
Pangeran Tatius tidak menjawab pertanyaan dari pak guru Wili, dia memilih terbang melesat ke arah pusaran di mana disana ada empat orang penggali kubur dan Putri lin Ying yang sedang terluka.
Karena diabaikan pak guru Wili semakin kesal dan geram pada Pangeran Tatius yang tidak mau menjawab pertanyaan nya.
"Hei... Vampire jelek! jawab pertanyaan ku dimana Tania."seru Pak guru Wili yang kemudian ikut terbang menggikuti arah dari pangeran Tatius.
"Kau lihat mereka yang kau suruh membantu mengguburkan jasad gadis itu, mereka semua terluka coba kamu bantu mereka untuk menggobati luka lukanya,"
"aku mengerti tapi Jawab dulu pertanyaanku di mana Tania berada sekarang."
Pangeran Tatius menghela nafas panjang kemudian dia mengambil beberapa dedaunan yang ditumbuk di atas batu, setelah daun-daun itu halus dengan sangat cekatan dan cepat pangeran Tatius menempelkan tumbukan dedaunan yang sudah halus pada leher Putri Lin Ying yang terluka dan juga memberikan tumbukkan dedaunan pada keempat para penggali kubur, sehingga darah yang mengalir dari leher Putri lin Ying dan ke empat pengali kubur yang terluka bisa terhenti.
Pak guru willi yang melihat hal itu sangat kesal karena dia merasa diabaikan dan tidak diperdulikan oleh Pangeran Tatius, untuk itu pak guru Willi menghadang langkah dari Pangeran tatius dan mencengkram kuat leher dari Pangeran Tatius.
"Katakan di mana Tania berada sekarang?" tanya Pak Guru Willi dengan nada emosi.
Pangeran Tatius tersenyum melihat perlakuan dari pak guru Willi yang terlihat sangat kekanak-kanakan dan emosional.
"Lepaskan..!cengkraman mu," teriak Pangeran Tatius memperingatkan, dia sangat kesal di perlakukan tidak baik oleh pak guru Wili yang mana Pangeran Tatius merasa, pak guru wili sangat egois dimana dia sangat menghawatirkan Tania tapi lupa dan tidak perduli dengan keadaan dari empat orang penggali kubur suruannya yang mana ke khawatiran dari pak guru Wili membuat sesak didalam dada Pangeran Tatius yang diam diam merasa tidak suka jika ada orang lain yang menghawatirkan kekasih nya.
"Baik! tapi katakan dulu dimana Tania berada, aku sangat khawatir padanya."
"Tania sudah menolak mu kan, lalu untuk apa kau masih menghawatirkan nya, sudahlah Kembali saja kamu dan aku akan kembali ke Negri asalku." seru Pangeran Tatius yang langsung meninggalkan Pak guru Wili.
Tidak trima dengan perlakuan dan jawaban dari Pangeran Tatius Pak guru Wili Kembali menghadang langkah dari Pak Guru Wili yang mendekati Putri Lin ying."
"tunggu...! jangan pergi dulu katakan padaku di mana Tania berada jika tidak aku tidak akan bertoleransi lagi kepadamu Aku akan membunuhmu."
Pangeran Tatius terkekeh mendengar ancaman dari pak guru Wili.
"Apa..? Kau ingin membunuhku, harusnya kamu sadar siapa kamu dan siapa aku Tania itu kekasihku kamu siapa? kamu hanya orang lain untuk apa kamu bertanya lagi pergilah dan tidak perlu lagi kamu khawatirkannya itu urusanku dan itu tanggung jawabku, kembalilah kamu Aku akan kembali ke negeri asalku." Jawab Pangeran Tatius rasanya dia ingin menjitak saja kepala pak guru willi yang sangat sangat menyebalkan.
Pak Willi terkekeh mendengar jawaban dari pangeran Tatius.
