumur umur juga baru kali ini pangeran Tatius tidak mengatakan tujuannya, dia hanya berkata ada urusan seolah olah apa yang pangeran Tatius lakukan saat ini adalah sesuatu Yang Rahasia.
Beberapa kali mengitari istana kerajaan Sangkala barulah pangeran Tatius bisa tersenyum lega.
"Mereka masih di sana."
Secepat kilat Pangeran Tatius terbang mendekat dan berhenti tepat di hadapan mereka sambil menyunggingkan sebuah senyuman.
"Hei..siapa kau, jangan mendekat." Seru Dodi yang terkejut karena di dekatnya tiba-tiba ada sosok Vampire yang berdiri tepat di hadapan nya.
"Jangan takut, dia pangeran Tatius." seru Vampire satu yang bertugas mengantar mereka.
"Salam pangeran?"
Pangeran Tatius tersenyum mengagguk.
"Kamu boleh kembali biarkan mereka aku yang akan mengantar dan menemani."
"Baik, pangeran!"
Ketika Vampire satu hendak melesat terbang Dodi memegang jubah panjang nya.
"Jangan tinggalkan kami, Bukankah kau berjanji akan mengantarkan kami pulang."
"Jangan takut, kalian akan aman pergi bersama pangeran Tatius, tenanglah pangeran Tatius akan menjaga kalian semua aku pergi dulu." Vampire satu segera melesat terbang meninggalkan tempat itu.
"Apakah, perjalanan ke alam dunia kami masih jauh,' tanya Devan dingin.
Entah mengapa Devan merasa tidak suka dengan kehadiran Vampire yang di panggil dengan sebutan pangeran Tatius, terlebih Devan sempat melihat tatapan mata Vampire kepada Tania sangat aneh dan berbeda tidak tau mengapa jadi tidak suka.
"Lumayan jauh, kita beristirahat di pinggir sungai dulu, pasti kalian lapar aku akan menangkap ikan untuk kalian, bagaimana?"
"Wah.. enak itu, aku mau! seru Dodi antusias.
Melihat gadis di depannya diam saja dan berjalan cuek pangeran Tatius melangkah mendekat.
"Apa, kau juga mau?"tanya pangeran Tatius lembut.
"Boleh..!"ucap Tania singkat.
Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar.
"Memang seperti ini ya sikap dari gadis manusia, dingin sekali, apa jangan jangan masih takut padaku." Gumam pangeran Tatius dalam hati.
Sampai di dekat sungai yang air nya mengalir sangat jernih Tania langsung berlari karena kegirangan.
"Devan...!" sini, seperti nya air ini segar sekali badanku terasa gerah apa boleh aku mandi."
"Hussst...!" kamu itu cewek, mau mandi di depan kami yang para cowok apa!"
Tania tersenyum nyengir kuda.
"Mandi dengan pakai baju."ucapnya.
"Kan bisa berjemur dunia Vampire juga ada sinar matahari kok tuh..!"Seru Tania menunjuk ke langit.
"Mandilah, Nanti pakai baju keringku jika selesai, aku cowok meskipun tanpa baju aman gak apa apa?"ucap Dodi menawarkan diri.
"Sok, perhatian..!kamu bisa sakit dodol."
"Demi Tania apa yang engak, Tania kan pacarku.'
Mendengar perkataan Dodi pangeran Tatius langsung mendelik, sedangkan Devan langsung melangkah mendekati Dodi.
"Pacar gundulmu nih, Tuuuk..!"Devan memukul kepala Dodi dengan jentik jarinya membuat Dodi meringis.
"Sudah jangan ribut gerah nih! aku mandi dulu, kalian jagain aku di sini."seru Tania yang langsung masuk ke dalam sungai tanpa memperdulikan bajunya yang basah.
Pangeran Tatius menatap Tania dengan senyum tersungging di bibirnya ada rasa senang dan bahagia melihat gadis di depannya ceria. Tanpa sepengetahuan Pangeran Tatius Devan menatap penuh dengan ketidaksukaan, Devan bukan laki-laki bodoh seperti Dodi yang tidak bisa memahami situasi, Devan lebih peka dan Devan yakin Tatapan Vampire di depannya bukan sekedar tatapan laki-laki biasa pada umumnya tapi Tatapan mata seorang pacar pada kekasih nya, merasa sesak dan jenggah melihat pangeran Tatius yang terus saja menatap Tania, Devan langsung berlari masuk ke dalam Air.
