The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.203.TERKEjUT



Dengan berat hati Tania merelakan kepergian pangeran Tatius dan menggikuti semua apa yang di katakan sang pelayan.


"Tuan putri mari ikut kami," ajak sang pelayan kepada Tania.


"Namaku, Tania, panggil namaku saja jangan memanggilku Putri karena aku bukan seorang putri." jawab Tania menolak di panggil putri.


"Maaf putri Tania, kami tidak berani, karena itu sudah jadi kewajiban kami karena Putri Tania calon istri dari Pangeran Tatius."


"Baiklah, terserah kepada mu, ini aku mau kau bawa kemana boleh kan aku juga pergi dengan temanku Clara."tanya Tania pada ketiga pelayan yang awalnya sangat mereka takuti.


"Boleh, Tuan putri, mari ikut saya," pelayan itupun segera membawa Tania dan Clara masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup luas dan ketika pintu di buka tampaklah sebuah tempat atau ruangan perawatan seperti yang ada di tempat salon salon kecantikan, di mana kalau di bangsa manusia di namakan perawatan SPA.


"Silahkan Tuan putri."


"Apa, maksud ku apa yang kau minta, aku tidak mengerti."tanya Tania, ingin tau.


"Mari kita mulai melakukan perawatan silahkan tuan putri berbaring."jawab sang pelayan menjelaskan.


"Ku rasa itu tidak perlu,"tolak Tania


"Ini harus Tuan putri , itu juga perintah dari Pangeran Tatius pada kami mohon Tuan putri Tania menggikuti dan jangan membuat kami terkena masalah."


"Baiklah," Akhirnya Tania menggikuti apapun yang di perintahkan dan di minta ke tiga pelayan, kerajaan dari istana Sangkala, sementara melihat Tania melakukan perawatan Clara pun iri dan dia meminta agar dirinya juga di berikan perawatan seperti yang di lakukan Tania dan ketiga pelayan pangeran Tatius pun tidak menolak sehingga Tania dan Clara sama sama mendapatkan perawatan SPA.


Sementara Pangeran Tatius langsung menuju kamar kepribadian Raja Sangkala, kedua pengawal penjaga pintu kepribadian Raja memberikan salam Hormat sebelum mempersilahkan pangeran Tatius untuk pergi menemui Raja, yang sedang ada di ruang kepribadian nya.


"Salam.. Pangeran, silahkan."kedua penjaga memberi kan salam dengan membungkukkan badannya.


"Apa kakek ada?"tanya pangeran Tatius pada kedua penjaga itu.


"Ada, Pangeran! silahkan masuk."


Pangeran Tatius melempar kan sebuah senyuman sebelum masuk ke dalam. Pangeran Tatius cucu dari Raja Sangkala termasuk Pangeran yang sangat di sukai penduduk Warga Sangkala di mana kepribadian nya yang tidak sombong dan selalu ramah pada semua orang membuat banyak orang jatuh hati padanya karena pangeran Tatius tidak memandang dia seorang pangeran yang memiliki kedudukan tinggi di banding dengan warganya.


Seorang gadis cantik dengan senyum mengembang di bibir menatap kepergian pangeran Tatius yang tubuhnya menghilang dari pandangan. Gadis itu segera berlari ke sebuah kamar dan berdiri di depan cermin.


"Dia datang..! aku sudah lama menunggu dan memendam perasaan ku ini padanya, pangeran Tatius orang nya sangat baik dan perhatian padaku aku yakin pangeran Tatius juga memiliki rasa padaku aku yakin dia tidak akan marah dengan kejujuran hatiku, seandainya aku menggungkap kan perasaanku ini, pangeran Tatius tidak pernah memiliki kekasih itu artinya mungkin dia memang suka padaku, karena setiap dia datang dia pasti menemui ku, apa itu namanya kalau bukan rindu.aku harus bisa mencari waktu yang tepat untuk menggungkap kan isi hatiku ini, mungkin saat pangeran Tatius menemuiku saja, entah mengapa aku merasa Pangeran Tatius ke sini karena aku, rasaanya sudah tidak sabar menunggu saat itu," Gumam gadis itu dalam hati sambil tersenyum di depan cermin.


"Cieee....!" senyum senyum sendiri, ada angin apa nih, coba ceritakan padaku temanku lagi berbahagia karena apa,dapat bonus dari Ibu Ratu suri atau dari Raja Sangkala?" tanya seorang gadis yang juga seusia nya sedang duduk di tepi ranjang sambil melihat temannya yang lagi bersolek merias diri.