"Hahaha..... kenapa Vampire jelek apakah kau cemburu? dengar Tania itu muridku dia belum menyelesaikan pendidikan nya dan Tania sudah lama absen tidak masuk sekolah apa kau mau th ini Tania gagal dan harus menggulang lagi untuk tahun depan?"
Kembali Pak Guru Wili tertawa senyum nya mengembang sangat lebar.
"Tania itu muridku jadi sudah tugasku menggetahui dimana dia Sekarang karena aku mau membawanya kembali ke orang tuanya agar Tania bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik."
Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, beberapa kali pula Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar, Sementara Putri Lin Ying yang mendengar percekcokan antara Pak guru Wili dan Pangeran Tatius segera datang menghampiri.
"Pangeran katakan saja jika kau memang benar-benar tahu di mana Tania berada, karena bagaimanapun juga, Pak Guru Willi adalah guru nya dan sudah seharusnya juga Tania selalu mengikuti pelajaran dari pendidikannya, Pangeran tidak boleh egois juga, katakanlah di mana Tania berada sekarang." kata Putri lin Ying pada pangeran tatius.
Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Tania tidak baik baik saja dia sedang berada dalam tawanan kanda pangeran Yervan yang ingin menjadikan Tania istrinya."
"Apa? dalam tawanan Vampire jelek lagi, kau...kau bilang mencintai Tania lalu kenapa kau tidak menyelamatkan nya dan mengapa kau justru berada disini dimana putri Lin Ying sedang dalam bahaya jangan ..jangan...kau....
"Aku akan pulang ke istana kerajaan Awang Awang Vampire sekarang juga kalau kau mau ikut ikuti aku jika tidak silahkan pergi." ucap Pangeran Tatius dengan entengnya.
Pak guru Wili mengeryitkan dahinya ketiika semua perkataan dan pertanyaannya tidak mendapatkan reaksi dan jawaban apapun dari Pangeran Tatius bahkan Pangeran Tatius terkesan seolah olah tidak memperdulikan pertanyaan dan perkataan pak guru Wili.
Dengan sangat kesal dan kecewa Pak guru Wili akhirnya memilih menggikuti kepergian Pangeran Tatius yang juga di ikuti Putri lin Ying dibelakang nya.
"jadi kekasih ngak bisa menjaga pacarnya tuh pacar model apaan tuh," grutu Pak guru Wili yang diam diam apa yang dikatakan pak guru Wili dapat di dengar oleh Pangeran Tatius yang tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan menatap pada Pak Guru Wili dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
Mungkin apa yang dikatakan pak guru Wili sangat menyinggung perasaan dari Pangeran Tatius hingga membuat langkah kakinya berhenti.
"Aku pergi duluan , kau bisa menyusul ku dengan putri Lin Ying." ucap Pangeran Tatius datar yang kemudian dengan gerakan sangat cepat Pangeran Tatius melesat terbang tinggi yang dalan hitungan menit sudah tidak tampak oleh mata.
"Hei.... Vampire jelek, tunggu aku...!" teriak Pak Guru Wili dengan kesal karena Pangeran Tatius memilih pergi meninggalkan mereka berdua sendiri.
"Percuma kau berteriak Pangeran Tatius tidak akan memperdulikan mu, ayo pegang tanganku aku akan membawamu terbang ke istana kerajaan Awang Awang Vampire."ucap Putri Lin Ying menjelaskan yang mana diam diam hatinya bernyayi senang karena Pangeran Tatius lebih mementingkan keselamatan nya dari pada keselamatan pacarnya dan itu artinya ada harapan jika Pangeran Tatius bisa menjadi miliknya, karena buktinya Pangeran Tatius lebih mendengar keluhannya dari pada Tania.
Diam-diam Putri lin Ying menyunggingkan sebuah senyuman.
"Perhatian Pangeran Tatius padanya lebih besar di bandingkan dengan perhatiannya ke Tania.