Pangeran Tatius sedikit terkejut melihat Devan yang ikut ikutan mandi lebih terkejut lagi setiap kali dia tersenyum menatap Tania, Devan selalu menghalangi pandangannya sehingga selalu menatap Devan seolah olah Devan sengaja menghalangi dirinya untuk menatap Tania. Entah mengapa tiba-tiba ada rasa sakit yang diam diam mengusik relung hatinya.
Untuk menyingkirkan perasaan yang sangat tidak nyaman pangeran Tatius terbang berlari di atas Air dan menangkap beberapa ikan yang ada di dalam nya. Gerakan yang sangat cepat dan hebat tanpa menyentuh air dan tanpa basah kuyup pangeran Tatius berhasil menangkap banyak iklan.
Tanpa Pangeran Tatius sadari gerakan mencari dan menangkap ikan yang di lakukan nya tertangkap mata indah Tania yang tanpa sadar memuji kehebatan pangeran Tatius.
"Hebat..!"lirihnya sambil tersenyum, Devan yang melihat Tania tersenyum segera menoleh mencari apa yang menyebabkan Tania tersenyum dan alangkah kesalnya hati Devan ketika mengerti Tania tersenyum karena Vampire sialan itu.
Dengan cepat Devan meyibakkan air ke atas muka Tania, sontak saja hal itu membuat Tania kaget.
"Devan....!"Apa yang kamu lakukan, jangan begini." Tania menutupi wajahnya agar tidak terkena siraman Air, kesal dengan sikap Devan Tania pun membalas menyibak yibakkan air ke muka Devan sambil tertawa. Pangeran Tatius yang melihat keromantisan Tania dan Devan terbang kedarat sambil membawa tangkapan ikannya dengan wajah cemberut. Dodi yang melihat Pangeran Tatius membawa banyak ikan berteriak kegirangan.
"Tania...!" Devan.,.! Cepat Vampire ganteng sudah membawa kan kita ikan yang banyak."
Teriakan Dodi membuat Tania menghentikan mainan nya dengan Air dan berlari cepat ke darat, melihat Tania yang datang dengan baju basah kuyup yang tanpa sengaja menampakan lekuk tubuh indah Tania dengan kedua bukit yang bisa tergambar dengan jelas membuat Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar dan segera terbang mendekati Tania.
Tanpa banyak bicara Pangeran Tatius menarik tangan Tania sedikit menjauh dari tempat itu.
"Hei...! kau mau apa?" Tanya Tania panik wajahnya langsung berubah menjadi pucat Tania berfikir Vampire di depannya akan memangsa nya secara diam diam.
Pangeran Tatius segera melepas baju jubah Panjang Vampire nya dan di berikan nya pada Tania.
"Pakai, ini! agar baju basahmu tidak terlihat, disini semua laki-laki kalau ada setan lewat kamu bisa di terkamnya.
Tania menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Ku pikir kau akan memangsaku!" lirih Tania malu karena sudah berfikir buruk pada orang yang ada di depannya.
Pangeran Tatius tertawa kecil.
"Tentu saja aku akan memangsamu, jika terus terusan menatap tubuh basahmu."ucap Pangeran Tatius mengoda membuat Tania mengkrucutkan Bibirnya, melihat Tania seperti itu rasanya gemas dan ingin sekali menangkup bibir yang menggemaskan itu.
Melihat tatapan mata Pangeran Tatius yang aneh yang entah mengapa membuat jantung nya berdegup kencang Tania langsung berlari pergi setelah menyambar jubah pemberian Pangeran Tatius. Apa yang di lakukan pangeran Tatius tertangkap mata hitam Devan hatinya semakin kesal.
"Sudah ku duga Vampire sialan ini suka pada Tania, aku harus mencari cara agar Tania tidak pernah bisa dekat dengan nya, heran kok ada Vampire suka sama manusia apa di negeri Vampire tidak ada wanita cantik." grutu Devan yang diam diam di landa cemburu.