Dengan senyum mengembang di bibir gadis itu berbalik menatap sahabatnya.


"Coba tebak,"


"Aduh, Sein Zee..!" bagaimana aku bisa menebak, paham dirimu aku juga tidak, coba katakan padaku apa yang membuat hatimu begitu bahagia."


Sein Zee mulai melangkah mendekati temannya yang lagi duduk di ranjang, dengan sangat lirih dia bicara.


"Caolin...!Pangeran Tatius datang..!"ucapnya malu malu.


"Pangeran Tatius, lalu hubungan nya dengan kau bahagia apa?"tanya caolin penasaran.


"Ah, kamu, Pangeran Tatius itu memiliki rasa padaku lihat saja sebentar lagi dia pasti akan datang kesini untuk menemuiku sama seperti saat saat lalu dia datang dan pergi selalu memberi bilang padaku."ucap Sein Zee


"Tentu saja aku yakin, bagaimana kalau kita taruhan,"kata Sein Zee memberikan tantangan.


"Taruhan...?"


"Ya, taruhan kalau pangeran Tatius tidak datang. ke sini menemuiku maka....ini...!cincin mutiara ini akan menjadi milikmu tapi jika aku yang benar maka kau jadi pelayan ku selama dua Minggu, bagaimana? aku tidak minta berlian lho."


"Boleh, aku juga penasaran apakah benar pangeran Tatius suka dan tertarik padamu, kalau aku tidak berani bermimpi terlalu tinggi takut jatuh." ucap Caolin sambil terkekeh dengan melongokkan wajah nya ke pintu Kepribadian Raja Sangkala di mana pangeran Tatius pergi ke sana.


"Ok, deal ya?"


"Ya, deal." seru kedua nya sambil tertawa-tawa.


Mereka berdua sepakat untuk menunggu pangeran Tatius datang menemui Sein Zee.


Sementara Pangeran Tatius yang sudah berada di dalam ruang kepribadian Raja Sangkala langsung menemui sang Raja."


"Kakek....!Seru Pangeran Tatius ketiika melihat sang Kakek lagi menatap jendela kamar.


"Tatius..!"anak nakal akhirnya kau kembali juga, kenapa kau lama sekali tidak menemuiku, aku pikir kau sudah tidak ingat dengan kakek mu ini sama dengan ibu mu, sejak pergi dari sini dia tidak pernah datang lagi,"Grutu sang Kakek, sedang Pangeran Tatius justru senyum senyum.


"Jangan, marah marah kakek bisa cepat tua."seru pangeran Tatius sambil mencium tangan tua milik sang kakek.


"Bagaimana tidak marah punya cucu dan putri tidak ingat sama sekali.


"Kakek jangan marah marah aku kan lagi mencari calon menantu untuk kakek dan sekarang aku sudah membawa calon menantu itu untuk Kakek." jawab pangeran Tatius dengan wajah berbinar.


"Apa? kau bawakan aku calon menantu?" kau sudah berniat mau menikah?"tanya sang Kakak tak percaya.


"Iya, Kakek! bahkan aku sudah tidak sabar ingin segera menjadi Suami nya, takut keburu di ambil orang."


"Tatius cucuku, rupanya kini kau sudah dewasa, baiklah dia putri dari kerajaan mana?"tanya sang kakek penasaran.


"Dia bukan seorang putri dari kerajaan manapun dia orang biasa," jawab Pangeran Tatius dengan nada sedih, khawatir jika sang kakek juga menghalangi Cinta nya.


Melihat raut wajah cucunya yang tadinya ceria kini tiba tiba sendu dan mendung sang Kakek Tertawa lebar sambil menepuk nepuk bahunya.


"Kenapa mayun begitu?" Kakek tidak mempermasalahkan status, meskipun calon istri mu dari kalangan Rakyat ataupun seorang pelayan istana sekalipun, asalkan kau bahagia, kakek setuju saja, kita sudah kaya akan harta jadi kita tidak membutuhkan itu lagi, sttus tidak lagi penting yang terpenting kamu bahagia."


"Benarkah itu, kakek?"tanya pangeran Tatius dengan wajah berbinar senang seketika.


"Tentu saja, apakah kakek mu ini memiliki tampang wajah pembohong."ujar Sang kakek kemudian.


"Trimakasih, kakek!


"Coba katakan calon menantu kakek berasal dari daerah Vampire mana?


"Kakek.....!" calon menantu kakek bukan seorang Vampire tapi dia seorang anak manusia."


"Apa?" anak manusia."Seru sang Kakek yang tiba-tiba merenggangkan dan melepaskan pelukan Pangeran Tatius.