"Mungkin Pangeran Tatius hanya menyukai Tania bukan mencintai nya karena jika Pangeran Tatius benar benar mencintai Tania sudah pasti Tania lah yang akan di selamat kan terlebih dahulu bukan aku, Pangeran aku akan menunggu sampai kau menggatakan cinta padaku." Gumam putri Lin Ying sambil tersenyum smrik.
Pak guru Wili yang melihat putri Lin Ying tersenyum segera mengeryitkan dahinya dimana dia menjadi binggung dan sedikit salting.
"Mengapa gadis ini tersenyum begitu jangan jangan dia naksir aku lagi."Gumam pak guru Wili dalam hati, karena senyum itu pak guru Wili menjadi salah tingkah dan menelan ludahnya dengan kasar, sedikit ragu tapi tetap dengan pasti pak guru Wili perlahan lahan tangannya memegang lengan putri Lin Ying dengan sedikit ragu ragu.
Putri Lin Ying yang melihat perubahan sikap dari Pak Guru Wili mengeryitkan dahinya.
"Ada apa dengan guru satu ini kenapa terlihat aneh begitu."Desis putri Lin Ying dalam hati yang mana setelah pak guru Wili memegang tangan nya putri Lin Ying segera terbang melesat menggikuti terbangnya Pangeran Tatius yang sudah berangkat lebih dulu.
Di tempat lain tampak seorang Vampire laki-laki muda sedang celingukan melihat ke kanan dan kiri bahkan terkadang betlari ke samping puri Istana kemudian kembali lagi, Vampire laki-laki itu terlihat sedang binggung dan resah.
"Woi. ....apa yang kau lakukan? seperti mencari maling saja sikapmu tengok kanan tengok kiri lari kesamping kamu sedang mencari apa?"
Laki-laki Vampire muda itu tidak menjawab pertanyaan temannya yang sama sama sedang berjaga di tempat Puri Istana kediaman Pangeran Yervan yang mana di dalam Puri itu terdapat sosok gadis cantik yang sedang terikat kuat di kursi.
"Woi...jawab! kenapa diam saja kau, mau ke toilet pipis begitu kah kok resah amat."
Karena gemas dan kesal teman dari laki-laki Vampire muda itu berjalan mendekati.
"Ada apa? aku tau kamu lagi resah dan binggung bicara lah siapa tau aku bisa membantu."
Laki-laki Vampire muda menelan ludahnya dengan kasar seraya menatap sendu Vampire temannya yang terlihat serius bertanya.
"Katakan kenapa kau memandang ku begitu."
Laki-laki Vampire muda menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Aku kasian dengan Nona yang ada di dalam situ, aku tidak tega melihat nya di ikat begitu oleh Pangeran Yervan."
"Oh, itu! Sebenarnya aku juga tidak tega tapi kita bisa apa?kita tidak bisa berbuat apa-apa, Pangeran Yervan sangat pemarah dan gadis itu sangat penbangkang jadinya Pangeran Yervan menggikatnya."
"Aku, tau tapi aku tetap merasa sangat kasian dan tidak tega, lihat dan coba perhatian baik baik yang ada di tangan kiri gadis itu."
"Apa...?ada apa dengan tangan kiri gadis itu."
"Cobalah kau perhatikan dengan benar biar kau tau apa yang terjadi." seru laki-laki Vampire muda.
Dengan sedikit melongokkan wajahnya ke dalam Puri istana kamar kepribadian Pangeran Yervan, laki-laki Vampire itu memicingkan matanya untuk mengetahui apa yang ada di tangan kiri gadis itu.
"Tangan nya biasa saja, tapi tunggu dulu Tangan itu terlihat seperti habis kena cakaran dan Cakaran itu, seperti membentuk sebuah huruf, ya.... tangan itu itu ada bekas Cakaran yang membentuk sebuah huruf T, apa itu yang kamu maksud."
"Ya...dan yang lebih menarik, aku juga pernah melihat tanda Cakaran yang sama pada tangan Pangeran Tatius dengan huruf T juga apakah mereka berdua ada..
Belum sempat laki-laki Vampire muda melanjutkan ucapannya satu Vampire temannya sudah memotong terlebih dahulu.
