
Lagi-lagi rasa kecewa menyelimuti hati Devan, sepulang sekolah Devan segera menaiki motornya tapi di depan gerbang sekolah ternyata sudah menunggu Nayla.
"Ayo, Dev! kita pulang."
Dengan berat hati Devan mengagguk, ketika Devan hendak melajukan motornya terlihat dari kaca spion Tania lagi berjalan sendiri Nayla yang saat itu menggikuti arah mata Devan yang melihat kaca spion spontan juga dia melongok untuk melihat setelah tau Nayla segera menoleh.ke belakang dengan senyum penuh kemenangan.
"Kali ini aku yang akan menjadi orang terdekat Devan bukan kamu gadis kampung."Gumam Nayla dalam hati.
Sementara Devan dengan kecepatan tinggi melajukan motornya spontan saja membuat Nayla berpegang erat pada Devan.
***
Matahari yang bersinar terang pertanda pagi telah tiba. Pangeran Tatius, pangeran Yervan dan patih lembu Ireng telah sampai di perbatasan kerajaan Barat Daya, yang kala itu sudah sangat ramai di penuhi para pangeran dari penjuru Dunia.
Mereka bersiap untuk menggikuti sayembara yang di adakan oleh Raja Barat Daya yang mana para pemenang nya bukan hanya akan mendapatkan harta yang tak ternilai jumlah nya akan tetapi juga akan mendapatkan seorang putri cantik Lin Ying yang bisa di jadikan istri para pangeran.
Kecantikan putri Lin Ying sangat terkenal di seluruh plosok sehingga para peserta sayembara sangatlah banyak. Kerajaan barat Daya yang memiliki tanah yang sangat luas mampu menampung para pangeran yang menggikuti sayembara, ternyata sayembara bukan hanya di ikuti oleh para pangeran bahkan ada juga orang orang biasa yang memiliki ilmu Kanuragan tinggi ikut andil untuk pamer kekuatan sehingga sayembara ini bukan hanya akan di ikuti oleh pangeran dari bangsa Vampire saja akan tetapi ada di antara mereka bangsa manusia yang memiliki ilmu yang cukup tinggi bisa merubah aliran darah merah yang biasa di hisap dan di mangsa para Vampir menjadi darah merah berasa pahit sepahit empedu sehingga tak ada satupun bangsa Vampire yang mau menghisap darahnya dia bukan seorang pemuda tampan tapi seorang laki-laki paruh baya yang usianya setara dengan Raja Barat Daya Ayah dari putri Lin Ying.
Awal mula mereka, sangat mencibir kehadiran bangsa manusia yang juga ingin menggikuti sayembara, akan tetapi mereka terdiam ketika ada di antara mereka bangsa Vampire yang berniat menghisap darahnya jatuh tak berdaya dalam serangannya.
Kekacauan terjadi ketika para pangeran dan orang orang hebat bangsa halus melihat kehadiran seorang manusia yang sedikit paruh baya. ikut bergabung dengan kesombongan dan ketidaksukaan di antara mereka ada yang diam diam memberikan tantangan dan serangan.
"hai... manusia! di sini bukan tempat mu, pergi kau dari sini."
"Jika aku tidak mau bagaimana?"
"Kurang ajar, kau akan kami jadikan santapan, pergilah jika kau masih sayang dengan nyawamu, kau sudah tau darahmu pun sudah tidak mengundang selera kami, ha...ha..ha... pergilah, sebelum kami berubah pikiran dengan memangsamu."
"Jika kamu bisa menggalahkan aku, silahkan kamu ambil darahku."
"Sombong sekali kamu itu, trimalah ini...
"Ciaaaat....ciattttt....duuuussssss...!
"Hop....hop...hiyaaaa,..... dussssss...!"
Manusia itu melompat lompat kesana kemari lalu memberikan tendangan bebas yang membuat si Pangeran Vampire itu terjatuh.
Melihat kekuatan Manusia yang ada di depannya cukup tinggi Sang pangeran Vampire pun dengan gerakan cepat memutar mutar tubuhnya kemudian.
"Siuuuuuuuttt...! tubuhnya melambung tinggi ke atas dan dengan cepat memberi kan tendangan.
"Tendangan Bayu angin....wuuuuuusssssss tiba-tiba angin besar dan kencang menerjang apa saja yang ada di sekitar tempat itu, bahkan para pangeran dari kerajaan lain yang ikut menyaksikan terpaksa harus mencari pegangan agar tidak terbawa angin dahsyat sebesar angin topan level 10.
Begitu juga dengan pangeran Tatius, pangeran Yervan dan patih lembu ireng yang kebetulan ada di tempat itu, terpaksa mereka harus menggunakan kekuatan masing-masing agar tidak ikut terbawa angin. Sang manusia yang menyadari kekuatan lawannya cukup tinggi, cepat-cepat dia duduk bersila dengan mulut komat Kamit membaca mantra.
"Bayu sirep. Bayu meneng lajumu mandek jejek nambrak gunung setinggi Rajanya gunung ciaaaatttt....wussssssss."
Glebak....glebakk.. . byaaaarr..angin yang sangat dahsyat itu pun tak bisa merobohkan atau menjadikan sang manusia terpental jatuh kini justru angin itu kembali menerpa dan menerjang sang Vampire itu sendiri menerbangkan tubuh nya hingga menabrak pohon yang kemudian membuat sang Vampire jatuh tersungkur dengan mengeluarkan darah hitam dari mulut nya.
"Kepa*rat..kau..! sambil terhuyung huyung Vampire itu berusaha bangkit dan hendak menyerang sang manusia itu lagi, akan tetapi langkahnya di hadang seorang Vampire lainnya.
"Cukup .. hentikan pertarungan tak berguna ini, kawan, untuk apa kau meladeni bangsa manusia yang sudah tua, apa yang kau harapkan darinya darahnya juga sudah tidak segar lagi, bau apek pastinya, cukup biarkan saja dia menggikuti sayembara ini dia lagi bermimpi ingin mendapatkan Putri Lin Ying, jangan buang buang waktu mu hanya untuk manusia tua bangka, ayo kita bersiap untuk sayembara ini."
"Kau, benar kawan, darahnya pasti sudah bau apek, aku tidak akan sudih meminum nya."
Vampire satu itupun tertawa.
"Bagus, pergilah aku ingin bicara dengan manusia itu sebentar.
"Hai,bangsa manusia hebat juga ilmu kamu, tapi kamu jangan sombong kamu belum melihat kekuatan kami semua di sini..ha...ha .ha.. lebih baik sekarang kau persiapkan dirimu karena kamu akan menghadapi kekuatan kami yang lebih besar lagi, darahmu tidak mengandung selera kami jadi silahkan bergabung menggikuti sayembara ini."
Setelah mengucapkan itu Vampire itupun pergi melesat ke tempat di mana semua teman temannya menunggu.