"Hubungan...! apa maksud mu begitu.'
"Ya ... jangan jangan gadis ini ada hubungannya dengan Pangeran Tatius."
"Bisa jadi! tapi itu kan baru dugaan mu dan prasangka kita belum tentu benar juga kan, sudahlah ayo, berjaga jangan membicarakan hal itu lagi kalau sampai Pangeran Yervan melihat kita ngobrol dan membicarakan gadis tawanannya kita bisa kena hukuman."
"Aku tau!" tapi apakah kamu tidak merasakan aneh pada diri Pangeran Yervan."
"Aneh bagaimana maksdmu?"
"Sini cepat!
Laki-laki Vampire muda melambaikan tangannya pada satu Vampire temannya, merasa di panggil dan di minta mendekat, meskipun malas dan kesal teman Vampire muda pun berjalan mendekati laki-laki Vampire muda.
"Apa?ada apa meminta ku kesini..!"
"Sini!"laki-laki Vampire muda memberikan isyarat agar Vampire temannya mendekatkan telinga padanya, meskipun tidak paham maksud dari temannya terpaksa laki-laki Vampire temannya pun mendekatkan telinganya.
"Apa kau tidak curiga jangan-jangan gadis ini kekasih dari Pangeran Tatius."
"Apa?
"Ssssstt... jangan keras keras ini baru prasangka coba bayangkan bagaimana mungkin Pangeran Yervan begitu mati matian mau menjadikan gadis ini istri kalau dia cuma gadis biasa, gadis ini memang sih sangat cantik, tapi bagaimana bisa Pangeran Yervan dengan mudah berpaling dari Putri lin Ying yang beberapa bulan lalu sempat membuat nya seperti orang gila, bayangkan saja gara gara putri Lin Ying, Pangeran Yervan memilih tinggal di tepian pantai tidak pulang dan tidak mau apa-apa bahkan terlihat tak memiliki semangat hidup, lalu kini tiba-tiba pulang dengan membawa gadis yang pingsan dan langsung jatuh hati padanya sampai sampai karena gadis itu keras kepala dan mau bunuh diri di ikat begitu."
"Apa yang kau bilang ada benarnya juga, mungkin benar gadis ini memiliki hubungan dengan Pangeran Tatius dan karena gadis ini kekasih dari Pangeran Tatius maka untuk membalas sakit hati pada putri Lin Ying yang tergila-gila pada Pangeran Tatius maka Pangeran Yervan merampas kekasih Pangeran Tatius."
"Betul, pasti begitu ceritanya, sekarang bagaimana?Apa kau tega jika Pangeran Yervan merampas kekasih Pangeran Tatius."
"Tentu saja tidak."
"Sama, kalau begitu aku juga tidak tega."
"Lalu apa yang akan kita lakukan?
"Sini...!
Laki-laki Vampire muda kembali meminta pada Vampire temannya untuk mendekatkan telinganya dan kembali laki-laki Vampire temannya menuruti perintah dari Vampire muda temannya.
"Kita bantu Nona itu untuk bebas dan kabur dari sini."
"Apa...?
laki-laki Vampire temannya sangat terkejut dengan usul dan saran dari laki-laki Vampire muda kepada nya."Apa kau mau mati konyol jika Pangeran Yervan menggetahui kita akan habis nantinya."
"Kita harus berhati hati jangan sampai Pangeran Yervan menggetahui nya."
"Baiklah, terserah kamu! sekarang apa rencanamu."
"Kau tunggu disini aku akan bantu melepaskan ikatan gadis itu."
"Kau serius, mau membantu melepaskan nya."
Laki-laki Vampire muda tidak menjawab dia hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam istana Puri kepribadian Pangeran Yervan.
"Busyet ..! Nekad amat hati-hati bro," seru laki-laki Vampire temannya dengan perasaan yang was was dan takut jika tiba-tiba Pangeran Yervan ada di depannya.